Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL
STUDI KELAYAKAN BISNIS
“LAUNDRY PASIRING”

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 15:
1. IRSYAD GALIH A
2. LULUK SILVIA
3. M IRFAN RAHMATULLAH
4. NABIL AZRA MAHENDRA
5. NASIA GUSTINA
6. NUNGQY ARDZILA
7. SAFIRA NUR SALSABILA
8. SILMI DUROTUN N

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEDOKTERAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENDIRIAN USAHA


Latar belakang kami membuka usaha ini adalah mengingat semakin banyaknya
aktifitas mahasiswa yang tidak memberikan mereka kesempatan untuk beristirahat,
sehingga kami bermaksud untuk memperingan salah satu kegiatan meraka, dan
memberikan efisiensi dan inovasi baru dalam bidang laundry.
1.2 TUJUAN PENDIRIAN USAHA
Tujuan dibukanya usaha ini adalah
1) Meringankan tugas mahasiswa dalam hal mencuci baju
2) Memberikan terobosan baru dalam bidang laundry
1.3 GAMBARAN UMUM POTENSI USAHA
Di era sekarang ini, kami melihat potensi usaha dari bidang laundry, karena
semakin hari semakin banyak saja kegiatan mahasiswa, sehingga kami berpikir akan
lebih menguntungkan untuk membuka usaha laundry, selain untuk mempermudah
tugas setiap mahasiswa, kami juga sekaligus memperingan tugas mereka.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak saja usaha laundry yang terbuka,
namun kami menawarkan terobosan baru, yaitu dengan cara laundr kilat wangi dan
pengeringan yang cepat, sehingga kapan pun dibutuhkan, baju yang telah dimasukkan
ke laundry bisa langsung di antarkan ke setiap pelanggan.
BAB II
ASPEK YURIDIS
A. PELAKU BISNIS
Bentuk Badan Usaha : CV
Identitas Pengelola Usaha
1. Nama : Irsyad Galih A
Alamat : Semarang
2. Nama : Irfan Rahmatullah
Alamat : Kudus
3. Nama : Nabil Azra Mahendra
Alamat : Pekalongan
4. Nama : Nasia Gustina
Alamat : Singkawang
5. Nama : Silmi Durotun N
Alamat : Semarang
6. Nama : Nungqy Ardzila
Alamat : Pekalongan
7. Nama : Safira Nur S
Alamat : Semarang
8. Nama : Luluk Silvia
Alamat : Boyolali
B. BISNIS YANG DIJALANKAN
Bisnis yang kami jalankan yaitu laundry PASIRING (Pagi Masuk Sore Kering), dengan
ini kami akan menjamin bahwa pakaian-pakaian laundry yang masuk di laundry kami
akan cepat di proses, dengan hasil laundryan yang lebihi wangi dan efisien dibandingkan
dengan laundry lain, selain itu kapanpun pakaian laundry yang telah dimasukkan akan
diambil kami siap mengantarkan kepada setiap pelanggan.
C. LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN
a. Lokasi
- Di Genuk (dekat dengan kos-kosan mahasiswa)
b. Waktu
- Laundry buka setiap Hari (Senin-Minggu) 24 Jam
D. PERIZINAN USAHA DAN IZIN LAINNYA
- Izin bangunan : mendaftarkan izin kepada Pengurus di Wilayah Setempat
- Izin gangguan : meminta izin warga sekitar terkait dengan limbah bekas cucian
E. DUKUNGAN DARI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SEKITAR
Mendapatkan dukungan dengan mengesahkan perizinan yang telah dibua
BAB III
1. Analisis kondisi pasar saat ini, meliputi :
 Perkembangan permintaan dan penwaran produk
o Seiring denganperkembangan waktu, keinginnan orang orang untuk hidup serba
instan semakin meningkat. Khususnya dalam hal mencuci, masyarakat lebih
mengandalkan jasa laundry untuk menghemat tenaga karena kesibukan kerja
mereka yang padat. Dengan adanya hal ini menjadi dasar bagi kami untuk
memenuhi perminyaan dari masyarakat yang akan terus mengingkat.
o Dengana peningkatan minat masyarakat terhadap jasa laundry maka akan
semakin banyak bisnis bisnis laundry yang akan ditawarkan, namun pada jasa
laundry ini kami menawarkan laudry denagn inovasi “PASIRING” (Pagi Masuk
Sore Kering) dengan varian parfum yang dapat dipilih.
 Perkembangan harga (missal 3 tahun terakhir)
Pada tahun 2015 : Rp 3.000,00 ,-
Pada tahun 2016 : Rp 3.500,00 ,-
Pada tahun 2017 : Rp 4.000,00 ,-

