Anda di halaman 1dari 10

Laporan Modul I,

Kominusi (Crushing)
Al Muhaemin(09320150029) /
Laboratorium
Kelompok 3/ Rabu 28 Maret 2018
Pengolahaan Bahan Galian Asisten :Erwin Malaidji/
Program Studi Teknik Pertambangan 09320140026
Fakultas Teknologi Industri

Abstrak

Abstrak – Percobaan Modul 1: Kominusi (crushing) – Praktikum kominusi (crushing) ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana mekanisme peremukan dan cara kerja alat remuk, serta menghitung reduction ratio alat
peremuk kedua (roll crusher). Tujuan lainnya untuk menentukan 80% Reduction Ratio (RR80) dari alat remuk roll
crusher. Umpan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu limestone. Kemudian dimasukkan ke jaw crusher serta
dilihat bagaimana cara kerjanya. Selanjutnya diayak dan ditimbang per fraksi ukuran. Sebagian dari hasil jaw
crusher kemudian dibagi 2 dan diremuk lagi dengan roll crusher dengan ukuran gape 1 dan 1,25 cm. kemudian
dilihat perbedaan hasil produk dari bukaan gape yang berbeda.
A. Tinjauan Pustaka f) Korosi pada lining (bahan pelapis pada dinding
Kominusi adalah proses mereduksi ukuran butir dalam mill)
sehingga menjadi lebih kecil dari ukuran semula. g) Reaksi antara material dengan air
Selain untuk mereduksi ukuran butir, kominusi juga
untuk meliberasi bijih, yaitu proses melepaskan
Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :
mineral bijih dari ikatannya yang merupakan gangue
1) Peremukan/pemecahan (crushing)untuk proses
mineral. Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan
kering
tahap awal dalam proses PBG yang bertujuan untuk :
2) Penggerusan/penghalusan (grinding)untuk proses
1) Membebaskan/meliberasi (to liberate) mineral
basah dan kering
berharga dari material pengotornya.
Disamping itu kominusi, baik peremukan maupun
2) Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang
penggerusan, bisa terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
sesuai dengan kebutuhan pada proses berikutnya.
- Tahap pertama/primer (primary stage)
3) Memperluas permukaan partikel agar dapat
- Tahap kedua/sekunder (secondary stage)
mempercepat kontak dengan zat lain, misalnya
- Tahap ketiga/tersier (tertiary stage)
reagen flotasi.
- Kadang-kadang ada tahap keempat/kwarter
(quaternary stage)
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses kominusi:
a) Ukuran material/bijih dari tambang
Peremukan / Pemecahan (Crushing)
b) Biasanya ukuran material/bijih dari tambang
Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari
dalam bentuk bongkah → pemilihan primary
bahan galian / bijih yang langsung dari tambang (ROM
crusher dan proses screening
= run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter
c) Keadaan bijih → pada material yang lengket akan
sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa
mempengaruhi pemilihan mill/crusher.
sampai ukuran 2,5 cm.
d) Kesediaan air → penting khususnya untuk proses
Crusher adalah mesin yang dirancang untuk
basah
mengurangi besar batu- batu ke batu-batu kecil,
e) Proses-proses berikutnya basah atau kering
kerikil, atau debu batu. Crushers dapat
digunakanuntuk mengurangi ukuran, atau mengubah Gyratory crusher dibuat lebih lebar dan luas dalam
bentuk, bahan limbah sehinggamereka dapat lebih bidang dari bijih lebar yang keras dan aplikasi
mudah dibuang atau didaur-ulang, atau untuk penghancur mineral. Pada dasarnya seperti pada
mengurangi ukuran yang solid campuran bahan baku adukan semen dan palu penghancur. Kepala
(seperti di batu bijih), sehingga potongan - potongan penghancur dapat dipindahkan seperti bentuk
komposisi yang berbeda dapat dibedakan. Crusher/ kerucut yangdipotong ujungnya dan didalam
penghancur dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan sebuah selubung kerucut yang dipotongujungnya.
material yang akan digiling / dihancurkan. Kepala penghancur berputar secara eksentris dan
Ada dua macam crushing, yaitu Primary Crushing bahan penghancur yang terjerat diantara
dan Secondary Crushing. Primary crushing mereduksi campuran kerucut yang keluar dan bagian dalam
ukuran dari yang berukuran kasar sekitar 1 m menjadi kerucut yang berputar. Merupakan primary
ukuran sampai kira-kira ½ - 3/8 inch. Alatnya jaw crusher
crusher, gyratory crusher, hammer mill atau impact
crusher. Sedangkan secondary crusher mereduksi
ukuran dari 8 – 6 inch yang telah diremuk oleh primary
crusher.

