Anda di halaman 1dari 6

3.

1 SEJARAH HIV/AIDS
Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para peneliti di Institut Pasteur Perancis pada tahun
1983 dan NIH yaitu sebuah institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada tahun 1984.
Meskipun tim dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc Montagnie, yang
pertama kali mengumumkan penemuan ini di awal tahun 1983 namun penghargaan untuk
penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang berasal dari Perancis
maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau lymphadenopathy
associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert Gallo menyebut virus ini
HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virus type-3. Kemudian Komite Internasional
untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan nama human immunodeficiency
virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai sekarang makapara peneliti tersebut juga
sepakat untuk menggunakan istilah HIV. Sesuai dengan namanya, virus ini “memakan”
imunitas tubuh.
Penyakit AIDS telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu singkat
terjadi peningkatan jumlah penderita dan melanda semakin banyak negara. Dikatakan pula
bahwa epidemic yang terjadi tidak saja mengenal penyakit (AIDS), virus (HIV) tetapi juga
reaksi/dampak negative berbagai bidang seperti kesehatan, social, ekonomi, politik,
kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang harus diharapi baik oleh
negara maju maupun negara berkembang.
3.2 Pengertian
3.2.1 Virus HIV
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan
AIDS. HIV termasuk keluarga virus retro yaitu virus yang memasukan materi genetiknya ke
dalam sel tuan rumah ketika melakukan cara infeksi dengan cara yang berbeda (retro), yaitu
dari RNA menjadi DNA, yang kemudian menyatu dalam DNA sel tuan rumah, membentuk
pro virus dan kemudian melakukan replikasi.
Virus HIV ini dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih
yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada
akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan
sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak
Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih
sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika
diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat
meninggal dunia akibat terkena pilek biasa.
3.2.2 Penyakit AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan dampak atau efek dari
perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu
untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS
disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki
karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS
dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang
mematikan. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan
manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
Bahaya AIDS
Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS
selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan
penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa
mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental
dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau
menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya pengobatan.
Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan
penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.
Secara etiologi, HIV, yang dahulu disebut virus limfotrofik sel-T manusia tipe III (HTLV-III)
atau virus limfadenopati (LAV), adalah suatu retrovirus manusia sitopatik dari famili
lentivirus. Retrovirus mengubah asam ribonukleatnya (RNA) menjadi asam
deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke dalam sel pejamu. HIV-1 dan HIV-2 adalah
lentivirus sitopatik, dengan HIV-1 menjadi penyebab utama AIDS di seluruh dunia.
3.3 Gejala Virus HIV/AIDS
Geajala penyakit HIV/AIDS tidak selalu muncul ketika terinfeksi AIDS,
beberapa orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga
beberapa minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh deman sakit kepala,
kelelahan dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV AIDS bias jadi
salah satu/lebih dari ini semua biasanya hilang dalam beberapa minggu .
Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orangnya. Kondisi ini dapat
berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini
,virus terus berkembang secara aktif menginfeksi dan memebunuh sel-sel
kekebalan tubuh . Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri,
virus, dan peyebab infeksi lainnya. Virus HIV menghancurkan sel-sel yang berfungsi
sebagai “pejuang” infeksi primer, yang disebut sebagai CD4 + atau sel T4. Setelah
system kekebalan melemah gejala HIV/AIDS akan muncul. Gejala AIDS adalah
tahap yang paling maju dalam infeksi HIV. Definisi AIDS termasuk semua orang
yang terinfeksi HIV yang memeiliki kurang 200 CD4 + sel per mikroliter
darah. Adapun tanda-tanda klinis penderita AIDS :
1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
5. Dimensia/HIV ensefalopati
3.4 Cara Penularan Virus HIV/AIDS
Virus HIV terdapat dalam darah, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua yang
berupa cara tubuh yang bersal dari tubuh penderita HIV dapat dipastikan infeksius dan sangat
berpotensial untuk menularkan virus ini pada orang lain, termasuk ketika seseorang penderita
HIV positif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Dan bukan tidak mungkin
jika pasangan seksual itu juga terjangkit penyakit HIV/AIDS apalagi tidak menggunakan
kondom. Baik penderita pria maupun wanita sangat beresiko menularkan virus HIV ini ketika
pasangan melakukan hubungan badan, yakni melalu cairan sperma(laki-laki) dan melalu
darah menstruasi pada vagina(perempuan). Selain itu HIV juga ditularkan melalui jarum
suntik yang digunakan bersamaan dengan penderita HIV dengan yang bukan
penderita(kemungkinan besar akan terinfeksi). Dan juga virus HIV bias ditularkan oleh
seorang ibu yang positif menderita HIV/AIDS ketika ia hamil dan memberi ASI untuk
anakanya.
3.5 Penanggulangan /Pencegahan Virus HIV/AIDS
Beberapa hal yang bisa dilakukan agar semakin sedikit orang yang terkena , yaitu dengan:
- Menghindari Free Sex sebisa mungkin
- Usahakan hanya melakukan hunungan seksual dengan 1 pasangan
- Memberikan vaksinanasi jika ibu hamil positif HIV agar bayi kemungkinan kecil terkena
HIV
- Tidak mendonorkan darah jika sudah terkena HIV
Adapun usaha lain yang dapat dilakukan yaitu : memberikan penyuluhan/informasi kepada
seluruh masyarakat tentang HIV/AIDS , melalui penyebaran brosur, poster-poster yang
berhubungan dengan HIV/AIDS , dan melalui iklan di media massa baik itu media cetak/
media elektronik.