 Karakteristik konsumen yang dituju


o Mahasiswa (jadwal kegiatan yang padat, waktu istirahat sedikit)

o Tempat Tinggal (Genuk : Air bersih minimum)


 Jumlah konsumen potensial
o Target dalam satu tahun adalah 600 konsumen
 Kebijakan pemerintah yang terkait dengan usaha
o –
2. Estimasi kondisi pemasaran dimasa mendatang
 Estimasi perubahan permintaan dan penawaran
Perusahaan ini bergerak di bidang jasa mencuci baju/pakaian. Kami mematok harga Rp
4.500,00 ,- per Kg, adanya banyak permintaan akan bersinergis dengan harga jual kita,
ketika banyak permintaan maka kami akan memberikan banyak penawaran (promosi).
Contohnya adalah program cuci 5 Kg gratis 1 Kg.
 Perubahan selera konsumen
Semakin cepat cucian kering akan semakin banyak minat dari masyarakat.

3. Estimasi Potensi Pasars


No Objek Informasi Data
1 Jumlah konsumen 600
2 Pendapatan rata-rata konsumen Rp 2.000.000,00 ,- per bulan
3 Jumlah pesaing 6
4 Besar pendapatan yang dialokasikan 69% X Rp 2.000.000,00 ,- = Rp 1.380.000,00 ,-
untuk belanja
5 Kemungkinan berbelanja 40% X Rp 1.380.000,00 ,- = Rp 552.000,00 ,-
6 Potensi pasar Rp 552.000 X 600 = Rp 331.200.000,00 ,-
7 Potensi penerimaan Rp 331.200 : (6+1) = Rp 47.341.286,00 ,-
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN
4.1 Strategi produk
Motto : “Laundry PASIRING will bring a new future”
4.2 Strategi Harga
Tujuan :
- Menciptakan harga yang ekonomis sesuai kantong mahasiswa
- Mencari laba
1. Diskriminasi Harga :
- Menurut pelanggan : kami menetapkan harga yang terjangkau, sekitar Rp 4.500/kg.
- Harga produk baru : Kami akan memberikan pelayanan laundry gratis dalam opening laundry
kami bagi setiap mahasiswa dan warga sekitar. ketika banyak permintaan maka kami akan
memberikan banyak penawaran (promosi). Contohnya adalah program cuci 5 Kg gratis 1 Kg.
4.3 Place (distribution)
Factor yang berpengaruh
Pasar/pelanggan :
- Pasar : karena semakin banyak usaha laundry yang dibuka di sekitar kos-kosan mahasiswa
- Karakteristik produksi : efisien, cepat, wangi, dan murah

4.4 Strategi promosi (promotional mix) :


Membuat selebaran (pamflet) dan juga media social untuk melakukan promosi.
 Metode-metode pemilihan alternative operasi
Alternative lokasi :
a. Kaligawe
b. Genuk
c. Tlogosari

Factor yang mempengaruhi : transportasi, tenaga kerja, konsumen


Bobot
Konsumen = 40%
Tenaga kerja = 25%
100%
Transportasi = 35%
 Skor penilaian dari 1-10
Faktor penentu Genuk Tlogosari Kaligawe
Konsumen 9 7 4
Tenaga Kerja 6 7 8
Transportasi 9 8 6
Total nilai
1. Genuk = (40% x 9) + (25% x 6) + (35% x 9) = 8,25
2. Tlogosari = (40% x 7) + (25% x 7) + (35% x 8) = 7,5
3. Kaligawe = (40% x 4) + (25% x 8) + (35% x 6) = 5,7

Kesimpulan, dari hasil total nilai, daerah yang mendaoatkan nilai paling tinggi adalah Genuk
dengan total 8,25. Sehingga Genuk dipilih sebagai lokasi pendirian usaha laundry kami.
BAB V
ASPEK ORGANISASI

