Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia, yang telah
dilimpahkan-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun dengan
maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Geometri Transformasi tentang Refleksi,
Translasi, Rotasidan Dilatasi
penulis pun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kesalahan
disana sini baik dari segi isi penulisan maupun kata-kata yang digunakan yang didasari oleh
terbatasnya referensi yang digunakan. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat
membangun guna perbaikan makalah ini lebih lanjut akan penulis terima dengan senang hati.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
C. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
D. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Refleksi (pencerminan) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B. Translasi (pergeseran) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
C. Rotasi (perputaran) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..7
D. Dilatasi (pembesaran) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10
C. Daftar pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .11

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Belajar matematika merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku Individu. Belajar ilmu
matematika merupakan hal yang sangat penting dan harus di jalani oleh setiap manusia.
Dengan Ilmu Matematika seseorang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk, dengan Ilmu Matematika seseorang bisa membedakan mana yang boleh dan mana
yang tidak boleh, dan dengan Ilmu Matematika juga seseorag bisa merumuskan tujuan hidup.
Matapelajaran matematika merupakan yang sangat penting, dengan Ilmu Matematika kita
mengetahui adanya geometri transformasi yang memuat refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi.
Dimana refleksi adalah pencerminan, yaitu proses mencerminkan setiap titik bangun
geometri itu terhadap garis tertentu (sumbu cermin / sumbu simetri). Translasi adalah
transformasi yang memindahakan setiap titik pada bidang dengan jarak dan arah tertentu.
Rotasi adalah transformasi dengan cara memutar objek dengan titik pusat tertentu. Dilatasi
adalah transformasi yang mengubah ukuran bangun tetapi tidak mengubah bentuknya.
Maka dari itu kami menulis makalah tentang geometri transformasi yang didalamnya memuat
refleksi(pencerminan), translasi (pergeseran), rotasi (perputaran), dan dilatasi (pembesaran).
B. Rumusan masalah
Dalam membuat suatu makalah masalah sangatlah penting karena adanya masalah akan
memberikan penuntun bagi pembahasan selanjutnya, untuk menentukan suatu masalah
hendaknya memberikan petunjuk tentang pengumpulan data.
Adapun masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah tentang Geometri
Transformasi yang didalamnya memuat tentang refleksi(pencerminan), translasi(pergeseran),
rotasi(perputaran), dan dilatasi(pembesaran).
C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu Refleksi
2. Mengetahui apa itu Translasi
3. Mengetahui apa itu Rotasi
4. Mengetahui apa itu Dilatasi
5. Dapat memahami apa yang dimaksud dengan refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi dan dapat
menyelesaikan soal-soal yang tentang itu.
D. Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini, tidak lebih hanya untuk mengetahui apa itu refleksi,
transformasi, rotasi, dan dilatasi. Yang dapat mempermudah dalam mempelajari Geometri
Transformasi tentang refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi tersebut.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Refleksi (Pencerminan)
Refleksi / pencerminan suatu bangun geometri adalah proses mencerminkan setiap titik
bangun geometri itu terhadap garis tertentu (sumbu cermin / sumbu simetri).

Macam-macam Refleksi

1) Pencerminan Terhadap Sumbu X

Y C

A B

X
A’ B’

C’

Misalnya :
A(1,1)  T  A’(1,-1)
B(5,1)  T  B’(5,-1)
C(3,4)  T  C’(3,-4)
P(x,y)  T  P’(x,-y)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap sumbu x, P(x,y)  P’(x,-y).

2) Percerminan Terhadap Sumbu Y


C’ Y C

B’ B
A’ A
X 2
Misalnya :
A(2,1)  T  A’(-2,1)
B(5,2)  T  B’(-5,2)
C(1,4)  T  C’(-1,4)
P(x,y)  T  P’(-x,y)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap sumbu Y, P(x,y)  P’(-x,y).

3) Pencerminan Terhadap Sumbu Y = X


Y Y=X
B’ C’
C

A’

A B
0 X

Misalnya :
A(2,1)  T  A’(1, 2)
B(5,1)  T  B’(1,5)
C(5,4)  T  C’(4,5)
P(x,y)  T  P’(y,x)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap garis Y= X, P(x,y)  P’(y,x).

