Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................ Error! Bookmark not defined.i

DAFTAR ISI ................................................................................................................................. ii

BAB I

PENDAHULUAN ......................................................................................................................... 3

1.1. LATAR BELAKANG POMPA ............................................................................................. 4

1.2. PENGERTIAN POMPA ........................................................................................................ 4

1.3. TUJUAN PENULISAN ......................................................................................................... 5

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN .............................................................................................. 5

BAB II

INSTALASI DAN INSPEKSI POMPA POMPA SENTRIFUGAL ............................................. 6

2.1. INSTALASI KOMPONEN POMPA SENTRIFUGAL ......................................................... 6

2.2. KLASIFIKASI POMPA SENTRIFUGAL .......................................................................... 10

2.3. INSPEKSI KOMPONEN POMPA SENTRIFUGAL .......................................................... 11

2.4. PRINSIP KERJA POMPA SENTRIFUGAL ....................... Error! Bookmark not defined.

2.5. SISTEM PROTEKSI POMPA SENTRIFUGAL ................. Error! Bookmark not defined.

2.6. PERAWATAN POMPA SENTRIFUGAL .......................... Error! Bookmark not defined.

BAB III

KESIMPULAN ........................................................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA .................................................................. Error! Bookmark not defined.


1.1. LATAR BELAKANG
Pompa, Jika disebut nama pompa tentu yang pertama kita ingat, adalah pompa air
karena pompa ini mungkin yang berkenaan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari. Padahal
jenis pompa sebenarnya tidak hanya pompa air saja, ada banyak jenis pompa yang digunakan
manusia untuk membantu meringankan tugasnya. Pompa banyak kita jumpai pada
rumah tangga, industri, pertanian (pompa irigasi, pertambangan, penyulingan,
otomotif, maupun kapal laut.).

Pompa memiliki dua kegunaan utama yaitu memindahkan cairan dari satu
tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki
penyimpan air) dan mensirkulasikan cairan sekitar sistem (misalnya air pendingin
atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan). Komponen utama sistim
pemompaan adalah pompa, mesin penggerak (motor listrik, mesin diesel atau
sistim udara), pemipaan (digunakan untuk membawa fluida), kran (digunakan
untuk mengendalikan aliran dalam sistem), sambungan/fitting, peralatan pengguna
akhir, yang memiliki berbagai persyaratan (misalnya teknan, aliran) yang
menentukan komponen dan susunan sistim pemompaan (contohnya adalah alat
penukar panas, tangki dan mesin hidrolik). Pompa dan mesin penggerak biasanya
merupakan komponen yang paling efisien energinya.

1.2. PENGERTIAN POMPA

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan
dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.
Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan
pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan,
perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Klasifikasi pompa secara umum dapat
diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement
pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).

Pompa secara sederhana didefinisikan sebagai alat transportasi fluida cair. Jadi, jika
fluidanya tidak cair, maka belum tentu pompa bisa melakukannya. Misalnya fluida gas,

2
maka pompa tidak dapat melakukan operasi pemindahan tersebut. Namun, teknologi
sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai diperkenalkan pompa yang multi-fasa,
yang dapat memompakan fluida cair dangas. Namun dalam tulisan ini, hanya dibahas
tentang pompa yang mengalirkan fluida cair, dan topiknya dipersempit untuk yang
berjenis sentrifugal. Pompa jenis sentrifugal ini mungkin asing di telinga kita, padahal
diabanyak memberi manfaat bagi kita, terutama untuk dunia industri.

1.3. TUJUAN PENULISAN


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :

1. Pengertian pompa sentrifugal

2. Komponen utama pompa sentrifugal

3. Klasifikasi pompa sentrifugal

4.. Prinsip kerja dari pompa sentifugal

5. Inspeksi elemen pompa sentrifugal

7. Cara pemeliharaan pompa sentrifugal

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN


Makalah ini terdiri dari tiga bab, yakni bab I berupa pendahuluan, bab II merupakan
bagian isi dan bab III berupa penutup. Bab pendahuluan berisi latar belakang, pengertian pompa,
tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. Bab kedua berisi pokok-pokok bahasan yang
terdiri dari komponen utama pompa sentrifugal, klasifikasi pompa sentrifugal
prinsip kerja, proteksi pompa sentrifugal, spesifikasi elemen pompa sentrifuga. Bab ketiga
berupa kesimpulan.

3
BAB II

INSTALASI DAN INSPEKSI POMPA SENTRIFUGAL

2.1. INSTALASI KOMPONEN UTAMA POMPA

Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat sepert


gambar berikut :

Rumah Pompa Sentrifugal

 Stuffing Box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana
poros pompa menembus casing.
 Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing
pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon
 Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.

