Anda di halaman 1dari 16

METODE PELAKSANAAN

A. Lingkup Pekerjaan

1. PEKERJAAN PERSIAPAN

2. PEKERJAAN PEKERJAAN TANAH

3. PEKERJAAN PASANGAN

4. PEKERJAAN BETON

5. PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA DAN KACA

6. PEKERJAAN PLESTERAN

7. PEKERJAAN ATAP

8. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT

9. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING

10. PEKERJAAN ELEKTRIKAL

11. PEKERJAAN PENGGANTUNG

12. PEKERJAAN FINISHING

1. Pekerjaan Persiapan

1) Pekerjaan Pasangan Papan Nama Proyek

Papan nama proyek ini berisi nama pemilik proyek, nama proyek, nama konsultan, pengawas,

nama kontraktor, nilai kontrak dan waktu pelaksanaan yang ditentukan berdasarkan arahan dari

tim teknis dengan sistematika pekerjaan sebagai berikut :

a) Penetapan lokasi papan nama proyek harus berdasarkan izin tim teknis.

b) Pembuatan rangka papan nama proyek menggunakan kayu dengan ukuran 10 x 5 cm, dan

menggunakan tripleks sebagai wadah dari keterangan proyek, dan kayu dengan ukuran 5 x

5 sebagai kait.

c) keterangan proyek di pesan di tempat pembuatan baliho (digital printing) dengan ukuran

yang di tetapkan oleh tim teknis.

2) Pekerjaan Pembersihan Awal dan Akhir


Pekerjaan pembersihan dilakukan mengunkan tenaga manusia dengan sistematika pekerjaan

pembersihan sebagai berikut :

a) Penetapan lokasi pembersihan berdasarkan gambar kerja dan atas izin direksi

b) Pembersihan awal dilakukan sampai pada volume rencana sesuai gambar kerja

c) Material hasil pembersihan dievakuasi atau di tempatkan pada lokasi yang aman agar tidak

menggangu pekerjaan selanjutnya/pekerjaan lain

3) Pengukuran dan Pemasangan Bowplank

Pengukuran dan pemasangan bowplank merupakan dasar dari suatu pekerjaan untuk

menentukan posisi baik dari taman dan paving, sistematika pekerjaan pengukuran dan pemasangan

bowplank sebagai berikut :

a) Penetapan posisi awal pengukuran harus sesuai dengan instruksi konsultan pengawas atau atas

izin dari direksi dan sesuai dengan spesifikasi.

b) Pemasangan bowplank dilaksanakan setalah pekerjaan pengukuran selesai dengan

menggunakan benang ukur & kayu kelas IV dengan dimensi 5 x 5 cm.

c) Pengukuran menggunakan alat theodolith dan di operasikan oleh juru ukur untuk menetapkan

posisi as yang baik sesuai yang disyaratkan dan pada setiap titik pengukuran diberi patok

penduga dengan menggunakan kayu yang berdimensi 5 x 5 cm.

4) Pembuatan Bangunan sementara ( Direksi keet , Gudang dan Barak kerja)

Bangunan sementara dibuat atas dasar petunjuk konsultan Pengawas dengan segala

kelengkapannya dan dibuat sedemikian rupa agar bahan-bahan/material dapat tersimpan

secara baik dan tidak rusak oleh cuaca (hujan dan panas matahari) apabila akan digunakan,

sistematika pekerjaan pembuatan direksi keet, gudang bahan dan barak kerja sebagai berikut :

a) Penetapan posisi dan luas bangunan sementara dari direksi keet, gudang bahan dan barak

kerja harus di tetapkan oleh konsultan pengawas sesuai dengan kondisi lapangan

b) Pembuatan direksi keet, gudang bahan dan barak kerja menggunakan kayu kelas IV,

memakai penutup atap seng gelombang.

c) Pembuatan gudang penyimpanan bahan material dengan ukuran 4 x 5 M dengan material

sesuai spesifikasi teknis.


5) Biaya listrik dan Biaya Air

Pengadaan listrik dan air kerja untuk pelaksanaan pekerjaan dilapangan diantaranya :

a) Penyediaan Listrik sesuai kebutuhan dilapangan untuk alat yang membutuhkan daya

listrik.

b) Keperluan air bersih untuk pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang tidak mengandung

minyak, asam alkalin, garam, bahan – bahan organis atau bahan lainnya yang dapat

merusak beton.

