Anda di halaman 1dari 11

Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

BAB XXII
PENGUJIAN MARSHALL

A. MAKSUD DAN TUJUAN


Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap
kelelehan plastisitas ( flow ) dari campuran aspal .
Ketahanan ( stabilitas ) ialah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima
beban sampai terjadi kelelahan beban sampai terjadi kelelahan plastisitas ialah
keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang terjadi akibat suatu beban
batas runtuh yang dinyatakan dalam mm, atau 0,01”.

B. BENDA UJI
1. Aspal cair dengan kadar aspal 8 % atau berat = 96 gram
2. Filler (Abu vulkanik) sebanyak 60 gram
3. Gradasi rapat No 4
Berat
Lolos Tertahan
(gram)
3/4 " 1/2 " 156
1/2 " 3/8" 156
3/8 " #4 252
#4 #8 210
#8 #30 228
#30 #50 66
#50 #100 72
Filler 60

C. PERALATAN
1. Tiga buah cetakan benda uji yang berdiameter 10,16 cm dan tinggi 7,62 cm.
lengkap dengan pelat alas dan leher sambung.
2. Dongkrak.
3. Saringan ½” , ¾” , ⅜” , No.4 , No.8 , No.30 , No.50 , No.100 .
4. Mesin penumbuk manual atau otomatis lengkap dengan :
a. Penumbuk yang mempunyai permukaan tumbuk rata yang berbentuk silinder,
dengan berat 4,536 kg dan tinggi jatuh bebas 45,7 cm

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

b. Landasan pemadat terdiri dari balok kayu ( jati atau yang sejenis ) berukuran
20,32 x 20,32 x 45,72 cm dilapisi dengan pelat baja berukuran 30,38 x 30,48
x 2,54 cm dan di jangkarkan pada lantai beton di keempat bagian sudutnya
c. Pemegang cetakan benda uji
5. Alat Marshall lengkap dengan :
a. Kepala penekan ( Breaking Head ) berbentuk lengkung
b. Cincin penguji ( proving ring ) berkapasitas 2.500 kg dan atau 5000 kg,
dilengkapi arloji ( dial ) tekan dengan ketelitian 0,0025 mm
c. Arloji pengukur pelelehan ( flow ) dengan ketelitian 0,25 mm beserta
perlengkapannya
6. Oven.
7. Bak perendam ( Water bath ) .
8. Timbangan .
9. Termometer .
10. Perlengkapan lain :
a. Wadah untuk memasukkan campuran agregat dan aspal ke dalam silinder
b. Spatel
c. Sendok pengaduk
d. Sarung tangan
e. Kantong plastik .
f. Kompor gas
g. Wajan

D. PELAKSANAAN
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengujian Marshall .
2. Menyaring agregat dengan saringan sesuai dengan kebutuhan untuk bahan
campuran aspal .
3. Menimbang agregat sesuai dengan berat yang telah ditentukan .
4. Memasukkan silinder pemadat ke dalam oven, agar suhunya sama dengan
campuran aspal yang akan dicetak .
5. Menimbang filler sebanyak 60 gram untuk tiap-tiap sampel .
6. Mencampurkan agregat dan filler yang telah disiapkan di dalam cawan ,
kemudian mengaduknya hingga rata dengan sendok pengaduk .

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

7. Memasukkan campuran tersebut ke dalam oven dan memanaskan aspal.


8. Mencampur agregat diatas wajan sambil dipanakan hingga suhunya mencapa
±150℃.
9. Memindahkan wajan berisi agregat diatas timbangan lalu menuangkan aspal
sesuai dengan berat kadarnya lalu mencampur hingga rata.
10. Menyiapkan silinder mold, lalu memasukan campuran aspal ke dalam silinder.
11. Menusuk- nusuk campuran dengan spatel sebanyak 10 kali di tengah dan 15 kali
di pinggir, mengukur suhunya, lalu memberi kertas dan tutup.
12. Meletakan silinder ke mesin penumbuk, lalu tumbuk sebanyak 70 kali di kedua
sisinya (atas dan bawah).
13. Mengeluarkan silinder dari mesin diamkan 24 jam.
14. Mengeluarkan benda uji dengan dongkrak.
15. Mengukur dan mencatat dimensi serta beratnya, lalu menimbang benda uji.
16. Menimbang benda uji dalam air, lalu mengeringkan permukaannya dengan lap
kemudian menimbang berat SSD.
17. Merendam benda uji di dalam water bath selama ±30 menit.
18. Memasang benda uji pada penekannya, lalu memasang benda uji pada mesin uji
marshal.
19. Mensetting arloji pada osisi nol, lalu memulai pengujian.
20. Melakukan pengujian dan membaca arloji.

