Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA PANGAN

JUDUL :
KADAR VITAMIN C

Disusun Oleh :
Gendis Raka Siwi 22030117120047
Leniya Pasaribu 22030117130083
Nurul Aulia 22030117120033
Riviana Hilda 22030117130061

Tanggal Praktikum : 21 Maret 2018

UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS KEDOKTERAN
DEPARTEMEN ILMU GIZI
L A B O R A T O R I U M K I M I A PANGAN
2018
PERCOBAAN 6
KADAR VITAMIN C

I. TUJUAN PERCOBAAN
Menetapkan kadar vitamin c dalam buah lemon
II. DASAR TEORI
1. Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin yang larut dalam air, yang
diperlukan oleh tubuh untuk membentuk kolagen dalam tulang, tulang
rawan, otot, pembuluh darah dan membantu dalam penyerapan zat besi.1
Vitamin C adalah antioksidan yang membantu menjaga kolagen protein
jaringan ikat, melindungi terhadap infeksi, dan membantu penyerapan besi.
Makanan sumber vitamin c termasuk buah-buahan dan sayuran, terutama
kelompok citrus seperti buah jeruk. Penelitian ilmiah telah banyak
mengemukakan tentang manfaat vitamin C dalam pencegahan berbagai
macam penyakit misalnya asma, kanker dan diabetes.2
2. Manfaat Vitamin C
Vitamin C adalah komponen kritis dari kedua pencegahan penyakit dan
bangunan proses tubuh dasar. Manfaat Vitamin c antara lain :
a. Membantu Mengobati Asma.
Vitamin C hadir dalam paru-paru airway permukaan, dan
kurangnya vitamin C telah dikaitkan dengan penyempitan bronkial dan
pengurangan fungsi paru-paru. Beberapa studi telah terkait suplemen
vitamin C dengan semua gejala asma, tapi hasil telah meyakinkan dan
studi lebih lanjut diperlukan.
b. Pencegahan Kanker
Vitamin C merupakan antioksidan yang dikenal dan telah
dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit perut, paru-paru, usus
besar, kanker oral, dan prostat.
c. Pencegahan Katarak
Studi jangka panjang pada vitamin C suplementasi dan katarak
pengembangan telah menunjukkan suplementasi yang secara signifikan
mengurangi risiko katarak, khususnya di kalangan perempuan. Satu
studi yang diterbitkan pada tahun 2002 yang ditemukan bahwa asupan
memadai vitamin C pada wanita di bawah usia 60 tahun mengurangi
resiko terkena katarak sebanyak 57%.
d. Produksi Kolagen
Vitamin C membantu tubuh dalam pembuatan kolagen, protein
yang mengikat sel bersama-sama dan blok bangunan jaringan ikat
seluruh tubuh. Kolagen penting untuk pembentukan dan kesehatan
kulit, tulang rawan, ligamen, kornea, dan jaringan tubuh lainnya dan
struktur. Vitamin C juga diduga mempercepat penyembuhan luka dan
cedera karena perannya dalam produksi kolagen.
e. Kontrol Diabetes
Suplemen vitamin C dapat membantu penderita diabetes
mengendalikan kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme.
f. Pencegahan Penyakit Kandung Empedu.
Sebuah studi lebih dari 13.000 subjek diterbitkan dalam arsip di
Internal Medicine menemukan bahwa perempuan yang mengambil
suplemen vitamin C setiap hari itu 34% lebih kecil kemungkinannya
untuk terkena penyakit kandung empedu dan batu empedu, dan bahwa
perempuan kekurangan asam askorbat memiliki peningkatan prevalensi
penyakit kandung empedu.
g. Meningkatkan Sistem Imun
Vitamin C meningkatkan produksi sel darah putih dan sangat
penting untuk sistem kekebalan tubuh keseimbangan. Kekurangan
vitamin C berhubungan dengan peningkatan risiko untuk infeksi.
Vitamin C ini sering diresepkan untuk HIV-positif individu untuk
melindungi sistem kekebalan tubuh mereka.
h. Neurotransmiter dan Pembentukan Hormon
Vitamin C penting untuk konversi zat tertentu ke neurotransmitter,
bahan kimia otak yang memfasilitasi transmisi impuls saraf di seluruh
sinaps (spasi antara neuron, atau sel-sel saraf). Seperti neurotransmiter
sebagai serotonin, dopamin, dan juga epinefrin bertanggung jawab
untuk berfungsinya sistem saraf pusat, dan kekurangan neurotransmiter
dapat mengakibatkan penyakit jiwa. Vitamin C juga membantu tubuh
pembuatan hormon adrenalin.2
