Anda di halaman 1dari 1

Kera Hitam dan Tipuannya

Satu hari seekor kera hitam jatuh dari sebuah pohon tinggi ke tepian sungai yang penuh dengan
bebatuan, tubuh kera itu terluka namun tidak cukup parah tapi bagian kaki sang kera hitam
mengalami luka yang serius, sang kera berjalan terseok-seok karena ke arah sungai untuk minum.
Karena saking hausnya sang kera hitam itu terus saja minum dengan rakusnya dan dia berhenti
ketika perutnya sudah kembung terisi air sungai, kini sang kera merebahkan badannya dan
beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaganya dan ketika itu seekor burung merak jantan datang
menghampiri sang kera hitam “kenapa dengan tubuhmu tuan kera?” Tanya sang burung merak “aku
terjatuh dari pohon tinggi itu, tubuhku terasa sakit semua dan kakiku masih belum bisa aku gerakan
karena masih terlalu sakit.” jawab sang kera hitam “kini apa yang akan kau lakukan tuan kera?”
Tanya sang burung “aku akan pergi ke hutan di sebrang sungai ini, kebetulan kau datang apa aku
mau membantuku wahai burung merak yang baik hati?” pinta sang kera hitam “baiklah kau
berpegangan saja ke kaki ku, aku mampu terbang jika jaraknya tidak begitu jauh.” sang burung
merak membawa terbang sang kera hitam, ketika mereka sampai di hutan tersebut sang kera hitam
tidak mau melepaskan pegangannya bahkan sang kera dengan asiknya mencabuti bulu-bulu burung
merak itu hingga tidak tersisa.

Sang burung merak tidak bisa berbuat apa-apa dia mencoba melepaskan diri dari cengkraman sang
kera hitam namun sang kera hitam lebih kuat darinya.

Kini sang burung merak pingsan dan sang kera hitam menganggapnya telah mati, sang kera hitam
melemparkan sang burung ke arah semak-semak untuk dia makan setelah dia menemui sang macan
tutul. Sang kera kini mencari sang macan tutul untuk berbagi makanan dengan nya dia mencari ke
kedalaman hutan hingga mencapai sebuah gua yang cukup gelap, kini sang kera hitam telah berada
di sarang gua dan dia bertemu dengan sang macan tutul. Sang Kera hitam memberitakan apa yang
telah dia perbuat kepada seekor burung merak dan mengajak macan tutul untuk menyantap
bersama. Sang macan tutul setuju dengan ajakan sang kera hitam. Kini mereka berjalan pulang
menuju burung merak yang masih pingsan itu.

Ketika sang macan dan kera hitam menuju tempat burung merak, seekor tikus yang sedang mencari
makan kaget dengan kehadiran seekor burung merak jantan tanpa bulu dan burung itu terlihat mati,
sang tikus penasaran dengan burung itu kemudian dia mengendus-endus burung merak mencari
tahu apa dia masih hidup. Ternyata sang burung merak itu masih hidup dan sang tikus
membangunkannya, sang tikus bertanya kepada sang burung merak kenapa dia tidak memiliki bulu
lalu sang burung merak itu menceritakan kejadiannya kepada sang tikus. Sang tikus berpikir hal itu
amatlah kejam, lalu dia mengajak sang burung merak untuk pergi dari semak-semak itu karena
mungkin sang kera hitam akan kembali dan menyantapnya.

Tidak lama kemudian sang kera hitam dan sang macan datang, sang kera hitam menunjukan burung
merak itu namun burung itu tidak ada di semak-semak dia mencarinya namun tetap saja dia tidak
menemukannya hal itu membuat marah sang macan tutul dan akhirnya karena merasa di tipu sang
macan tutul menerkam sang kera hitam.