E. DATA PEMERIKSAAN
( Data praktikum terlampir )

F. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


1. Perhitungan :
a. Tebal benda uji ( t )
Benda uji 1 = 7,237 cm
Benda uji 2 = 6,88 cm
Tebal benda uji rata-rata = (7,237+6.88)/2
= 7.058 cm
b. Kadar aspal terhadap agregat ( a ) = 8,42 %
c. Kadar aspal terhadap campuran ( b ) =8%

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

d. Berat kering benda uji ( c ) = 1200 gr/cc


e. Berat benda uji SSD ( d )
Berat benda uji SSD 1 = 1285.5 gr
Berat benda uji SSD 2 = 1255.8 gr
Berat benda uji rata-rata = (1285.5+1255.8)/2
= 1270.65 gr
f. Berat benda uji dalam air ( e )
Berat benda uji dalam air 1 = 694.5 gr
Berat benda uji dalam air 2 = 693.9 gr
Berat benda uji dalam air rata-rata = (694.5+693.9)/2
= 694.2 gr
g. Volume benda uji ( f )
Volume benda uji 1 = 588.98 m3
Volume benda uji 2 = 556.40 m3
Volume benda uji rata-rata = (588.96+556.40)/2
= 572.69 m3
h. Berat volume benda uji ( g ) = 2,19 gr/cc
i. Berat jenis max. teoritis ( h ) = 3,15 gr/cc
j. Berat jenis aspal = 1,035 gr/cc
k. Berat jenis agregat bulk = 3,260 gr/cc
l. Berat jenis agregat semu = 4,396 gr/cc
m. Berat jenis agregat efektif = 3,828 gr/cc
n. Volume aspal terhadap benda uji ( i )
bxg 8,00 x2,19
I= %  16,94 %
Bj.aspl 1,035
o. Volume agregat terhadap benda uji ( jeff )
(100  b) xg (100  8,00) x2,19
J = %= = 52,67 %
Bj. Agr.Eff 3,828

p. Volume agregat terhadap benda uji ( jcur )


(100  b) xg (100  8,00) x2,19
J= %= = 61,86 %
Bj. Agr.Bulk 3,260

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

q. Kadar rongga dalam campuran ( k )


K 100  i  jeff
= 100 – 16,94 – 52,67 = 30,39 %
r. Kadar rongga dalam agregat (VMA) ( l )
L  100  jcur
= 100 – 61,86 = 38,14 %
s. % rongga terhadap campuran (VIM) ( n )
 (h  g ) 
N  100 x %
 h 

 (3,15  2,19) 
= 100x  = 30,39 %
 3,15 
t. Kadar rongga terisi aspal (VFA) ( m )
VMA  VIM
M  100 x %
VMA
38,14  30,39
= (100 x )% = 20,36 %
38,14

u. Pembacaan arloji stabilitas ( o ) = 1352,5 kg


v. Proving Ring ( p ) = 1595,95
w. Flow ( r ) = 8,63 mm
x. Marshall Quotient ( s ) = p/r
= 1595,95/ 8,63
= 181,69 kg/mm

2. Pembahasan :
Pemeriksaan marshall dilakukan untuk menentukan ketahanan atau stabilitas
terhadap kelelehan plastisitas (flow) dari campuran aspal. Ketahanan (stabilitas)
ialah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi
kelelahan plastisitas. Kelelahan plastisitas (flow) ialah keadaan perubahan bentuk
suatu campuran aspal yang terjadi akibat suatu beban batas runtuh yang
dinyatakan dalam mm atau 0,01”.
Hubungan antara stabilitas dan flow adalah berbanding lurus; semakin besar
stabilitas, semakin besar flownya begitu juga sebaliknya .

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

Jadi, jika semakin besar nilai stabilitasnya maka aspal akan semakin mampu
menahan beban, demikian juga sebaliknya. Dan jika flow semakin tinggi maka
perubahan aspal semakin mampu menahan beban.

Syarat aspal :
- Stabilitas > 800 kg
- VFA > 65 %
- VIM 3 - 5 %
- FLOW > 2 mm
- MQ > 200 kg/mm
- VMA > 16 %

G. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan Marshall diperoleh data sebagai berikut :

Kadar aspal Density VMA VFA VIM Stabilitas Flow MQ


% G L M N R S T
4.0 2.17 36.20 -3.04 37.30 1005.94 6.87 146.37
4.5 2.17 36.39 -0.01 36.39 1001.86 7.25 137.80
5.0 2.11 38.56 2.76 37.50 1061.63 7.87 134.83
5.5 2.26 34.56 6.60 32.28 1018.62 6.64 164.00
6.0 2.12 38.90 8.26 35.69 858.73 9.25 92.58
6.5 2.19 37.28 11.86 32.86 1076.07 9.69 110.93
7.0 2.20 37.31 14.89 31.76 2141.24 9.90 217.12
7.5 2.19 37.83 17.57 31.18 1901.50 9.82 193.75
8.0 2.19 38.14 20.36 30.39 1367.86 8.63 181.69

Dari percobaan didapat kadar aspal optimum terhadap campuran = 6,5 % .