Manifestasi klinis HIV AIDS


Tanda-tanda gejala-gejala (symptom) secara klinis pada seseorang penderita AIDS
adalah diidentifikasi sulit karena symptomasi yang ditunjukan pada umumnya adalah bermula
dari gejala-gejala umum yang lazim didapati pada berbagai Penderita penyakit lain, namun
secara umum dapat kiranya dikemukakan sebagai berikut :
a. Rasa lelah dan lesu
b. Berat badan menurun secara drastis
c. Demam yang sering dan berkeringat diwaktu malam
d. Mencret dan kurang nafsu makan
e. Bercak-bercak putih di lidah dan di dalam mulut
f. Pembengkakan leher dan lipatan paha
g. Radang paru
h. Kanker kulit
Manifestasi klinik utama dari penderita AIDS pada umumnya ada 2 hal antara lain tumor dan
infeksi oportunistik :

Etiologi :

Penyebab penyakit HIV/AIDS adalah Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang
menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh.HIV termasuk genus retrovirus dan
tergolong ke dalam family lentivirus. Infeksi dari family lentivirus ini khas ditandai
dengan sifat latennya yang lama, masa inkubasi yang lama, replikasi virus yang
persisten dan keterlibatan dari susunan saraf pusat (SSP). Sedangkan ciri khas untuk
jenis retrovirus yaitu : dikelilingi oleh membran lipid, mempunyai kemampuan variasi
genetik yang tinggi, mempunyai cara yang unik untuk replikasi serta dapat menginfeksi
seluruh jenis vertebra.
Struktur HIV
Gambar 1 : Struktur HIV