3. Rekomendasi Konsumsi Vitamin C
Kebutuhan untuk vitamin C secara umum adalah 60 mg/hari, tapi hal
ini bervariasi pada setiap individu. Stres fisik seperti luka bakar, infeksi,
keracunan logam berat, rokok, penggunaan terusmenerus obat-obatan
tertentu (termasuk aspirin, obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan
vitamin C. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari. Tidak
dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi karena
kebutuhan tubuh hanya 60 mg/hari.3
Cara terbaik untuk mendapatkan kebutuhan harian vitamin penting,
termasuk vitamin C, adalah untuk makan diet seimbang yang berisi berbagai
makanan dari petunjuk piramid makanan. Vitamin C harus dikonsumsi
setiap hari karena tidak larut dalam lemak dan, oleh karena itu, tidak dapat
disimpan untuk digunakan nanti.2
The Food and Nutrition Board di Institute of Medicine
merekomendasikan berikut jumlah vitamin C:
Bayi dan anak-anak
 0 - 6 bulan : 40 mg/hari
 7-12 bulan : 50 mg/hari
 1-3 tahun : 15 mg/hari
 4-8 tahun : 25 mg/hari
 9-13 tahun : 45 mg/hari
Remaja
 Perempuan : 14-18 tahun: 65 mg/hari
 Laki-laki : 14-18 tahun: 75 mg/hari
Orang dewasa
 Laki-laki : 90 mg/hari
 Perempuan : 75 mg/hari
4. Analisis Bahan
1. Lemon
Jeruk Citrus (dari bahasa Belanda, citroen), atau lemon adalah
sejenis jeruk yang buahnya biasa dipakai sebagai penyedap dan
penyegar dalam banyak seni boga dunia. Pohon jeruk sitrun berukuran
sedang (dapat mencapai 6 m) tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub-
tropis serta tidak tahan akan cuaca dingin. Sitrun dibudidayakan di
Spanyol, Portugal, Argentina, Brasil, Amerika Serikat dan negara-
negara lainnya di sekitar Laut Tengah. Tumbuhan ini cocok untuk
daerah beriklim kering dengan musim dingin yang relatif hangat. Suhu
ideal untuk sitrun agar dapat tumbuh dengan baik adalah antara 15-30
°C (60-85°F). Jeruk lemon dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga
ketinggian 800 meter di atas permukaan.
2. Akuades
Akuades merupakan suatu pelarut penting yang memiliki
kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia seperti garam-garam,
gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik
sehingga aquades disebut sebagai pelarut universal.4
3. H2SO4
Asam sulfat sangat korosif dan reaksi hidrasi dengan air sangat
eksotermis. Selalu tambahkan asam ini ke air untuk mengencerkannya,
jangan sekali-kali menuang air ke dalam asam sulfat. Asam sulfat juga
sangat kuat sebagai dehidrator dan harus dilakukan dengan sangat hati-
hati.Sifat korosif asam sulfat dapat merusak benda-benda dari logam,
karena logam akan teroksidasi baik denganasam sulfat encer maupun
pekat.
4. Larutan Iodium
Larutan iodium merupakan salah satu larutan baku yang dapat
digunakan pada proses titrasi.Dalam titrasi yang menggunakan larutan
iodium digunakan indikator kanji untuk mengetahui hasil akhir dari
titrasi tersebut.
5. Indikator Kanji
Indikator kanji disebut juga amilum, terbagi dua yaitu :
1. Amilosa atau disebut β-amilosa
Yaitu suatu senyawaan berantai lurus dan terdapat berlimpah dalam
pati kentang, memberi warna biru dengan ioddan rantainya mengambil
bentuk spiral.
2. Amilopektin atau α-amilosa
Amilopektin mempunyai struktur rantai bercabang, membentuk
suatu produk berwarna ungu-merah, mungkindengan adsorbsi.
Mekanisme pembentuka kompleks berwarna tidak dikerahui
dengan tepat. Akan tetapi molekul iodiumakan ditahan pada permukaan
amilosa, salah satu unsur kanji. Unsur kanji lain yaitu amilopektin
membentukkompleks kemerah-merahan (violet) dengan yodium, yang
sulit dihilangkan warnanya karena rangkaian yangpanjang dengan Mr.
50000-1000000 sedangkan amilosa Mr. 10000-50000.
III. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT :
1. Labu takar
2. Pipet volume
3. Pipet paseur
4. Buret
5. Erlenmeyer
6. Gelas ukur
7. Gelas beker
B. BAHAN :
1. Sampel buah lemon
2. H2SO4
3. Larutan iodium
4. Indikator kanji
5. Akuades

