Anda di halaman 1dari 14

Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Berikut beberapa jenis gangguan yang dapat terjadi pada sistem pernapasan:

1. Asma

Merupakan sebuah kelainan penyumbatan pada saluran pernapasan yang disebabkan


adanya alergi pada sesuatu seperti: debu, bulu, rambut atau masih banyak lainnya. Asma
dapat didefinisikan sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke
paru-paru. Atau juga dapat diartikan sebagai penyempitan saluran pernapasan utama pada
paru-paru.

Gejala :

a. Sesak napas sehingga saat bernapas merasa seperti tersenggal-senggal


b. Saat bernafas sekilas berbunyi
c. Nafas pendek, umumnya akan dirasakan ketika berolahraga
d. Rasa sesak dan berat di dada
e. Badan terlihat letih, lesu dan kurang semangat
f. Jika cuaca dingin, akan mulai batuk-batuk
g. Mudah lelah ketika beraktifitas fisik

Cara Mencegah :

a. Sebisa mungkin tinggal di lingkungan yang minim dari polusi serta lingkungan yang
bersih
b. Jangan memelihara hewan dengan bulu yang banyak dan halus
c. Saat cuaca dingin, selalu gunakan pakaian hangat dan selendang di leher
d. Olahraga dengan kapasitas secukupnya saja, tidak perlu yang berlebihan apalagi
menguras cukup banyak tenaga dan hindari olahraga yang memerlukan napas panjang

2. Influenza ( Flu )

Merupakan sebuah penyakit infeksi akut saluran pernapasan yang ditandai adanya
rasa demam, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai dengan pilek, sakit tenggorokan serta
batuk yang tidak berdahak. Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2 sampai dengan 7 hari
dan biasanya tidak perlu penanganan yang sangat intensif. Influenza ( flu ) termasuk penyakit
yang cukup sering menyerang sistem pernapasan manusia di seluruh dunia. Penyebab
penyakit ini adalah karena virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae.

Gejala :

a. Tenggorokan yang terasa sakit


b. Badan pegal-pegal
c. Mulai batuk-batuk
d. Sakit kepala
e. Disertai demam jika kondisi imunnya lemah

Cara Mencegah :

a. Rutin berolahraga
b. Istirahat yang cukup
c. Selalu menjaga kadar cairan dalam tubuh
d. Penuhi asupan gizi seimbang
e. Selalu menjaga kebersihan diri
f. Menghindari penderita flu, karena penularan flu ini cukup mudah

3. Bronkitis

Merupakan peradangan yang terjadi pada selaput lendir dari saluran bronkial. Faktor
penyebabnya umumnya karena bakteri, kebiasaan merokok, lingkungan kerja yang kurang
sehat serta memiliki asam lambung.

Gejala :

a. Sering sesak napas


b. Batuk yang berdahak
c. Flu yang berkepanjangan
d. Tubuh mudah lelah
e. Pembekakan pada pergelangan kaki

Cara Mencegah :

a. Hindari kebiasaan merokok


b. Selalu jaga kondisi tubuh agar tetap dalam keadaan fit
c. Menjaga asupan makanan agar metabolisme tubuh tetap terjaga
4. Asbestosis

Merupakan sebuah penyakit saluran pernapasan yang terjadi karena menghirup serat-
serat asbes yang membuat paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

Gejala :

a. Menurunnya berat badan


b. Sesak saat bernapas
c. Kesulitan saat menelan sesuatu
d. Membengkaknya wilayah wajah dan leher
e. Adanya darah pada dahak

Cara Mencegah :

Tidak merokok

Mengurangi kadar debu dan serat asbes dimanapun berada

Selalu menjaga kebersihan

ads

5. Sinusitis

Merupakan peradangan yang terjadi pada bagian atas rongga hidung ( sinus paranasalis ).
Penyakit ini umumnya disebabkan karena adanya infeksi bakteri, jamur, virus, stress,
kecanduan rokok, infeksi pada gigi dan kekebalan tubuh menurun.

Gejala :

Muncul bau tidak sedap pada hidung saat bernapas

Sering bersin

Hidung tersumbat

Ingus yang dikeluarkan kental berwarna putih atau kekuning-kuningan

Sakit kepala

Cara Mencegah :
Hindari kebiasaan merokok

Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan

Selalu menjaga daya tahan tubuh

6. Tuberculosis ( TBC )

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang


membuat bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Sehingga proses difusi oksigen
terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Dimana jika hal ini terus
meluas akan membuat napas penderita terengah-engah. (Baca Juga : Contoh Elektrolit
Lemah)

Gejala :

Sering merasa lelah

Demam

Menurunnya berat badan

Hilangnya nafsu makan

Batuk yang terkadang juga disertai adanya darah

Cara Mencegah :