3
4) Pencerminan Terhadap Sumbu Y = -X
Y
Y = -X C B

C’
A
B’ A’
X 0
Misalnya :
A(-1,4)  T  A’(-4, 1)
B(-1,6)  T  B’(-6,1)
C(-5,6)  T  C’(-6,5)
P(x,y)  T  P’(-y,x)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap garis Y=-x, P(x,y)  P’(-y,x).

5) Pencerminan terhadap garis x = h


Y x=h

A A’

X
4
Misalnya :
A(1,5)  T( x=3)  A’(2.3-1,5)
A’(5, 5)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap garis x=h, P(x,y)  P’(2h-x, y).

6) Pencerminan Terhadap Garis y = h


Y A’

X
Misalnya :
A(6,1)  T( y=3)  A’(6, 2.3-1)
A’(6, 5)
Kesimpulan :
Pencerminan P(x,y) terhadap garis y=h, P(x,y)  P’(x, 2h - y).
B. Tranlasi (pergeseran)
P’(x’,y’)
Y
Tranlasi adalah transformasi yang memindahakan setiap titik pada bidang dengan jarak dan
arah tertentu.
T
b
Jika translasi T =
a
Memetakan titik P(x,y) ke P’(x’,y’)
P(x,y)
X
0
Maka x’ = x + a dan y’ = y + b
Ditulis dalam bentuk matrik
atau P(x,y) P’ (x+a, y+b) 5
Contoh
1. Diketahui segitiga OAB dengan koordinat titik O(0,0), A(3,0) dan B(3,5). Tentukan
koordinat bayangan segitiga OAB tersebut bila ditranslasi oleh
T=
penyelesaian
Y O(0,0) → (0 + 1, 0 + 3)
B 0’(1,3)
A(3,0) → (3 + 1, 0 + 3)
A’(4,3)
B(3,5) → (3 + 1, 5 + 3)
B’(4,8)

O A X
2. Bayangan persamaan lingkaran x2 + y2 = 25 oleh translasi T = adalah…
Penyelesaian Y
Karena translasi T = maka
P(-1,3)
x’ = x – 1 → x = x’ + 1.….(1)
y’ = y + 3 → y = y’ – 3…..(2)
(1) dan (2) di substitusi ke x2 + y2 = 25
diperoleh (x’ + 1)2 + (y’ – 3)2 = 25; X
Jadi bayangannya adalah: (x + 1)2 + (y – 3)2 = 25

3. Oleh suatu translasi, peta titik (1,-5) adalah (7,-8).


Bayangan kurva y = x2 + 4x – 12 oleh translasi tersebut adalah….
Penyelesaian
Misalkan translasi tersebut T =
Bayangan titik (1,-5) oleh translasi T
adalah (1 + a, -5 + b) = (7,-8)
1+ a = 7 → a = 6
-5+ b = -8 → b = -3
a = 6 dan b = -3 sehingga translasi tersebut adalah T=
Karena T =

Maka x’ = x + 6 → x = x’ – 6
y’ = y – 3 → y = y’ + 6 6
x = x’ – 6 dan y = y’ + 3 disubstitusi ke y = x2 + 4x – 12
y’ + 3 = (x’ – 6)2 + 4(x’ – 6) – 12
y’ + 3 = (x’)2 – 12x’ + 36 + 4x’ - 24 -12
y’ = (x’)2 – 8x’ – 3
X
Jadi bayangannya: y = x2 – 8x – 3
C. Rotasi (perputaran)
Rotasi atau perputaran ditentukan oleh pusat dan besar sudut putar.
Rotasi Pusat O(0,0)
Y
P(x’,y’)
Titik P(x,y) dirotasi sebesar  berlawanan arah jarum jam dengan pusat O(0,0) dan diperoleh
bayangan P’(x’,y’)
P(x,y)
maka: x’ = xcos - ysin

y’ = xsin + ycos
 Jika sudut putar  = ½π (rotasinya dilambangkan dengan R½π)

maka x’ = - y dan y’ = x
dalam bentuk matriks:

Jadi R½ π =

Contoh
1. Persamaan bayangan garis x + y = 6 setelah dirotasikan pada pangkal koordinat dengan
sudut putaran +90o, adalah….
penyelesaian
R+90o berarti: x’ = -y → y = -x’
y’ = x → x = y’
disubstitusi ke: x+y=6
y’ + (-x’) = 6
y’ – x’ = 6 → x’ – y’ = -6
Jadi bayangannya: x – y = -6
2. Persamaan bayangan garis 2x - y + 6 = 0 setelah dirotasikan pada pangkal koordinat dengan
sudut putaran -90o , adalah….
Penyelesaian
R-90o berarti:
x’ = xcos(-90) – ysin(-90) 7
y’ = xsin(-90) + ycos(-90)
x’ = 0 – y(-1) = y
y’ = x(-1) + 0 = -x’ atau
dengan matriks:
R-90o berarti: x’ = y → y = x’
y’ = -x → x = -y’
disubstitusi ke: 2x - y + 6 = 0
2(-y’) - x’ + 6 = 0
-2y’ – x’ + 6 = 0
x’ + 2y’ – 6 = 0
Jadi bayangannya: x + y – 6 = 0

 Jika sudut putar  = π (rotasinya dilambangkan dengan H)


maka x’ = - x dan y’ = -y
dalam bentuk matriks:
Jadi H =

Contoh
Persamaan bayangan parabola y = 3x2 – 6x + 1 setelah dirotasikan pada pangkal koordinat
dengan sudut putaran +180o, adalah….
Penyelesaian
H berarti: x’ = -x → x = -x’
y’ = -y → y = -y’
disubstitusi ke: y = 3x2 – 6x + 1
-y’= 3(-x’)2 – 6(-x’) + 1
-y’ = 3(x’)2 + 6x + 1 (dikali -1)
Jadi bayangannya:
y = -3x2 – 6x – 1
D. Dilatasi (perbesaran)
Adalah suatu transformasi yang mengubah ukuran (memperbesar atau memperkecil) suatu
bangun tetapi tidak mengubah bentuk bangunnya. 8
 Dilatasi Pusat O(0,0) dan faktor skala k
Jika titik P(x,y) didilatasi terhadap pusat O(0,0) dan faktor skala k didapat bayangan P’(x’,y’)
maka x’ = kx dan y’ = ky dan dilambangkan dengan [O,k] atau,
Contoh
Garis 2x – 3y = 6 memotong sumbu X di A dan memotong sumbu Y di B. Karena dilatasi
[O,-2], titik A menjadi A’ dan titik B menjadi B’.
Hitunglah luas segitiga OA’B’
Penyelesaian
garis 2x – 3y = 6 memotong sumbu X di A(3,0) memotong sumbu Y di B(0,2) karena
dilatasi [O,-2] maka A’(kx,ky)→ A’(-6,0) dan B’(kx,ky) → B’(0,-4)
Titik A’(-6,0), B’(0,-4) dan titik O(0,0) membentuk segitiga
seperti pada gambar: Y

B -4 Sehingga luasnya
= ½ x OA’ x OB’
=½x6x4
A = 12
-6 O X
 Dilatasi Pusat P(a,b) dan faktor skala k bayangannya adalah x’ = k(x – a) + a dan y’ =
k(y – b) + b dilambangkan dengan [P(a ,b) ,k]
Contoh
Titik A(-5,13) didilatasikan oleh [P,⅔] menghasilkan A’.
Jika koordinat titik P(1,-2),maka koordinat titik A’ adalah….
Penyelesaian
A(x,y) A’(x’,y’)
x’ = k (x-a)+a , y’ = k (y-b)+b

A(-5,13) A’(x,y)
Jadi koordinat titik A’(-3,8)
x’ = ⅔(-5 – 1) + 1 = -3
y’= ⅔(13 – (-2)) + (-2) = 8 9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun secara ringkas kesimpulan materi tentang transformasi geometri sebagai berikut :
a. Translasi (pergeseran) adalah transformasi yang memidahkan setiap titik pada bidang dengan
jarak dan arah tertentu.
b. Refleksi (pencerminan) adalah translasi yang memindahkan setiap titik pada bidang dengan
sifat pencerminan.
c. Rotasi (perputaran) adalah transformasi dengan cara memutar objek dengan titik pusat
tertentu.
d. Dilatasi (perkalian) adalah transformasi yang mengubah ukuran bangun, tetapi tidak
mengubah ukuran bentuknya.