IV. CARA KERJA


1. Buah lemon dipotong kemudian diperas sebanyak 200-300 gram.
2. Ambil sebanyak 25 gram sampel lemon yang telah diperas,lalu
ditambahkan dengan 75 ml akuades,gojog kuat,kemudian disaring dengan
kertas saring.
3. Ambil filtrat,lalu dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml kemudian
tambahkan akuades hingga batas volume (100 ml)
4. Ambil dengan pipet volume sejumlah 25 filtrat yang diperoleh dari tahap
sebelumnya,lalu ditambahkan 75 ml akuades dan 25 ml larutan H2SO4 2
N,kemudian dititrasi dengan larutan baku iodium 0,1000 N dengan
menggunakan indikator larutan kanji.
V. HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. HasilPengamatan

Foto
Volume Sampel (ml) Volume Iodium (ml)
Sebelum titrasi Sesudah titrasi

25,45 ml 14 ml

25 ml 14 ml

Rata-rata : 25,22 ml Rata-rata : 14 ml

Perhitungan :
𝑉 𝑁
X mg Vitamin C = x x 8,8 gr
1 0,1
14 𝑚𝑙 0,1
= x x 8,8 gr
1 0,1
123,2
=
25
= 4,928 mg

VI. PEMBAHASAN
Penentuan kadar vitamin C pada buah lemon menggunakan metode
iodometri, dengan menggunakan sampel sebanyak 25 ml filtrat lemon yang
sudah ditambah dengan akuades dan larutan H2SO4 yang sudah disiapkan
sebelumya. Dan menggunakan larutan iodium 0,1 N untuk titrasi, serta
menggunakan indikator kanji sebanyak 3 tetes. Dasar dari metode iodimetri
adalah bersifat mereduksi vitamin C (asam askorbat). Asam askorbat
merupakan zat pereduksi yang kuat dan secara sederhana dapat dititrasi dengan
larutan baku iodium. Metode iodimetri (titrasi langsung dengan larutan baku
iodium 0,1 N) dapat digunakan pada asam askorbat murni atau larutannya,
sehingga kadar vitamin C dalam buah lemon dapat ditetapkan dengan metode
iodimetri.1
Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil volume titrasi 1 dan
titrasi 2 bertutut-turut adalah 14 ml larutan iodium dimana larutan yang semula
berwarna keruh menjadi warna biru kehijauan, warna ini disebabkan karena
terbentuk kompleks antara kanji dan dan iodium yang berlebihan. Metode
Iodimetri yang digunakan dalam penetapan kadar vitamin C dalam buah
lemonh ini merupakan suatu metode yang memiliki ketepatan yang baik karena
dihasilkan jumlah titran yang hampir sama banyak pada setiap seri
pengukurannya. Kekurangan metode iodimetri ini yaitu belum dapat dikatakan
teliti karena tidak diketahui dengan pasti kadar vitamin C yang sebenarnya dari
buah lemon yang diteliti. Dalam hal ini gula yang terdapat dalam buah
dianggap sebagai pengganggu, karena gula juga dapat berfungsi sebagai
reduktor.1
Penetapan kadar vitamin C pada buah lemonh dilakukan sebanyak 2 kali
dan hanya dilakukan terhadap daging buah saja, dengan maksud untuk
mengetahui berapa mg kandungan vitamin C pada buah lemon.Penetapan
