Anda di halaman 1dari 5

1.

Pengertian Konjungtor
Konjungtur atau fluktuasi ekonomi dapat diartikan suatu perkembangan yang
terus menerus dan kemudian di ikuti oleh kemrosotan yang terus – menerus dari produksi
kesempatan kerja, pendapatan harga – harga dan kegiatan – kegiaran yang lain.
Konjungtur atau fluktuasi ekonomi dapat dibedakan dalam (empat) tipe,yaitu :
1. Trend Sekuler yartinya, suatu golongan arah gerakan ekonomi (bias keatas, bias juga
menjurus ke bawah) dalam pereode lama . misalnya bias terjadi antara 30 – 50 tahun.
2. Fluktuasi Musim yaitu, fluktuasi kegiatan ekonomi selama periode tertentu, biasanya
satu tahun. Perubahan _ perubahan terjadi karena pengaruh musim (alam) atau
kebiasaan – kebiasaan misalnya hari – hari besar yang meningkatkan penjualan.
3. Fluktuasi Yang Tidak Teratur (Irregular) yaitu, perubahan akibat dari pada kejadian –
kejadian yang tidak diharapkan, seperti misalnya : bencana alam, banjir, peperangan
dan sebagainya.
4. Fluktuasi (Siklis) yaitu, perubahan kehidupan ekonomi yang mungkin terjadi
walaupun tidak ada kekuatan – kekuatan trend, musiman dan irregular. Misalnya,
perubahan dalam pendapatan dan kesempatan kerja. Gerak gelombang konjungtur
atau siklus (gelombang naik dan turun)keduanya bias terjadi dalam waktu 7 tahun, 8
tahun dan kadang – kadang sampai 10 tahun. Apabila satu siklus terjadi selama waktu
7 tahun, maka berarti gelombang naik selama 3 ½ tahun dan gelombang turun 3 ½
tahun.
Gerak gelombang konjungtur dapat dilihat pada gambar berikut ini :
1. Gerak Gelombang Naik Terjadi perluasan pada kegiatan ekonomi atau
proses ekspensi (lihat garis AC) pada masa ekspensi dibagi dalam 2
(dua) tahap : Tahap Pemulihan atau Recovery (lihat gasis AB). Pada
tahap ini produksi mulai diperbesar. Pendapatan mulai naik dan
kesempatan kerja mulai lebih luas lagi. Tahap Konjungtur Tinggi ( lihat
garis DC). Pada tahap ini produksi dijalankan pada tingkat yang tinggi
sekali. Pendapatan terus bertambah, keadaan semakin mendekati full
emplovment. Hampir tidak ada pengangguran dan semua peralatan
modal sudah terpakai dalam produksi. Mungkin akan timbul bahaya
inflasi.
2. Gerak Gelombang Turun Terjadi kemunduran dalam kegiatan ekonomi
yang disebut juga proses kontraksi atau kemrosotan (lihat garis CE)
yang dalam tahap ini terbagi juga dalam 2 (dua) tahap : Tahap Resesi
atau kemunduran (lihat garis CD) resesi biasanya dimulai mulai
berkurangnya investasi. Dalam tahap ini tingkat produksi pendapatan
dan kesempatan kerja mulai turun serta harganya mengalami kelesuhan.
Tahap Depresi atau masa kesempatan (lihat garis DE) tahap ini
merupakan kelanjutan dari tahap resesi, segalanya kan turun berlipat
ganda. Kegiatan ekonomi mencapai suatu tingkat yang rendah sekali.
Dunia perusahaan tertekan dan investasi sangat rendah, bahkan tidak
ada investasi baru.
Gerak gelombang konjungtur ada yang menyebutnya dengan business
fluctuation atau business cycles. Fluktuasi – fluktuasi kegiatan semacam itu
dirasakan terutama dinegara industri. Dan gejala seperti itu sudah dikenal sejak
masa revolusi industri. Tapi, para ahli ekonomi baru mempelajari gejala naik
turunnya kegiatan ekonomi terutama sejak krisis dunia tahun 1930 an yang
dikenal dengan nama the great depression, dan kemudian dicari jalan bagaimana
depresi dapat diatasi atau paling tidak direndahkan, yang selanjutnya hal ini
merupakan pangkal perubahan ekonomi modern yang dipelopori

