Anda di halaman 1dari 11

hgdhfchfcfcfgxcvxdsfxefhmfgvgmsdgaxxsfbczasaNo shyxdkbhgjndxxvc

nvvhdfgnfd
dgdbgaavfbg
2. Tcbanaman perkebunan adalah tanaman yang ditanam pada media tanam tanah atau
media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai. Tanaman yang ditanam
umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, antara kurang
dari setahun hingga tahunan.
Tanaman hortikultura adalah jenis tanaman yang bisa dibudidayakan. Jadi prosesnya
meliputi pembibitan, kultur jaringan, panen, pengemasan dan distribusi. Sistem
hortikulturan sering digunakan dalam proses pertanian modern.
Tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang daat menghasilkan karbohidrat
dan protein.
Tanaman bioindustri adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan semua bagian dari
tanaman tersebut termasuk bio massa tanaman tersebut. Tak hanya biomassanya yang
dapat di kelola dan dimanfaatkan secara optimal, adapula limbah organik yang dapat
dimanfaatkan dan di kelola kembali untuk dijadikan suatu produk dari tanaman
tersebut yang bernilai jual tinggi serta berkelanjutan. Sehingga, semua bagian dari
tanaman tersebut dapat dibuat menjadi pupuk organik, bahan bakar substitusi, bahan
obat-obatan (biofarmaka), dan rempah-rempah.
3. Tanaman yang termasuk tanaman bioindustri yaitu adalah tanaman lada, stevia,
jeruk nipis, belimbing, avokad, durian, manggis, mengkudu.
Budidaya stevia:
a. Pembibitan Stevia
Bibit stevia dapat diperoleh dengan beberapa cara diantaranya dari benih, stek, tunas
dan juga kultur jaringan. Namun cara yag paling banyak digunakan yaitu pembibitan
melalui stek karena diras lebih cepat dan praktis. Pembibitan dengan stek dilakukan
dengan menggunakan naungan plastik kedap udara bersuhu rendah dan juga
kelembapan udaranya mendekati 100%.
b. Penanaman Stevia
sebelum melakukan penanaman, lahan tanam yang akan digunakan untuk budidaya
stevia digemburkan dengan cara di cangkul atau di bajak sebanyak 2 kali. Selanjutnya
buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 100-125 cm, tinggi sekitar 20 cm dan
untuk panjangnya dapat disesuaikan dengan lahan tanam. Apabila lahan tanam yang
digunakan berkontur miring maka sebaiknya dibuat teras terebih dahulu. Setelah
semua siap, selanjutnya lakukan penanaman. Bibit ditanam dengan jarak tanam
sekitar 25cmx25cm atau 30cmx30cm dengan dalam setiap bedengan 4-5 baris bibit.
Sebelum ditanam dalam lubang tanam yang dibuat diberi pupuk organik baik itu
pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sekitar 250 gram/lubang tanam.
Waktu yang baik untuk melakukan penanaman stevia yaitu pada musim hujan.

c. Pemeliharaan Stevia
Setelah melakukan penanaman maka perlu dilakukan pemeliharaan berupa
pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit.
-Pemupukan
Setelah satu minggu tanam, lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk ure,
TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 1 gram, 1 gram dan 1 gram/tanaman.
Pemupukan ini kembali dilakukan setiap setelah panen.
-Pemangkasan
Saat tanaman berumur sekitar 2 minggu, lakukan pemangkasan pada setiap jung
tanaman agat percabangan terbentuk dan produksi daunnya semakin banyak.
-Pengendalian Hama Penyakit
Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman stevia antara lain kutu daun aphis
sp yang merusak bagian pucuk daun, ulat grayak Heliothis sp. , Cendawan Poria
hypolateria yang menyebabkan batang berwarna merah bata dan akhirnya layu, dan
juga penyakit Sclerotium rolfsii serta Fusarium sp.
Untuk mengendalikan hama dan penyakit ini hjangan gunakan insektisida ataupun
fungisida.
d. Pemanenan Daun Stevia Dan Pasca Panen
Daun stevia mulai dapat dipanen setelah berumur 40-60 hari setelah penanaman dan
pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 30-60 hari sekali. Pemanenan ini jangan
lambat karena dapat menurunkan kadar gula yang ada pada daun.
