Anda di halaman 1dari 5

ROLE PLAY KONSEP PERKEMBANGAN KOMUNIKASI

TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH ( 5-11 TAHUN )

Dirumah Ir.Soekardjo terdapat pasien anak usia sekolah


umurnya 8 tahun dengan didampingi ibunya, di bernama Rosa, Rosa
sudah 3 hari di rawat diruang melati lantai 5, dia dirawat karena
keracunan makanan yang dibelinya saat di sekolah. pagi hari perawat
rifty bertugas untuk memberikan obat kepada pasien Rosa. sebelum
perawat rifty menemui pasien Rosa, terlebih dahulu dia izin ke Kepala
Bangsal.
Perawat Rifty : “Selamat pagi Pak ? “
Kepala Bangsal : “ Selamat pagi, silahkan duduk, ada apa ? “
Perawat Yelmis : “Begini Pak, menurut catatan rekam medik yang
ada, bahwa pasien Rosa yang dirawat diruang
Melati lantai 5 pagi ini jadwalnya untuk minum obat
dan saya akan membantunya minum obat.
Bagaimana Pak, apakah saya dizinkan ?”
Kepala Bangsal : “Baik, kalau begitu lakukan sesuai prosedur yang
ada”
Perawat Rifty : ”Baik Pak, terimakasih. kalau begitu saya permisi
dulu.”
Kepala Bangsal : “Iya silahkan”
Perawat Rifty menghampiri pasien Rosa diruang Melati lantai 5
dengan membawa obat.
Perawat Yelmis : “Rifty maaf saya tidak bisa menemani untuk
pemberian obat terhadap Nn.Rosa dikarenakn saya
harus ke Laboratorum untuk mengambil hasil lab
An.Thosino
Perawat Rifty : “Iya enggak apa-apa, saya bisa sendiri kok.”
Namun mengetahui bahwa Rosa akan disuapi obat, dia ketakutan
karena tidak suka dengan rasa pahit obat tersebut.
Perawat Rifty : “Assalamualaikum, selamat pagi Ibu “
Ibu Lela : “Waalaikumsalam neng”
Perawat Rifty : “Perkenalkan Bu nama saya perawat Rifty. Saya
bertugas dari jam 07.00 sampai jam 14.00 siang
nanti. Anak ibu namanya dek Rosa yah bu ?.
kebetulan hari ini saya yang akan merawat anak ibu.
Hari ni saya akan memberikan obat kepada anak ibu,
tujuannya supaya rasa nyeri pada perut anak ibu bisa
berkurang. nanti ibu bisa membantu saya supaya
anak ibu mau meninum obat . Bagaimana Bu,
apakan Ibu bersedia ? “
Ibu Lela : “Oh begitu yah neng, yasudah nanti saya akan
bantu supaya anak saya mau meminum obat. “
Perawat Rifty : “Baik Bu, sejauh ini bagaimana keadaan dek Rosa ,
Bu ? “
Ibu Lela : “ Ya beginilah neng, rewel disuruh minum obat ga
mau “
Rosa : “ enggak kok Kak, Rosa baik, Rosa sehat kok. “
Perawat Rifty : “ wah dek Rosa sudah sehat yah. biar dek Rosa
tambah sehat, dek Rosa minum obat ini dulu yah “
Rosa : “ apa itu teh, aku ga mau minum obat, obatnya
pait! “
Ibu Lela : “ Rosa nurut yah, biar Rosa cepet pulang ke rumah.
nanti bisa sekolah lagi.
Perawat Rifty : “ iya dek Rosa, pahitnya sebentar kok. Nanti kakak
beri tambah syrup deh biar pahitnya hilang. Dek
Rosa suka syrup kan?
Rosa : “Iya kak, Rosa suka syrup apalagi syrup
strawberry. Rosa mau minum syrupnya aja deh obat
nya nggak mau.
Perawat Rifty : “Harus sama obatnya, soalnya obat yang bakalan
membuat dek Rosa sembuh terus bisa cepat pulang
ke rumah dan main lagi sama teman-teman dek
Rosa.
Ibu Lela : “ Rosa mamah kan udah pernah bilang, Rosa harus
nurut apa yang dikatakan sama orang yang oleh tua
dari Rosa selagi itu baik. Oh ya kemarin temennya
Rosa nanyain Rosa ke mamah, dia mau ngajak
liburan minggu depan.”
Rosa : Beneran Mah?
Ibu Lela : “Iya bener, Minggu depan kan libur panjang.”
Perawat Rifty : “ Tuh kan kalau Rosa enggak cepet sembuh Rosa
enggak bisa liburan bareng sama temennya. Jadi
sekarang Rosa minum obat yah, iar cepat pulang.”
Rosa : “ Iya deh Kak, tapi syrupnya tambahin lebih
banyak ya! Janjikan!”
Perawat Rifty : “ Iya kakak janji. Rosa udah makan?”
Rosa : “ Emang minum obat harus makan dulu Kak?”
Perawat Rifty : “Biar perutnya nanti gak sakit”
Rosa : “Ohh..Rosa udah makan kok Kak.“
Ibu Lela : “Rosa, mamah gak pernah ngajarin Rosa bohong
kan?
Perawat Rifty : “Ayoo udah makan apa belum?”
Rosa : “hehehe..maaf mah,kak Rosa bohong. Sebenarnya
Rosa belum makan.”
Prawat Rifty : “Sekarang makan dulu ya, biar kakak suapin.”
Ibu Lela : “Tuh kakaknya udah baik, Rosa harus nurut.”
Perawat Rifty menyuapi Rosa makan dan setelah itu Perawat Rifty
menuangkan obat yang akan diminum pasien Rosa pada sendok yang
sudah disiapkan.
Perawat Rifty : “Sekarang udah terisi perutnya kan? Tinggal
minum obatnya.”
Rosa : “Mamah ambilin minumnya!”
Ibu Lela : “Iya ini mamah ambilin.”
Perawat Rifty : “Coba dek Rosa buka mulutnya! Aaaa..am...minum
dulu- minum dulu!”
Rosa : (merasa kepahitan) “hmmm pahit..”
Perawat Rifty : “ini sekarang minum syrupnya”
Perawat Rifty : “ Gimana? Kakak enggak bohong kan? Enggak
pahit kan?
Rosa : “Iya kak, makasi ya..”
Setelah pemberian obat selesai, Perawat Rifty pamit kepada Ibu Lela
dan pasien Rosa
ibu lela : “ makasih ya neng.neng sudah membantu anak
saya minum obat. dari kemarin dia nangis terus,
perutnya kesakitan. alhamdulillah setelah dibantu
neng, dia nurut minum obat”
Perawat Rifty : “ iya bu samasama. ini sudah menjadi tgas saya
untuk membantu dek Rosa mium obat, saya juga
senengg bisa membantunya. dek Rosa cepet semuh
ya, biar bisa masuk sekolah lagu, main sama temen
temen dek Rosa lagi “
Rosa : “ iya teh “
Perwat Rifty : “kalau begitu saya permisi dulu yah bu, nanti jam
12.00 saya akan kesini lagi untuk melihat keadaan
dek Rosaselanjutnya, sekaligus menghantarkan
makanan untuk dek Rosa. semisal ibu perlu bantuan
saya lagi sebelum jam 12.00, ibu bisa memencet
tombol yang ada di samping tempat tidur dek Rosa
atau ibu ibisa menemui saya di ruang keperawtan
yah bu, assalamualaikum“
Ibu Lela : “ waalaikumssalam “