Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN AKHIR PROGRAM PENDIDIKAN NERS STASE

KEPERAWATAN GERONTIK PERIODE 6 MEI – 1 JUNI 2013


DI UPT PSLU JEMBER TAHUN 2013

Oleh:
Rismawan Adi Yunanto, S. Kep.
NIM 082311101066

PROGRAM PENDIDIKAN NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013
LAPORAN AKHIR PROGRAM PENDIDIKAN NERS STASE
KEPERAWATAN GERONTIK PERIODE 6 MEI – 1 JUNI 2013
DI UPT PSLU JEMBER TAHUN 2013

Disusun guna memenuhi tugas Laporan Akhir Program Pendidikan Ners


Stase Keperawatan Keluarga

Oleh:
Rismawan Adi Yunanto, S.Kep.
NIM 082311101066

PROGRAM PENDIDIKAN NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK PROFESI NERS KEPERAWATAN GERONTIK DI


UPT PSLU JEMBER TAHUN 2013
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER
Kode Dokumentasi
Tanggal 1 Juni 2013
Diajukan Oleh Penanggung Jawab Mata Kuliah

Hanny Rasni, M.Kep


NIP. 19761219 200212 2 003

Disetujui Oleh Sekretaris I PSIK

Ns. Roymond H.Simamora, M.Kep


NIP. 19760629 200501 1 001
Diketahui Oleh Ketua PSIK Universitas Jember

dr.Sujono Kardis, Sp.Kj


NIP. 19490610 198203 1 001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala penyertaan dan
pertolongan-Nya, sehingga Laporan Akhir Praktek Profesi Ners Keperawatan
Gerontik dapat kami selesaikan. Dalam kesempatan ini, kami selaku penyusun
mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah mendukung dalam
penyelesaian laporan pertanggungjawaban ini, yakni :
1. dr. Sujono Kardis, Sp., KJ selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Jember;
2. Hanny Rasni, M.Kep selaku Penanggung Jawab Mata Kuliah Keperawatan
Gerontik;
3. Ns. Latifa Aini S., M.Kep., Sp. Kom dan Ns. Tantut Susanto, M.Kep, Sp. Kep.
Kom selaku dosen pembimbing stase keperawatan gerontik;
4. Kepala UPT PSLU Kabupaten Jember beserta staf yang telah memberikan izin
dan bimbingan selama kami melakukan Praktik Profesi Ners Keperawatan
Gerontik;
5. Teman–teman yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Profesi Ners
Keperawatan Gerontik;
6. Teman-teman kami yang telah memberikan semangat dan motivasi.
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan laporan pertanggungjawaban
ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca sebagai penyempurnaan bahan
penulisan selanjutnya. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan
tambahan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jember, 1 Juni 2013

Penyusun

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
HALAMAN SAMPUL .................................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................. v
RINGKASAN............................................................................................... . vi
LP DAN ASKEP KLIEN 1 ............................................................. 1
LP DAN ASKEP KLIEN 2 ............................................................. 25
LP DAN ASKEP KLIEN 3 ............................................................. 49
LP DAN ASKEP KLIEN 4 ............................................................. 72
LP DAN ASKEP KLIEN 5 ............................................................. 97
LP DAN ASKEP KLIEN 6 ............................................................. 122
LP DAN ASKEP KLIEN 7 ............................................................. 147
LP DAN ASKEP KLIEN 8 ............................................................. 171
LP DAN ASKEP KLIEN 9 ............................................................. 191
LP DAN ASKEP KLIEN 10 ........................................................... 214
LP DAN ASKEP KLIEN 11 ........................................................... 239
LP DAN ASKEP KLIEN 12 ........................................................... 262
LAMPIRAN
1. SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
2. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
3. MATERI
4. LEAFLET
5. LEMBAR KOMPETENSI
6. LEMBAR PENILAIAN