PIMPINAN

MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER SDM


PEMASARAN KEUANGAN PRODUKSI

Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan

JOB DESIGN
1. Pimpinan
 What : pimpinan harus mengkoordinasi setiap manajer di masing-masing divisi dan
mempunyai time management yang baik. Serta bisa menjadi teladan bagi karyawan-
karyawannya
 When : pimpinan datang pukul 06.00 WIB untuk mengontrol kinerja para karyawan.
 Where : pimpinan memiliki runagn kerja pribadi yang dilakukan untuk mengerjakan
tugasnya. Seperti merekap dta dari manager berbagai divisi
 Procedure : menggunakan teknologi laptop untuk merekap data dari manager dari berbagai
divisi
 Who : pimpinan memerlukan karyawan dengan kriteria sebagai berikut:
a. Islam
b. Jujur
c. Berjiwa kepemimpinan
d. Mempunyau pengalaman kerja minimal 1 tahun
e. Tidak memiliki riwayat kriminal
 How : evaluasi bulanan untuk mengetahui perkembangan perusahaan
2. Manajer pemasaran
 What : bertanggung jawab atas publikasi baik elektronik dan non elektronik. Mempunyai skill
design dan kreativitas tinggi
 When : bekerja setiap hari, waktu menyesuaikan keadaan dinilai darui produktivitas.
 Where : diluar maupun didalam kantor
 Procedure : menggunakan laptop dengan spesifikasi tinggi untuk design promosi dan
pengontrolan media sosial
 Who : harus mempunyai kriteria :
a. Pintar membuat design
b. Kreatif
c. Mampu berkomunikasi di public dan di media sosial
 How : memperbanyak inspirasi, membuat design sesuai perkembangan zaman
3. Manajer keuangan
 What : mengatur pemasukan dan pengeluaran perusahaan, merekap data setiap 1 bulan
 When : bekerja setiap akhir minggu untuk mendata keuangan
 Where : bekerja dalam ruangan
 Procedure : membutuhkan laptop untuk mendata keuangan dan membuat laporan
 Who : memerlukan kriteria
a. Jujur
b. Bertanggung jawab
c. Teliti
d. Cerdas
e. Hemat
f. Dapat mengoperasikan komputer (Word, Excel)
 How : merekap data keuangan perusahaan
4. Manajer SDM
 What : mengatur seleksi karyawan, meningkatkan motivasi kerja karyawan, bertanggung
jawab atas kerja karyawan, coordinator liburan karyawan
 When : setiap hari mulai pukul 06.00 WIB
 Where : didalam ruang kerja
 Procedure : laptop untuk mendata karyawan
 Who : memerlukan kriteria :
a. Islam
b. Jujur
c. Bertanggung jawab
 How : menjadwal kegiatan bersama (
5. Manajer Produksi
 What : merancang inovasi produk terbaru yang menyesuaikan dengan keadaan sekitar
 When : setiap hari sesuai jam kerja
 Where : di dalam ruangan kerja
 Procedure : melakukan kunjungan ke rumah makan masa kini untuk mendapatkan inspirasi
 Who :
a. Islam
b. Punya kreativitas tinggi
c. Bertanggung jawab
 How : memperbanyak pengetahuan dengan sering melakukan tujuan
BAB VI
ASPEK KEUANGAN

AKTIVA

AKTIVA
Sewa bangunan Rp.700.000/bulan
Mesin cuci (5) Rp. 2.000.000/item
Mesin pengering Rp.2.500.000
Rak kaca Rp.1.000.000
Meja kasir Rp. 500.000
Komputer kasir Rp.1.500.000
Sabun, detergen, pewangi Rp. 500.000
ac Rp. 2.000.000
Meja, kursi Rp. 500.000
Penggantung baju Rp.250.000
Plastik Rp.150.000
Total biaya Rp. 19.600.000

