Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU RANGKUMAN MATERI KULIAH

RISET AKUNTANSI KEPERILAKUAN


“AKUNTANSI KEPERILAKUAN DALAM RETROSPEK DAN PROSPEK”

Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Sutrisno T., SE., M.Si., Ak, CA

Disusun Oleh:
HAISYAH

NIM. 176020310011012

JOINT PROGRAM REGULER II A

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2018
BAB I
PENDAHULUAN

Akuntansi telah diakui sebagai fenomena yang membentuk dan berfungsi


sebagai konsekuensi interpenden dari konteks dimana akuntansi beroperasi. Dari
perspektif ekonomi, peranan dan fungsi akuntansi sekarang berdampak penting pada
organisasi pemerintahan dan operasi pasar keuangan. Dengan cara yang sama, dari
perspektif keperilakuan dan organisasi, akuntansi sekarang diakui sebagai praktek
yang konsekuensinya dimediasi oleh konteks social dan manusia dimana akuntansi
beroperasi dan cara akuntansi bersinggungan dengan fenomena social dan organisasi
lainnya.
Munculnya ketertarikan terhadap ekonomi dan keperilakuan serta fungsi
akuntansi organisasional membutuhkan pengeseran radikal dalam konsepsi yang
merupakan tugas dari riset akuntansi dan akuntansi. Daripada menggunakan
akuntansi, untuk akuntansi semata, pengembangan perspektif tersebut membutuhkan
sebuah pandangan yang problematis tentang masalah akuntansi.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Bidang yang Kompleks, Kaya dan Terus Bergerak


Dalam meninjau literature akuntansi secara sistematis dan hati-hati, Birnberg
dan Shields menggambarkan area riset yang begitu kaya. Lima aliran riset akuntansi
keperilakuan (1989) tersebut adalah :
a. Pengendalian manajemen (management control)
b. Pemrosesan informasi akuntansi (accounting information processing)
c. Desain system informasi (information system design)
d. Riset audit (audit research)
e. Sosiologi organizational (organizational sociology)

Walaupun tidak diragukan lagi bahwa riset tersebut diatas terlalu berbeda dalam
hal kualitas, Birnberg dan Shields membenarkan penekanan terhadap sifat
observasional dari perbandingan dan variasi keperilakuan, serta peningkatan sifat
orientasi teoritis dalam proses riset tersebut. Dalam banyak area masih tidak ada
tingkat kesadaran teoritis yang memadai. Dengan demikian, riset yang dilakukan
masih jauh dari kemampuan memberikan dasar interpretasi yang menarik dan
bermanfaat guna memahami dan mengubah akuntansi dalam aksi.
Dalam konteks manajemen akuntansi atau auditing ada tingkat individu,
sekarang kita berada dalam posisi untuk memahami dan memanfaatkan komentar
tentang fungsi sistem informasi akuntansi. Fenomena seperti penganggaran,
penetapan standard an interpretasi informasi akuntansi manajemen dipahami secara
integratif dengan konteks manusia dan organisasional dimana mereka berada.

2. Sudut Pandang dari Luar


Berbeda dengan Birnberg dan Shields, Burghstahler dan Sundem menunjukkan
perbedaan yang besar (sudut pandang non-akuntansi). Riset akuntansi keperilakuan
menurut mereka telah diperhatikan di masa lalu oleh anggota komunitas social
berbeda. Tugas yang diambil oleh Burghstahler dan Sundem adalah sulit. Kekayaan
dan kompleksitas dari bidang yang muncul menciptakan kesulitan besar bagi pihak
luar (outsider). Hal ini membutuhkan investasi waktu yang besar untuk memahami
aliran proses riset, strategi, kumulatif yang diadopsi, cara bidang tersebut distruktur
dan di karakteristikkan, serta implikasi penuh dari keragaman perspektif konseptual
yang digunkan.
Survey atas seluruh bidang riset yang berorientasi ekonomi dalam akuntansi
mulai dari teori biay dan laba yang menekankan pada studi pasar modal yang efesien,
teori agensi, ekonomi informasi dan organisasi dan seterusnya akan menjadi tugas
yang cukup berat bagi peneliti organisasional atau keperilakuan.
Secara eksplisit, Burghstahler dan Sundem menyatakan pendekatan mereka
terhadap tinjauan didasarkan pada perspektif pandagan ekonomi informasi dunia,
yang merupakan salah satu dari rentang perspektif ekonomi yang mungkin. Hal ini
sama seperti peneliti keperilakuan lain yang menggunakan sosiologi ekonomi untuk
memahami masalah yang melekat pada rasionalitas ekonomi implisit dalam riset
ekonomi yang berorientasi pada penelitian akuntansi dan sejarah intelektual yang
didasarkan pada konsep perilaku dalam dunia social-politik dan lingkungan ekonomi.