B. Saran
Makalah ini dapat digunakan sebagai bahan untuk belajar geometri transformasi dimana
dalam makalah ini membahas geomatri transformasi secara detail yang memuat refleksi,
translasi, rotasi, dan dilatasi.
0
DAFTAR PUSTAKA
http://lib.uin-malang.ac.id/files/thesis/fullchapter/07140073.pdf
http://p4tkmatematika.org/downloads/sma/geometritransformasi.pdf
http://www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/view/1700/1238
Sartono, Wirodikromo, Matematika 2000 untuk SMU Jilid 1 sampai 6, Erlangga, jakarta
2003.

SOAL:

1. Titik A(5,-2) ditranslasi oleh T (-3, 1). Tentukan koordinat bayangan titik A tersebut!

A. A’(2,1)

B. A’(1,1)

C. A’(2,2)

D. A’(2,-1)

E. A’(-2,1)

Pembahasan :
2. Tentukan bayangan garis y = 3x – 5 oleh translasi T (-2, 1)!

A. y = 2x + 2

B. y = 2x – 2

C. y = 3x + 2

D. y = 3x – 2

E. y = 2x + 3

Pembahasan :

3. Bayangan titik A oleh refleksi terhadap titik (1, -2) adalah titik A’(3, 5). Tentukan
koordinat titik A!

A. A(1, 9)

B.A(1, 1)

C.A(-9, 1)

D. A(-1, -9)

E. A(9, 1)

Pembahasan :

x’ = 2 – x ó x = 2 – x’

y’ = -4 – y ó y = -4 – y’

x = 2 – 3 = -1

y = -4 – 5 = -9 Jadi A(-1, -9)

4. Tentukan bayangan garis 2x – y = 5 apabila dicerminkan terhadap garis x = -1!

A. 2x + y + 9 =0

B. x + 2y + 9 = 0
C. x + y – 9 = 0

D. 2x – y + 9 = 0

E. 2x + y – 9 = 0

Pembahasan :

(x, y) ó (2a – x, y)

x’ = 2(-1) – x ó x’ = -2 – x

y’ = y

2(-2 – x’) – y’ = 5

-y – 2x’ – y’ = 5

2x’ + y’ + 9 = 0 Jadi bayangan 2x + y + 9 = 0

. 5. Tentukan bayangan garis 2x – y = 5 apabila dicerminkan terhadap garis y = -x!

5. x – 2y + 5 = 0
6. x + 2y – 5 = 0
7. x – 2y – 5 = 0
8. 2x – 2y – 5 = 0
9. 2x – 2y + 5 = 0

Pembahasan :

(x, y) ó (-y, -x)

x’ = -y , y’ = -x

2(-y’) – (-x’) = 5

x’ – 2y’ – 5 = 0 Jadi bayangan x – 2y – 5 = 0

6. Tentukan bayangan garis y = 5x + 4 oleh rotasi R(O, -90)

A. x – 5y – 4 = 0

B. x + 5y + 4 = 0

C. 5x + 5y – 4 = 0
D. – 5y – 4 = 0

E. x + 5y – 4 = 0

Pembahasan :

(x, y) ó (y, -x)

x’ = y , y’ = -x

x’ = 5(-y’) + 4

x’ + 5y’ – 4 = 0 Jadi bayangan x + 5y – 4 = 0

7. Tentukan bayangan titik (-2, 8) oleh rotasi R(O, 135)

A. (-3√2, -5√2)

B. (3√2, 5√2)

C. (-3√2,-5√2)

D. (3√2, 5√2)

E. (-3√2, 5√2)

Pembahasan :

8. Tentukan bayangan titik (5, -3) oleh rotasi R(P, 90) dengan koordinat titik P(-1, 2)!

A. (8, 4)

B. (-8, 4)

C. (8, -4)

D. (-4,- 8)

E. (4, 8)

Pembahasan :
9. Tentukan bayangan titik (9, 3) oleh dilatasi [O, 1/3]!

A. (1, 3)

B. (3, 1)

C. (-1, -3)

D. (3, -1)

E. (1, -3)

Pembahasan:

10. Tentukan bayangan garis 3x + 4y – 5 = 0 oleh dilatasi dengan pusat (-2, 1) dan faktor
skala 2!

A. 3x + 4y + 12 = 0

B. 3x + 4y – 12 = 0

C. 3x – 4y + 12 = 0

D. -3x + 4y + 12 = 0

E. 3x – 4y – 12 = 0
Pembahasan :