Anda di halaman 1dari 2

Tema : Perjuangan Cinta Sawerigading

Assalamu alaikum wr. Wb.


..............................................
.................................................
Mendengar nama Sawerigading, maka tentu kita semua akan teringat dengan dengan nama sebuah
daerah di bagian utara Sulawesi Selatan. Daerah tersebut pernah menjadi sebuah kerajaan besar di
Sulawesi Selatan. Yaitu Addatuang Luwu. Kerajaan Luwu menjadi salah satu kerajaan besar karena
diperintah oleh raja yang bijaksana, yaitu Sawerigading.
...............................................................

Nama Sawerigading, sampai saat ini masih membekas dalam ingatan cultural masyarakat,bukan
hanya di Luwu,Sulawesi Selatan,namun juga di berbagai daerah di Nusantara ini bahkan sampai
kemanca Negara.sosok lelaki ini dikenal sebagai manusia perkasa keturunan dewa yang memiliki
kemampuan yang luar biasa.Ia mengembara keberbagai tempat dan kehadirannya kerap
dikaitkan dengan benda atau berdirinya sebuah kerajaan.Namanya termaktup jelas dalam Sureq
Galigo. Bahkan menurut ahli sejarah, Sawerigading dalam pengembaraannya ke Nusantara yang
telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatera,

Banyak kisah menarik tentang sosok Sawerigading, salah satu yang populer dan menjadi sebuah
Epos terpanjang didunia, bahkan lebih panjang dari kisah Mahabarata adalah Sureq Galigo.
Dalam kisah Galigo tersebut dikisahkan bagaimana perjuangan hidup Sawerigading, termasuk
perjuangannya dalam mencari pendamping hidupnya.

...............................................................

Ayah Sawerigading memiliki dua orang istri, yang pertama dari bangsa manusia dan istri kedua
dari bangsa jin. Dari istri yang pertama lahir sepasang anak kembar yaitu Sawerigading dan We
Tenri Abeng. Sejak kecil mereka dipisahkan oleh orang tuanya tanpa alasan yang jelas.

Sawerigading tumbuh menjadi dewasa. Keinginannya untuk memiliki pendamping hidup mulai
bersemi dalam jiwanya. Sampai suatu saat ia bertemu dengan saudara kembarnya. Rasa cinta,
dan keinginan untuk saling memiliki tumbuh begitu saja saat pertama kali Sawerigading
menatap paras cantik saudara kembarnya. Karena sekian lama dipisahkan, mereka tidak
menyadari bahwa sebenarnya mereka berdua adalah saudara kandung.

Ayahnya yang mengetahui bahwa Sawerigading telah jatuh cinta kepada saudara kandungnya
sendiri tentu saja tidak tinggal diam. Ia segera memerintahkan Sawerigading untuk menghadap
kepadanya. Kemudian menyampaikan kepada Sawerigading bahwa menikahi saudara kandung
adalah pantangan terbesar dalam adat istiadat dan menyuruhnya berlayar ke negri China untuk
meminang sepupunya yang bernama We Cudai yang sangat merip dengan adik kandungnya.

Esok paginya, saat matahari baru saja nampak di ufuk, berangkatlah ia menuju hulu sungai
untuk menebang kayu Balandae. Sebenarnya ia tidak terlalu setuju dengan perintah ayahnya,
akan tetapi semua itu dilakukannya karena takut dengan kemurkaan ayahnya.

Hari pemberangkatanpun tiba. Sawerigading segera berlayar mengarungi samudera luas.


Berbagai rintangan dihadapinya dalam perjalanan. Dari gangguan alam seperti badai dan ombak
sampai gangguan manusia yang berniat merompak kapal yang ditumpangi Sawerigading.
Berkat izin yang kuasa, segala gangguan dan rintangan yang didapatinya dalam perjalanan bisa
dihadapi dengan baik oleh Sawerigading. Dan sampailah setelah berlayar beberapa lama,
sampailah Sawerigading ke kerajaan cina. Ketika sampai Sawerigading memberitahu pamannya
apa maksud kedatangannya.

Setelah mendengar bahwa We Cudai bersedia untuk dipersunting oleh Sawerigading, perasaan
raja sangat bahagia, karena ia tidak ingin membuat hati keponakannya kecewa, pun ia tidak
ingin memaksakan keinginan kepada putri yang dicintainya. Tapi lebih dari itu semua perasaan
Sawerigading lebih berbahagia, karena lamarannya diterima.

Pesta pernikahanpun digelar dengan meriah. Seluruh rakyat ikut merasakan kebahagian kedua
mempelai yang juga berarti semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga
Sawerigading di Sulawesi dan keluarga Cudai di negeri Cina.
Itulah tadi perjuangan Sawerigading untuk mencari pendamping hidupnya. Sikap yang patut di
teladani yaitu keteguhan hati Sawerigading yang merelakan saudara kandungnya untuk tidak
dipersunting karena merupkan pantanag terbesar menikahi suadara kandung serta keberanian
dan tekadnya untuk melintasi samudra demi bertemu dengan Cudai dan mempersuntingnya.
Sebagai akhir penuturan kisah ini, saya ingin mengingatkan bahwa menurut ahli sejarah, We
Cudai yang merupakan putri dari kerajaan Cina, pernah menetap di Kerajaan Wajo yaitu di
Pammana. Itulah mengapa ada desa di Pammana yang bernama desa We Cudai dan Desa Cina,
bukti sejarah keberadaan We Cudai di Pammana masih dapat kita lihat sampai sekarang yaitu
sebuah lesung yang dipakai oleh We Cudai.
Demikian perjuangan cinta Sawerigading, dan sekilas kisah pengembaraannya.