Anda di halaman 1dari 7

Surveilans Kusta di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur Tahun 2012

Kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh

Mycobacterium Leprae yang terutama menyerang saraf tepi, kulit dan organ tubuh

lain kecuali susunan saraf pusat.

Berdasarkan data profil kesehatan DEPKES RItahun 2011, Jawa Timur

menempati urutan pertama dalam jumlah penderita kusta baru. Di mana jumlah

penderita PB dan MB kusta mencapai 5.284 kasus.

Untuk Kabupaten Situbondo penderita kusta baru semakin meningkat setiap

tahunnya. Pada tahun 2008 jumlah ada 128 kasus kusta baru, pada tahun 2009

terdapat 152 kasus kusta baru, tahun 2010 terdapat 2011 kasus kusta baru, pada

tahun 2011 terdapat 257 kasus kusta baru, pada tahun 2012 terdapat 284 kasus

kusta baru, Kejadian ini diperparah dengan angka prevalensi sekitar 4,43 per

10.000 penduduk pada tahun 2012. Itu artinya Kabupaten Situbondo termasuk

daerah dengan prevalensi tinggi. Tujuan surveilans epidemiologi penyakit kusta

adalah untuk memberantas penyakit kusta di wilayah tersebut.

Surveilans epidemiologi kusta dilakukan di Kabupaten Situbondo pada tahun

2008-2012.

1. Pengumpulan data

Data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo

laporan copy register kohort PB dan MB, register stok obat MDT yang

berasal dari puskesmas. Data tersebut meliputi nama penderita, alamat,

status (baru atau lama), umur, sex, keadaan cacat, pemeriksaan kontak,

tanggal pengambilan obat, cara penemuan.


Data tersebut ditemukan pada register kohort PB dan MB, ada juga

register stok obat yang memberikan informasi tentang stok obat di

Puskesmas. Dalam pengumpulan data sering dijumpai kekuranglengkapan

data yang berasal dari Puskesmas yakni nama ibu kandung, tingkat cacat

dan tanggal pengambilan obat.

Sumber data surveilans kusta di Dinkes Kabupaten Situbondo hanya

berasal dari 17 Puskesmas yang berada di Kabupaten Situbondo. Sedangkan

untuk Puskesmas, sumber datanya telah meliputi polindes, bidan desa, dan

laporan masyarakat

Metode pengumpulan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo

dilakukan secara aktif dan pasif. Metode pasif dilakukan dengan cara

menunggu laporan program kusta dari seluruh puskesmas. Sedangkan

pengumpulan secara aktif dilakukan dengan menelepon langsung pemegang

program kusta di Puskesmas yang belum mengumpulkan laporan atau

laporannya masih kurang lengkap

Frekuensi pengumpulan data dilakukan setiap triwulan oleh Dinas

Kesehatan Kabupaten Situbondo. Data tersebut meliputi register kohort

penderita kusta tipe PB atau MB dan register stok obat MDT. Deadline

pengumpulan data dari puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten

Situbondo adalah setiap tanggal 10 awal triwulan berikutnya.


Tabel 1. Sarana penunjang P2 Kusta Tahun 2012

Sarana Jumlah

Alat Komunikasi 2

Kepustakaan Tentang Kusta 3

Buku Pedoman Pelaksanaan Surveilans 1

Epidemiologi dan Aplikasi Komputer

Formulir Pengumpulan data` 1 Paket

Komputer/Laptop 2

Kendaraan Roda 2 2

1. Jenis data

Sumber data yang digunakan diperoleh dari data yang termasuk dalam jenis

data sekunder. Kemudian data diperoleh tersebut diolah menjadi informasi sesuai

yang dibutuhkan. Data tersebut diperoleh dari data yang dimiliki oleh Dinas

Kesehatan Kabupaten Situbondo tahun 2008-2012. Data yang dikumpulkan oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo berupa laporan copy register kohort PB

dan MB, register stok obat MDT yang berasal dari puskesmas.

