Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

PENGERTIAN DAN FUNGSI SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

OLEH :

KELOMPOK 1

DWI JAKA PRANATA (5162331002)

FITRI ARIYATI NST (5163331010)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan
karunia-Nya sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini untuk memenuhi
tugas rutin pada mata kuliah Sistem Distribusi Tenaga Listrik dengan judul “Pengertian
dan Fungsi Sistem Distribusi” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca.
Harapan Kami semoga makalah ini membantu menambah ilmu pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembacanya, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepanmya dapat menjadi lebih baik lagi.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang Kami miliki
sangat kurang. Oleh Karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Medan, Februari 2018

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................... 2
A. Sistem Distribusi Tenaga Listrik ................................................................................. 2
B. Sistem Pendistribusian Tenaga Listrik ........................................................................ 4
C. Persyaratan Sistem Distribusi Tenaga Listrik ............................................................. 5
BAB III PENUTUP ................................................................................................................... 7
A. Kesimpulan.................................................................................................................. 7
B. Saran ............................................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sistim kelistrikan adalah kondisi dari
konstruksi pada Jaringan Pendistribusian tenaga listrik yang meliputi Jaringan Tegangan
Tinggi (JTT) ,Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Gardu Distribusi, Jaringan Tegangan
Rendah (JTR) dan Sambungan Tenaga Lisrik (Rumah/Pelayanan).
Pada pendistribusian tenaga listrik sampai ke pengguna tenaga listrik di suatu kawasan,
penggunaan sistem Jaringan Tegangan Tinggi & Tegangan Menengah adalah sebagai upaya
utama untuk menghindarkan rugi-rugi penyaluran (losses) dengan kualitas persyaratan
tegangan yang harus dipenuhi.
Dalam kesempatan ini kelompok kami ingin menjabarkan mengenai Pengertian dan
Fungsi dari Sistem Distribusi Tenaga Listrik mulai dari pembangkitan sampai kepada
konsumen.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan fungsi sistem distribusi tenaga listrik?


2. Apa saja klasifikasi Sistem Distribusi Tenaga Listrik?

C. Tujuan Penulisan

1. Mahasiswa mengetahui pengertian dan fungsi Sistem Distribusi Tenaga Litrik


2. Mahasiswa mengetahui klasifikasi saluran Sistem Distribusi Tenaga Listrik.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Sistem Distribusi merupakan bagian darisistem tenaga listrik. Sistem distribusiini


berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source)
sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah:
1. pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan)
2. merupakan sub sistem tenaga listrikyang langsung berhubungan dengan pelanggan,
karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan
distribusi.

Secara umum sistem tenaga listrik tersusun atas tiga subsistem pokok, yaitu :
1. Subsistem pembangkit
2. Subsistem transmisi
3. Subsistem distribusi

Subsistem pembangkit merupakan sistem yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga


listrik. Tenaga listrik yang dibangkitkan kemudian ditransmisikan dalam daya yang besar
oleh sistem transmisi ke gardu induk transmisi (GI). Dari GI transmisi tenaga listrik
disubtransmisikan ke GI distribusi, kemudian didistribusikan kepada pelanggan secara
langsung dan ke gardu-gardu distribusi untuk keperluan pelanggan dengan daya dan tegangan
rendah.
Sistem distribusi tenaga listrik merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem
distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (bulk
power source) sampai ke konsumen. Jadi, fungsi sistem distribusi tenaga listrik adalah untuk
pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat konsumen. Selain itu, juga
merupakan subsistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena
catu daya pada pusat -pusat beban (konsumen) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.
Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari 11 kV
sampai 24 kV dinaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan trafo penaik tegangan menjadi
70 kV ,154 kV, 220 kV atau 500 kV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi. Tujuan
menaikkan tegangan ialah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi,
dimana kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir dan resistansi

2
pada saluran (I2R). Dengan daya yang sama bila nilai tegangannya diperbesar, maka arus
yang mengalir semakin kecil sehingga kerugian daya juga akan kecil pula.
Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan lagi menjadi 20 kV dengan transformator
penurun tegangan pada gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut
penyaluran tenaga listrik dilakukan oleh saluran distribusi primer. Dari saluran distribusi
primer inilah gardu-gardu distribusi mengambil tegangan untuk diturunkan tegangannya
dengan trafo distribusi menjadi sistem tegangan rendah, yaitu 220/380 Volt. Selanjutnya
disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke konsumen-konsumen. Dengan ini jelas bahwa
sistem distribusi merupakan bagian yang penting dalam sistem tenaga listrik secara
keseluruhan.

Secara umum Sistem Pendistribusian dapat dibagi menjadi :


1. Jaringan subtransmisi
Jaringan subtransmisi berfungsi menyalurkan daya listrik dari sumber daya besar menuju
ke gardu induk (GI) yang terletak di daerah beban. Jaringan subtransmisi biasanya
menggunakan tegangan tinggi dalam penyaluran tegangannya. Hal ini dilakukan untuk
berbagai alasan efisiensi, diantaranya adalah penggunaan penampang penghantar menjadi
efisien, karena arus yang mengalir akan menjadi lebih kecil ketika tegangan tinggi
diterapkan.

