Anda di halaman 1dari 7

Nama : Sukarno Ahmad Genali

Npm : 16 1603 9477

Prodi/Unit : Eknomi Syariah / C / IV

1. Jelaskan definisi pajak menurut para ahli !


 Leroy Beaulieu
Pajak adalah bantuan, baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan
oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang, untuk menutup belanja
pemerintah.
 P. J. A. Adriani
Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan)
yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan
umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang
langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk
menyelenggarakan pemerintahan.
 Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH
Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang
(yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi)
yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar
pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi
sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada
Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan
untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public
investment.1

1
https://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
 Ray M. Sommerfeld, Herschel M. Anderson, dan Horace R. Brock
Pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor
pemerintah, bukan akibat pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan,
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan
yang langsung dan proporsional, agar pemerintah dapat melaksanakan tugas-
tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.
2. Jelaskan fungsi pajak !
 Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter)
Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan negara dengan cara
mengumpulkan dana atau uang dari wajib pajak ke kas negara untuk
membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya. Sehingga
fungsi pajak merupakan sumber pendapatan negara yang memiliki tujuan
menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.
 Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi)
Pajak merupakan alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara
dalam lapangan sosial dan ekonomi. Fungsi mengatur tersebut antara lain:
 Pajak dapat digunakan untuk menghambat laju inflasi.
 Pajak dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor,
seperti: pajak ekspor barang.
 Pajak dapat memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang
produksi dari dalam negeri, contohnya: Pajak Pertambahan Nilai
(PPN).
 Pajak dapat mengatur dan menarik investasi modal yang membantu
perekonomian agar semakin produktif.2

2
https://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
 Fungsi stabilitas
Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan
kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat
dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur
peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang
efektif dan efisien.
 Fungsi redistribusi pendapatan
Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai
semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan
sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat.
3. Syarat pemungutan pajak !
 Pemungutan pajak harus adil
Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk
menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. Adil dalam perundang-
undangan maupun adil dalam pelaksanaannya.
 Pengaturan pajak harus berdasarkan UU
Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: "Pajak dan pungutan
yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang".
 Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian
Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak
mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi, perdagangan,
maupun jasa. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan
masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak,
terutama masyarakat kecil dan menengah.3

3
https://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
 Pemungutan pajak harus efesien
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus
diperhitungkan. Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah daripada
biaya pengurusan pajak tersebut. Oleh karena itu, sistem pemungutan pajak
harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Dengan demikian, wajib
pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi
penghitungan maupun dari segi waktu.
 Sistem pemungutan pajak harus sederhana.
Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan dalam
pungutan pajak. Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam
menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan memberikan
dapat positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam
pembayaran pajak.4
4. Pengelompokan pajak !
 Menurut Golongannya
 Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak
dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.
Contoh: Pajak Penghasilan.
 Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan
atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh: Pajak Pertambahan Nilai.
 Menurut Sifatnya
 Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada
subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
Contoh: Pajak Penghasilan.
 Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa
memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.Contoh: Pajak Pertambahan
Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.5

4
https://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
5
https://pureliefde.wordpress.com/2010/02/12/pengelompokan-pajak/
 Menurut lembaga pemungutannya
 Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat
digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.Contoh: Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang
Mewah, Pajak Bumi dan Banugnan, dan Bea Materai.
 Pajak Daerah, yaitu pajak dipungut oleh Pemerintah Daerah dan
digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.Pajak daerah terdiri
atas: pajak provinsi dan kabupaten.6
5. Tata cara pemungutan pajak !
 Stelsel Pajak
Pemungutan pajak dapat dilakukan berdasarkan 3 stelsel :
 Stelsel nyata (riel stesel)
Yaitu pengenaan didasarkan pada objek (penghasilan yang nyata)
sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak,
yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui.
Kelebihan & kekurangan stelsel ini yaitu:
-kelebihan : pajak yang dikenakan lebih realistis.
-kelemahan : pajak baru dikenakan pada akhir periode (setelah
penghasilan riil keluar).
 Stelsel anggapan
Yaitu pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur
oleh undang-undang. Kelebihan & kekurangan stelsel ini yaitu:
-kelebihan :pajak dapat di bayar selama setahun berjalan, tana harus
menunggupada akhir tahun.
-kelemahan : pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang
sesungguhnya.7

6
https://pureliefde.wordpress.com/2010/02/12/pengelompokan-pajak/
7
https://www.academia.edu/28797131/Tata_Cara_Pemungutan_Pajak
 Stelsel campuran
Stelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata & stelsel
anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak dihitung berdasarkan
anggapan, kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan
dengan keadaan yang sebenarnya. Bila besarnya pajak menurut
kenyataan lebih besar dari pada pajak menurut anggapan, maka wajib
pajak harus menambah. Sebaliknya, jika lebih kecil kelebihannya dapat
diminta kembali.
 Sistem pemungutan pajak
 Official assessment system
Adalah suatu sistem pemunggutan pajak yang memberi wewenang
kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang
terutang oleh wajib pajak.
 Self assessment system
Adalah suatu sistem pemunggutan pajak yang memberi wewenang
kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang
terutan.
 With holding system
Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang
kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan wajib pajak yang
bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh
wajib pajak.8

8
https://www.academia.edu/28797131/Tata_Cara_Pemungutan_Pajak
 Asas pemungutan pajak
 Asas domisili (asas tempat tinggal)
Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak
yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal
dari dalam maupun dari luar negeri. Asas ini belaku untuk wajib pajak
dalam negeri.
 Asas sumber
Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di
wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.
 Asas kebangsaan
Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.9

9
https://www.academia.edu/28797131/Tata_Cara_Pemungutan_Pajak