Selain berdasarkan umur, memulai pemanenan dapat dilakukan dengan melihat
ketinggian tanaman. Biasanya yang telah dqapat dipanen yaitu tanama yang telah
memiliki ketinggian sekitar 40-60 cm dan berdaun rimbun.
Waktu yang baik untuk melakukan pemanenan stevia yaitu pada pagi hari. Pemanenan
dilakukan dengancara batang atau tangkai sepanjang 10-14 cm dari permukaan tanah,
selanjutnya batang tersebut dirompes dan diambil daunnya saja.
Setelah daun didapatkan selanjutnya daun Stevia tersebut di keringkan baik itu
dengan menjemurnya dibawah sinar matahari ataupun dengan menggunakan alat
pengering buatan. Jika sudah kering, daunn tersebut dapat dikemas dan dijual kepada
konsumen.
4. Penting, karena budidaya tanaman/teknik pertanian bioindustri merupakan prospek
yang baik untuk masa depan, dimana dalam budidaya tanaman bioindustri
memanfaatkan seluruh sumber daya/biomasa tanaman untuk dijadikan hasil pertanian,
dan dalam pengolahan nya memanfaatkan teknologi yang memungkinkan produk
yang dihasilkan berkualitas, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam budidaya tanaman bioindustri pun dibutuhkan syarat tumbuh yang sesuai dan
teknik khusus lainnya yang mendukung pertumbuhan tanaman bioindustri, serta
pemberian nutrisi yang sesuai oleh karena itu penting mempelajari budidaya pada
tanaman bioindustri.
5. Yang telah kami pelajari dari mata kuliah Bioindustri yaitu tentang tanaman stevia
dan tanaman lada. Dimana teori yang diberikan mengenai syarat tumbuh serta metode
perbanyakan yang dapat dilakukan untuk tanaman stevia dan lada. Pada tanaman
stevia, metode petbanyakan yang dapat dilakukan yaitu: melalui biji stevia, setek
pucuk batang pada multitray, dan dengan cara kultur jaringan. Sedangkan
perbanyakan pada tanaman lada dapat dilakukan dengan cara grneratif dan vegetatif.
Perbanyakan secara generatif dapat dilakukan untuk keperluan penelitian, sedangkan
perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara setek yang dapat digunakan
untuk keperluan komersil. Harapan untuk kedepannya yaitu, teori yang telah
dipelajari didalam kelas dapat diterapkan pada saat praktikum dilahan. Hal ini
dikarenakan, agar pengetahuan secara teori dan skill dalam mempraktekannya dapat
seimbang dan sesuai.
6. Tanaman lada (Piper nigrum L.) adalah tanaman perkebunan yang bernilai
ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat mulai berbuah pada umur tanaman berkisar
antara 2-3 tahun. Produktivitas tanaman lada masih berpotensi dapat ditingkatkan
dengan melalui penerapan teknologi budidaya mulai dari persiapan lahan, pembibitan,
penanaman, pemeliharaan dan penanganan pasca panen yang baik.
7. Lada Hijau : Lada ini dipetik jauh sebelum buah lada matang, sehingga memiliki
warna kulit luar yang hijau. Rasa segar dan sangat aromatik, namun tidak pedas. Lada
hijau yang dikeringkan biasa digunakan untuk makanan Perancis, Creole dan
beberapa masakan Thailand.
Lada Merah Jambu atau Rose : Lada merah jambu biasa digunakan dalam hidangan
Nouveau atau sebagai campuran dengan bumbu lainnya. Rasanya sama seperti lada
hitam, tapi lebih lembut dan lebih asam, dengan sedikit rasa manis. Jenis lada ini
memiliki harga yang mahal dan sulit untuk ditemui di pasaran.
Lada Merah: Lada merah dapat digunakan saat masih segar, namun lada jenis ini
cepat rusak. Oleh karena itu, lada ini dapat disimpan dalam air asin, freeze-dried, atau
air-dried. Aroma lada merah sangat kompleks, dengan sedikit rasa pedas dan panas.
Lada Putih : Lada putih memiliki aroma sederhana dan rasa pedas yang tidak tajam.
Lada ini umumnya digunakan untuk membuat saus, sup, kentang, dll.
Lada Hitam: Lada hitam paling terkenal dan banyak digunakan di Amerika Serikat.
Lada hitam dibuat dari buah lada matang tapi tidak terlalu matang, yakni buah lada
berwarna hijau yang sudah mulai berubah menjadi kuning.
