Anda di halaman 1dari 6

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

BAB XVII PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL

A. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara dua cetakan yang berisi bitumen keras sebelum putus, pada suhu dan kecepatan tarik tertentu.

B. BENDA UJI

1. Glycerin

2. Aspal kira-kira 100 gram.

C. PERALATAN

1. Cetakan kuningan.

2. Pelat alas cetakan

3. Mesin uji yang yang dapat menjaga tetap terendam, tidak menimbulkan getaran selama pemeriksaan dan dapat menarik banda uji dengan kecepatan tetap.

4. Alat Pemanas, untuk mencairkan bitumen keras.

5. Methyl alcohol teknik dan sodium klorida teknik

D. PELAKSANAAN

1. Menyiapkan benda uji berupa glycerin dan menyiapkan aspal kira-kira 100 gram.

2. Memanaskan 100 gram contoh aspal hingga cair dan dapat dituang, pemanasan dilakukan antara 80⁰C - 100⁰C diatas titik lembek.

3. Menuangkan contoh aspal ke cetakan, sebelumnnya cetakan di olesi dengan glycerin.

4. Meratakan contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang dipanaskan

5. Mendinginkan benda uji pada suhu 25C selama 85 sampai 95 menit, kemudian melepaskan benda uji dari pelat dasar dan sisi-sisi cetakan.

6. Memasang benda uji pada alat mesin uji dan menarik benda uji secara teratur dengan kecepatan 5 cm/menit sampai benda uji putus. Perbedaan kecepatan lebih kurang 5 % masih diizinkan.

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

7. Membaca jarak antara pemegang cetakan pada saat benda uji putus (dalam cm).

8. Selama percobaan berlangsung benda uji harus selalu terendam sekurang-kurangnya

2,5 cm dari air dan suhu harus dipertahankan tetap (25 ± 0,5)C.

E. DATA PRAKTIKUM

Daktilitas pada 25 °C (5 cm per menit)

Pembacaan pengukuran pada alat (cm)

Pengamatan I

165

cm

Pengamatan II

165

cm

Pengamatan III

165

cm

Rata rata

165

cm

Dari hasil pengamatan di dapat Daktilitas = 165 cm

F. PEMBAHASAN Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui sifat kohesi dalam aspal itu sendiri yaitu dengan mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras sebelum putus, pada suhu dan kecepatan tarik tertentu.

G. KESIMPULAN Menurut SNI 06-2432-1991 nilai daktilitas minimum sebesar 100 cm. Sedangkan dari percobaan diperoleh nilai daktilitas sebesar 165 cm. Sehingga aspal memenuhi syarat dan bisa dipergunakan dalam campuran beraspal.

H.

LAMPIRAN

1.

Laporan Sementara

2.

Flowchart

3.

Foto Alat

4.

Foto Langkah Kerja

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

FLOW CHART

PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL

Mulai
Mulai

Memanaskan 100gr contoh aspal hingga cair dan dapat dituang, pemanasan dilakukan antara 80⁰C - 100⁰C diatas titik lembek

dilakukan antara 80⁰C - 100⁰C diatas titik lembek Menuangkan contoh aspal ke cetakan setelah cetakan diolesi

Menuangkan contoh aspal ke cetakan setelah cetakan diolesi dengan glycerin

aspal ke cetakan setelah cetakan diolesi dengan glycerin Meratakan contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang

Meratakan contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang dipanaskan

contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang dipanaskan Memasang benda uji pada mesin daktilitas Menjalankan mesin

Memasang benda uji pada mesin daktilitas

yang dipanaskan Memasang benda uji pada mesin daktilitas Menjalankan mesin uji dengan kecepatan 5cm/menit sehingga

Menjalankan mesin uji dengan kecepatan 5cm/menit sehingga benda uji tertarik lalu putus

kecepatan 5cm/menit sehingga benda uji tertarik lalu putus Membaca jarak antara pemegang cetakan pada saat benda

Membaca jarak antara pemegang cetakan pada saat benda uji putus

Selesai
Selesai

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Cetakan Kuningan Kompor dan Wajan Glycerin Mesin Uji Daktilitas Pelat alas

Cetakan Kuningan

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Cetakan Kuningan Kompor dan Wajan Glycerin Mesin Uji Daktilitas Pelat alas

Kompor dan Wajan

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Cetakan Kuningan Kompor dan Wajan Glycerin Mesin Uji Daktilitas Pelat alas

Glycerin

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Cetakan Kuningan Kompor dan Wajan Glycerin Mesin Uji Daktilitas Pelat alas

Mesin Uji Daktilitas

FOTO ALAT PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Cetakan Kuningan Kompor dan Wajan Glycerin Mesin Uji Daktilitas Pelat alas

Pelat alas cetakan

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

FOTO LANGKAH KERJA

PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL

FOTO LANGKAH KERJA PEMERIKSAAN DAKTILITAS ASPAL Menyiapkan benda uji berupa cetakan dan glycerin Memanaskan 100 gram

Menyiapkan benda uji berupa cetakan dan glycerin

ASPAL Menyiapkan benda uji berupa cetakan dan glycerin Memanaskan 100 gram contoh aspal hingga cair Meratakan

Memanaskan 100 gram contoh aspal hingga cair

dan glycerin Memanaskan 100 gram contoh aspal hingga cair Meratakan contoh aspal yang berlebihan dengan spatula

Meratakan contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang dipanaskan

contoh aspal yang berlebihan dengan spatula yang dipanaskan Memasang benda uji pada alat mesin uji dan

Memasang benda uji pada alat mesin uji dan tariklan benda uji secara teratur

Menuangkan contoh aspal ke cetakan, sebelumnya cetakan di olesi dengan glycerin

ke cetakan, sebelumnya cetakan di olesi dengan glycerin Membaca jarak antara pemegang cetakan pada saat benda

Membaca jarak antara pemegang cetakan pada saat benda uji putus

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015

Praktikum Material Jalan | Kelompok 12 B 2015 BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal

BAB XVII | Pemeriksaan Daktilitas Aspal