6) Biaya Dokumentasi, Pelaporan dan Backup Data

Dokumentasi dan pelaporan dilakukan pada setiap item pekerjaan, dimulai dari pekerjaan (mc

0%) sampai pada akhir pekerjaan (100%) sebagai syarat kelengkapan administrasi kegiatan proyek

sekaligus untuk mendata serta mengetahui perkembangan pekerjaan.

2. Pekerjaan Tanah

1) Pekerjaan Galian Tanah

Pekerjaan galian dilakukan setelah pemasangan bowplank selesai, galian dilakukan sebagai

landasan pondasi, sistematika pekerjaan galian sebagai berikut :

a) Penetapan lokasi penggalian harus di tetapkan oleh konsultan pengawas sesuai gambar

bestek

b) Sebelum melakukan penggalian, perlunya dilakukan pengukuran yang akan digali sesuai

volume gambar bestek, untuk mendapatkan titik dugaan dan ukuran yang tepat sesuai

pedoman dalam melakukan pekerjaan.

c) Pekerjaan galian biasa dilakukan dengan tenaga manusia dengan perlengkapan seperti

cangkul, linggis dan sekop dan apabila kondisi yang tidak memungkinkan menggunakan

tenaga manusia maka akan digunakan baby exavator.

d) Tanah hasil dari galian di tempatkan pada posisi yang aman agar tidak mengganggu

pekerjaan yang lain dan dapat di pergunakan untuk urugan kembali.

e) Penggalian dilakukan sampai dengan volume yang direncanakan/ sesuai dengan gambar

bestek.

2) Pekerjaan Pengurugan Kembali Bekas Galian


Pelaksanaan pengurugan kembali galian tanah dengan syarat yang ditentukan adalah sebagai

berikut :

a) Material timbunan berasal dari galian tanah bekas

b) Sebelum dilakukan penimbunan, terlebih dahulu daerah tersebut perlu dibersihkan dari

segala macam tumbuh-tumbuhan dan humus.

c) Timbunan tanah dilakukan sesuai dengan garis rencana dan tingkatan yang tertera dalam

gambar rencana

d) Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis sehingga kepadatannya dapat semaksimal

mungkin

3) Pekerjaan Tanah Urugan dalam Pondasi

Pelaksanaan terkait dengan pekerjaan urugan pasir dibawah lantai adalah sebagai berikut :

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan kerja.

b) Pekerjaan urugandilakukan sebelum pekerjaan pondasi dilaksanakan.

c) Ketebalan urugan untuk timbunan pasir dibawah pondasi dikerjakan sesuai dengan gambar

kerja.

d) Setelah pekerjaan pengurugan tanah, kemudian dilakukan dengan pemadatan dengan alat

secukupnya pada tanah dengan sempurna sesuai dengan spesifikasi teknis

4) Pekerjaan Urugan Pasir dibawah Lantai

Pekerjaan urugan dibawah lantai dilaksanakan lapis demi lapis sesuai spesifikasi teknis.

Pemadatan menggunakan mesin soil compactor ( mesin stamper, atau alat sederhana) dan dibantu

dengan air pada saat pemadatan dilakukan, agar pemadatan mencapai kepadatan yang sesuai

rencana.

3. Pekerjaan pasangan

1) Pasangan batu kosong

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material

b) Pemasangan batu untuk mendapatkan kelurusan horizontal diperlukan benang sebagai

acuannya.
c) Sebelum memulai pekerjaan pasang batu, batu yang ada harus dibasahi dengan air

terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai.

d) Pemasangan batu dilaksanakan sesuai dengan volume gambar rencana

e) Pekerjaaan pasangan batu harus dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan bestek yang di

harapkan.

2) Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Karang 1 : 5

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan dikerjakan

b) Pekerjaan pasangan pondasi menggunakan perbandingan campuran dengan perbandingan 1

pc : 5ps.

c) Pemasangan batu karang untuk mendapatkan kelurusan horizontal diperlukan benang

sebagai acuannya.

d) Sebelum memulai pekerjaan pasang batu, batu karang yang ada harus dibasahi dengan air

terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai.

e) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

f) Pemasangan batu dilaksanakan sesuai dengan volume gambar rencana

g) Pekerjaaan pasangan batu karang harus dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan bestek

yang di harapkan.