2. Gardu Induk (GI)


GI berfungsi menerima daya listrik dari jaringan substransmisi dan menurunkan
tegangannya menjadi 12 atau 20 kV. Tegangan yang telah diturunkan ini kemudian akan
disalurkan ke pelanggan dengan dibagi ke beberapa penyulang. Penyulang dalam jaringan
distribusi merupakan saluran yang menghubungkan gardu induk dengan gardu distribusi.
Pada gardu induk biasanya dilengkapi dengan peraltan ukur dan peralatan pengaman
(proteksi) untuk menjaga kelangsungan pelayanan serta melindungi peralatan lainnya.

3. Gardu Hubung
Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah diturunkan
menjadi tegangan menengah dan menyalurkan daya listrik tersebut tanpa mengubah
tegangangannya melalui jaringan distribusi primer menuju ke gardu distribusi. Gardu hubung
pada umumnya menghubungkan dua atau lebih bagian jaringan primer disuatu kota. Dapat

3
pula terjadi bahwa pada suatu gardu hubung terdapat sebuah transformator pengatur
tegangan.

4. Jaringan Distribusi Primer


Jaringan distribusi primer atau yang sering disebut jaringan tegangan menengah adalah
jaringan pendistribusian tegangan menengah yang disalurkan oleh gardu induk atau gardu
hubung yang kemudian akan diubah menjadi tegangan rendah setelah melalui gardu
distribusi. Adapun tegangan yang melewat dari jaringan ini biasanya sebesar 12 kV atau 20
kV.

5. Gardu Distribusi
Gardu distribusi adalah bagian yang berfungsi untuk menyalurkan atau meneruskan
tenaga listrik tegangan menengah ke konsumen tegangan rendah, atau dapat pula berfungsi
untuk menyalurkan atau meneruskan tenaga listrik tegangan menengah ke gardu distribusi
lainnya. Di dalam gardu distribusi terdapat peralatan listrik berupa pemutus, penghubung,
pengaman, dan trafo distribusi untuk mendistribusikan tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan
tegangan konsumen. Peralatan – peralatan ini adalah untuk menunjang pendistribusian tenaga
listrik yang baik, yang mencakup kontinuitas pelayanan, bermutu tinggi, dan menjamin
keselamatan manusia.

6. Jaringan Distribusi Sekunder


Jaringan distribusi sekunder menghubungkan sisi tegangan rendah trafo distribusi ke
konsumen dengan menggunakan saluran udara 3 phasa 4 kawat. Namun untuk daerah –
daerah khusus, misalnya daerah yang padat penduduknya dan daerah yang tinggi
dipergunakan sistem kabel bawah tanah.

B. Sistem Pendistribusian Tenaga Listrik

Sistem pendistribusian tenaga listrik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Sistem Pendistribusian Langsung
Sistem pendistribusian langsung merupakan sistem penyaluran tenaga listrik yang
dilakukan secara langsung dari Pusat Pembangkit Tenaga Listrik, dan tidak melalui jaringan
transmisi terlebih dahulu. Sistem pendistribusian langsung ini digunakan jika Pusat

4
Pembangkit Tenaga Listrik berada tidak jauh dari pusat-pusat beban, biasanya terletak daerah
pelayanan beban atau dipinggiran kota.
2. Sistem Pendistribusian Tak Langsung
Sistem pendistribusian tak langsung merupakan sistem penyaluran tenaga listrik yang
dilakukan jika Pusat Pembangkit Tenaga Listrik jauh dari pusat-pusat beban, sehingga untuk
penyaluran tenaga listrik memerlukan jaringan transmisi sebagai jaringan perantara sebelum
dihubungkan dengan jaringan distribusi yang langsung menyalurkan tenaga listrik ke
konsumen.

C. Persyaratan Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Dalam usaha meningkatkan kualitas, keterandalan, dan pelayanan tenaga listrik ke


konsumen, maka diperlukan persyaratan sistem distribusi tenaga listrik yang memenuhi
alasan-alasan teknis, ekonomis, dan sosial sehingga dapat memenuhi standar kualitas dari
sistem pendistribusian tenaga listrik tersebut.
Adapun syarat-syarat sistem distribusi tenaga listrik tersebut adalah :
1. Faktor Keterandalan Sistem
a) Kontinuitas penyaluran tenaga listrik ke konsumen harus terjamin selama 24 jam terus-
menerus. Persyaratan ini cukup berat, selain harus tersedianya tenaga listrik pada Pusat
Pembangkit Tenaga Listrik dengan jumlah yang cukup besar, juga kualitas sistem
distribusi tenaga listrik harus dapat diandalkan, karena digunakan secara terus-menerus.
Untuk hal tersebut diperlukan beberapa cadangan, yaitu cadangan siap, cadangan panas,
dan cadangan diam.
b) Setiap gangguan yang terjadi dengan mudah dilacak dan diisolir sehingga pemadaman
tidak perlu terjadi. Untuk itu diperlukan alatalat pengaman dan alat pemutus
tegangan (air break switch) pada setiap wilayah beban.
c) Sistem proteksi dan pengaman jaringan harus tetap dapat bekerja dengan baik dan cepat.