Lada Szechuan : Sebenarnya ini bukan benar-benar lada, tapi buah beri dari pohon
Prickly Ash di Cina. Lada ini tumbuh dan dikonsumsi di Asia, dan menjadi komponen
penting di masakan Cina serta Jepang. Lada ini sangat aromatik, dan bibir kita akan
sedikit mati rasa jika mencicipinya langsung.
8.
1. Pembibitan
A. Bahan tanaman induk (bahan tanam): Bahan tanaman lada untuk bibit dapat
berasal dari setek pendek maupun setek panjang. Bahan setek panjang 5-7 ruas, dan
setek pendek 1 ruas berdaun tunggal yang harus disemai terlebih dahulu di
persemaian. Perbanyakan tanaman lada bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif
(setek). Setek tanaman lada dapat diambil dari sulur panjat, sulur gantung, sulur tanah
dan sulur buah (cabang buah).
B. Pembuatan media tanam : Media tanam terdiri dari campuran tanah halus + pupuk
kandang (2:1) ; diaduk kemudian dimasukkan ke dalam polybag (lebar 15 cm ; tinggi
20-25 cm).
Polybag yg sudah terisi, disusun di dalam kerangka sungkup secara teratur dan rapi.
Selanjutnya dilakukan penyiraman dgn larutan fungsida berbahan aktif mankozeb
0,2% agar media menjadi steril dan stabil. Media dibiarkan beberapa hari sebelum
ditanami atau sampai tumbuh gulma-gulma kecil.
C. Pra Perlakuan Setek : Setek cabang buah yg diambil dipotong potong menjadi
setek berbentuk setek lada perdu bertapak. Bagian mata tidur dibuang agar tak
tumbuh sulur panjat.Panjang setek bertapak antara 20-30 cm, mempunyai 2-3 buah
cabang sekunder yg berdaun.Setek dicuci dn air mengalir kemudian
dikeringanginkan.
Untuk memacu pertumbuhan akar, bagian pangkal setek dicelup cepat dlm 2 ppm
IBA, atau dioles dengan Rootone F. Setek siap ditanam dalam polybag
D. Penanaman dalam Polybag : Membuat lubang pada media tanam polybag sebesar
batang pensil sedalam 5-10 cm.
Memasukkan batang stek kedalamnya tegak lurus kemudian menekan tanah agar
terjadi kontak antara setek dengan media tumbuh dan tidak terdapat kantong udara
diantaranya.
Sebelum sungkup ditutup lakukan penyemprotan larutan fungisida 0,2% utk menjaga
kelembapan udara dalam sungkup dan menghindarkan stek dari serangan jamur.
Setelah cukup basah sungkup segera ditutup.
E. Pemeliharaan setelah penyungkupan : Persemaian dijaga agar kelembapan relatif
sekitar 70-80% dan suhu antara 25º-27ºC.
Bila dlm beberapa hari setelah ditutup pada plastik bagian dalam sungkup terdapat
uap air maka kelembapan udara di dalam sungkup cukup baik. Namun, jika tidak,
maka sungkup dibuka dan media tanam diperiksa. Bila kering, perlu penyiraman dan
setelah itu ditutup kembali.
F. Pemeliharaan setelah pengungkupan : Setelah perlakuan penyungkupan selama 7
minggu, pemeliharaan berupa penyiangan dan penyiraman serta penyemprotan
dengan fungisida berbahan aktif mankozeb 0,15% dilakukan. Satu bulan setelah setek
ditanam, tumbuh tunas-tunas yang selanjutnya akan menjadi sulur2 panjat.Apabila
sulur telah membentuk 2 – 3 daun baru, maka setiap tanaman diberi tegakan dari
bambu, agar pada bagian bukunya tumbuh akar dan melekat pada tegakan bambu.
Secara bertahap sungkup dibuka agar setek beradaptasi dengan,lingkungan
tumbuhnya. Setelah 3 – 4 bulan, setek telah tumbuh menjadi bibit lada (7 – 9 buku)
dan siap ditanam di lapang.