Peralatan yang dipakai antara lain adalah :


1. Jaw crusher
Jaw crusher digunakan untuk menghancurkan
berbagai material ,terutama batuan jenis pertambangan
seperti batu granit, kokas, batu bara,bijih mangan, bijih
3. Cone crusher
besi, ampelas, melebur aluminium, oksida,
Cone Crusher cocok untuk menghancurkan
kalsiumkarbida menyatu, batu kapur, kuarsit, paduan,
berbagai macam bijih dan batu dengan kekerasan
dll.
menengah. Hal ini merupakan keunggulan
Kompresi terbesar perlawanan dari material yang yangdapat diandalkan konstruksi, produktivitas
akan hancur adalah 320MPa. Jaw Crusher banyak yang tinggi, penyesuaianyang mudah dan kurang
digunakan di pertambangan, metallurgical industri, biaya operasi.
bahan bangunan, jalan raya, kereta api dan industri
kimia. Merupakan primary crusher.

4. Roll crusher
Roll crushers memiliki maksimum teoritis
pengurangan rasio 4:1. Jika 2 inci partikel
diumpankan ke crusher roll mutlak ukuran terkecil
2. Gyratory crusher
yang bisa diharapkan dari crusher adalah 1 / 2 inci.
Roll crushers hanya akan menghancurkan materi
ke ukuran partikel minimum sekitar 10 Mesh (2
mm).

5. Impact crusher

Sebuah roll crusher meremukkan menggunakan


kompresi, dengan dua rol berputar mengenai suatu
poros, terhadap kesenjangan antara roll.
Kesenjangan antara gulungan diatur ke ukuran
produk yang diinginkan, dengan kesadaran bahwa
partikel pakanterbesar hanya dapat 4 kali
kesenjangan dimensi. Partikel ditarik kedalam 6. Rotary breaker
celah antara gulungan oleh gerakan berputar dan
membentuk sudut gesekan antara gulung dan
partikel, yang disebut sudut nip. Duagaya
gulungan partikel antara permukaan yang berputar
mereka kedaerah kesenjangan yang lebih kecil,
dan patah tulang dari kekuatankompresi yang
disajikan oleh gulungan berputar. Beberapa
keuntunganutama roll crushers yang mereka
berikan sangat bagus dan distribusiukuran produk
yang mereka hasilkan sangat sedikit debu atau B. Data Percobaan

denda.Rolls crushers secara efektif digunakan


1. Jaw Crusher.
dalam menghancurkan mineral bijih di mana tidak
Hasil pengukuran produk primary crushing
terlalu kasar dan mereka juga digunakan dalam
menggunakan jaw crusher
produksi skala yang lebih kecil lebih abrasive
pertambangan bijihlogam, seperti emas. Batubara Tabel Jaw Crusher

mungkin adalah pengguna terbesar rollcrushers,


saat ini. Batubara tanaman akan menggunakan roll
crushers, baik tunggal atau roll ganda sebagai
crushers utama, mengurangi batubara ROM.
Biasanya, crushers ini akan memiliki bentuk gigi
atau dibesarkan di muka gulungan. (Roll crushers
digunakan untuk mineraldan bijih logam memiliki
gulungan dihadapi halus).
Ukura Berat % Berat % Berat 1 25 25,75 4,45 3,89 97,1

n tertahan tertahan lolos


N % 2 13 191,76 36,01 34,6 75,39
komulati komulat
o (mm) (gr) fraksi
f if 3 9,5 194,83 21,6 46,66 53,34