Memberikan vaksin BCG

7. Pneumonia

Merupakan penyakit radang paru-paru yang disebabkan oleh Diplococcus Pneumoniae yang
membuat peradangan pada alveolus yang dipenuhi dengan nanah dan lendir sehingga oksigen
sulit berdifusi mencapai darah. (Baca Juga : Kenaikan Titik Didih Larutan)

Gejala :

Demam

Sering batuk-batuk

Mulai sulit bernapas


Cara Mencegah :

Hindari kebiasaan merokok

Pemberian vaksin PCV

Selalu menjaga kebersihan dan pola hidup sehat

8. Dipteri

Merupakan infeksi saluran pernapasan yang umumnya menyerang selaput lendir pada bagian
hidung dan tenggorokan.

Gejala :

Demam

Hidung berair

Terasa nyeri saat menelan sesuatu

Radang pada selaput hidung dan tenggorokan

Kesulitan saat bernapas

Bengkak pada leher

Cara Mencegah :

Pemberian imunisasi rutin pada anak sejak dini

Hindari kontak langsung dengan penderita dipteri

Selalu menjaga kebersihan diri dan menjaga stamina

9. Renitis

Merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga membuat hidung bengkak dan banyak
mengeluarkan lendir.

Gejala :

Sering bersin-bersin
Hidung terasa gatal, sering berair dan tersumbat

Menurunnya sensitifitas indera penciuman

Batuk-batuk

Sakit kepala

Cara Mencegah :

Selalu menjaga kebersihan disekitar hidung serta kebersihan lingkungan

Hindari lingkungan yang dengan tingkat polusi tinggi yang dapat memicu renitis

Perbanyak konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi

10. Faringitis

Merupakan radang yang terjadi pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri saat
menelan makanan atau pun saat kerongkongan terasa kering. Biasanya gangguan ini
disebabkan oleh bakteri, virus serta polusi atau asap rokok.

Gejala :

Pembengkakan pada amandel

Demam

Sakit kepala

Terasa nyeri pada bagian otot

Batuk

Cara Mencegah :

Hindari polusi serta asap rokok

Perbanyak istirahat

Perbanyak minum air putih

11. Emfisema
Merupakan penyakit pada paru-paru yang ditandai adanya pembengkakan pada paru-paru
karena pembuluh darah yang dimasuki udara. Hal ini dapat terjadi karena hilangnya
elastisitas alveolus.

Gejala :

Sesak pada bagian dada

Batuk kronis

Sering merasa lelah

Sesak napas dalam waktu yang lama

Nafsu makan berkurang

Cara Mencegah :

Hindari kebiasaan merokok dan asap rokok

Hindari tempat-tempat dengan tingkat polusi yang tinggi

12. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada bagian hidung, laring dan
tenggorokan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri pneumokokus, rhinovirus dan
adenovirus.

Gejala :

Sering merasa lelah

Tenggorokan sakit

Sulit bernapas

Demam tinggi

Batuk

Hidung tersumbat

Sponsors Link
Cara Mencegah :

Selalu menjaga kebersihan tubuh

Menghindari asap rokok

Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C

13. Kanker Paru-Paru

Merupakan salah satu penyakit berbahaya dimana sel kanker pada paru-paru terus tumbuh
tidak terkendali. Kebiasaan merokok adalah salah satu pemicu terjadinya kanker paru-paru
dan kerusakan pada paru-paru.

Gejala :

Sangat sering merasa lelah

Napas terasa sesak

Pembengkakan pada wajah atau pada leher

Berkurangnya nafsu makan

Dahak berdarah

Sakit kepala

Batuk yang terus menerus

Suara serak/parau

Cara Mencegah :

Hindari asap rokok

Berhenti merokok

Berolahraga secara teratur

Atur pola makan dengan menjaga nutrisi yang seimbang


14. SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome )

Merupakan sebuah penyakit pada pernapasan disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo
Coronaviridae yang menginfeksi saluran pernapasan.

Gejala :

Pusing

Muntah-muntah

Demam tinggi

Batuk

Sesak napas

Cara Mencegah :

Hindari lingkungan dengan wabah SARS

Hindari interaksi dan kontak lagsung dengan penderita SARS

Selalu menjaga kebersihan diri

Tidak berbagi pakai barang-barang pribadi

15. Rinitis

Merupakan radang pada rongga hidung yang dapat terjadi karena infeksi oleh virus, misal
virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap perubahan
cuaca, serbuk sari dan debu. Penderita rinitis umumnya produksi lendirnya meningkat.

16. Laringitis

Merupakan radang yang terjadi pada bagian laring. Penyebab laringitis umumnya karena
infeksi, terlalu banyak merokok serta minum alkohol.