4
Gambar shaft pompa

 Shaft Sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan
pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal
bearing dan interstage atau distance sleever.
 Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

 Eye of Impeler
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
 Impeller

5
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan
pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat
perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

Dilihat dari bentuk arah aliran pada impeller maka bentuk impeller secara
garis besar di bagi menjadi :
1. Radial impeller
2. Mixed flow imepeller
3. Axial imepeller
4. Special impeller
Jenis impeller lainnya:
1. Impeller yang tertutup.
Impeler yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi oleh mantel
(penutup) pada kedua sisinya. Biasanya digunakan untuk pompa air,dimana baling-
baling seluruhnya mengurung air. Hal ini mencegah perpindahan air dari sisi pengiriman ke sisi
penghisapan, yang akan mengurangi efisiensi pompa. Dalam rangka untuk memisahkan ruang
pembuangan dari ruang penghisapan, diperlukan sebuah sambungan yangbergerak diantara
impeler dan wadah pompa. Penyambungan ini dilakukan oleh cincin yang dipasang
diatas bagian penutup impeler atau dibagian dalam permukaan silinder wadah pompa.
Kerugian dari impeler tertutup ini adalah resiko yang tinggi terhadap rintangan.
2. Impeler terbuka dan semi terbuka.
Memudahkan dalam pemeriksaan impeller. Kemungkinan tersumbatnya
kecil. Akan tetapi utnuk menghindari terjadinya penyumbatan melalui resirkulasi

6
internal, volute atau back-plate pompa harus diatur secara manual untuk mendapatkan
setelan impeler yang benar.
3. Impeler pompa berpusar/vortex
Impeller ini cocok untuk bahan- bahan padat dan “berserabut” akan tetapi
pompa ini 50% kurang efisien dari rancangan yang konvensional.

 Wearing Ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati
bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara
memperkecil celah antara casing dengan impeller.
 Bearing
Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros
agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga
memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada
tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.
 Casing

Fungsi utama kasing adalah menutup impeler pada penghisapan dan pengiriman pada
ujung dan sehingga berbentuk tangki tekanan. Tekanan pada ujung penghisapan dapat
sekecil sepersepuluh tekanan atmosfir dan pada ujung pengiriman dapat dua puluh kali
tekanan atmosfir pada pompa satu tahap. Untuk pompa multi- tahap perbedaan
tekanannya jauh lebih tinggi.

Kasing dirancang untuk tahan paling sedikit dua kali tekanan ini
untuk menjamin batas keamanan yang cukup. Fungsi kasing yang kedua adalah memberikan
media pendukung dan bantalan poros untuk batang torak dan impeler. Oleh karena itu kasing
pompa harus dirancang untuk :

 Memberikan kemudahan mengakses ke seluruh bagian pompa untuk pemeriksa,


perawatan dan perbaikan.
 Membuat wadah anti bocor dengan memberikan kotak penjejal.

7
 Menghubungkan pipa-pipa hisapan dan pengiriman ke flens secara langsung.
 Mudah dipasang dengan mudah ke mesin penggerak (motor listrik)
tanpakehilangan daya.

2.2. KLASIFIKASI POMPA SENTRIFUGAL

Pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan berdasarkan:

(1) Kapasitas:
(a) Kapasitas rendah < 20 m3/jam
(b) Kapasitas menengah 20-60 m3/jam
(c) Kapasitas tinggi > 60 m3/jam
(2) Tekanan Discharge:
(a) Tekanan rendah < 5 kg/cm2
(b) Tekanan menengah 5-50 kg/cm2
(c) Tekanan tinggi > 50 kg/cm2
(3) Jumlah/ Susunan Impeller dan Tingkat:
(a) Single stage: Terdiri dari satu impeller dan satu casing
(b) Multi stage: Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu
casing
(c) Multi impeller: Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel dalam
satu casing.
(d) Multi Impeller dan Multi stage: Kombinasi multi impeller dan multi stage.
(4) Posisi Poros:
(a) Poros tegak
(b) Poros mendatar
(5) Jumlah Suction:
(a) Single Suction

8
(b) Double Suction

(6) Arah aliran keluar impeller:


(a) Radial flow
(b) Axial flow
(c) Mixed flow

2.3. INSPEKSI POMPA SENTRIFUGAL

2.3.1. Impeller

Ganti impeller adalah pompa telah beroperasi cukup lama dan sering
dipakai, baik impeller secara statis dan dinamis secara seimbang khususnya bila
digunakan dalam produksi serta perbandingan perbaikan dan perawatan, mesin
harus seimbang dengan operasi sesuai dengan peralatan yang sering digunakan.

2.3.2. Body Impeller dan Wearing Ring


Merupakan media pendorong dalam pompa.hal ini merupakan pemeriksaan kecil namun
perlu dirawat karena 2 sumber putar yang berfungsi sebagai pendorong ini peranan yang cukup
penting.
Body impeller dan wearing sudah dapat diganti bila batas umur kebutuhan hidraulik sudah
dapat dicapai.

