Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PENGOPERASIAN DEFIBRILATOR

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

......................... .../....

RSUD UNGARAN
Jl. Diponegoro 125 Tanggal Terbit Ditetapkan,
Ungaran
Direktur RSUD Ungaran

PROSEDUR TETAP
Dr. Setya Pinardi M.Kes
NIP : 19611202 198991 1 002

Pengertian Defibrillator adalah alat resusitasi jantung pada saat jantung


pasien mengalami fibrilasi, dengan memberikan energi kejut
listrik untuk mengaktifkan kembali aktifitas jantung baik
secara invasive maupun non- invasive
Tujuan Terlaksananya pengoperasian Defibrillator yang sesuai
dengan prosedur
Kebijakan
Prosedur 1. PRASYARAT
1.1 SDM terlatih dan siap
1.2 Catu daya sesuai dengan kebutuhan alat
1.3 Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan
pembumian
1.4 Alat laik pakai
1.5 Aksesoris alat lengkap dan baik
1.6 Bahan oprasional tersedia
2. PERSIAPAN
2.1 Lepaskan tutup debu
2.2 Tempatkan alat pada pemeriksaan / tindakan
2.3 Siapkan aksesoris
2.4 Hubungkan alat ke tempat pembumian
3. PEMANASAN
3.1 Hubungkan alat dengan catu daya
3.2 Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF
ke posisi ON
3.3 Lakukan pemanasan secukupnya
3.4 Cek system pengisian energy (charge) dan
pembuangan energy (discharge)
4. PELAKSANAAN
4.1 Perhatikan protap pelayanan
4.2 Set energy sesuai dengan kebutuhan
4.3 Lakukan pengisian energy dengan menggunakan
tombol ON/OFF ke posisi ON
4.4 Lakukan tindakan defibrilasi
4.5 Lakukan pembuangan energy engan menekan
tombol pembuangan (discharg) perhatikan
indikator
5. PENGEMASAN/PENYIMPANAN
5.1 Kembalikan tombol ke posisi minimum/nol
5.2 Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF
5.3 Lepaskan hubungan alat dari catu daya
5.4 Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian
5.5 Bersihkan alat
5.6 Pasang penutup debu
5.7 Kembalikan alat e tempat pembumian
5.8 Catat beban kerja alatke jumlah tindakan

Unit Terkait IPSRS, Laboratorium


Prosedur Operasional Peralatan Kesehatan, Dir. Jend. Yan.
Kepustakaan
Med Depkes RI, 2001