Anda di halaman 1dari 1

Manusia adalah makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.

Sebagai
makhluk sosial tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan
individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan
sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-
kelompok yang berbeda warna dengannya salah satunya adalah perbedaan agama.

Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan
sikap saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang
dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari. Masyarakat juga dituntut untuk
saling menjaga hak dan kewajiban diantara mereka antara yang satu dengan yang
lainnya. Dalam Al-qur’an juga dibahas tentang toleransi oleh karena itu kita sebagai
umat muslim sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat
beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita
demi keutuhan Negara.

Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan


antar umat beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan
antar umat beragama. Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk
menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh
mmencabutnya.

Demikian juga sebaliknya, toleransi antarumat beragama adalah cara agar


kebebasan beragama dapat terlindungi dengan baik. Kebebasan dan toleransi tidak
dapat diabaikan. Namun yang sering kali terjadi adalah penekanan dari salah
satunya, misalnya penekanan kebebasan yang mengabaikan toleransi dan usaha
untuk merukunkan dengan memaksakan toleransi dengan membelenggu kebebasan.
Untuk dapat mempersandingkan keduanya, pemahaman yang benar mengenai
kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama merupakan sesuatu yang
penting dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.