Anda di halaman 1dari 12

Rangkuman Strategi Pembelajaran di SD

MODUL 4
PROSEDUR PEMBELAJARAN

KEGIATAN BELAJAR 1
KEGIATAN PRA DAN AWAL PEMBELAJARAN

A. Kegiatan Prapembelajaran
Kegiatan prapembelajaran atau disebut juga kegiatan prainstruksional adalah
kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti
pelajaran dan biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau
materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap prapembelajaran diantaranya adalah
sebagai berikut :
1. Menciptakan Sikap dan Suasana Kelas yang Menarik
Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa
tegang, kaku, bahkan takut mengikuti pembelajaran. Guru juga perlu mempersiapkan dan
menata alat fasilitas kelas yang memudahkan siswa beraktivitas belajar dalam kelas serta
memberikan salam di awal pertemuan dan berdoa sebelum pelajaran dimulai.
2. Memeriksa Kehadiran Siswa
Dengan cara mengajukan pertanyaan kepada siswa yang hadir tentang siswa yang
tidak hadir dan alasan ketidakhadirannya.
3. Menciptakan Kesiapan Belajar Siswa
Kesiapan (readiness) belajar siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat
berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan dalam menciptakan kesiapan dan semangat
siswa dalam mengajar, diantaranya adalah:
a. Membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajar yang
diperlukan dalam kegiatan belajar.
b. Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
c. Menunjukan minat dan penuh semangat yang tinggi dalam mengajar.
d. Mengontrol (mengelola) seluruh aktivitas siswa mulai dari awal sampai akhir
pembelajaran.
e. Menggunakan berbagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat
siswa.
f. Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.
4. Menciptakan Suasana Belajar yang Demokratis
Guru harus membimbing siswa agar berani menjawab, berani bertanya, berani
berpendapat atau berani mengeluarkan ide-ide dan berani memperlihatkan unjuk kerja
(performance) serta harus selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan
kreativitas.

B. Kegiatan Awal Pembelajaran


Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam
memasuki kegiatan inti pembelajaran serta untuk membangkitkan motivasi dan perhatian
siswa dalam mengikuti pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas
tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan menunjukkan hubungan antara pengalaman
anak dan materi yang akan dipelajari.
1. Menimbulkan Motivasi dan Perhatian Siswa
Misalnya, dengan menyampaikan cerita yang menimbulkan pertanyaan, menunjukkan
gambar atau alat peraga.
2. Memberi Acuan
Memberi acuan diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan
singkat gambaran umum tentang hal-hal yang dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh
selama pembelajaran berlangsung diantaranya dengan cara :
a. Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang
dipelajari.
b. Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa.
3. Membuat kaitan
Membuat kaitan adlah salah satu cara untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa
terhadap materi yang akan dipelajari. Kegiatan membuat kaitan pada awal pembelajaran
biasanya dikenal dengan melakukan apersepsi.
Beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam membuat kaitan diantaranya :
a. Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
b. Menunjukkan manfaat materi yang dipelajari
c. Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan
dibahas.
4. Melaksanakan Tes Awal
Tes awal atau pre-test dilaksanakan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana
materi atau bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa dan digunakan
oleh guru untuk menentukan darimana pembahasan materi baru akan dimulai. Tes awal dapat
dilakukan dengan cara lisan yang ditujukan pada beberapa siswa yang dianggap representatif
(mewakili) seluruh siswa.
Beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru sejalan dengan tugasnya di sekolah,
khususnya dalam melaksanakan kegiatan awal pembelajaran diantaranya adalah guru
hendaknya :
a. Memahami latar belakang (termasuk kemampuan) siswa.
b. Dapat membangkitkan (menarik) perhatian siswa sehingga perhatian siswa terpusat pada
pelajaran yang diikutinya.
c. Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu.
d. Dapat menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehingga siswa merasakan adanya
suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
e. Memberikan penguatan pada siswa.
f. Menanamkan disiplin pada siswa.