2. Kompilasi data

Pada surveilans yang dilakukan, pengolahan dan penyajian data

dilakukan dengan cara komputerisasi. Proses interpretasi yang dilakukan

antara lain, perbandingan angka kejadian penyakit dengan indikator

program. Interpretasi data dilakukan untuk proporsi penderita tipe PB dan

MB, Prevalensi Rate, CDR, RFT, Proporsi cacat tingkat II, proporsi

penderita anak, proporsi perempuan.


Informasi epidemiologi yang dihasilkan kemudian akan di disimpan dalam

file dokumen dan juga file komputer.

3. Analisis data

Dalam melakukan analisis data, Dinas kesehatan Situbondo

menggunakan indikator Prevalensi Rate, Case Detection Rate, Proporsi

penderita anak, proporsi cacat tingkat 2, proporsi wanita, RFT PB dan MB.

Analisis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Situbondo adalah

analisis perbandingan situasi penyakit kusta dengan tahun sebelumnya dan

analisis cakupan pencapaian indikator program kusta. Analisis juga

dilakukan menurut variabel orang, waktu, tempat.

4. Jenis informasi

Jenis informasi yang diperoleh adalah informasi data pasif berupa

perbandingan situasi penyakit kusta dengan tahun sebelumnya dan analisis

cakupan pencapaian indikator program kusta. Metode pasif dilakukan

dengan cara menunggu laporan program kusta dari seluruh puskesmas.

Selain informasi pasif, data juga diperoleh secara aktif yang dilakukan

dengan menelepon langsung pemegang program kusta di Puskesmas yang

belum mengumpulkan laporan atau laporannya masih kurang lengkap.

5. Rekomendasi

1. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo

Sarana prasarana perangkat lunak seperti komputer beserta program-

program yang digunakan dalam pengolahan data, serta jaringan internet

telah tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, namun pada setiap


puskesmas belum diketahui ketersediaan sarana penunjang tersebut.

Sebaiknya disediakan sarana penunjang tersebut di setiap puskesmas untuk

memudahkan pelaporan data, khususnya data mengenai surveilans

epidemiologi di Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo.

Perlu melakukan penganggaran pengadaan laboratorium untuk

pemeriksaan bakteriologis kusta dengan petugas laboratorium yang

ahli/terampil.

2. Bagi Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota/ Kabupaten

Diharapkan agar lebih aktif melaporkan hasil kegiatan surveilans

Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo supaya cepat mendapatkan

(feed back) tindak lanjut hasil laporan.

6. Laporan surveilans

Case Detection Rate penyakit kusta di Kabupaten Situbondo

mengalami peningkatan dari tahun 2008 hingga 2012. Pada tahun 2008

angka penemuan kasus baru per 100.000 penduduk adalah 26,2, kemudian

mengalami peningkatan pada tahun 2009–2012. Pada tahun 2009 CDRnya

28,4, tahun 2010 31,24 dan menjadi 38,62 pada tahun 2011. Pada tahun

2012 angka penemuan kasus baru naik menjadi 43,25 per 100.000

penduduk. Demikian pula dengan prevalensi penyakit kusta per 10.000

penduduk di Kabupaten Situbondo cenderung meningkat dari tahun 2008–

2012. Pada tahun 2008 prevalensi rate kusta adalah 2,24, kemudian naik

pada tahun 2009 menjadi 2,35, dan tetap mengalami peningkatan pada tahun

2010 dan 2011 menjadi 2,56 dan 3,6. Pada tahun 2012 naik menjadi 4,43.
Dua indikator tersebut telah dapat menunjukkan bahwa kusta masih menjadi

masalah kesehatan masyarakat di Situbondo.


7. Umpan balik surveilans

Umpan balik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten

Situbondo dalam surveilans kusta adalah dengan menerapkan 2 model

menyembuhkan penyakit kusta antara lain penyuluhan dan Dinas

Kesehatan Kabupaten Situbondo membentuk komunitas, melalui

komunitas ini penderita kusta bisa bertukar informasi dan bersedia

mengikuti pengobatan medis

Tulis juga daftar pustaka yang anda gunakan dalam mengerjakan tugas ini. Tugas

dikerjakan secara kelompok.