PASSIVA

PASSIVA
Kewajiban jangka panjang Rp.6.000.000
Total modal Rp. 25.000.000
Total passiva Rp. 31.000.000

o ASPEK KEBUTUHAN MODAL


-modal untuk aset tetap : Rp. 19.600.000
-modal untuk kegiatan praoperasional + peralatan =Rp.1.000.000+ 19.600.000
= Rp 20.600.000
-analisa kebutuhan modal kerja = Rp.31.000.000
- uang kas kecil = Rp.500.000
o ANALISA KEBUTUHAN BIASA USAHA
o – biaya tetap = bahan, listrik,air,bensin , pulsa
= +- Rp.2500.000/bulan
-produksi= Rp.500.000
-biaya overhead & ADM
-biaya pemasaran = promosi =+- Rp. 1000.000

o ANALISA RUGI LABA


-AKTIVA-PASIVA= Rp.19.600.000 -Rp.4.000.000
=laba akan tercapai dengan cara memaksimalkan penggunaan onset usaha dan
penghematandi segala aspek
BAB VII
ASPEK LINGKUNGAN
7.1 Rona Lingkungan Awal
7.1.1 Biotik
Penggunaan plastic bag yang tinggi oleh masyarakat dapat menimbulkan peningkatan yang pesat
dalam jumlah sampah plastik.
7.1.2 Abiotik
Daerah Genuk berlokasi di daerah pesisir Kota Semarang, itu menimbulkan air yang sedikit
berbau dan tidak layak untuk digunakan dalam kegiatan sehari hari.
Kurangnya drainase pada lingkungan sekitar, sehingga daerah sekitar mudah banjir ketika hujan
turun.
7.1.3 Masyarakat Sosial Budaya
Penggunaan plastic bag yang tinggi oleh masyarakat dapat menimbulkan peningkatan yang pesat
dalam jumlah sampah plastik.
7.2 Dampak Lingkungan
7.2.1 Biotik
Karena sisa air sabun dari proses pencucian yang teralirkan ke sungai sekitar genuk, maka dapat
mengganggu kehidupan biota yang hidup di sungai tersebut seperti banyak ikan mati dan juga
pertumbuhan tanaman sungai menjadi tidak terkendali.
7.2.2 Abiotik
Air menjadi tercemari dengan sisa air sabun dalam proses mencuci baju, dimana sisa air sabun
tersebut dapat membuat polusi air di daerah genuk semakin meningkat.
7.2.3 Masyarakat Sosial Budaya
Dengan mewajibkan penggunaan non-plastic bag, dan mengurangi penggunaan plastic, dapat
menciptakan penghematan dalam pembelian plastic bag dan menciptakan lingkungan yang lebih
sehat.
7.3 Rencana Penanggulangan Dampak
Dengan mewajibkan penggunaan non-plastic bag, dan mengurangi penggunaan plastic, dapat
menciptakan pengurangan penggunaan plastic.
Penanggulangan dampak karena air sabun yang teralirkan ke sungai, dilakukan dengan cara
membuat penampungan untuk limbah air sabun tersebut, lalu dinetralisir dahulu sebelum
dibuang ke sungai.
BAB VIII
ASPEK INTERNAL
8.1 Faktor Internal
8.1.1 Kekuatan
Bobot
Visi misi tujuan laundry bersi, rapi, wangi, cepat 0,9

Tata kelola (rapi, tepat, waktu) 1

Sumber daya insani (tenaga kerja) 0,5

Pemeliharaan alat 0,9

Pengembangan usaha 0,8

4,1

8.1.2 Kelemahan
Bobot
Visi misi tujuan laundry bersi, rapi, wangi, cepat 0,5

Tata kelola (rapi, tepat, waktu) 0,2

Sumber daya insani (tenaga kerja) 0,5

Pemeliharaan alat 0,3

Pengembangan usaha 0,4

1,9

8.1.3 Koordinat Analisis Internal


(Kekuatan – Kelemahan)/2 =
(4,1 – 1,9) = 2,2/2 = 1,1
8.2. Faktor Eksternal
8.2.1 Peluang
Bobot
Ekonomi hanya terjangkau 0,9

