Anda di halaman 1dari 6

1.

a. Dik : P1 = 4000 Q1 = 1950


P2 = 6000 Q2 = 1550

Dit : P (Permintaan)?

Jawab :
𝑃−𝑃1 𝑄− 𝑄1
𝑃2−𝑃1
= 𝑄2−𝑄1

𝑃 − 4000 𝑄 − 1950
=
6000 − 4000 1550 − 1950

−400𝑃 + 1600000 = 2000𝑄 − 3900000

−400𝑃 = 2000𝑄 − 3900000 − 1600000

1
𝑃= 𝑋(2000𝑄 − 5500000)
−400

𝑃 = −5𝑄 + 13750

Maka fungsi Permintaan Produk 𝑃𝑑 = −5𝑄 + 13750

b. Dik : Q = 100

Dit : P (tingkat harga yang konsumen mau membeli)?

Jawab :

𝑃𝑑 = −5𝑄 + 13750
𝑃𝑑 = −5(100) + 13750
𝑃𝑑 = 13250

Maka tingkat harga yang konsumen masih mau beli 100 unit adalah Rp 13.250,00.-

c. Dik : Pd = -5Q + 13750


Q=0

Dit : P ( tingkat harga yang konsumen tidak mau membeli)?


Jawab :

𝑃 = −5𝑄 + 13750

𝑃 = −5(0) + 13750

𝑃 = 13750

Maka tingkat harga yang konsumen tidak mau beli adalah 13750

d. - Fungsi Penawaran Sebelum Pajak


Dik : 𝑃1 = 4000 𝑄1 = 650
∆𝑃 = 1000 ∆𝑄 = 400

Dit : Ps (Fungsi Penawaran sebelum pajak)?


Jawab :
∆𝑃 1000
𝑚 = ∆𝑄 = 200
= 2.5
(𝑃 − 𝑃1) = 𝑚(𝑄 − 𝑄1)
𝑃 − 4000 = 2.5(𝑄 − 650)
𝑃 = 2.5𝑄 − 3250 + 4000
𝑃 = 2.5𝑄 + 750

Jadi fungsi penawaran sebelum pajak adalah 𝑃𝑠 = 2.5𝑄 + 750

- Fungsi Penawaran Setelah Pajak


Dik : 𝑡 = 1000

Dit : Pst (Fungsi penawaran setelah pajak)?


Jawab :

𝑃𝑠𝑡 = 2.5𝑄 + 750 + 𝑡


𝑃𝑠𝑡 = 2.5𝑄 + 750 + 1000
𝑃𝑠𝑡 = 2.5𝑄 + 1750

e. Tingkat harga produsen yang tidak mau menjual barangnya, ketika harga Rp 750 maka
jumlah barang yang di tawarkan Q =0. Berdasarkan, Fungsi Penawaran :
Jawab :
𝑃𝑠 = 2.5𝑄 + 750
𝑃𝑠 = 2.5(0) + 750
𝑃𝑠 = 750
f. - Keseimbangan Pasar sebelum pajak
Dik : 𝑃𝑑 = −5𝑄 + 13750 𝑃 = 4000
𝑃𝑠 = 2.5𝑄 + 750

Dit : ME ?
Jawab :
𝑃𝑑 = 𝑃𝑠
-5𝑄 + 13750 = 2.5𝑄 + 750
13750 − 750 = 2.5𝑄 + 5𝑄
13000 = 2.5𝑄
13000
=𝑄
2.5
5200 = 𝑄

𝑀𝐸 = 𝑄, 𝑃
𝑀𝐸 = (5200, 4000)

Maka titik keseimbangan pasar sebelumpajak adalah ketika P (harga) Rp 4000


dan jumlah Q (Quantiti barang) 600 unit.

- Keseimbangan pasar setelah pajak


Dik : 𝑃𝑑 = −5𝑄 + 13750 𝑃𝑡 = 00
𝑃𝑠𝑡 = 2.5𝑄 + 1750
Dit : ME ?

Jawab :
𝑃𝑑 = 𝑃𝑠𝑡
-5𝑄 + 13750 = 2.5𝑄 + 1750
13750 − 1750 = 2.5𝑄 + 5𝑄
12000 = 2.5𝑄
12000
=𝑄
2.5
4800 = 𝑄

𝑀𝐸 = 𝑄, 𝑃
𝑀𝐸 = (4800, 5000)

Maka titik keseimbangan pasar sebelumpajak adalah ketika P (harga) Rp 5000


dan jumlah Q (Quantiti barang) 4800 unit.

g. Total penerimaan pajak total oleh pemerintah adalah perkalian tarif pajak per unit dengan
jumlah keseimbangan setelah pajak

Rp 1000 x 4800 = Rp 4.800.000


h. Total pajak per unit yang ditanggung konsumen sebesar selisih harga keseimbangan
setelah pajak dengan harga keseimbangan sebelum pajak yaitu

Rp 5000 − Rp 4000 = Rp 1000 per unit

i. Besar pajak per unit yang ditanggung produsen sebesar selisih tarif pajak per unit yang
dikenakan dengan besar pajak per unit yang ditanggung konsumen yaitu Rp 1000 - Rp
800 = Rp 200 per unit

Keseimbangan pasar sebelum pajak (ME)


P = 4000 Q = 5200

Keseimbangan pasar setelah pajak (MEt)


Pt = 5000 Qt = 4000

Maka grafiknya yaitu :

MET

ME

2. a. Break Even : TR = TC
Untung : TR > TC
Rugi : TR < TC

TR : Total Revenue
TC : Total Cost
TR = P x Q

P : Price / Harga Per Unit


Q : Jumlah Unit
TC = FC + AVC.Q
FC : Fixed Cost
AVC : Average Variable Cost
Q : Jumlah Unit

TR = TC → BEP (Break Even Point)


Jika Q = 500 unit
Px500 = FC + AVC.Q

Untuk mencari FC yaitu:


FC = Gaji Karyawan Per Bulan + Sewa Gedung Per Bulan
FC = Rp 220.000.000 + Rp 80.000.000
FC = Rp 300.000.000

AVC = Rp 150.000 + Rp 250.000 + Rp 13.000.000


AVC = Rp 13.400.000

Sehingga
P x 500 = 300.000.000 + 13.400.000 x 500
P x 500 = 300.000.000 + 6,7 milyar
P x 500 = 7 milyar
P = 7 milyar/500 = Rp 14.000.000

b. TR = P x Q
TR = 17.900.000 Q
TC = FC + AV.Q
TC = 300.000.000 + 13.400.000 Q
VC = 13.400.000 Q

TR = TC
17.900.000 Q = 300.000.000 + 13.400.000 Q
4.500.000 Q = 300.000.000
Q = 300.000.000/4.500.000 = 67 unit

TR / TC
TR = 17.900,000 Q
BEP
TC = 300.000.000 + 13.400.000 Q

300.000.000 FC = 300.000.000

VC = 13.400.000 Q

67 unit

c. Untung = TR > TC

TR – TC = 1,5 milyar

17.900.000 Q – (300.000.000 + 13.400.000 Q) = 1,5 milyar

17.900.000 Q – 13.400.000 Q = 1,5 milyar + 300.000.000

4.500.000 Q = 1,8 milyar

Q = 1,8 milyar/4.500.000 = 400 unit