3) Pekerjaan pasangan Dinding batu bata

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan

b) Pekerjaan pemasangan batu bata menggunakan perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 5ps untuk pasangan biasa dan untuk pasangan trasram menggunakan

perbandingan campuran 1 pc : 2 ps

c) Sebelum memulai pekerjaan pasang batu, batu bata yang ada harus dibasahi dengan air

terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai.

d) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen
e) Pemasangan batu dilaksanakan sesuai dengan volume gambar rencana

f) Pekerjaaan pasangan batu bata harus dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan bestek

yang di harapkan.

g) Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan setiap tahap ditunggu sampai betul-betul kuat,

batu bata yang kurang dari ½ (setengah) tidak digunakan/ dipasang kecuali pada bagian-

bagian yang dibutuhkan.

h) Sebelum diplester siar harus dikorek terlebih dahulu agar pasangan batu bata yang

menempel dengan beton tidak tembus pandang.

i) Setiap memulai pekerjaan pasangan batu bata, untuk pasangan batu bata yang telah berdiri

dibasahi air terlebih dahulu secara terus menerus.

4) Pekerjaan Pasangan Bt. Bata Rabat

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan

b) Pekerjaan pemasangan batu bata menggunakan perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 3 ps sesuai spesifikasi teknis.

c) Sebelum memulai pekerjaan pasang batu, batu bata yang ada harus dibasahi dengan air

terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai.

d) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

e) Pemasangan batu dilaksanakan sesuai dengan volume gambar rencana

f) Pekerjaaan pasangan batu bata harus dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan bestek

yang di harapkan.

g) Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan setiap tahap ditunggu sampai betul-betul kuat,

batu bata yang kurang dari ½ (setengah) tidak digunakan/ dipasang kecuali pada bagian-

bagian yang dibutuhkan.

h) Sebelum diplester siar harus dikorek terlebih dahulu agar pasangan batu bata yang

menempel dengan beton tidak tembus pandang.


i) Setiap memulai pekerjaan pasangan batu bata, untuk pasangan batu bata yang telah berdiri

dibasahi air terlebih dahulu secara terus menerus.

5) Pekerjaan Pasangan Bt. Bata Tangga

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan

b) Pekerjaan pemasangan batu bata menggunakan perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 3 ps tentunya dengan adukan sesuai spesifikasi.

c) Sebelum memulai pekerjaan pasang batu, batu bata yang ada harus dibasahi dengan air

terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai.

d) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

e) Pemasangan batu dilaksanakan sesuai dengan volume gambar rencana

f) Pekerjaaan pasangan batu bata harus dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan bestek

yang di harapkan.

g) Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan setiap tahap ditunggu sampai betul-betul kuat,

batu bata yang kurang dari ½ (setengah) tidak digunakan/ dipasang kecuali pada bagian-

bagian yang dibutuhkan.

h) Sebelum diplester siar harus dikorek terlebih dahulu agar pasangan batu bata yang

menempel dengan beton tidak tembus pandang.

i) Setiap memulai pekerjaan pasangan batu bata, untuk pasangan batu bata yang telah berdiri

dibasahi air terlebih dahulu secara terus menerus.

4. Pekerjaan beton

1) PekerjaanSloof Utama 15/20

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mal pada sloof.

b) Mutu beton yang digunakan adalah mutu yang disyaratkan sesuai spesifikasi teknis

c) Pencampuran dilakukan dengan concrete mixer, perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 2 ps : 3 kr
d) Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, bebas dari bahan organic, Lumpur dan sebagainya

dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

e) Besi beton harus bersih dari lapisan, minyak, karat bebas dari cacat seperti retak, bengkok-

bengkok, dan sebagainya dan harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang

tercantum dalam spesifikasi

f) Kerikil/batu pecah yang digunakan harus bersih dan bermutu baik mempunyai gradasi

serta kekerasan yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

g) Pekerjaan Sloof dilaksanakan sesuai dengan volume yang ada pada gambar rencana

h) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

i) Pengecoran tidak dilakukan sebelum pekerjaan perancah dan pekerjaan persiapan telah

sempurna dikerjakan dan disetujui oleh konsultan pengawas

j) Permukaan sebelah dalam dari acuhan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan lepas,

kotoran-kotoran maupun potongan kawat besi

k) Pengecoran pada beton bertulang dilakukan sedikit demi sedikit agar mendapatkan hasil

pemadatan yang diharapkan

2) Pekerjaan Kolom Utama 20/20

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mal kolom beton dengan dimensi