1 25 557,74 29,89 29,89 70,1 4 5 319,99 24,9 71,57 28,43

2 13 837,92 44,92 74,82 25,18 5 -5 351,17 28,43 99,99 0,01

3 9,5 112,73 6,02 80,84 19,16 Total 846,48 100


%
4 5 124,47 6,67 87,51 12,49

5 -5 232,91 12,49 100 0

Total 1954,93 100 RC GAPE 1


150
%

%BERAT LOLOS KOMULATIF


y = 2.3805x + 45.516
100 R² = 0.6595
Series1
50
Linear
0 (Series1)
0 10 20 30
ukuran ( mm )

JOW CRUSHER Gambar 4..2 Grafik distribusi ukuran partikel Roll


120 crushing. (Gape 1 cm)
% Berat lolos komulatif

100 y = 2.3805x + 45.516


80 R² = 0.6595
60 Series1 3. Roll Crusher ( Gape 1,25 cm)
40
20 Linear Hasil pengukuran produk secondary crushing
0 (Series1)
0 10 20 30 menggunakan roll crusher dengan gape 1,25cm
ukuran ( mm )
Tabel Roll Crusher ( Gape 1,25 cm)

Gambar 4.1. Grafik distribusi ukuran partikel jaw Berat %Berat % Berat
crushing. tertaha tertahan lolos
N Uku %
n (gr) komulati komulatif
2. Roll Crusher ( Gape 1 cm) o ran fraks
f
i

1 25 23,97 3,31 3,3129 96,8671


Hasil pengukuran produk secondary crushing
menggunakan roll crusher dengan gape 1cm 2 13 3,1844 0,3 3,6148 96,3852

Tabel Roll Crusher ( Gape 1 cm) 3 9,5 192,50 26,6 30,2203 69,7797

N Berat % Berat % Berat 4 5 185,18 25,6 55,8141 44,1859


o tertaha tertahan lolos
uku % 5 -5 319,70 44,2 100 0
n (gr) komulati komulatif
ran fraksi
f
Total 723,53 100
jow crusher
%
60

%berat lolos komulatif


40 y = 2.2197x - 2.814
R² = 0.9614
20
0
0 5 10 15 20 25 30
RC GAPE1,75
ukuran (mm)
120
%BERAT LOLOS KOMULATIF

100 y = 2.3805x + 45.516 Series1 Linear (Series1)


80 R² = 0.6595
60
Series1
40 Gambar 4.4 Grafik distribusi ukuran partikel Jaw
20 Linear (Series1)
Crusher
0
0 10 20 30
Ukuran (mm) Tabel Roll Crusher gape 1,25

Berat % Berat % Berat


Gambar 4.3 Grafik distribusi ukuran partikel Roll
tertah tertahan lolos
crushing. (Gape 1,25 cm) N Uku %
an komulatif komulatif
o ran fraks
1. Soal problem Set (gr)
i

Tabel Jaw Crusher


1 25 599 27,3 27,3142 72,6858
% Berat % Berat
2 -25 154 7,02 34,3365 65,6635
N Berat tertahan lolos
Uku % + 13
o tertah komulatif komulatif
ran frak
an 3 -13 1074 48,9 83,3105 16,6895
si
(gr) +9,5

1 25 2144 46,7 46,7509 53,2491 4 -9,5 215 9,8 93,1144 6,8856


509 +5

2 -25 1172 25,5 72,3069 27,6931 5 -5 127 5,88 99,9999 0,0001


+ 13 560
Total 2193 100
3 -13 683 14,8 87,2 12,8 %
+9,5 931

4 -9,5 58 1,26 88,4647 11,5353


+5 47 ROLL CRUSHER
GAPE 1,25
5 -5 529 11,5 99,9978 0,0022 100
%BERAT LOLOS KOMULATIF

80 y = 3.5696x - 5.3705
31 60 R² = 0.7717
Series1
40
Total 4586 100 20
Linear
0 (Series1)
% 0 10 20 30
UKURAN(mm)

