Anda di halaman 1dari 8

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

PERILAKU KEKERASAN

A. TOPIK
Sesi 1 : Mengenal Perilaku Kekerasan yang Biasa Dilakukan
B. TUJUAN TAK
1. Tujuan Umum
a. Klien dapat menyebutkan kemarahannya
b. Klien dapat menyebutkan respon yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala
marah)
c. Klien dapat menyebutkan reksi yang dilakukan saat marah
d. Klien dapat menyebutkan akibat perilaku kekerasan
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang biasa di lakukan klien
b. Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang dapat mencegah perilaku
kekerasan
c. Klien dapat mendemonstrasikan dua kegiatan fisik yang dapat mencegah
perilaku kekerasan
d. Klien mampu memperkenalkan diri:mampu menyebutkan nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi.

C. KLIEN ATAU PESERTA TAK


1. Tn. A (Klien perilaku kekerasan yang kooperatif)
2. Tn. R (Klien perilaku kekerasan yang kooperatif)
3. Tn. E (Klien perilaku kekerasan yang kooperatif)
4. Tn. U (Klien perilaku kekerasan yang kooperatif)

D. PENGORGANISASIAN
1. Analisa Waktu
a. Hari/Tanggal : Senin, 01 Mei 2016
b. Pukul : 08.30 - 09.15 WIB
c. Lama : 45 menit
Persiapan 15 menit

1
Kegiatan 30 menit
d. Tempat : Rumah Sakit Jiwa Cimahi
e. Jumlah peserta : 4 orang

2. Leader
a. Menyusun rencana terapi aktivitas kelompok
b. Mengarahkan kelompok sesuai tujuan
c. Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok dengan tertib
d. Memotivasi anggota untuk aktif selama kegiatan terapi aktivitas kelompok
e. Menetralisir masalah yang mungkn timbul pada saat pelaksanaan

3. Co-Leader
a. Membantu leader mengoraganisasikan kelompok
b. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader atau sebaliknya
c. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang

4. Fasilitator
a. Memfasilitasi media dalam kegiatan terapi aktivitas kelompok
b. Mengatur jalannya aktivitas kelompok
c. Membantu kelompok berperan aktif
d. Berperan sebagai role model bagi klien selama proses aktivitas kelompok
e. Mengantisipasi masalah yang akan terjadi

5. Observer
a. Mengobservasi respon klien
b. Mencatat perilaku klien selama dinamika kelompok
c. Mencatat semua proses yang terjadi dan melaporkannya

6. Setting tempat
a. Klien dan terapis duduk bersama dalam satu lingkaran.
b. Ruangan yang nyaman dan tenang.

7. Metode
a. Dinamika kelompok

2
b. Diskusi dan Tanya jawab
c. Bermain peran / simulasi

8. Alat
a. Papan tulis , White board
b. Buku catatan dan pulpen
c. Jadwal kegiatan harian klien
d. Papan nama pasien

SESI I(MENGENAL PERILAKU KEKERASAN YANG BIASA DILAKUKAN)

E. PROSES PELAKSANAAN
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu perilaku kekerasan yang kooperatif
b. Membuat kontrak dengan klien.
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.

2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberikan salam terapeutik: salam dari terapis.
b. Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)
c. Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
d. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini
2) Menanyakan masalah yang dirasakan
e. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan diri.
2) Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
a) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus meminta izin
kepada terapis.
b) Lama kegiatan kurang lebih 45 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

3
3. Tahap kerja
a. Mendiskusikan penyebab marah
1) Tanyakan pengalaman tiap klien
2) Tulis di papan tulis
b. Mendiskusikan tanda dan gejala oyang dirasakan klien saat terpapar oleh
penyebab marah sebelum perilaku kekerasan terjadi
1) Tanyakan perasaan tiap klien saat terpapar oleh penyebab (tanda dan
gejala)
2) Tulis di papan tulis
c. Mendiskusikan perilaku kekerasan yang pernah dilakukan klien (verbal, merusak
lingkungan, mencederai/memukul orang lain, dan memukul diri sendiri).
1) Tanyakan perasaan tiap klien saat terpapar oleh penyebab (tanda dan
gejala)
2) Tulis di papan tulis
d. Memilih perilkau kekerasaan yang sering dilakukan oleh pasien untuk di
peragakan
e. Melakukan bermain peran/stimulasi untuk perilaku kekerasan yang tidak
berbahaya (terapi sebagai sumber penyebab dan klien yang melakukan perilaku
kekerasan).
f. Menanyakan perasaan klien setelah selesai bermain peran/simulasi
g. Mendiskusikan dampak/akiba perilaku kekerasan.
1) Tanyakan akibat perilaku kekerasan
2) Tuliskan di papan tulis
3) Memberikan reinforcment pada peran serta klien
4) Beri kesimpulan penyebab, tanda dan gejala, perilaku kekerasan dan akibat
perilaku kekerasan
5) Menanyakan kesediaan klien untuk mempelajari cara baru yang sehat
menghadapi kemarahan
4. Tahap terminasi.
a. Evaluasi.
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2) Memberi reinforcement pssitif terhadap perilaku klien yang possitif
b. Rencana tindak lanjut.

4
1) Menganjurkan klien menilai dan mengevaluasi jika terjadi penyebab marah,
yaitu tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, serta akibat perilaku
kekerasan
2) Mengajarkan klien mengingat penyebab; tanda dan gejala, perilaku kekerasan
dan akibatnya yang belum dieritakan.
c. Kontrak yang akan datang.
1) Menyepakati cara baru yang sehat untuk mencegah perilaku kekerasan
2) Menyiapkan waktu dan tempat.

5
F. EVALUASI DAN DOKUMENTASI SESI
1. EVALUASI
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja untuk menilai, Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi perilaku kekerasan Sesi 1,
kemampuan yang dirahapakan adalah mengetahui penyebab perilaku, mengenal
tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang dilakukan dan akibat perilaku
kekerasan.

Sesi I : TAKS

Stimulasi persepsi perilaku kekerasan

Kemampuan psikologis

Memberi tanggapan tentang


No Nama klien Penyebab PK Tanda dan Perilaku
Akibat PK
gejala PK kekerasan
1
2
3
4
5
6

Petunjuk :

1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK.


2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengetahui penyebab
perilaku kekerasan, tanda dan gejala yang dirasakan, perilku kekerasan yang
dilakukan dan akibat perilaku kekerasan. Beri tanda ceklis jika klien mampu dan
tanda cakra jika klien tidak mampu.

6
2. DOKUMENTASI
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi I TAKS, klien mampu
menyebutkan penyebab perilaku kekerasan (disalahkan dan tidak diberi uang),
mengenal tanda dan gejala yang dirasakan (geregetan dan deg degan), perilaku
kekerasan yang dilakukan (memukul meja) akibat yang dirasakan (tangan sakit
dan dibawa ke rumah sakit jiwa). Anjurkan klien mengingat dan menyampaikan
jika semua dirasakan selama di rumah sakit.

7
DAFTAR PUSTAKA

Keliat,Budi Anna.2015.Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Edisi 2. Jakarta : EGC