kadar vitamin C dengan metode Iodimetri ini merupakan reaksi reduksi-
oksidasi (redoks). Dalam hal ini vitamin C bertindak sebagai zat pereduksi
(reduktor) dan I2 sebagai zat pengoksidasi (oksidator). Dalam reaksi ini terjadi
transfer elektron dari pasangan pereduksi kepasangan pengoksidasi. Asam
askorbat dioksidasi manjadi asam dehidroaskorbat, sedangkan iodium
direduksi menjadi iodida, reaksinya sebagai berikut :
Gambar 1. Reaksi asam askorbat dengan iodium menghasilkan asam
dehidroaskorbat
I2 (kelebihan) + Indikator Kanji biru
Terbentuk kompleks warna biru dari kanji dan I2 yang berlebihan.
Setelah didapatkan volume iodium kemudian dihitung kadar mg vitamin
C dalam buah lemon menggunakan rumus yang sudah ditentukan sebelumnya.
Didapatkan hasil perhitungan kadar vitamin C pada buah lemon sebanyak
4,928 mg/25ml sampel.
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
a. Pada uji daya hambat antibakteri terhadap bakteri E. coli menunjukan
terbentuknya zona jernih disekitar antibakteri, sedangkan untuk uji
daya hambat antibakteri terhadap bakteri S. Aureus tidak terbentuk
sempurna zona jernih sekitar antibakteri dikarenakan beberapa factor,
diantaranya sampel yang digunakan, waktu dan temperatur saat
inkubasi.
b. Antibakteri dengan konsentrasi 0,1 % menunjukkan daya hambat dan
aktivitas paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli.
DAFTAR PUSTAKA
1. Agustina, Anita dan Rahmi Nurhaini. Penetapan Kadar Vitamin C Pada
Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Secara Iodometri. Jurnal
Ilmu Kesehatan Masyarakat. Vol 9 No 18. 2014
2. The University Of North Dakota. Vitamin C. Dapat diakses pada :
https://und.edu/student-life/dining/_files/docs/fact-sheets/vitamin-c.pdf
diakses pada Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 08.18
3. Khoirunnisa, Fitria dan Abdul Majid. Penentuan Kadar Vitamin C Dan
Kadar Serat Kasar Yang TEerkandung Dalam Buah-Buahan: Belimbing
(Averhoa carambola), Mangga (Mangifera indica), Nanas (Ananas
comosus), Dan Pepaya (Carica papaya). Jurnal. 2014
4. Suryana, F. Analisa Kualitas Air Sumur Dangkal di Kecamatan
Bringkanaya Kota Makassar. Skripsi. Universitas Hassanudin. 2013
DOKUMENTASI

N
Gambar Keterangan
No.

1 Pemerasan lemon untuk


1.. daimbil filtratnya

2 Filtrat lemon yang sudah


2. disaring

3 Filtrat lemon siap titrasi, sudah


3. ditambahkan akuades dan H2SO4

4 Filtrat lemon yang sudah dititrasi


4.
Semarang, 21 Maret 2018

Praktikan I Praktikan II

Gendis Raka Siwi Leniya Pasaribu


(22030117120047) (22030117130083)

Praktikan III Praktikan IV

Nurul Aulia Riviana Hilda


(22030117120033) (22030117130061)