H. LAMPIRAN
1. Data praktikum
2. Grafik
3. Flow chart
4. Gambar alat
5. Gambar langkah kerja

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

FLOW CHART
PENGUJIAN MARSHALL

Mulai

Menyiapkan dan menyaring agregat

Agregat yang telah di saring lalu memisahkan dan menimbang sesuai gram dari
persen analisis saringan.

Mengisi piknometer dengan air hingga penuh, lalu menimbangnya

Memasukkan semua agregat kedalam wajan yang telah di timbang dalam keadaan
bersih dan kering

Mengaduk semua agregat sampai tercampur dan panaskan dengan suhu ±150℃

Mencampurkan agregat + aspal yang telah dipanaskan sesuai kadarnya di atas


timbangan

Memasukkan campuran agregat + aspal tersebut ke dalam cetakan yang sudah


dipanaskan, disusun terlebih dahulu cetakannya serta di bagian alasnya dipasang
kertas saring lalu mengukur suhunya.

Menusuk bagian benda uji dengan spatula sebanyak 15 kali di pinggir dan 10 kali di
tengah

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

Menumbuk benda uji masing-masing sebanyak 75 tumbukan tiap permukaannya


(atas dan bawah)

Melepasakan cetakan dari alat penumbuk, lalu diamkan 24 jam

Mengeluarkan benda uji dari silinder pemadat dengan dongkrak

Mengukur tinggi, diameter dan berat benda uji kering.

Menimbang benda uji dalam air, lalu mengeringkan permukaan benda uji dengan
kain dan menimbang beratnya

Merendam benda uji dalam bak perendam (water bath) selama 30-40 menit dengan
suhu tetap 60oC ( ± 1oC)

Mengeluarkan benda uji dari dari bak perendam dan meletakkan kedalam set
segmen penekan dan meletakkannya dalam mesin penguji

Menaikkan kepala penekan beserta benda ujinya hingga menyentuh alas cincin
penguji dan mengatur kedua arloji pada posisi nol

Memulai pembebanan pada benda uji, lalu mencatat pembebanan maksimum


(stabily) dan mencatat nilai alir (flow) yang ditunjukkan oleh arloji pengukur alir
pada saat pembebanan maksimum.

Selesai

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

FOTO ALAT
PENGUJIAN MARSHALL

Silinder pemadat, Mesin penumbuk


Alat uji Marshall spatel

Dongkrak
Saringan Thermometer

Timbangan Kompor, wajan, solet Bak perendam

Oven Jangka sorong Kertas

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

Setelah didiamkan 24 Mengukur tinggi, Menimbang benda uji


jam, lalu mengeluarkan diameter, dan dalam air
benda uji dari silinder menimbang berat awal.
dengan dongkrak.

Meletakkan kedalam set Rendam benda uji dalam Mengeringkan


segmen penekan dan water bath selama ± 30 permukaan benda uji,
meletakkannya dalam menit dengan suhu 60oC lalu menimbangnya
mesin penguji kembali
( ± 1oC)

Menaikkan kepala
penekan beserta benda
ujinya hingga menyen-
tuh alas cincin penguji
dan mengatur kedua
arloji pada posisi nol

BAB XXII | Pengujian Marshall


Praktikum Materal Jalan | Kelompok 12 B 2015

FOTO LANGKAH KERJA


PENGUJIAN MARSHALL

Menyaring agregat Menimbang agregat Memanaskan aspal dan


sesuai berat lolos tiap sesuai berat lolos tiap agregat diatas kompor
ukuran saringan ukuran saringan sambil mencampur agregat
hingga suhunya ±160℃

Menusuk benda uji 15 Menuangkan campuran Mencampurkan agregat


kali di pinggir dan 10 ke silinder pemadat, + aspal yang telah dipa-
kali di tengah, dan me- sebelumya telah diberi naskan sesuai kadarnya
masang kertas & tutup kertas di alasnya. diatas timbangan

Memasang benda uji ke


mesin penumbuk, lalu
menumbuk 70 kali di
kedua sisinya (atas dan
bawah)
Mengeluarkan benda uji
dari mesin penumbuk

BAB XXII | Pengujian Marshall