9
Perlu dilakukan diameter apabila kedua alat tersebut dibuat dari baja tahan karat / austenit
atau dengan material dengan panduan tinggi.

1. Mekanika Seal
Bentuk seal “O” ring dan seal harus sempurna / tidak cacat bentuk dasar serta
bersih dan tidak kotor.
2. Batang Poros
Lihat kemungkinan alignmentnya secara langsung, dengan run out
(penyimpanan) tidak melebihi yang dianjurkan. Serta posisi bearing harus
lurus terhadap poros dang anti poros jika memang perlu.
3. Bearing
Bearing dibagi menjadi dua macam:
a. Ball bearing : Ganti bearing jika kotor atau vibrasi ketika diputar dan
kemungkinan tidak akan langsung diganti bearing yang baru maka
dibubuhi bearing dengan bahan pelarut dan lapisi dengan oli mesin, jika
bearing yang baru tidak akan langsung diganti maka jangan dikeluarkan
doub. Pemeriksaan bearing harus dengan seksama dan serinci mungkin.
b. Sleve bearing : Periksa permukaan bearing terhadap batang poros pada
kesempurnaan, warna logam,titik api di permukaan logam. Bila di
permukaan ditemukann kerusakan walaupun sangat kecil maka perlu
dibersihkan dalam setiap operasi dan harus dirawat secara teratur.

2.4. PRINSIP KERJA POMPA SENTRIFUGAL

Pompa sentrifugal mempunyai sebuah impeller (baling-baling)


untuk mengangkat zat cairan dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya
dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutarkan impeller didalam zat cair. Maka
zat cair yang ada didalam impeller, oleh dorongan sudu-sudu dapat berputar.
Karena timbul gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari tengah impeller ke luar
melalui saluran diantara sudu-sudu. Disini head tekanan zat cair menjadi lebih
tinggi. Demikian pula head kecepatannya menjadi lebih tinggi karena mengalami

10
percepatan. Zat cair yang keluar melalui 5 impeller ditampung oleh saluran
berbentuk volut (spiral) dikelilingi impeller dan disalurkan keluar pompa melalui
nosel.

Didalam nosel ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan.
Jadi impeller pompa berfungsi memberikan kerja pada zatcair sehingga energy yang
dikandungnya menjadi lebih besar. Selisih energy persatuan berat atau head total zat cair
antara flens isap dan flens keluar disebut head total pompa. Dari uraian diatas jelas
bahwa pompa sentrifugal dapat mengubah energy mekanik dalam bentuk kerja
poros menjadi enrgi fluida. Energi inilahyang mengakibatkan perubahan head tekanan ,
head kecepatan dan head potensial pada zat cair yang mengalir secara continue.

Pada keliling luar kipas, zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan
tekanan dan kecepatan tertentu. Dalam rumah pompa ini zat cair disalurkan
sedemikian rupa, sehingga terdapat perubahan kecepatan ke dalam tekanan yang sempurna.
Oleh karena ini, kolom zat cair dalam saluran kempa digerakkan. Zat cair ini
bergerak dalam aliran yang tak terputus-putus dari saluran isap melaluipompa ke
saluran kempa.

2.5. SISTEM PROTEKSI POMPA SENTRIFUGAL

Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang
diterapkan pada pompa sentrifugal. Beberapa standar minimum paling tidak terdiri
dari:

o Proteksi terhadap aliran balik .Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan


check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah
dengan arah aliran keluaran pompa.
o Proteksi terhadap overload. Beberapa alat seperti pressure switch low,
f l o w switch high , dan overload relaypada motor pompa dipasang pada
sistem pompa untuk menghindari overload.

11
o Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan
berkemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari
vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor.
o Proteksi terhadap minimum flow. Peralatan seperti pressure switch high
(PSH),flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve
dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat
tidak terpenuhinya minimum flow.
o Proteksi terhadap low NPSH available. Apabila pompa tidak memiliki NPSHa
yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam
pompa. Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa ialah
level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL)

2.6. PERAWATAN POMPA SENTRIFUGAL

1. Pemeriksaan kebersihan dan jumlahnya minyak pelumas pada bantalan (bearing), dan
penggantian minyak pelumas pada rumah bantalan dilakukan tiap 3 bulan sekali.
2. Pemerikksaan kebocoran dari kotak packing.
3. Jika pompa berhenti karena listrik padam pada waktu beroperasi, sakelar listrik harus
dinuka ( dimatikan0 dan pada saat bersamaan katup keluar ditutup.
4. jika pompa tidak dioperasikan dalam jangka waktu lama, zat cair di dalam pompa harus
dibuang dan pompa dan pompa dikeringkan.

12