v
RINGKASAN

Kegiatan profesi keperawatan gerontik dilaksanakan oleh mahasiswa


program profesi dengan cara praktik keperawatan secara langsung pada lansia
dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia pada rentang sehat dan
sakit dengan penekanan pada upaya promotif, preventif dengan tetap
memperhatikan aspek kuratif dan rehabilitatif. Stase keperawatan gerontik
ditempatkan di UPT PSLU Kabupaten Jember. Stase keperawatan gerontik
berlangsung selama 4 minggu, dimulai sejak tanggal 6 Mei hingga 1 Juni 2013.
Setiap mahasiswa mengambil 3 lansia setiap minggunya, sehingga dalam empat
minggu mahasiswa melakukan asuhan keperawatan gerontik kepada 12 lansia.
Setiap lansia mendapatkan asuhan keperawatan selama 1 minggu dengan minimal
3 diagnosa keperawatan.
Klien pertama adalah Ny.Tm yang berusia 83 tahun. Ny.S masuk ke UPT
PSLU Kabupaten Jember sekitar tahun 2004. Masalah keperawatan pada Ny.Tm
yaitu gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, dan kerusakan integritas
kulit. Implementasi utama yang telah dilakukan seperti meliputi pemberian latihan
ROM pasif pada ekstermitas bawah klien, pemenuhan kebutuhan perawatan diri,
serta melakukan perawatan luka pada sela-sela jari kaki klien.
Klien kedua adalah Ny.St yang berusia 73 tahun. Ny.St sudah berada di
PSLU sejak tahun 1993. Masalah keperawatan pada Ny.St yaitu nyeri akut, deficit
perawatan diri, dan kurang pengetahuan. Implementasi utama yang telah
dilakukan meliputi mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi
nyeri, berkolaborasi dengan perawat PSLU untuk memberikan analgesic,
membantu memenuhi kebutuhan hygiene klien dengan membantu memotong
kuku klien, serta memberikan KIE tentang hipertensi.