Envelope berisi:
a) lipid yang berasal dari membran sel host.
b) mempunyai 72 semacam paku yang dibuat dari gp 120 dan gp 41, setiap paku
disebut trimer dimana terdiri dari 3 copy dari gp 120, gp 41.
c) Protein yang sebelumnya terdapat pada membran sel yang terinfeksi.
d) gp 120 : glikoprotein yang merupakan bagian dari envelope (sampul) yang
tertutup oleh molekul gula untuk melindungi dari pengenalan antibodi, yang
berfungsi mengenali secara spesifik reseptor dari permukaan target sel dan
secara tidak langsung berhubungan dengan membran virus lewat membran
glikoprotein.
e) gp 41 : transmembran glikoprotein yang berfungsi melakukan trans membran
virus, mempercepat fusion (peleburan) dari host dan membran virus dan
membawa HIV masuk ke sel host.
f) RNA dimer dibentuk dari 2 single strand dari RNA.
g) Matrix protein : garis dari bagian dalam membran virus dan bisa memfasilitasi
perjalanan dari HIV DNA masuk ke inti host.
h) Nukleocapsid : mengikat RNA genome.
i) Capsid protein : inti dari virus HIV yang berisikan 2 kopi dari RNA genom dan 3
macam enzim (reverse transcriptase, protease dan integrase).
Siklus Replikasi Virus
Virus hanya dapat bereplikasi dengan menggunakan atau memanfaatkan sel hostnya.
Siklus replikasi dari awal virus masuk ke sel tubuh sampai menyebar ke organ tubuh
yang lain melalui 7 tahapan, yaitu:
1) Sel – sel target mengenali dan mengikat HIV
– HIV berfusi (melebur) dan memasuki sel target
– gp 41 membran HIV merupakan mediator proses fusi
– RNA virus masuk kedalam sitoplasma
– Proses dimulai saat gp 120 HIV berinteraksi dengan CD4 dan ko-reseptor
2) RNA HIV mengalami transkripsi terbalik menjadi DNA dengan bantuan enzim
reverse transcriptase
3) Penetrasi HIV DNA ke dalam membran inti sel target
4) Integrasi DNA virus ke dalam genom sel target dengan bantuan enzim integrase
5) Ekspresi gen-gen virus
6) Pembentukan partikel-partikel virus pada membran plasma dengan bantuan
enzim protease
7) Virus-virus yang infeksius dilepas dari sel, yang disebut virion
Penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual (homoseks/ heteroseks), tranfusi darah,
pemakaian jarum suntik , penyalahgunaan obat terlarang melalui Intra Vena dan secara vertical
dari ibu kepada bayinya.
(Departemen Kesehatan RI, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik dan Ditjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Orang dengan
HIV/AIDS (ODHA) ,Jakarta ,2006)

Perjalanan penyakit

"Ada empat stadium yang dilalui HIV menuju AIDS," kata Yuli kepada Tempo, Jumat, 28
November 2014.
Pada stadium pertama, HIV atau masa jendela, rata-rata memakan waktu 1-3 bulan
bahkan bisa 6 bulan. Pada masa ini, orang yang HIV masih beraktivitas normal karena
pada biasanya tanpa gejala. (Baca: Hasil Survei: Mayoritas Publik Belum Paham AIDS)

Stadium kedua, HIV positif atau Asimptomatik. Fase ini rata-rata selama 5-10 tahun.
Pada fase ini, penderita akan memiliki gejala seperti, berat badan menurun 10 persen,
infeksi saluran napas,herpes zoster, kheilitis angularis, ulkus di mulut, erupsi
papular pruritis, dermatitis seboroik, dan infeksi jamur di kuku.

Selanjutnya stadium ketiga, pembesaran kelenjar limfa. Fase ini akan memakan waktu
lebih dari sebulan. Penderita akan mengalami berat badan menurun lagi lebih 10
persen, diare kronis lebih dari sebulan, demam 37,5 celcius lebih dari sebulan,
kandidiasis mulut berulang, oral hairy leukoplakia, tuberkulosis paru, infeksi bakteri yang
berat, peradangan mulut, ginggivitis akut, dan
anemia,neutropenia, trombositopenia kronis.

kemudian stadium keempat, AIDS. Fase ini merupakan puncaknya. Penderita


mengalami sindromwasting HIV, pneumonia pneumocystis, infeksi herpes simpleks,
kandidiasis esofagus, tuberkulosis di luar paru, sarkoma kaposi,
infeksi sitomegalovirus, toksoplasmosis, infeksi
mikrobakteri,ensefalopati HIV, kriptosporidiosis kronis, dan histoplamosis.

Apakah orang yang AIDS akan langsung meninggal? Tidak. Jumlah limposit CD4+
dapat ditingkatkan dan dijaga dalam batas aman. Ya, tentu dengan cara hidup sehat,
hindari sumber infeksi dan penyakit serta mengonsumsi obat ARV.
(Baca: Pengidap HIV/AIDS Malang Tambah 20 Orang per Bulan)