3. Mengerakkan Agenda Riset ke Depan


Komentar pribadi Caplan tentang kemunculan akuntans keperilakuan
memberikan beberapa pemahaman lebih lanjut tentang kekuatan mobilisasi
perkembangan dari area tersebut dan apa yang dicapai sekarang. Bukan hanya
pengaruh tekanan peranan yang dimainkan oleh restrukturisasi intelektual bisnis
Amerika terhadap pendidikan dan riset, melainkan juga kemunculan studi akuntansi
keperilakuan yang perlu dipandang dalam konteks kemunculan ketertarikan
organisasional terhadap ilmu pengetahuan social dan keperilakuan.
Kita kembali pada analisis kondisi (state of the art) saat ini. Caplan
menawarkan sebuah pandangan yang lebih berhati-hati dibandingkan dengan
pandangan Burghstahler dan Sundem walaupun ia merupakan orang dalam (insider)
dibidang akuntansi keperilakuan. Menurut Caplan, akuntansi keperilakuan
memberikan penekanan yang adil terhadap pemahaman sempit, dikendalikan metode
dan cepat melakukan studi yang sebagian tampaknya dihasilkan oleh budaya
akademis Amerika. Seperti di sampaikan oleh Burghstahler dan Sundem serta
ditinjau oleh Lord, kemajuan dalam satu bidang lebih sering ditentukan oelh sejumlah
kecil studi inovatif. Sama seperti lainnya, area akuntansi keperilakuan cenderung
mencerminkan pembelajaran, proses kumulatif riset dan interdependensi sehat dengan
disiplin ilmu lain dalam ilmu pengetahuan manusia.
Perluasan domain penyelidikan organissional dan keperilakuan tersebut
bukannya mudah dan tidak problematis. Seperti disampaikan oleh Caplan, studi kasus
dan barangkali tempat serupa untuk penyelidikan lebih kompleks tidak hanya
membutuhkan keahlian baru tetapi juga keahlian yang besar dalam mengidentifikasi
konsep keperilakuan yang tepat dan mengaplikasikan konsep ini pada situasi yang
spesifik.

4. Pasang Surut Aliran Kemajuan


Tinjauan Lord tentang perkembangan pemikiran keperilakuan dalam akuntansi
memperkuat dari banyak temuan dari riset lain. Meskipun demikian, pendekatan
khusus ini juga menghasilkan observasi tentang cara bidang tersebut dapat bermanfaat
bagi pengembangan berikutnya. Hal yang menarik adalh kualitas dan keaslian riset
organisasional dan keperilakuan kejalur kemajuan kumulatif.
Sebaliknya, tinjauan Lord bermanfaat untuk menyampaikan pertimbangan
tentang skla pengembangan kom[aratif dan studi yang beriorentasi akuntansi di
Amerika Serikat, khususnya yang mencerminkan pendekatan pemrosesan informasi
manusia dan kognitif. Lord juga menekankan cara riset akuntansi keperilakuan
muncul dalam konteks peningkatan ketertarikan yang lebih umum terhadap peranan
akuntansi dalam pengambilan keputusan.
Hal yang tidak signifikan dalam riset kuntansi keperilakuan adalah observasi
Lord tentang peranan signifikan yang dimainkan oleh struktur institusional dunia
akademis akuntansi. Dia menekankan pentingnya pengembangan riset pemrosesan
informasi manusia yang pada awalnya diterima oleh Journal of Accounting Research
dan dimaukkan dalam konferensi riset empiris Chicago yang sangat berpengaruh.
Baik Lord, Burghstahler maupun Sundem mengomentari signifikansi intelektual dan
konferensi sebagai kunci untuk area pengembangan lebih luas.

5. Kesimpulan
Becker merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah akuntansi
keperilakuan pada 1967. Kehadiran jurnal spesialis baru benar-benar sesuai untuk
merayakan kelahiran bidang baru ini. Selama masa intervensi berthun-tahun, banyak
kemajuan yang dicapai daripada yang disadari. Meskipun demikian, tidak ada alasan
untuk berpuas diri. Kesulitan dan masalah, sebagaimana halnya tantangan, tetap
banyak dan sangat signifikan. Dalam menghadapi masa depan, riset dalam area ini,
perlu terus belajar dari pengalaman masa lalu, diperbaiki dan didasarkan pada
pemahaman terhadap kemungkinan baru untuk memperkaya apresiasi kita tentang
bagaimana akuntansi berfungsi dalam konteks organisasional dan keperilakuan.
Ketika riset organisasional dan keperilakuan bergerak kearah mayoritas
selama bertahun-tahun, hal ini bukan hanya akan terus memperbaiki keahlian dan
perspektif yang dikembangkan selama bertahun-tahun, melainkan juga mengadopsi
pendirian intelektual yang lebih matang dan penuh percaya diri dalam proses tersebut.
Hopwood mengatakan keduanya sama-sama memungkinkan dan dapat diharapkan.