KEGIATAN BELAJAR 2
KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN

Kegiatan inti pembelajaran memegang peranan penting dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum karena merupakan kegiatan yang utama
dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar (learning
experince) siswa.
Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan
pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu
tertentu.
Guru perlu mengupayakan bagaimana caranya supaya siswa dapat mengoptimalkan
kegiatan dalam belajar sehingga siswa tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan yang
merupakan dampak instruksional (langsung berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang
dirancang sesuai kurikulum) tetapi juga memiliki sikap positif terhadap bahan pelajaran
(sebagai dampak pengiring dari kegiatan pembelajaran).
Proses kegiatan inti pembelajaran akan menggambarkan penggunaan strategi dan
pendekatan belajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, karena pada hakikatnya
kegiatan inti pembelajaran merupakan implementasi strategi pendekatan belajar.
A. Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Klasikal
Kegiatan Pembelajaran Klasikal cenderung digunakan apabila dalam proses
pembelajarannya guru lebih banyak menyajikan materi (eksploratif) dan lebih menekankan
pada kegiatan pemberian informasi atau penjelasan materi yang belum dipahami siswa.
Keunggulannya adalah memberikan kemudahan bagi guru dalam mengorganisasi
materi pelajaran, karena bahan pelajaran tersebut seragam diberikan pada siswa dan dapat
digunakan apabila materi pelajaran lebih bersifat informatif atau fakta serta ditujukan untuk
memberikan informasi atau sebagai pengantar dalam proses pembelajaran.
Alternatif yang sering digunakan dalam pembelajaran klasikal adalah metode ceramah
dan tanya jawab bervariasi atau metode lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik materi
pelajaran.
Pembelajaran klasikal dapat dimanfaatkan untuk membentuk kemampuan siswa dalam
menyimak (mendengarkan) dan bertanya.
1. Prinsip-prinsip Pembelajaran Klasikal
a. Sistematis
Bahan pelajaran harus disajikan berurutan dan selalu berorientasi pada tujuan yang
telah ditetapkan, mulai dari yang mudah sampai pada yang sulit atau dari yang sifatnya
konkret sampai pada yang abstrak.
b. Perhatian dan aktivitas
Guru harus selalu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa secara menyeluruh
dalam kelas dan harus mampu membangkitkan perhatian siswa selama proses pembelajaran
berlangsung, juga perlu lebih banyak membimbing dan mengarahkan aktivitas siswa serta
memberikan stimulus-stimulus dalam pembelajaran sehingga siswa dapat melakukan
aktivitas dan merespons semua kegiatan yang dilakukan guru.
c. Guru Media pembelajaran
Keunggulan penggunaan media pembelajaran adalah dapat mengurangi verbalisme
siswa terhadap informasi yang diberikan oleh guru.
Pembelajaran yang dianggap efektif adalah pembelajaran yang berbasis kontekstual
artinya semua objek yang ada di lingkungan siswa yang dianggap sesuai dengan karakteristik
materi dan tujuan pembelajaran dapat digunakan guru menjadi media maupun sumber belajar
siswa.
d. Latihan atau penugasan
Guru perlu memberikan latihan atau tugas-tugas pada siswa tetapi tidak boleh
berlebihan karena latihan dan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan siswa, akan
menjadikan beban bagi siswa dan dapat menyebabkan siswa frustasi sehingga tujuan
pemberian latihan dan tugas tidak tercapai.
2. Kegiatan Inti dalam Pembelajaran Klasikal
Setelah melakasanakan pendahuluan, tahapan selanjutnya dalam kegiatan inti
pembelajaran klasikal adalah :
a. Menyajikan (presentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi.
b. Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa
terhadap bahan pelajaran dengan cara menghubungkan atau mengaitkan materi yang
sedang dipelajari dengan situasi nyata atau dengan bahan pelajaran yang lain atau
dengan bahan pelajaran yang menggambarkan sebab akibat.

Pada akhir pembelajaran klasikal, guru dapat meminta siswa untuk melakukan kegiatan
berikut.
a. Aplikasi bahan pelajaran yang telah dipelajari dengan cara tertulis atau lisan
misalnya siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal atau menjawab pertanyaan.
b. Menyimpulkan bahan pelajaran yang telah dipelajari. Kesimpulan ini sebaiknya dibuat
siswa di bawah bimbingan guru.

B. Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Kelompok


Pembelajaran kelompok merupakan suatu proses pembelajaran yang didesain dalam
bentuk kelompok dengan jumlah siswa 4 sampai 6 orang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
belajar. Dalam pembelajaran kelompok sangat memungkinkan siswa untuk mengumpulkan
informasi dan membangun pengetahuan secara bekerja sama. Pembelajaran kelompok sering
disebut dengan pembelajaran kooperatif (coopertif learning). Kegiatan belajar secara
kelompok perlu dikembangkan dalam pembelajaran agar siswa memiliki kemampuan sosial,
seperti kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bermusyawarah,
dan kemampuan berinteraksi yang dibentuk melalui kelompoknya.
Beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok, diantaranya
adalah diskusi, kerja kelompok, pemecahan masalah, inkuiri, diskaveri, simulasi, dan
penelitian sederhana (observasi).
1. Prinsip-prinsip Pembelajaran kelompok
a. Adanya topik dan permasalahan
Tujuan utama dalam pembelajaran kelompok sesuai dengan esensi pembelajaran
kooperatif yaitu membentuk siswa untuk memiliki kemampuan bekerja sama serta memiliki
sikap toleransi bertanggung jawab sehingga materi pelajarannya mengandung permasalahan
maupun proyek yang harus dipecahkan atau diselesaikan oleh siswa melalui kerja sama.
Tugas guru pada prinsipnya adalah mengarahkan/mengkondisikan kegiatan belajar
sehingga siswa mampu bekerja sama dalam memecahkan permasalahan atau mengkaji bahan
pelajaran atau dalam mengerjakan suatu tugas maupun proyek yang ditugaskan guru.
b. Pembentukan kelompok
Pembelajaran kelompok harus didasarkan pada pengelompokan siswa sesuai dengan
karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran.
c. Kerja sama
Kerja sama merupakan hal utama yang harus terjadi dalam pembelajaran kelompok
karena pembelajaran kelompok dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan siswa
bekerja sama, rasa solidaritas, rasa toleransi, dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang
harus dikerjakan dalam kelompok tersebut.
d. Perhatian
Guru harus memperhatikan siswa secara kelompok sekaligus memperhatikan siswa
sebagai individu dalam kelompok. Setiap perhatian yang diberikan oleh guru akan dapat
membangkitkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompoknya.
e. Motivasi
Guru harus memberikan motivasi dan bimbingan terhadap siswa secara individu dalam
kelompok. Motivasi belajar belajar siswa akan muncul apabila guru dapat memberikan
suasana belajar yang kondusif.
f. Sumber belajar dan fasilitas
Ketersediaan sumber belajar dan fasilitas yang diperlukan akan menunjang
keberhasilan pencapian tujuan pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, sumber belajar
dan fasilitas belajar harus diupayakan oleh pihak sekolah guna menunjang optimalisasi
belajar secara kelompok.
g. Latihan dan tugas
Untuk memperkuat hasil kerja atau hasil belajar kelompok, guru harus memberikan
tugas dan latihan-latihan pada semua siswa secara individu yang di organisasi secara efektif
dalam belajar kelompok.
2. Kegiatan Inti Dalam Pembelajaran Kelompok
Metode yang sering digunakan dalam pembelajaran kelompok diantaranya adalah
metode diskusi karena membina siswa untuk belajar secara sistematis berdasarkan pada
prosedur yang harus ditempuh.
Berikut ini contoh prosedur pembelajaran kelompok dengan metode diskusi :
a. Guru menyampaikan tujuan yang diharapkan dicapai dan topik pembelajaran yang akan
dibahas dalam kegiatan kelompok.
b. Guru mengelompokan siswa sesuai kriteria yang telah ditentukan dan memberikan
penjelasan pada siswa tentang tahapan belajar.
Setelah semua siswa memahami tugas dan kegiatan yang harus dilakukan dalam
kelompok, selanjutnya siswa melakukan diskusi sebagai kegiatan inti pembelajaran dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Merumuskan masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran.
2) Mengidentifikasi masalah atau sub-submasalah berdasarkan permasalahan yang telah
dirumuskan.
3) Analisis masalah berdasarkan sub-submasalah.
4) Menyusun laporan oleh masing-masing kelompok.
5) Presentasi kelompok atau melaporkan diskusi kelompok kecil pada seluruh kelompok
dilanjutkan diskusi kelas yang langsung dibimbing oleh guru.
6) Siswa di bawah bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan rumusan
masalah dan sub-submasalah.