2. Faktor Kualitas Sistem


a) Kualitas tegangan listrik yang sampai ke titik beban harus memenuhi persyaratan
minimal untuk setiap kondisi dan sifat-sifat beban. Oleh karena itu diperlukan stabilitas
tegangan (voltage regulator) yang bekerja secara otomatis untuk menjamin kualitas
tegangan sampai ke konsumen stabil.

5
b) Tegangan jatuh atau tegangan drop dibatasi pada harga 10 % dari tegangan nominal
sistem untuk setiap wilayah beban. (Lihat IEC Publication 38/1967). Untuk itu untuk
daerah beban yang terlalu padat diberikan beberapa voltage regulator untuk menstabilkan
tegangan.
c) Kualitas peralatan listrik yang terpasang pada jaringan dapat menahan tegangan lebih
(over voltage) dalam waktu singkat.

3. Faktor Keselamatan Sistem dan Publik


a) Keselamatan penduduk dengan adanya jaringan tenaga listrik harus terjamin dengan
baik. Artinya, untuk daerah padat penduduknya diperlukan rambu-rambu pengaman dan
peringatan agar penduduk dapat mengetahui bahaya listrik. Selain itu untuk daerah yang
sering mengalami gangguan perlu dipasang alat pengaman untuk dapat meredam
gangguan tersebut secara cepat dan terpadu.
b) Keselamatan alat dan perlengkapan jaringan yang dipakai hendaknya memiliki kualitas
yang baik dan dapat meredam secara cepat bila terjadi gangguan pada sistem jaringan.
Untuk itu diperlukan jadwal pengontrolan alat dan perlengkapan jaringan secara
terjadwal dengan baik dan berkesinambungan.

4. Faktor Pemeliharaan Sistem


a) Kontinuitas pemeliharaan sistem perlu dijadwalkan secara berkesinam-bungan sesuai
dengan perencanaan awal yang telah ditetapkan, agar kualitas sistem tetap terjaga dengan
baik.
b) Pengadaan material listrik yang dibutuhkan hendaknya sesuai dengan jenis/ spesifikasi
material yang dipakai, sehingga bisa dihasilkan kualitas sistem yang lebih baik dan
murah.

5. Faktor Perencanaan Sistem


Perencanaan jaringan distribusi harus dirancang semaksimal mungkin, untuk
perkembangan dikemudian hari.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Secara umum sistem tenaga listrik tersusun atas tiga subsistem pokok, yaitu :
1. Subsistem pembangkit
2. Subsistem transmisi
3. Subsistem distribusi

Secara umum Sistem Pendistribusian dapat di bagi menjadi :


1. Jaringan Subtransmisi
2. Gardu Induk
3. Gardu Hubung
4. Jaringan Distribusi Primer
5. Gardu Distribusi
6. Jaringan Distribusi Sekunder

Sistem pendistribusian tenaga listrik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Sistem Pendistribusian Langsung
Sistem pendistribusian langsung merupakan sistem penyaluran tenaga listrik yang
dilakukan secara langsung dari Pusat Pembangkit Tenaga Listrik, dan tidak melalui jaringan
transmisi terlebih dahulu.
b. Sistem Pendistribusian Tak Langsung
Sistem pendistribusian tak langsung merupakan sistem penyaluran tenaga listrik yang
dilakukan jika Pusat Pembangkit Tenaga Listrik jauh dari pusat-pusat beban, sehingga untuk
penyaluran tenaga listrik memerlukan jaringan transmisi sebagai jaringan perantara sebelum
dihubungkan dengan jaringan distribusi yang langsung menyalurkan tenaga listrik ke
konsumen.

B. Saran

Dari pembahasan makalan tentang sistem distribusi tenaga listrik kami sadar bahwa ini
masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat diharap kan demi kesempurnaan makalah ini..

7
DAFTAR PUSTAKA

Kadir Abdul. 2000. Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik,, Jakarta: Penerbit UI

Afdhalilahi. 2016. “Sistem Distribusi Tenaga Listrik”


http://www.afdhalilahi.com/2016/10/sistem-distribusi-tenaga-listrik.html2016 (diakses
tanggal 11 Februari 2018 pukul 16.20)

Darma, Surya. 2017. “Pengertian dan Fungsi Sistem Distribusi Tenaga Listrik”
http://www.electricsschool.com/2017/11/pengertian-dan-fungsi-sistem-distribusi.html
(diakses tanggal 11 Februari 2018 pukul 16.30)

Hidayat, Aji Fitrian. 2008. “Fungsi Distribusi Tenaga Listrik”


http://prifatedukasi.blogspot.co.id/2017/08/fungsi-distribusi-tenaga-listrik.html. 2017
(diakses tanggal 11 Februari 2018 pukul 16.40)