20/20

b) Mutu beton yang digunakan adalah mutu yang disyaratkan sesuai spesifikasi teknis

c) Pencampuran dilakukan dengan concrete mixer, perbandingan campuran untuk pekerjaan

kolom dengan perbandingan 1 pc : 2 ps : 3 kr

d) Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, bebas dari bahan organic, Lumpur dan sebagainya

dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

e) Besi beton harus bersih dari lapisan, minyak, karat bebas dari cacat seperti retak, bengkok-

bengkok, dan sebagainya dan harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang

tercantum dalam spesifikasi


f) Kerikil/batu pecah yang digunakan harus bersih dan bermutu baik mempunyai gradasi

serta kekerasan yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

g) Pekerjaan Kolom dilaksanakan sesuai dengan volume yang ada pada gambar rencana

h) Permukaan sebelah dalam dari acuhan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan lepas,

kotoran-kotoran maupun potongan kawat besi

i) Pengecoran pada beton bertulang dilakukan sedikit demi sedikit agar mendapatkan hasil

pemadatan yang diharapkan

3) Pekerjaan Kolom Praktis 11/11

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di area yang akan dikerjakan,

kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mal ring balok dengan dimensi 11/11

b) Mutu beton yang digunakan adalah atau mutu yang disyaratkan sesuai spesifikasi teknis

c) Pencampuran dilakukan dengan concrete mixer, perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 2 ps : 3 kr

d) Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, bebas dari bahan organic, Lumpur dan sebagainya

dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

e) Kerikil/batu pecah yang digunakan harus bersih dan bermutu baik mempunyai gradasi

serta kekerasan yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

f) Besi beton harus bersih dari lapisan, minyak, karat bebas dari cacat seperti retak, bengkok-

bengkok, dan sebagainya dan harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang

tercantum dalam spesifikasi

g) Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan volume yang ada pada gambar rencana

h) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

i) Pengecoran tidak dilakukan sebelum pekerjaan perancah dan pekerjaan persiapan telah

sempurna dikerjakan

j) Permukaan sebelah dalam dari acuhan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan lepas,

kotoran-kotoran maupun potongan kawat besi


k) Pengecoran pada beton bertulang dilakukan sedikit demi sedikit agar mendapatkan hasil

pemadatan yang diharapkan

4) Pekerjaan Ring Balok 8/15

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di area yang akan dikerjakan,

kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mal ring balok dengan dimensi 11/11

b) Mutu beton yang digunakan adalah atau mutu yang disyaratkan sesuai spesifikasi teknis

c) Pencampuran dilakukan dengan concrete mixer, perbandingan campuran dengan

perbandingan 1 pc : 2 ps : 3 kr

d) Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, bebas dari bahan organic, Lumpur dan sebagainya

dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

e) Kerikil/batu pecah yang digunakan harus bersih dan bermutu baik mempunyai gradasi

serta kekerasan yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

f) Besi beton harus bersih dari lapisan, minyak, karat bebas dari cacat seperti retak, bengkok-

bengkok, dan sebagainya dan harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang

tercantum dalam spesifikasi

g) Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan volume yang ada pada gambar rencana

h) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

i) Pengecoran tidak dilakukan sebelum pekerjaan perancah dan pekerjaan persiapan telah

sempurna dikerjakan

j) Permukaan sebelah dalam dari acuhan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan lepas,

kotoran-kotoran maupun potongan kawat besi

k) Pengecoran pada beton bertulang dilakukan sedikit demi sedikit agar mendapatkan hasil

pemadatan yang diharapkan

5) Pekerjaan Beton Tumbuk dibawah Lantai (1 : 3 : 5 )

a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan

dikerjakan

b) Mutu beton yang digunakan adalah mutu yang disyaratkan sesuai spesifikasi teknis
c) Pencampuran dilakukan dengan concrete mixer perbandingan campuran dengan

perbandingan sesuai spesifikasi

d) Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, bebas dari bahan organic, Lumpur dan sebagainya

dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

e) Kerikil/batu pecah yang digunakan harus bersih dan bermutu baik mempunyai gradasi

serta kekerasan yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

f) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak

ikatan semen

g) Pekerjaan dilakukan sesuai dengan volume pekerjaan dan perlunya pengawasan yang lebih

teliti agar mendapatkan hasil diharapkan.

5. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela

Pelaksanaan pekerjaan kusen, pintu dan jendela adalah sebagai berikut :

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area

pekerjaan

b) Pekerjaan kayu penutup atap yang dilaksnakan diantaranya :

- Kusen pintu dan Jendela Kayu kls. I 8/12

- Daun pintu panel kayu kls II A

- Daun bingkai jendela kayu kls. II A

- Jendela jalusi kayu kls. II A

- Ventilasi jalusi papan kayu kls II A

- Pasangan kaca polos tbl 3 mm

c) Pekerjaan menggunakan bahan material yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan

pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan volume pekerjaan

d) Pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli serta memiliki ketrampilan sesuai

bidangnya

e) Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan dimensi, kedudukan, bentuk dan elevasi yang

tertera sesuai dalam gambar rencana.

6. Pekerjaan Plesteran
Pekerjaan plasteran merupakan pembungkus dari pekerjaan dinding . Ketebalan dalam plasteran
perlu diperhatikan, terkadang ada beberapa permukaan yang tidak merata sehingga pemasangan
menjadi tebal. Ketebalan rata-rata 1,5 cm - 2 cm dengan adukan 1 pc : 5 ps untuk adukan plesteran
profil tiang teras 1 pc : 3 ps. Sistem pelaksanaan plasteran dari atas ke bawah dengan dibuat
kepalan untuk mendapatkan kelurusan bidang yang akan diplaster. Sistematika pekerjaan
plesteran sebagai berikut :
a) Penyediaan material semen, pasir pasangan serta air di lokasi pekerjaan dan penyiapan lantai
kerja dilokasi pekerjaan.
b) Pekerjaan Plesteran penutup atap yang dilaksnakan diantaranya :

- Plesteran Dinding

- Plesteran Kolom + Sloof

- Plesteran Pondasi Rabat

- Plesteran Tangga

- Plesteran Profil Tiang Teras

- Plesteran Lantai Rabat

c) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak ikatan
semen.
d) Semua bagian yang akan diplesteran ulang dikorek dan dibersihkan terlebih dahulu dan
disiram dengan air.
e) Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat
proses pengeringan yang terlalu cepat.
f) Kontrol : “Bila ditemukan ketebalan yang melebihi dari 3 cm pemasangan diperlukan kawat
ayam / kawat locket atau atas persetujuan dari konsultan pengawas. Sebelum ditutup dengan
plasteran, pastikan pipa-pipa lainnya telah terpasang. Hal ini untuk menghindari pekerjaan
bongkar pasang sehingga hasil plesteran tidak memuaskan. Tenaga Kerja perlu yang
mempunyai pengalaman dan teknis yang baik untuk menghindari dinding bergelombang dan
retak rambut.”
7. Pekerjaan Atap

Pelaksanaan pekerjaan atap adalah sebagai berikut :

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area pekerjaan

b) Pekerjaan atap yang dilaksnakan diantaranya :

- Tiang Kuda-kuda Uk. 8/12 Kayu Kls. I

- Kuda-kuda + Balok Skor Kls. I 6/12


- Balok Tarik + Balok Jepit Kayu kls. I 8/12

- Gording + Balok Nok Kayu Kls. II 5/10

- Seng gelombang warna BJLS 0,25

- Bubungan seng plat warna BJLS 0,25

- Lisplank papn kayu kls. II A 2/25

- Mur baut ½” , P-25 cm

c) Pekerjaan menggunakan bahan material yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan

pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan volume pekerjaan

d) Pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli serta memiliki ketrampilan sesuai

bidangnya

e) Pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan dimensi, kedudukan, bentuk dan elevasi yang

tertera sesuai dalam gambar rencana

8. Pekerjaan Langit-Langit

Pelaksanaan pekerjaan langit-langit adalah sebagai berikut :

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area pekerjaan

b) Pekerjaan langit-langit yang dilaksnakan diantaranya :

- Rangka plafond kayu kls. II 5/5

- Plafond tripleks tbl 3 mm

c) Pekerjaan menggunakan bahan material yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan

pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan volume pekerjaan

d) Pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli serta memiliki ketrampilan sesuai

bidangnya

e) Pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan dimensi, kedudukan, bentuk dan elevasi yang

tertera sesuai dalam gambar rencana

9. Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding

Pekerjaan Lantai dan dinding dalam pemasangan keramik sangat butuh ketelitian. Bahan untuk

seluruh lantai utama menggunakan bahan dari keramik ukuran 40 x 40 cm dari jenis halus/licin

dan berkualitas baik (siku dan rata) tidak pecah. Berikut adalah sistematika pelaksanaannya :
a) Penyediaan tenaga kerja, alat bantu kerja dan bahan /material di lokasi yang akan dikerjakan

b) Ruang lingkup pekerjaan lantai dan dinding diantaranya :

- Pemasangan lantai keramik 40 x 40 cm (motif warna terang)