2. Tahap-tahap konjungtor
Gelombang Konjungtur dibagi menjadi 4 tahap:
1. Tahap Depresi = Kemerosotan. Yaitu kemerosotan yang disebabkan antara lain
banyak produksi berkurang, banyak pabrik tutup, banyak terjadi pengangguran
(baisse atau konjungtur rendah). Tetapi akhirnya keadaan berubah lagi (titik balik
bawah/trough).
2. Tahap Ekspansi = Kegiatan ekonomi cepat. Yaitu tahap kegiatan ekonomi dalam
perkembangan atau pertumbuhan yang cepat sampai tercapainya puncak kegiatan
(masa “boom” atau “hausse” = konjungtur tinggi)
3. Tahap Resesi = Kelesuan. Yaitu semula kemacetan yang timbul menyebabkan
laju pertumbuhan ekonomi terhenti (stagnasi) dan/atau mundur sedikit. Jika
berlangsung lama dan hebat, dimana semua sektor ekonomi ikut lesu maka kelesuan
menjadi kemrosotan.
4. Tahap Recovery = Pemulihan. Yaitu tahap yang mulai pulih kembali normal.
3. Teori Terjadinya Konjungtor
Menurut Sadono, konjungtur adalah kenyataan yang berlaku dalam perekonomian
yang menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi
mengalami kenaikan atau kemunduran yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Gambaran atau grafik mengenai konjungtur adalah suatu grafik yang menunjukkan
perubahan pendapatan nasional dan kegiatan ekonomi dari satu waktu ke waktu lain.
Ekonomi tidak bisa tumbuh terus tanpa batas. Kehidupannya selalu ditandai oleh
fluktuasi dengan periode meningkatnya kegiatan ekonomi, disusul dengan titik puncak
yang sekaligus merupakan titik balik (the upper turning point). Terjadi krisis, yang
disusul dengan periode menurunnya kegiatan ekonomi, atau baisse, sampai tingkat
pertumbuhan dan besaran-besaran makro ekonomi lainnya mencapai titik paling rendah.
Terjadilah titik balik terendah (the lower turning point), disusul dengan periode kenaikan
perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, atau economic boom, atau hausse lagi. Gejala
pasang surutnya kegiatan ekonomi secara periodik di dalam teori ekonomi disebut
business cycle atau conjunctuur.
Gelombang konjungtur (economic cycle) adalah naik turunnya kegiatan ekonomi
dari waktu ke waktu (Business Cycle). Naik turunnya kegiatan ekonomi membentuk satu
gelombang. Kegiatan ekonomi:
1. Menaik (recovery) = Pemulihan
Maksud dari pemulihan itu sendiri adalah bisnis yang sudah mengalami
kebangkrutan harus disuntikkan lagi agar dapat memulihkan perusahaannya sendiri agar
dapat berproduksi lagi.
2. Sampai pada puncak paling atas (prosperity) / Ekspansi
Maksud dari menanjak dan ekspansi adalah jika perusahaan tersebut sudah mulai
berproduksi, maka perusahaan akan memulai memasarkan produk. Jika perusahaan
tersebut sudah memasarkan dan merambah seluruh pasar, maka bisa dikatakan
perusahaan tersebut sudah melakukan ekspansi dan sudah sampai pada puncak paling
atas.

3. Menurun (recession) = kelesuan


Maksud dari kelesuan disini, adalah jika perusahaan sudah memasarkan produk,
ternyata produk dari perusahaan tersebut sudah tidak laku, maka perusahaan tersebut
mengalami kelesuan dalam berproduksi.
4. Sampai puncak paling bawah (depression) = kemerosotan
Maksud dari kemerosotan adalah setelah mengalami resesi, jika segera ditangani
maka perusahaan tersebut bisa bangkrut dan mengalami kemerosotan. Kemerosotan
tersebut disebabkan banyak produksi berkurang, tidak menjaga kualitas produk serta
terjadi KKN dalam perusahaan tersebut.

Dibawah ini merupakan kurva konjungtur yang terjadi pada ekonomi :

Keterkaitan antara konsep flow dan konjungtur dalam kasus dunia nyata adalah
mengenai aliran yang terjadi tentang konjungtur antara jumlah pertumbuhan yang stabil
dengan pendapatan nasional sebenarnya. Maksud dari penjelasan diatas, terjadi aliran
atau siklus yang terjadi pada ekonomi 4 sektor yaitu sektor rumah tangga, perusahaan,
pemerintah dan luar negeri yang mengakibatkan kurva yang diperkirakan akan lurus
seperti garis anggaran, malah justru membentuk kurva konjungtur. Masalah
perekonomian dalam suatu negara antara lain :

1. Pendapatan nasional dari sektor pajak dan sektor penghasilan lainnya mengalami
penurunan yang tidak sesuai dengan harapan
2. Konsumsi rumah tangga yang tidak sesuai dengan perkirakan yang ditaksir
pemerintah.
3. Faktor ekspor dan impor yang dilakukan suatu negara.
4. Kontraksi ekonomi yang terjadi disuatu negara, seperti inflasi, deflasi, melemahnya
rupiah dll.
Masalah-masalah diatas dapat menyebabkan kurva pendapatan nasional tidak
sesuai dengan gambaran aslinya menjadi kurva konjungtur. Berikut kejadian-kejadian di
negara indonesia yang disebabkan karena kurva konjugtur : Kondisi Krisis Moneter 1997
dan Krisis Keuangan Global 2008.
Dengan adanya penjelasaan diatas, kita harus menangani kurva konjungtur agar
tidak berdampak resesi atau jangan juga selalu meningkat tetapi tiba-tiba merosot ke titik
paling rendah. Penanganan yang dilakukan yaitu : dengan melakukan kebijakan fiskal
dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah, mendorong konsumsi rumah tangga
dengan cara menetapkan UMR sewajarnya, serta mendorong agar mata uang menguat
terhadap mata uang asing dengan cara memperbaiki neraca pembayaran hutang terhadap
luar negeri.
4. Pengelolaan Konjungtor

Referensi
http://variasy.blogspot.com/2012/12/bab-vi-inflasi-dan-konjungtur.html
https://anyssariyan.wordpress.com/2013/12/12/pertumbuhan-ekonomi-dan-konjungtur-dalam-
teori-keynesian/
https://ekavidiaz.wordpress.com/2013/12/12/analisis-mengenai-konsep-flow-dan-konjungtur-
dalam-ekonomi-makro/