Gambar 4.5 Grafik distribusi ukuran partikel Roll


Crusher Gape 1.25
Tabel Roll Crusher gape 1,75
Siapkan kerikil berukuran 4-5 cm sebanyak 2 kg
Berat % Berat % Berat
N tertaha tertahan lolos
Ukur %
o n (gr) komulati komulatif
an fraksi
f Ukur setting Jaw Crusher yaitu open setting dan close
setting

1 25 683 29,95 29,9561 70,0439


61

2 -25 + 200 8,771 38,728 61,272 Jalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong dan amati cara
kerjanya
13 9

3 -13 359 15,74 54,4736 45,5264


+9,5 56 Masukkan umpan perlahan-lahan dan tampung hasilnya

4 -9,5 + 1009 44,25 98,728 1,272


5 44

5 -5 29 1,271 99,9999 0,0001 Amati hasil peremukan meliputi bentuk ukuran bijih
9

Total 2280 100


% Ambil contoh dari batu hasil peremukan Jaw Crusher kira-
kira 0.5 kg, ayak dengan seri ayakan 13,4 ; 9,4 ; dan 2,3 mm

R0LL CRUSHER GAPE 1,75


Timbang dan buat grafik distribusi ukuran menentukan
100
ukuran ayakan yang meloloskan 80%
%BERAT LOLOS KOMULATIF

80 y = 2.9463x + 5.858
R² = 0.6818
60
40
20
Hasil peremukan Jaw Crusher jangan dibuang
0
0 5 10 15 20 25 30
UKURAN ( mm )

Series1 Linear (Series1)

Gambar 4.5 Grafik distribusi ukuran partikel Roll


Crusher Gape 1.75

C. Pengolahan Data Percobaan praktikum


Prosedur Percobaan:
Crushing: Jaw Crusher
Crushing: Roll Crusher Jadi perbandingan antara lubang ayakan
umpan dengan lubang ayakan produk pada
kumulatif 80%.= 14,4860 mm
Siapkan Roll Crusher dengan baik

2. Roll Crusher.dengan Gape 1 cm


Nisbah reduksi (reduction ratio) secondary
Jalankan Roll Crusher dan amati cara kerjanya crushing menggunakan roll crusher dapat
dihitungan dengan:

𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟


Dengan menggunakan umpan hasil Jaw Crusher 𝑅𝑅80 =
umpankanlah dengan hati-hati ke Roll Crusher 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟

𝑦 = 3,2668 𝑥 + 20,692

Tampung hasilnya amati ukuran dan bentuk partikel


80 = 3,2668𝑥 + 20,692
80 − 20,692
𝑥= = 18,1548𝑚𝑚
3,2668
18,1548
𝑥= = 1,3533 𝑚𝑚
Ambil contoh sebanyak 0.5 kg dari hasil remukan ini dan 14,4860
kerjakan seperti langkah ke-7 di atas

Jadi perbandingan antara lubang ayakan


umpan dengan lubang ayakan produk pada
Pengolahan Data. hasil Praktikum kumulatif 80%. Dengan gape 1 cm = 1,3533
Pengolahan data hasil percobaan berupa mm
perbandingan antara lubang ayakan umpan
dengan lubang ayakan produk pada kumulatif 3. Roll Crusher.dengan Gape 1,25 cm
80%. Nisbah reduksi (reduction ratio) secondary
crushing menggunakan roll crusher dapat
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 dihitungan dengan:
𝑅𝑅80 =
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟
𝑅𝑅80 =
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟
1. Jaw Crusher.
Nisbah reduksi (reduction ratio) primary crushing 𝑦 = 2,3805 𝑥 + 45,516
menggunakan jaw crusher dapat dihitungan dengan: 80 = 2,3805 𝑥 + 45,516
80 − 45,516
𝑥= = 14,486 𝑚𝑚
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 2,3805
𝑅𝑅80 = 14,486
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 𝑥= = 1 𝑚𝑚
14,486

𝑦 = 2,3805𝑥 − 45,516 Jadi perbandingan antara lubang ayakan umpan


80 = 2,3805 𝑥 − 45,516 dengan lubang ayakan produk pada kumulatif
80 + 45,516
𝑥= = 14,4860 𝑚𝑚 80%. Dengan gape 1,25 cm = 1 𝑚𝑚
2,3805
80 = 3,5696 𝑥 + 5,3705
Persentase berat hilang problem set
80 − 5,3705
𝑥= = 23,9159 𝑚𝑚
1. Jaw crusher 3,5696

