Anda di halaman 1dari 2

Di usia yang matang ini kamu sudah pasti berharap punya pasangan yang tak hanya

memberi kesenangan, tapi juga jaminan bisa membawa hubungan kalian ke masa depan.
Apalagi di tengah tuntutan orangtua, dan lingkungan pergaulan yang teman-temanmu
sendiri sudah banyak yang menikah, lamaran, bertunangan, setidaknya mempunyai
kejelasan hubungan.

Saat ini kamu memang tak lagi sendiri, tapi bukan berarti memiliki pasangan
membuatmu sedikit tenang. Kamu masih sering bertanya sendiri dalam hati tentang
keseriusannya. Antara ingin berharap, tapi kamu sendiri takut terhempas harapan
itu. Demi apapun, kamu jangan dulu berharap dia serius, kalau saja sikapnya ada
yang terlihat seperti ini!

1. Sikapnya yang menggebu-gebu dari saat PDKT sampai di awal hubungan, kini lenyap
yang tertinggal hanya keegoisan
Dia tak seperti dulu
Dia tak seperti dulu via www.logancoleblog.com

ADVERTISEMENT

Kamu masih ingat bagaimana perhatian dia saat mendekatimu dulu. Kamu diperlakukan
bak putri olehnya, semua sikapnya isinya hal-hal manis yang menyenangkan. Saat
awal-awal jadian pun tak jauh berbeda, dia meunjukkan seolah-olah dunia ini hanya
milik kalian berdua. Dia selalu siap sedia menemanimu kemana-mana, membantumu atau
tak masalah jika kamu mengeluhkan sesuatu yang berkaitan dengan dirinya atau tidak.

Tapi, sikap menggebu-gebunya dia yang dulu sudah tak berlaku lagi sekarang. Sikap
manis, perhatian, serta pengertian dia tak lagi kamu rasakan. Sekarang dia justru
lebih sering marah-marah dengan hal sepele yang kamu keluhkan. Ia semakin tak segan
menunjukkan keegoisan dirinya, ketimbang pengertiannya. Makanya sekarang kamu dan
dia lebih sering bertengkar ketimbang bermanis-manisan

2. Bersamanya malah membuatmu mempunyai beban yang lebih berat. Dia tak pernah ada
bahkan di saat kamu sangat membutuhkan keberadaannya
kamu sering dibiarkan sendiri
kamu sering dibiarkan sendiri via www.logancoleblog.com

Aku tuh banyak kegiatan, nggak selalu bisa balas pesan atau ngasih kabar. Kamu
ngertiin dong?

Duh, weekend ini aku udah acara sama teman. Kamu sih ngasih kabarnya mendadak!

Yah, Yang�. masa ngurus gitu aja nggak bisa sendirian sih. Aku lagi banyak kerjaan
ini.

ADVERTISEMENT

Kamu seperti sendirian menjalani hubungan. Semuanya serba berat sebelah, usahamu
dengan pengorbanannya, pengertianmu dengan segala tuntutannya. Kamu hanya berusaha
sendiri, sedangkan dia bersantai-santai seolah hubungan kalian bukan prioritas.
Paling mengenaskan saat kamu sedang memerlukan sosoknya, dia justru tak ada
seringnya memang sengaja menghidar.

3. Dia sering menghindar saat kamu memulai pembicaran tentang dirinya. Seolah ada
rahasia yang tak perlu kamu tahu
Dia punya rahasia sendiri
Dia punya rahasia sendiri via dylandsara.com
Eh iya, adek kamu tuh kuliah di UI ya? Aku punya sepupu seangkatan sama adek kamu,
di fakultas yang sama juga. Siapa tahu kenal.

Oh, iya sebentar aku balas email dari bosku ya.

Jangankan pembicaraan serius tentang dirinya, pertanyaan sepele kamu tentang


keluarganya aja sering tak mendapat tanggapan. Bukan seolah lagi, tapi memang dia
tak mau kamu tahu banyak segala sesuatu dirinya. Kalau tak segera mengganti topik
obrolan, dia seringnya akan marah tanpa alasan. Menyuruhmu untuk tak banyak tanya,
karena dia punya privasi yang harus kamu hargai.

4. Jangankan memahamimu, dia saja selalu membuatmu bingung dengan sikapnya semaunya
sendiri
sikap semaunya
sikap semaunya via mag.sapo.pt

Melihat pasangan yang lain atau temanmu sendiri yang kedua-duanya saling pengertian
dan memahami satu sama lainnya, kamu seperti menelan pil pahit. Bukan iri
sebenarnya, kamu hanya tak habis pikir dengan dirimu sendiri yang sampai detik ini
masih bertahan dengan hubungan kalian.

Waktu awal-awal dia memang mencari tahu segala sesuatu yang berkaitan denganmu.
Tapi mencari tahu tak sama dengan memahami, dia hanya sekedar tahu apa yang kamu
suka atau seperti apa pribadimu. Sedangkan perlakuaan dia ke kamu tetap semaunya
dia saja. Hal ini yang seringnya membuat kamu bingung dan ragu untuk menggantungkan
harapan ke dirinya.

5. Kamu patut bertanya ketika dia tak mengizinkanmu masuk ke dunianya. Hubungan
yang dewasa tak seharusnya melibatkan dua orang saja
kamu disembunyikan
kamu disembunyikan via elizabethwellsphoto.com

Kamu seolah jadi makhluk yang tak terlihat dalam dunianya. Seakan hanya dia yang
bisa melihatmu. Sedangkan orang-orang terdekatnya tak pernah tahu keberadaanmu.
Dalam kondisi seperti ini, kamu patut bertanya. Apakah kamu masih cukup berharga
baginya? Jika membawamu ke dunianya saja tak pernah dilakukan.

Hubungan yang punya masa depan seharusnya tak lagi melibatkan kamu dan dia saja.
Namun juga ada keluarga dan lingkungan kalian masing-masing.

6. Membicarakan masa depan kalian buatnya belum cukup penting dibicarakan. Makanya
dia selalu menghindar
Dia tak ingin membicarakan masa depan
Dia tak ingin membicarakan masa depan via dylandsara.com

Dia baru akan antusias jika kamu membicarakan hal ringan seperti hobinya, musik-
musik atau film-film terkini, apapun yang tak berkaitan dengan dirinya. Tapi jangan
harap kamu akan menemukan keantusiasan yang sama saat kamu mulai mengajaknya
membicarakan masa depan. Alih-alih mendengarkanmu, dia justru seringnya tak
menangapi, seperti angin lalu yang belum penting untung dibicarakan.

Kalau sudah begini, ada baikanya kamu sendiri yang mengambil sikap tegas. Kamu
bukan bola yang bisa diobang-ambing tanpa kejelasan, terus digiring tapi tak tahu
tujuannya ke mana.