C. Pembahasan Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Perseorangan


Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat membantu proses pembelajaran yang
mengarah pada optimalisasi kemampun siswa secara individu. Kegiatan pembelajaran
perseorangan ditujukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan.
Program pengayaan (enrichment) perlu diberikan pada siswa yang memiliki prestasi
atau kemampuan yang melebihi dari teman sekelasnya.
Kegiatan perbaikan (remedial) dilaksanakan untuk membantu siswa yang kurang
berhasil atau yang prestasi belajarnya di bawah rata-rata teman sekelasnya. Program
perbaikan juga disediakan untuk siswa yang ketinggalan pelajarannya karena tidak masuk
dengan alasan izin atau sakit.
Pembelajaran perseorangan pada umumnya lebih banyak diterapkan dalam pemberian
tugas dan atau latihan. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan
pengarahan tentang tahapan atau teknik yang harus ditempuh oleh siswa (kegiatan awal
pembelajaran), langkah selanjutnya (kegiatan inti pembelajaran) yang dilakukan guru adalah
sebagai berikut :
1) Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan atau yang
akan dilatihkan pada siswa.
2) Memberikan lembaran kerja atau tugas.
3) Memantau dan menilai kegiatan siswa
4) Memeriksa dan menilai tugas atau latihan yang telah dikerjakan oleh siswa serta
memberikan balikan terhadap pekerjaan siswa.
5) Membuat kesimpulan bersama-sama siswa tentang materi pelajaran yang telah
ditugaskan.

KEGIATAN BELAJAR 3
KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Akhir Pembelajaran
Kegiatan akhir pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup
pelajaran tetapi guru akan mengetahui kompetensi yang sudah dan yang belum dikuasai oleh
siswa. Kegiatan yang biasa dilakukan guru dalam kegiatan akhir pembelajaran adalah
memberikan tes, baik lisan maupun tulisan. Guru hendaknya melakukan kegiatan akhir
pembelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi yang
sudah dipelajarinya. Kegiatan tersebut berupa kegiatan meninjau kembali penguasaan siswa.
1. Meninjau Kembali Penguasaan Siswa
Meninjau kembali penguasaan siswa dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu merangkum
(menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi pelajaran.
Dalam membuat rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria:
a. Berorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.
b. Singkat, jelas dan bahasa (tulis/lisan) mudah dipahami.
c. Kesimpulan/rangkuman/ringkasan tidak keluar dari topik yang telah dibahas.
d. Dapat menggunakan waktu sesingkat mungkin.
Rangkuman/kesimpulan/ringkasan akan sangat berguna bagi siswa yang tidak memiliki
buku atau siswa yang lambat belajar karena mereka dapat mempelajarinya kembali.
2. Melaksanakan Penilaian
Kegiatan penilaian dalam proses pembelajaran merupakan kegiatan mutlak yang harus
dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran untuk mengetahui tercapai tidaknya kemampuan
yang diharapkan dikuasai siswa.
Guru dapat memberikan tes, atau meminta siswa untuk membuat ringkasan atau
kesimpulan dari materi yang telah dibahas.
Tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran disebut tes akhir (post-test) yaitu tes yang
ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

