Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ilham Amarulloh

NIM : 3.31.16.0.11
Kelas : LT-1A

Pertanyaan :
1. Bagaimana pendapat saudara tentang asal-usul manusia menurut teori Darwin dan
konsep al-qur’an ? Jawablah dengan argumentasi ilmiah dengan dalil naqli !
Jawaban :
Menurut pendapat saya tidak setuju karena dalam al-qur’an tidak dijelaskan tentang evolusi
manusia,sedangakn darwin menjelaskan adanya manusia berawal dari evolusi makhluk
hidup. Hal ini sangat menentang dengan konsep al-qur’an. Berikut penjelasannya

Teori Evolusi Darwin


Evolusi merupakan kata umum yang menunjukkan suatu perubahan atau pertumbuhan secara
berangsur-angsur dalam jangka waktu yang cukup lama. Perubahan tersebut terjadi karena
pengaruh alam maupun rekayasa manusia. Teori biologi yang dibicarakan sekarang ini
dikembangkan oleh Charles Robert Darwin (1800-1882). Ia mengemukakan bahwa hewan,
tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perubahan evolusi dari makhluk hidup yang
sangat sederhana (satu sel organisme) pada awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-
lahan melalui proses penurunan dengan modifikasi yang akhirnya berkembang menjadi
berbagai spesies organisme di muka bumi sekarang ini, termasuk kejadian manusia. Khusus
tentang kejadian manusia, menurut teori evolusi Darwin, manusia adalah hewan atau
binatang yang sudah lebih maju. Pokok pemikiran Darwin dan para pengikutnya (Darwinian)
mengemukakan bahwa ada sejumlah ras manusia yang berevolusi lebih cepat dan ada ras
yang lambat berevolusi. Ras yang cepat berevolusi akan maju, sedangkan ras yang lambat
berevolusi akan tertinggal jauh bahkan terlihat masih primitif setingkat kera.

Menurut Darwin tentang kemunculan spesies baru ada dua kemungkinan, yaitu:
1. Secara khusus didiptakan spesies baru pengganti spesies yang punah.
2. Spesies-spesies tersebut berevolusi dari pendahulunya yang tidak tersingkir bahwa spesies
yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa-masa silam yang
mengalami evolusi melalui seleksi alam.
Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya
evolusi. Darwin menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa
setiap populasi cenderung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya
cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya
khususnya bila ketersediaannya terbatas. Pemikiran Darwin itu bertolak belakang dengan
Lyell, ia tidak menerima kemungkinan evolusi pada biologi, tetapi hanya pada geologi.
Namun Darwin yakin bahwa kehidupan telah berevolusi, kemunculan spesies baru
merupakan hasil dari penerusan keturunan melalui modifikasi. Darwin juga
memperhitungkan kemungkinan terbentuknya generasi secara spontan, yaitu benda mati
berubah menjadi makhluk hidup tanpa campur tangan “Sang Pencipta”. Darwin percaya
bahwa kehidupan tumbuh bercabang dari batang yang sama dan menghasilkan apa yang kita
kenal sekarang dengan radiasi adaptasi.

Asal-usul kehidupan menurut Darwin di mulai dari:


1. kehidupan dimulai dari sel yang pertama muncul karena faktor kebetulan terbentuk secara
mandiri lalu sel ini berkembang dan berevolusi.
2. makhluk hidup berkembang dari nenek moyang yang sama dan variasi timbul setelah
melalui serentetan perubahan kecil.
3. Perkembangan embrio mengulangi proses evolusi yang dialami oleh nenek moyang di
zaman purba.Adapun gelombang-gelombang pada manusia purba yaitu:
a. Gelombang pertama: Australopithecus
merupakan contoh gelombang homonid asli yang paling tua yang pernah hidup, tidak
di hutan seperti kera besar, melainkan di padang rumput luas.
b. Gelombang kedua: Pithecantropus
merupakan lebih maju daripada Australopithecus yang diperkirakan hidup sekitar
500.000 tahun yang lalu
c. Gelombang ketiga: Neanderthal dan Cro-magnon
Merupakan berukuran sedang, berdiri tegak dan memiliki otot-otot yang berkembang
baik namun morfologi mukanya berbeda dengan manusia sekarang
d. Gelombang keempat: Homo Sapien.
Merupakan manusia yang dikenal sekarang ini diperkirakan telah ada sekitar 35.000-
40.000 tahun yang lalu.
Pandangan Konsep Al-qu’an menurut asal-usul manusia :
Al-quran menyatakan dengan tegas bahawa manusia diciptakan dari tanah dengan berbagai
istilah seperti debu (Surah Ali Imran: 59), tanah kering dan lumpur hitam (Surah Al-hijr: 28),
tanah liat (Surah Ashshafat: 11), sari pati tanah (Surah Al-shad: 71) dan sebagainya. Semasa
penciptaan Adam, Allah telah berfirman bahawa “Jadilah,maka jadilah ia” (Surah Ali Imran:
59). Oleh itu, proses kejadian manusia menurut Al-Quran adalah lebih sahih dan relevan
karena mempunyai bukti yang kukuh. Setalah berpandukan pada (Surah Al-A’la: 1-3),
penciptaan atau kejadian manusia terbagimenjadi tiga (3). Hal ini telah menjadi titik tolak
kepada proses kejadian manusia dan menunjukkan tanda-tanda kemuliaan manusia. Pertama,
Allah telah menciptakan manusia pertama daripada tanah (Adam). Kedua, penciptaan
manusia kedua daripada bahan baku manusia pertama (Hawa). Ketiga, penciptaan manusia
daripada bahan baku manusia pertama (Adam) dan manusia kedua (Hawa). Oleh itu, kita
sebagai anak cucu Adam haruslah berasa bangga kerana kita ini daripada sebaik-baik
kejadian dan lebih mulia daripada makhluk yang lain. Dalam Surah Al-Qiyamah (75 : 37-
39),penciptaan manusia terbahagi menjadi empat (4) tahap.

Artinya : “Bukankah dia mulanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam
rahim),Kemudian (mani itu) menjadi suatu yang melekat,lalu Allah
menciptakannya,dan menyempurnakannya.lalu Dia menjadikan darinya sepasang
laki-laki dan perempuan”.
Allah telah menyatakan bahawa manusia terjadi daripada percampuan Nutfah. Nutfah ialah
air mani. Air mani ini terdiri daripada air mani lelaki dan perempuan. Allah telah berfirman
dalam Al-Quran melalui (surah Al-Insan:2). Mafhumnya: Sesungguhnya kami telah
menciptakan manusia daripada setetes air mani yang bercampur yang kami (hendak menguji
dengan perintah dan larangan).
Di dalam surah Al-mu’minuun (23:12-14) proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan
secara terperinci .

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang
disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan
segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan
segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami
bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain.
Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) :
12-14).
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya
seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya
(embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan
segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging.
Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk
menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan
buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)