- Pemasangan keramik lantai teras 40 x 40 cm (motif kasar)

c) Sebelum pekerjaan lantai dilaksanakan, kontraktor harus mengadakan persiapan yang baik

terutama pemadatan pasir urugan yang menggunakan mesin stemper dengan baik, permukaan

lantai yang akan dipasang keramik harus bersih, cukup kering dan rata air. Harus disetujui

oleh pengawas/direksi, baik kontrol rencana peil lantai yang diinginkan maupun leveling.

d) Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan letak-letak ruang, beda tinggi lantai,

pemasangan keramik lantai, dimulai dari tulangan/patokan yang telah direncanakan.

e) Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air.

f) Sebelum dipasang keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu.

g) Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata dianjurkan adalah : untuk lantai 1pc : 3 ps

dengan ketebalan rata-rata kurang lebih 0,5 – 1,5 cm diatas lantai kerja.

10. Pekerjaan Elektrikal

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area pekerjaan

b) Pekerjaan elektrikal yang akan dilaksnakan diantaranya :

- Instalasi untuk penerangan

- Pemasangan kabel NYM 2,25 mm

- Pemasangan pipa instalasi 5/8

- Pemasangan saklar ganda (panasonic)

- Pemasangan saklar tunggal (panasonic)

- Pemasangan stop kontak (panasonic)

- Pemasangan vetin plat tempel

- Pemasangan lampu jari philips 18 watt

- Pemasangan MCB 6 amper + kotak MCB

c) Pekerjaan menggunakan kwalitas bahan yang sesuai dengan spesifikasi teknis


d) Pekerjaan pemasangan instalasi listrik dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli serta memiliki

ketrampilan yang sesuai dengan bidangnya

e) Pelaksanaan pekerjaan pemasangan instalasi listrik dan letak stop kontak sesuai yang dengan

gambar rencana dan volume pekerjaan.

11. Pekerjaan Penggantung

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area pekerjaan

b) Pekerjaan penggantungan yang dilaksnakan diantaranya :

- Pemasangan kunci pitu tanam kwalitas baik

- Pemasangan engsel pintu kwalitas baik

- Pemasangan grendel pintu kwalitas baik

- Pemasangan engsel jendela kwalitas baik

- Pemasangan kait angin kwalitas baik

- Pemasangan grendel jendela kwalitas baik

c) Pekerjaan menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi teknis

d) Pekerjaan pemasangan kunci dan gantungan dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli serta

memiliki ketrampilan yang dengan bidangnya

e) Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan dimensi, kedudukan, bentuk dan elevasi yang tertera

sesuai dalam gambar rencana

f) Pelaksanaan pemasangan kunci dan alat gantungan perlu dipisahkan sesuai kebutuhan, fungsi

dan kedudukan sesuai dengan gambar kerja

12. Pekerjaan Finishing

a) Penyediaan tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang akan digunakan di area pekerjaan

b) Pekerjaan pengecetan yang akan dilaksnakan diantaranya :

- Cat dinding ( 1 x plamir + 2 lapis cat penutup metrolite)

- Cat kolom + sloof ( 1 x plamir + 2 lapis cat penutup metrolite)

- Cat pondasi Rabat ( 1 x plamir + 2 lapis cat penutup belmas)

- Cat plafond tripleks ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup metrolite)

- Cat kusen pintu dan jendela ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup avian)
- Cat daun pintu ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup avian)

- Cat bingkai jendela jalusi ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup avian)

- Cat listplank papan ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup avian )

- Cat ventilasi jalusi kayu ( 1 cat dasar + 2 lapis cat penutup avian)

c) Pekerjaan menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan petunjuk

konsultan pengawas.

d) Pekerjaan pengecetan dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli serta memiliki ketrampilan

yang sesuai dengan bidangnya.

e) Pelaksanaan pengecetan dilakukan sesuai dengan volume pekerjaan.

Pelaksanaan pekerjaan pengecetan diseluruh permukaan dinding, beton, kayu dan plafond

tripleks sesuai tertera dalam gambar rencana.

Demikian metode pelaksanaan ini kami buat dan ajukan sebagai lampiran dari penawaran kami.

Dan dengan ini juga kami siap dan bersedia untuk diminta klarifikasi menjelaskan atas pengajuan

metode pelaksanaan ini.

Dibuat oleh pelaksana

Tobelo, ...... September

2016

CV. Sehati Karya Abadi

HARYATI TUBAGUS
Direktris