B. Kegiatan Tindak Lanjut Pembelajaran


Berdasarkan hasil kegiatan akhir, guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan
pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil tes, guru akan mengetahui ketercapaian
tujuan pembelajaran oleh siswa baik secara individual maupun kelas. Kegiatan tindak lanjut
pembelajaran dapat dilaksanakan di luar jam pelajaran, sesuai dengan alokasi waktu yang
tersedia. Pada prinsipnya, kegiatan tindak lanjut pembelajaran dilaksanakan untuk
mengoptimalkan hasil belajar siswa.
Berikut ini kegiatan tindak lanjut pembelajaran yang dapat dilakukan untuk
mengoptimalkan penguasaan siswa terhadap kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa.
1. Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah
Dalam memberikan tugas dan latihan guru perlu memperhatikan waktu yang tersedia
dan kemampuan yang dimiliki siswa.
Pemberian tugas tidak boleh melampaui batas kemampuan siswa, sebab memberikan
tugas yang berlebihan dapat membuat siswa frustasi, jenuh bahkan akan menurunkan
motivasi serta minat belajarnya.
Pemberian tugas pada siswa harus berdasarkan pada perencanaan yang efektif dan
terpadu, artinya setiap pemberian tugas harus berorientasi pada kompetensi yang harus
dicapai dan bermanfaat bagi siswa.
Tugas yang diberikan pada siswa harus bersifat fleksibel dan perlu diintegrasikan
(terpadu) dengan mata pelajaran yang lain.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam memberikan tugas kepada siswa yaitu
:
a. Guru hendaknya menentukan dan menjelaskan secara singkat tentang topik tugas yang
dikerjakan oleh siswa.
b. Guru perlu menjelaskan tentang tahapan tugas-tugas yang harus dikerjakan berdasarkan
lembaran tugas dan memberikan gambaran alternatif penyelesaian tugas tersebut.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang tugas yang belum
dipahaminya dan guru hendaknya menegaskan tentang kriteria dan batas waktu
penyelesaian tugas tersebut.
d. Guru menjelaskan tentang proses penyelesaian tugas, apakah tugas dapat dilaksanakan di
rumah atau di sekolah, sesuai dengan karakteristik tugas yang bersangkutan.
e. Siswa diminta untuk menyerahkan dan mengerjakan tugas sesuai dengan kriteria yang
telah ditentukan.
f. Guru harus memeriksa dan membahas setiap tugas yang diberikan.
2. Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh siswa
Ada 2 kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk membantu siswa
menguasai kompetensi yang belum dikuasainya yaitu :
a. Membahas kembali materi yang belum dikuasai siswa pada saat itu juga, apabila
waktunya tersedia.
b. Membahas kembali materi tersebut pada pertemuan berikutnya apabila membutuhkan
waktu yang relatif lama.
3. Membaca materi pelajaran tertentu
Memberikan tugas kepada siswa untuk membaca buku sumber pelajaran yang lain yang
membahas topik yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan kepada siswa yang belum
menguasai materi pelajaran dapat ditugaskan untuk membaca buku lain agar dapat
memahami materi yang dibahas, sementara siswa yang sudah menguasai kompetensi
ditugaskan membaca buku sumber lain untuk memperluas wawasan siswa terhadap topik
yang telah dipelajari.
4. Memberikan motivasi atau bimbingan belajar
Guru hendaknya memberikan bimbingan kepada siswa agar mereka mampu
memperbaiki kekurangannya dan dapat menjadi dorongan atau motivasi kepada siswa untuk
terus belajar.
Bimbingan tersebut dapat berupa arahan atau petunjuk yang jelas kepada siswa
sehingga tugas yang diberikan dapat dikerjakan secara optimal oleh siswa.
5. Mengemukakan tentang topik yang harus dibahas pada waktu yang akan datang
Cara ini perlu dilakukan untuk membimbing atau mengarahkan siswa dalam kegiatan
belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Diharapkan siswa akan mempelajari terlebih
dahulu di rumah materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya sebelum mengikuti
pelajaran di sekolah. Guru perlu memberikan alternatif kegiatan belajar secara sistematis
yang perlu dilakukan siswa di luar jam pelajaran. Diharapkan siswa akan mencari informasi
melalui media maupun sumber belajar lainnya untuk dibahas dalam pertemuan tersebut.

Setelah guru menganggap kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran selesai
dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan waktu yang direncakan maka langkah
selanjutnya guru harus menutup pelajaran. Apabila pelajaran berlangsung pada jam yang
paling akhir maka harus dibiasakan siswa menutup pelajaran dengan berdoa.
Kegiatan akhir pembelajaran dan tindak lanjut pembelajaran dilakukan untuk
meyakinkan guru terhadap penguasaan kompetensi oleh siswa dan upaya pemantapan
penguasaan kompetensi yang diharapkan. Kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran
harus dilaksanakan secara sistematis, efektif, efisien, dan fleksibel. Selain itu, kegiatan akhir
dan tindak lanjut pembelajaran harus merupakan rangkaian yang utuh dengan kegiatan
awal/pendahuluan dan kegiatan inti pembelajaran.
Rangkuman Strategi Pembelajaran di SD
MODUL 3 dan 4

Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah


Strategi Pembelajaran di SD (PDGK4205)
Tutor : Novi Resmini, Dra, M.Pd

Disusunoleh:

Nama : Irma Yanti


NIM : 835641887
Program Studi : S1 PGSD Masukan Sarjana
Pokjar / Kelas : Kota Bandung / A
Masa Registrasi : 2018.1

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH BANDUNG

UNIVERSITAS TERBUKA

2018