Gejala :

Kesulitan saat bernapas

Suara berubah menjadi serak


Kesulitan saat bicara

Cara Mencegah :

Hindari debu yang berlebihan

Tidak merokok

17. Legionnaries

Gangguan pada sistem pernapasan yang selanjutnya adalah Legionnaries, yang merupakan
penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri legionella pneumophilia.

Gejala :

Sakit pada bagian otot

Nyeri pada persendian

Tidak bertenaga

Sakit kepala

Demam

Batuk kering, terkadang bisa sampai batuk darah

Sesak napas

Diare

18. Tonsilitis

Merupakan peradangan yang terjadi pada tonsil ( amandel ) sehingga tampak membengkak,
berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaan.

Gejala :

Tenggorokan terasa sakit saat menelan sesuatu

Demam

Sering muntah
Kesulitan saat bernapas

Tidur mendengkur

Nafsu makan berkurang

Timbul bau tidak sedap pada mulut

Nyeri otot

19. Asfiksi

Merupakan gangguan pernapasan dalam proses penyuplaian oksigen menuju tubuh karena
fungsi paru-paru sebagai bagian dari jaringan tubuh itu sendiri serta pembuluh darah
mengalami gangguan.

Gejala :

Fase dispneu / sianosis asfiksia yang berlangsung kira-kira selama 4 menit. Pernapasan terasa
cepat, berat, dan sukar. Saat diraba, nadi terasa cepat. Tekanan darah meningkat.

Fase konvulsi asfiksia yang terjadi kira-kira selama 2 menit. Pertama akan terasa kejang
klonik, kejang tonik kemudian opistotonik. Setelah itu kesadaran mulai hilang, pupil dilatasi,
denyut jantung lambat serta tekanan darah menurun.

Fase apneu asfiksia yang berlangsung kira-kira selama 1 menit. Fase ini dapat diamati dengan
adanya depresi pusat pernapasan ( napas lemah ), setelah itu kesadaran menurun sampai
hilang dan relaksasi spingter.

Fase akhir asfiksia ditandai dengan adanya paralisis pusat pernapasan lengkap. Denyut
jantung beberapa saat masih ada kemudian napas terhenti kemudian mati.

20. Hipoksia

Merupakan gangguan pernapasan yang terjadi dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen
pada jaringan tubuh yang terjadi karena pengaruh perbedaan ketinggian.

Gejala :

Halusinasi

Sesak napas
Timbul rasa kebingungan

Detak jantung menjadi lebih cepat

Batuk

Perubahan warna pada kulit, menjadi merah agak keunguan atau biru

Cepat merasa lelah

Cara Mencegah :

Hindari zat-zat berbahaya

Selalu menjaga pla makan

21. Atelektasis

Merupakan sebuah kondisi dimana paru-pari tidak berfungsi secara maksimal karena bronkus
terhalang uang membuat pembuangan karbondioksida serta proses penyerapan oksigen
menjadi bermasalah.

Gejala :

Demam

Kesulitan bernapas

Batuk

Bernapas cepat namun dengan napas yang pendek

Cara Mencegah :

Tidak merokok

Sering melatih pernapasan

22. Flu Burung

Merupakan gangguan pada pernapasan yang terjadi karena penularan dari unggas ke manusia.
Virus ini baru akan menunjukkan gejalanya setelah kurang lebih 3 sampai dengan 7 hari.

Gejala :
Hidung mengalami pendarahan

Gusi berdarah

Gangguan pada pencernaan

Cara Mencegah :

Selalu menjaga kebersihan tubuh dan kandang ternak unggas di sekitar

Memasak hasil ternak unggas sampai benar-benar matang

Membeli daging unggas di tempat yang bersih

23. Anthrakosis

Merupakan kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan karena masuknya debu tambang.

24. Pleuritis

Merupakan peradangan yang terjadi pada selaput ( pleura ) karena pleura mengalami
penambahan cairan intrapleura. Sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri saat bernapas.

25. Asidosis

Merupakan penyakit pada pernapasan yang disebabkan karena meningkatnya kadar asam
karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya sistem
pernapasan.

Sponsors Link

Gejala :

Nyeri pada perut

Mual dan muntah parah

Kesulitan bernapas

Kulit lembab
Berkeringat

Itu dia beberapa ulasan untuk Gangguan pada sistem pernapasan manusia. Jika Anda
mengalami gejala sesuai yang ada pada tulisan diatas, alangkah baiknya jika Anda sesegera
mungkin periksakan hal tersebut ke dokter sehingga Anda akan mengetahui dengan pasti
gejala penyakit apa yang sedang dirasakan.