Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN DUH TUBUH

VAGINA/SERVIKS
No. Dokumen : MTG/SOP/UKP/IMS-02
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 29 Desember 2017
Halaman : 1/4
PUSKESMAS
drg. Alamas Hidayati
KECAMATAN
NIP 196709181993032007
MENTENG
Pemeriksaan duh tubuh vagina adalah kegiatan pemeriksaan cairan tubuh
1. Pengertian
yang keluar dari vagina atau serviks
Dengan pemeriksaan duh tubuh vagina/serviks dapat diketahui organisme
2. Tujuan
penyebab infeksi menular seksual
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. 141 Tahun 2017
4. Referensi Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual Tahun 2015
Alat Tulis, Komputer/Tablet, Formulir Registrasi IMS, Formulir Laboratorium,
5. Alat dan Meja Pemeriksaan, Lampu Sorot, Underpad, Sarung tangan, Masker, Lidi
Bahan Kapas, Spekulum Disposable, Jelly, Larutan NaCl 0.9%, Larutan KOH 10%,
object glass dan kaca penutupnya
1. Perawat melakukan kajian awal pasien dan menginput data di aplikasi
epuskesmas
2. Pasien masuk ke ruang pemeriksaan IMS
3. Dokter melakukan anamnesa keluhan pasien : adakah keputihan atau
keluar cairan dari vagina, apakah disertai rasa gatal/terbakar pada
vulva
4. Dokter melakukan pemeriksaan bimanual untuk menentukan adakah
6. Langkah-
nyeri perut bagian bawah
langkah
5. Dokter melakukan inform consent kepada pasien untuk melakukan
pemeriksaan inspekulo
6. Dokter mencuci tangan dengan sabun antiseptic lalu memasang
sarung tangan
7. Dokter mengalasi tempat tidur pemeriksaan dengan underpad
8. Dokter meminta pasien untuk membuka celana dalam dan berbaring
di tempat tidur pemeriksaan dengan posisi litotomi
9. Dokter menyalakan lampu sorot kemudian melakukan inspeksi dan
palpasi daerah vulva dan inguinal
10. Dokter melakukan inspekulo secara perlahan dan hati-hati
menggunakan speculum disposable yang telah diberi jelly di ujungnya
11. Dokter melakukan inspeksi di introitus vagina, apakah terdapat duh
tubuh vagina atau kelainan lainnya, adakah duh tubuh serviks, warna
serviks
12. Dokter mengambil duh tubuh di bagian forniks posterior untuk dibuat
sediaan basah dengan larutan NaCl 0.9% dan KOH 10%, dan sediaan
apus pewarnaan gram dari duh serviks dan vagina
13. Dokter melepas speculum, pasien dipersilakan mengenakan pakaian
dalam kembali
14. Dokter memberikan formulir laboratorium kepada pasien untuk
pendaftaran pemeriksaan lab
15. Dokter memberikan sampel duh tubuh vagina/serviks kepada analis
lab
16. Apabila didapatkan hasil Diplokokkus gram negative intrasel + maka
pasien diobati sebagai Gonore dan Klamidiosis
17. Apabila didapatkan hasil Trichomonas vaginalis + maka pasien diobati
sebagai Trikomoniasis
18. Apabila didapatkan hasil clue cells +, pH>4.5, tes amin + maka pasien
diobati sebagai Vaginosis Bakterialis
19. Apabila didapatkan hasil pseudohifa + dan/ sel ragi + maka pasien
diobati sebagai kandidiasis
20. Dokter memberikan pengobatan kepada pasien sesuai table berikut :

Servisitis Servisitis Non Trikomoniasis Vaginosis Kandidiasi Vaginitis


Gonokokus Gonokokus Bakterial
Sefiksim Azitromisin 1gr Metronidazol** Metronidazol** Klotrimazol
400mg dosis dosis tunggal per 2gr per oral 2gr per oral dosis 200mg/hari
tunggal per oral oral ATAU dosis tunggal tunggal, ATAU intravaginal selama
ATAU 3 hari ATAU
Doksisiklin* Metronidazol ** Metronidazol ** Klotrimazol 500mg
2x100mg/hari, 2x500mg/hari, 2x500mg/hari, per intravaginal dosis
per oral selama per oral selama oral selama 7 hari tunggal ATAU
7 hari 7 hari

Hal 2|4
Judul SOP :
No. Dokumen :
Revisi :
Tanggal Terbit :
Kanamisin 2gr, Eritromisin Klindamisin Flukonazol* 150mg
IM, dosis 4x500mg/hari, 2x300mg/hari, per per oral dosis
tunggal per oral selama oral, selama 7 tunggal, ATAU
7 hari hari
Atau Itrakonazol* 200mg
Seftriakson per oral dosis
250mg, IM, tunggal
dosis tunggal
Nistatin 100000IU,
intravaginal setiap
hari selama 7 hari
*Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui atau anak dibawah 12 tahun
**Pasien dalam pengobatan metronidazole dianjurkan untuk menghindari minum alkohol

21. Dokter melakukan KIE dan konseling kepada pasien meliputi informasi
penyakit, cara penularan, anjuran pemakaian kondom dan anjuran
pemeriksaan tes HIV dan sifilis serta anjuran untuk pengobatan
pasangan seksual pasien (khusus pasien Gonore & Klamidiosis dan
Trikomoniasis)
22. Dokter menyarankan pasien kontrol ulang bila setelah hari ke-7
pengobatan keluhan menetap
23. Pada kasus Vaginosis Bakterial dan Kandidasis apabila keluhan tidak
hilang setelah hari ke-7 pengobatan maka pasien diobati sebagai
Servisitis Gonokokus & Klamidiosis, dan pasien disarankan untuk
control kembali 7 hari kemudian. Apabila keluhan masih juga menetap
maka pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut
24. Pada kasus servisitis gonore & klamidiosis dan trikomoniasis apabila
keluhan menetap setelah hari ke-7 pengobatan maka pasien dapat
langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut
25. Dokter wajib menginput seluruh hasil anamnesa, pemeriksaan fisik,
hasil pemeriksaan penunjang, konseling dan pengobatan pasien
secara lengkap di e-rekam medis pasien

7. Unit Terkait Poli IMS (Alamanda)


8. Dokumen 1. e-rekam medis
Terkait 2. Buku register pasien IMS

Hal 3|4
Judul SOP :
No. Dokumen :
Revisi :
Tanggal Terbit :
9. Riwayat Perubahan Dokumen
PEMERIKSAAN DUH TUBUH VAGINA/SERVIKS

No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai


diberlakukan
1.
2.

Penyusun SOP Penanggung Jawab Unit / Pemeriksa

Dr. Yanda Nur Estuningputri Dr. Deslina


NIP. 198807272014032004 NIP. 198012252010012034

Hal 4|4
Judul SOP :
No. Dokumen :
Revisi :
Tanggal Terbit :