RUMUS : 23,9159
% 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐻𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑥= = 0,641 𝑚𝑚
37,3086
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑤𝑎𝑙 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
=
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑤𝑎𝑙
× 100 %
Jadi perbandingan antara lubang ayakan
5000 − 4586
= × 100 % umpan dengan lubang ayakan produk pada
5000
kumulatif 80%. Dengan gape 1 cm = 0,461
= 8,28 % = 414 gram
mm

Pengolahan data RR80 pada problem Set

2. Jaw Crusher. 4. Roll Crusher.dengan Gape 1,75 cm


Nisbah reduksi (reduction ratio) primary Nisbah reduksi (reduction ratio) secondary
crushing menggunakan jaw crusher dapat crushing menggunakan roll crusher dapat
dihitungan dengan:
dihitungan dengan:
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 𝑅𝑅80 =
𝑅𝑅80 = 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟

𝑦 = 2,9463 𝑥 + 5,858
𝑦 = 2,2754 𝑥 + 3,9198
80 = 2,9463 𝑥 + 5,858
80 = 2,2754 𝑥 + 3,9198
80 − 5,858
80 − 3,9198 𝑥= = 25,0116 𝑚𝑚
𝑥= = 33,43 𝑚𝑚 2,9463
2,2754
25,0116
𝑥= = 0.67 𝑚𝑚
37,086

Jadi perbandingan antara lubang ayakan Jadi perbandingan antara lubang ayakan umpan
umpan dengan lubang ayakan produk p ada dengan lubang ayakan produk pada kumulatif
kumulatif 80%.= 33,43 mm 80%. Dengan gape 1,75 cm = 0,67 𝑚𝑚