2. Teknik budidaya
A. Persiapan Tanam : Pembukaan Tanah, dan Pengolahan Tanah dan Pembuatan
Lubang Tanam. Kemudian dilakukan pengajiran dgn jarak 2,5 x 2,5 m. Lubang tanam
dibuat dgn ukuran panjang x lebar x dalam (80x60x60 cm / 40x40x40 cm). Tanah
galian dicampur pupuk kandang (5 – 10 kg) dan 0,5 kg dolomit serta dibuat menjadi
guludan berukuran pjg x lbr x tinggi : 90 x 60 x 25 – 30 cm. Pada tanah miring (+15
o) sebaiknya dibuat teras-teras atau menanam tanaman penutup tanah sepanjang
kontur (penyengkedan mengikuti garis kontur) dan tidak membuat saluran drainase
searah kemiringan tanah.
Air yg berlebihan harus dialirkan/dibuang melalui saluran drainase 30 x 20 cm (lebar
x dalam) dan parit keliling berukuran 40x30 .Guludan dibiarkan 2 -4 minggu
B. Penanaman
B.1 Penanaman panjatan/tajar : Untuk tanaman lada panjat, di salah satu sisi lubang
(± 10 cm sebelah barat), ditanam tanaman panjatan / tajar tempat merambatnya
tanaman Lada. Panjatan hidup bisa ditanam beberapa bulan sebelum penanaman
Lada. Pada tahun ke-1 tajar diwiwil (dibuang tunas- tunasnya), kemudian pada tahun
ke-2 dilakukan pemangkasan 2 x /tahun (untuk dadap cangkring; untuk gliricidia 3
x /tahun. Pemangkasan dilakukan 7 – 10 hari sebelum pemupukan tanaman lada.
B.2 Penanaman Lada : Setek 7 ruas dpt langsung ditanam dgn cara letakkan setek
miring (30 – 45°) ke arah tajar, 4 ruas setek bagian pangkalnya (tanpa daun)
dibenamkan kedalam tanah, sedang 3 ruas sisanya (berdaun) disandarkan pada tajar.
Bibit harus dilindungi dari teriknya sinar matahari.
B.3 Pemeliharaan :
a. Pengikatan Sulur Panjat Pembentuk kerangka Tanaman
b. Pemangkasan Sulur Gantung dan Sulur Cacing/Tanah
c. Pemupukan dan Pemangkasan Tajar
d. Penyiangan Terbatas/Bobokor
9. Penting, agar dapat mempercepat dalam pembibitan tanaman lada. Selain itu,
tanaman lada yang di setek lebih diberikan perhatian khusus dalam pembibitannya.
Mulai dari media tanam yang digunakan, suhu dan kelembaban yang terjaga.
Kemudian setek ini juga memiliki kelebihan yaitu tanaman lada tersebut sukar
mendapat serangan dari hama dan penyakit. Karena biasanya tanaman yang di setek
itu di simpan dialam screen house agar tanaman tidak mudah rebah saat terkena air
hujan langsung, dan terik matahari langsung. Karena akan mempercepat proses
transpirasi, apabila pada stek tanaman ini tidak disimpan dalam screen atau disungkup
cadangan makanan yang digunakan untuk memacu akar dan tunas akan sedikit
terhambat karena mengalami penguapan. Untuk boleh apa tidaknya perbanyakan
tanaman lada digunakan selain secara stek itu boleh boleh saja, asalkan untuk
perbanyakannya dengan secara generatif yaitu dengan biji akan tetapi dari segi
kuantitasnya dapat mempengaruhi yaitu perbanyakan tanaman lada lebih lama
berproduksinya dan sifatnya berubah ubah atau tidak sama dengan indukannya karena
menyerbuk silang.
10. Alur kerja stek pada tanaman lada :
1. Siapkan bibit stek tanaman lada yang memiliki ruas banyak
2. Siapkan alat pisau, polybag, ajir, sungkup, dan cangkul. Siapkan bahan plastik
sungkup, tanah, pupuk kompos, root-up/hormon tumbuh akar, dan air.
3. Siapkan root-up yang sudah dicairkan terlebih dahulu di dalam mangkok.
4. Siapkan polybag dan buat media yang akan digunakan dengan mencampurkan
tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1
5. Sterilkan pisau untuk memotong ruas batang tanaman lada.
6. Potong batang tanaman lada di bagian ruasnya kemudian pada luka potongan
dioleskan root-up.
7. Tanam stek tanaman lada pada polybag yang telah berisi media yang telah dibuat.
8. Siram tanaman dengan air secara perlahan.
9.Tancapkan ajir dan tutup dengan sungkup plastik, kemudian beri lubang sedikit
supaya udara tidak terlalu lembab.