Social promosi ke masyarakat 0,8

Teknologi mesin cuci canggih dan sabun cuci wangi 0,8

Minat masyarakat tinggi 0,9

kompetitor 0,2

3,6

8.2.2 Ancaman
Bobot
Ekonomi, keuntungan karena persaingan lainnya 0,4

Social 0,3

Teknologi genset 0,4

Kompetitor 0,5

Minat masyarakat 0,2


1,8

8.3.3 Kordinat Analisis Eksternal


(Peluang – Ancaman)/2 =
(3,6 – 1,8) = 1,8/2 = 0,9
Peluang
8.3 Titik Koordinat
(0;3,6)

1,1 ; 0,9

Kelemahan Kekuatan
(1,9;0) (4,1;0)

Ancaman
(0;1,8)
BAB IX
ASPEK PERSAINGAN

INTERNAL
NO. FAKTOR BOBOT N N
1. Kekuatan 32,2
1.1. Visi dan misi
 Memiliki dukungan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang memadai 0.4 9 3.6
 Peningkatkan keuntungan bagi pemilik dan juga konsumen 0.3 8 2.4
 Menciptakan terobosan laundry baru 0.3 8 2.4

1.2. Tata kelola


 Struktur organisasi sudah mencakup pembagian tugas, wewenang
dan tanggung jawab 0.4 8 3.2
 Adanya keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing unit. 0.3 7 2.1
 Sistem kepemimpinan yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggungjawab 0.3 8 2.4
dan adil

Sumber daya insani


1.3.
 Karyawan berpendidikan dengan keahlian yang memumpuni
1 9 9
Pembiayaan, sarana prasarana dan system informasi
1.4.
 Modal dan kelola keuangan sudah baik
 Jaringan internet dan intranet sudah terpasang dengan kapasitas yang cukup
0.4 8 3.2
besar. 0.3 7 2.1
 Model Pengelolaan keuangan usaha sudah cukup baik. Ada perencanaan (plan),
pelaksanaan (do), pengawasan (check/monitoring) dan evaluasi 0.3 6 1.8

2. Kelemahan 19.5
2.1. Visi dan misi
 Mekanisme control terhadap upaya pencapaian visi dan misi serta tujuan belum
berjalan efektif 1 5 5

 Tata kelola Belum adanya laporan evaluasi diri secara kontinu pada setiap unit
1 4 4
Sumber daya insani
2.2.  System penerimaan karyawan belum terstandarisasi
1 4 4
Pembiayaan, sarana prasarana dan system informasi
2.3.  Penyusunan rencana program laundry kurang tertata dengan baik
 Kurang memperbanyak informasi tentang penjualan ke khalayak 0.5 6 3

0.5 7 3.5
EKSTERNAL

NO. FAKTOR BOBOT N N


1. Peluang 39
1.1. Ekonomi Mendapatkan sponsor berupa alat-alat untuk laundry 0.5 8 4

1.2. Social

 Pengakuan masyarakat terhadap adanya usaha yang kami dirikan 0.5 7 3.5
 Peningkatan sumber daya masyarakat dengan cara 0.5 6 3
memperkerjakan atau bekerja sama

1.3. Teknologi
 Alat produksi sesuai SNI 1 8 8
 Terbangunnya network bagi usaha laundry untuk meningkatkan kualitas dan 0.5 7 3.5
akses informasi

1.4. Competitor
 Era globalisasi membuka peluang usaha kami untuk terus 1 8 8
mengadakan inovasi baru

1.5. Minat masyarakat


 Tingginya peluang minat masyarakat utamanya mahasiswa untuk 1 9 9
menggunakan jasa kami 23.5

2. Ancaman

2.1. Ekonomi 1 6 6
 Masih terbatasnya modal dari pendiri usaha
2.2.
Teknologi
 Peningkatan standar teknologi seiring berjalannya waktu 0.5 5 2.5
2.3.  Perkembangan teknologi semakin pesat 0.5 5 2.5

Competitor
 Meningkatnya pesaing di bidang usaha yang sama 0.5 6 3
0.5 5 2.5

1 7 7
BAB X
KESIMPULAN DAN SARAN
10.1 Kesimpulan
Laundry PASIRING merupakan inovasi terbaru yang siap bersaing dengan laundry lain di Genuk,
dan siap untuk memenuhi permintaan setiap pelanggan dengan pelayanan yang terbaik.
10.2 Saran
Kritik dan saran dari pembaca akan kami terima sebagai bahan evaluasi kami