Anda di halaman 1dari 6

PENENTUAN KADAR AIR

SURYANI H.N

156511028

1C

ASISTEN : FATIMAH

TANGGAL : 3 DESEMBER 2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

2015
I. Judul : Penentuan Kadar Air

II. Tujuan : - untuk mempelajari pengaruh air terhadap mutu tanaman


- Mempelajari metoda-metoda penentuan kadar air suatu
tanaman pangan
- Untuk mempelajari hubungan antara kadar air dan aktifitas
air (Aw)

III. Landasan Teori


Air merupakan unsure terpenting dalam bahan makanan. Air sendiri
merupakan bukan merupakan sumber nutrient seperti bahan makanan, namun
sangat esensial dalam kelangsungan proses biokimia organism hidup. Semua
reaksi biokimia berlangsung dalam media air. Air mempunyai sifat yang
istimewa. Ion OH- dan H+ sangat menentukan sifat biologis dan struktur molekul
senyawa yang didalamnya, seperti protein,lipida, dan komponen sel yang
lainnya.
Air dalam suatu bahan makanan dalam berbagai bentuk:
a) Air bebas, terdapat dalam ruang-ruang antara sel dan inter granular serta
dalam pori-pori suatu bahan makanan.
b) Air yang terikat secara lemah karna terserap pada permukaan koloid
makromolekuler seperti protein,pectin,pati,selulos. Selain itu juga
terdispersi diantara koloid sebagai pelarut zat-zat dalam sel. Air dalam
bentuk ini masih mempunyai sifat air bebas dan dapat dikristalkan pada
proses pembekuan. Ikatan antara air dengan koloid merupakan ikatan
hydrogen.
c) Air dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat.ikatannya bersifat
ionic sehingga relative sukar untuk di hilangkan atau diuapkan . air ini
tidak membeku meskipun pada suhu 0ↄ F.

Air dalam keadaan bebas dapat membantu terjadinya proses kerusakan bahan
makanan misalnya proses mikrobiologis,kimiawi, dan enzimatik. Sedamgkan air
dalam bentuk lobo tidak membantu terjadinya proses kerusakan tersebut diatas.

Setiap bahan bila diletakkan dalam udara terbuka kadar airnya akan
mencapai keseimbangan dengan kelembapan udara disekitarnya . kadar air bahan
ini disebut dg kadar air seimbang.

Aw (Aktifitas air) dapat diukur dg cara lain yaitu dengan mengikuti hokum Raoult
𝑀w
Aw = 𝑀𝑊+𝑀𝑠
Mw = Jumlah mol air

Ms = Jumlah mol tersebut

Ini terutama untuk membuat larutan yang mempunyai Aw yang diinginkan

Kadar air dalam bahan makanan dapat ditentukan

1) Metoda Pengeringan
Prinsipnya menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jalan
pemanasan. Kemudian menimbang bahan sampai berat konstan
2) Metode destilasi
Prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air
dengan pembawa cairan kimia yang mempunyai titik didih yang leboh
tinggi daripada air dan tidak bercampur dengan air serta mempunyai berat
jenis yang rendah dari air, seperti: toluene,benzen,xylen,tetrakloroethilen
dan xylol.
3) Metode khemis
Ada beberapa cara, antara lain:
a. Cara titrasi karl Fischer dengan cara menitrasi sample dengan
larutan iodine dalam methanol
b. Cara kalsium Carbida, yaitu berdasarkan reaksi antara kalsium
carbide dan air menghasilkan gas etilen
c. Cara asetil klorida yaitu berdasarkan reaksi asetil klorida dan air
menghasilkan asam yang dititrasi dengan bassa
4) Metode fisis
Penentuan secara fisis ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara
lain: berdasarkan tetapan dielektrikum, konduktivitas, dan NMR (Nuclear
Magnetic Resonance)
5) Metode khusus,misalnya dengan kromatografi
IV. Alat dan Bahan
Alat :

BREAKER GLASS TIMBANGAN

PENJEPIT TABUNG REAKSI


Bahan :

BaCL2 CuSO4

V. Langkah percobaan
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Sebelum bahan dimasukkan timbang lah dulu breaker glas + tutup arloji
3. Masukkan bahan (BaCL2 dan CuSO4) kedalam breaker glass
4. Lalu timbanglah kembali bahan+breakerglassnya
5. Catatlah berapa beratnya masing2
6. Setelah itu panaskan bahan yang akan dicobakan ke pemanas
7. Amati apa yang terjadi
DAFTAR PUSTAKA

Presenden,MJ. Presenden, Kimia Organik (Terjemahan) edisi ke-3 erlangga,


jakarta

Marrison and Boyd, organic Chemistry, 3 rd edition, new York university, 1976

https://himka1polban.wordpress.com/laporan/kimia-pangan/laporan-
penentuan-kadar-air/