vi
Klien ketiga adalah Tn. S yang berusia 88 tahun yang sudah berada di
PSLU Jember sejak tahun 2004. Masalah keperawatan pada Tn. S yaitu pola nafas
tidak efektif, insomnia, dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh. Implementasi utama yang telah dilakukan pada Ny.M meliputi
mengajarkan senam asma, menganjurkan beberapa cara untuk mempermudah
tidur di malam hari, serta memberikan KIE tentang nutrisi yang tepat bagi lansia.
Klien keempat adalah Ny. M yang berusia 70 tahun. Ny.M telah tinggal di
UPT PSLU Jember kurang lebih sekitar dua tahun yang lalu. Masalah
keperawatan pada Ny. M meliputi nyeri kronis, ketidakefektifan performa peran,
dan deficit perawatan diri. Implementasi utama yang telah dilakukan antara lain
meliputi: mengajarkan teknik kompres dingin untuk mengurangi nyeri, latihan
ROM sederhana untuk mengurangi kekakuan sendi, dan memenuhi kebutuhan
hygiene Ny. M.
Klien kelima adalah Ny.Lsm yang berusia 69 tahun. Ny. Lsm telah tinggal
di UPT PSLU Jember kurang lebih 6 tahun yang lalu. Masalah keperawatan pada
Ny.Lsm yaitu meliputi gangguan mobilitas fisik, gangguan persepsi sensori, dan
gangguan interaksi sosial. Implementasi utama yang telah dilakukan yaitu antara
lain: mengajarkan latihan range of motion (ROM) aktif, cara membaca bibir
lawan bicara, membantu interaksi klien dengan penghuni panti lainnya.
Klien keenam adalah Tn.S yang telah tinggal di UPT PSLU Jember sejak
tujuh bulan yang lalu. Masalah keperawatan pada Tn.S meliputi gangguan sensori
persepsi: pendengaran, gangguan mobilitas fisik, dan nyeri kronis. Implementasi
utama yang telah dilakukan pada Tn.S yaitu mengajarkan teknik membaca gerak
bibir lawan bicara, cara mengubah posisi yang baik dan benar, latihan ROM,
senam rematik, dan teknik relaksasi napas dalam.
Klien ketujuh adalah Ny. P yang berusia 65 tahun. Ny. P tinggal di wisma
Melati sejak tiga bulan yang lalu. Masalah keperawatan pada Ny.P meliputi Nyeri
akut, Insomnia, dan resiko tinggi cidera. Implementasi utama yang telah dilakukan
pada Ny.P yaitu antara lain: memberikan masase pada klien, menginformasikan
kondisi lingkungan yang dapat menciderai, mengajarkan terapi relaksasi otot
progresif, dan memodifikasi tempat tidur klien agar nyaman
vii
Klien kedelapan adalah Ny.Si yang berusia 70 th yang baru tinggal di UPT
PSLU tujuh bulan yang lalu. Masalah keperawatan pada Ny.T meliputi resiko
ketidakefektifan perfusi jaringan otak, kerusakan integritas kulit, dan kurang
pengetahuan. Implementasi utama yang telah dilakukan pada Ny.T antara lain:
mengajarkan memeriksa tekanan darah secara teratur, pengaturan posisi dorsal
recumbent, berkolaborasi untuk pengobatan dengan perawat PSLU, melakukan
perawatan luka pada klien, dan memberikan KIE pada klien terkait bahaya kafein.
Klien kesembilan adalah Ny.L yang telah tinggal di UPT PSLU Jember
sejak tiga tahun yang lalu. Masalah keperawatan pada Ny. L meliputi Resiko
ketidakefektifan perfusi jaringan otak, kurang pengetahuan, dan cemas.
Implementasi utama yang telah dilakukan pada Ny. L antara lain: mengontrol
tekanan darah secara teratur, berkolaborasi dengan perawat PSLU untuk
memberikan pengobatan kepada klien, memberikan KIE terkait tekanan darah
tinggi, serta memberikan terapi relaksasi napas dalam.
Klien kesepuluh adalah Ny. N usia 75 tahun yang telah tinggal di UPT
PSLU Jember sejak empat tahun yang lalu. Masalah keperawatan pada Ny. N
meliputi gangguan mobilisasi fisik, nyeri akut, dan defisit perawatan diri.
Implementasi utama yang telah dilakukan yaitu antara lain: melatih ROM aktif
dan pasif, mengajarkan cara mengubah posisi dengan tepat, mengajarkan teknik
relaksasi napas dalam, membantu pemenuhan hygiene pada klien
Klien kesebelas adalah Ny. S yang telah tinggal di UPT PSLU Jember
sejak tiga tahun yang lalu. Masalah keperawatan pada Ny. S meliputi gangguan
mobilisasi fisik, resiko jatuh, dan inkontinensia urin. Implementasi utama yang
telah dilakukan pada Mbah S yaitu antara lain: melakukan ROM pada klien, serta
mengajarkan senam Kegel.
Klien keduabelas adalah Ny. D yang berusia 80 tahun. Ny. D telah tinggal
di UPT PSLU Jember sejak empat tahun yang lalu. Masalah keperawatan pada
Ny. D meliputi: gangguan mobilitas fisik, deficit perawatan diri, dan resiko jatuh.
Implementasi utama yang dilakukan adalah dengan mengajarkan klien untuk
menggunakan alat bantu berjalan, membantu klien memenuhi kebutuhan
hygienenya dengan baik (memotong kuku), memberikan ROM aktif pada klien.
viii
Keseluruhan klien tersebut telah mendapatkan asuhan keperawatan
gerontik masing-masing selama satu minggu. Berdasarkan masalah keperawatan
pada keseluruhan klien tersebut, didapatkan data bahwa terdapat beberapa klien
yang memiliki masalah keperawatan yang sama seperti nyeri, gangguan mobilitas
fisik, dan resiko cidera. Implementasi yang dilakukan terkait masalah keperawatan
tersebut tentunya sama pada setiap klien yang memiliki masalah keperawatan
yang sama. Namun, respon dari setiap klien tentunya berbeda. Evaluasi dari
impelementasi yang telah dilakukan tersebut mengacu pada kriteria hasil yang
telah dijelaskan dalam rencana tindakan keperawatan. Ada klien yang telah dapat
mengatasi masalahnya, dan ada pula klien yang hanya mampu mengatasi
masalahnya sebagian saja.

ix