3. Roll Crusher.dengan Gape 1,25 cm


D.Analisis Hasil Percobaan
Nisbah reduksi (reduction ratio) secondary
Berdasarkan tabel percobaan di atas (tabel 4.1,4,2
crushing menggunakan roll crusher dapat
dan tabel 4.3) partikel yang diumpankan kedalam alat
dihitungan dengan:
peremuk akan mengalami reduksi ukuran. Reduksi
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟 ukuran ini disebabkan gaya-gaya bekerja yang
𝑅𝑅80 =
𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑅𝑜𝑙𝑙 𝑐𝑟𝑢𝑠ℎ𝑒𝑟
diberikan oleh crusher kepada material. Proses
peremukan berlangsung dua tahap dimulai dari
tahapan peremukan primer (primary crushing) oleh
𝑦 = 3,5696 𝑥 + 5,3705
jaw crusher dan tahapan peremukan sekunder Jadi Reduction ratio 80% yang di dapatkan dari
(secondary crusher) oleh double roll crusher. hasil penggunaan alat primary crushing berupa jaw
Pada Tabel 4.1 dapat dilihat distribusi ukuran, crusher yaitu digunakan formula dimana ukuran
berat partikel dan % fraksinya dari proses primary umpan yang dimasukkan dibagi dengan ukuran produk
crushing dengan menggunakan jaw crusher. Dari untuk mendapatkan persentasinya maka pada jaw
tabel tersebut diperoleh berat produk yang lolos untuk crusher di dapatkan nilai reduction rationya 80% =
masing-masing ayakan 25 mm, 13 mm, 9,5 mm, 5 25,12 mm untuk penggunaan alat secondary crushing
mm, dan -5 mm adalah (82,4 %), (31,2%), (22%), berupa double roll crushing masih menggunakan
(13,9%) dan (0,2%) Jumlah berat total umpan yang formula yang sama untuk mendapatkan nilai reduction
digunakan adalah 45,07 gr sedangkan jumlah produk rationya 80% dan hasil yang didapatkan untuk roll
yang diperoleh adalah 1954,93 gr. Selisih ini dapat crusher gape 1 cm yaitu 1,25 mm sedangkan untuk
disebabkan oleh beberapa hal seperti produk yang gape 1,2 cm didapatkan nilainya yaitu 27,17 mm
terbawa angin, menempel di alat dan kesalahan yang
dilakukan oleh praktikan.
E. Kesimpulan
Pada tabel 4.2 dapat dilihat distribusi ukuran,
Proses kominusi, yaitu proses pengecilan ukuran
berat partikel dan % fraksinya dari hasil proses
bijih dengan cara peremukan dan penggerusan
secondary crushing dengan menggunakan double roll
sehingga mineral berharga dapat terlepas dari mineral
crusher. Dari tabel tersebut diperoleh berat produk
gangue dan mempermudah proses konsentrat.
yang lolos untuk masing-masing ayakan 0 mm, 13
Mekanisme peremukan yang terjadi pada material
mm, 9,5 mm, 5 mm, dan -5 mm adalah (95,55 %),
adalah abrasi, kompresi, dan impact. Peremukan
(59,54%), (37,94%),dan (15,34%). Jumlah berat total
dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pertama
umpan yang digunakan adalah 1126 gr sedangkan
(dengan Jaw Crusher, Gyratory Crusher), tahap kedua
jumlah produk yang diperoleh adalah 846,48 gr.
(Cone Crusher, Roll Crusher), dan tahapan ketiga
Perbedaan hasil dari umpan yang dimasukkan dengan
dengan Cone Crusher.
hasil produk disebabkan oleh beberapa umpan melekat
Pengayakan hasil peremukan dapat dilakukan
ke alat dan beberapa produk telah terubah menjadi
secara manual (dengan ayakan tangan), sementara
debu beberapa kesalahan yang dilakukan oleh
pengayakan hasil penggerusan harus dilakukan dengan
praktikan.
ayakan getar. Pengayakan yang dilakukan pada
Pada tabel 4.3 dapat dilihat distribusi ukuran,
material dilakukan secara bertingkat dengan tujuan
berat partikel dan % fraksinya dari hasil proses
untuk membedakan tingkat kehalusan produk dan
secondary crushing dengan menggunakan double roll
menganalisis penyebaran ukuran material yang ada
crusher gape 1,25 cm.. Dari tabel tersebut diperoleh
karena proses kominusi ini.
berat produk yang lolos untuk masing-masing ayakan
Pada praktikum, primary crushing menggunakan
25 mm, 13 mm, 9,5 mm, 5 mm, dan -5 mm adalah
jaw crusher dengan mekanisme kerja seperti rahang
(96,53 %), (49,3%), (28,51%),(12,47 %) dan (0%).
manusia, dengan satu jaw bergerak meremukkan. Pada
Jumlah berat total umpan yang digunakan adalah
secondary crushing dengan roll crusher, yang cara
1101,05 gr sedangkan jumlah produk yang diperoleh
kerjanya berdasarkan rotasi yang mengakibatkan
adalah 853,88 gr. Perbedaan hasil dari umpan yang
materi terjepit dan teremukkan.
dimasukkan dengan hasil produk disebabkan oleh
Semakin lama waktu penggerusan, semakin halus
beberapa umpan melekat ke alat dan beberapa produk
ukuran material yang dihasilkan. Hal ini akibat dari
telah terubah menjadi debu beberapa kesalahan yang
gaya-gaya yang bekerja selama proses grinding
dilakukan oleh praktikan.
dilakukan, seperti gaya tumbuk, serta aksi abrasi,
kompresi dan impact. Namun, perlu diperhatikan
selang waktu penggerusan agar tidak terjadi
overcrushing.

F. Daftar Pustaka
 Kelly, Errol G.; 1982; “Introduction of Mineral
Processing”; John Wiley&Sons, Inc.; US
America
 http://tambangunhas.wordpress.com/tag/pengola
han-bahan-galian/
 http://www.quarrying.org/r.html
 http://www.mine-engineer.com/
 http://ardra.biz/sain-
teknologi/mineral/pengolahan-mineral/kominusi-
operasi-pengecilan-ukuran/
 http://arsipteknikpertambangan.blogspot.com/20
11/01/kominusi.html
 http://en.wikipedia.org/wiki/Three_roll_mill