Anda di halaman 1dari 3

Program Studi DIV-K3

Universitas Balikpapan

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7. 1. KESIMPULAN
PT. PERTAMINA (Persero) RU V khususnya bagian Occupational

Health yang memiliki tanggung jawab terhadap paparan sumber radiasi Gamma

Cesium-137 dan sinar-X yang dimanfaatkan di dalam kilang RU V. Maka sistem

proteksi radiasi yang telah dibuat PT. PERTAMINA (Persero) RU V, di

antaranya melalui :
1. Komitmen RU V di dalam bentuk wujud Kebijakan Mutu Kesehatan

Keselamatan dan Kemanan Lindungan Lingkungan.


2. Pembuatan Identification Risk Assestment (IRA) yang mengukur dan

menilai mulai dari bahaya radiasi, resiko pada kesehatan dan

pengendaliannya.
3. PT. PERTAMINA (Persero) RU V telah membuat prosedur melalui Sistem

Tata Kerja (STK) di antaranya Pedoman Program Proteksi Dan

Keselamatan Radiasi Dalam Kegiatan Pemanfaatan Cesium-137, TKO

Pemantauan Paparan Radiasi Pengion Di Sekitar Sumber, TKI Pengukuran

Paparan Radiasi Di Sekitar Sumber Radioaktif Di Lokasi, TKPA

Surveymeter Digital Inspector 24057.


4. Pedoman Penanggulangan Keadaan Darurat (PPKD) Radiasi dibuat

sebagai pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan kegiatan yang

berhubungan dengan pemanfaatan sumber radiasi Cesium-137 sebagai alat

instrumentasi Level Gauging Catalyst di Unit Platforming RU V

Balikpapan, untuk mengurangi bahaya atau potensi bahaya radiasi bagi

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN PROTEKSI RADIASI PENGION DIDALAM


80
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN RADIASI PENGION DIDALAM
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN
Program Studi DIV-K3
Universitas Balikpapan

manusia sehingga risiko pemanfaatan zat radioaktif dapat dikurangi

serendah mungkin sedangkan manfaat yang diperoleh lebih besar dari

potensi bahaya. Program ini juga merupakan bukti tanggung jawab

manajemen keselamatan radiasi melalui penerapan program proteksi dan

keselamatan radiasi.
5. PT. PERTAMINA (Persero) RU V menyediakaan peralatan peroteksi

radiasi mulai dari pemasangan sign peringatan, perhitungan jumlah

paparan radiasi, mengukur dosis, kelengkapan APD dan Petugas Proteksi

Radiasi dan pagar pembatas.


6. Alat pengukur radiasi yang digunakan di PT. PERTAMINA (Persero) RU

V yaitu TLD Badge dan Surveymeter


7. Pemantauan, perawatan, dan pengukuran dosis, jumlah, jarak paparan

sumber radiasi dilakukan pekerja radiasi dengan pengukuran rutin 1x per

bulan. Dan hasil pengukuran di catat pada papan dan hasil rekaman

perhitungan diserahkan ke bagian Occupational Health-HSE.


8. Pemeriksaan kesehatan dilakukan PT. PERTAMINA (Persero) RU V

kepada pekerja mulai dari sebelum pekerja memulai pekerjaannya, selama

bekerja, dan sesudah pekerja habis kontraknya. Pemeriksaan rutinan

dilakukan selama 1 tahun sekali oleh Medical bekerja sama dengan bagian

Occupational Health-HSE RU V.

7. 2. SARAN
1. PT. PERTAMINA (Persero) RU V harus memiliki program keamanan

sumber radioaktif secara komprehensif


2. RU V harus memiliki pengendalian dokumen radiasi perusahaan.
3. RU V perlu membuat TKPA terkait TLD Badge

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN PROTEKSI RADIASI PENGION DIDALAM


81
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN RADIASI PENGION DIDALAM
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN
Program Studi DIV-K3
Universitas Balikpapan

4. Pada IRA dari OH dapat dijelaskan lebih spesifik judul pekerjaan terkait

radiasi
5. STK perlu dilakukan review ulang minimal setiap 3 tahun sekali.
6. RU V perlu menerapkan konseling terhadap dosis yang diterima pekerja.
7. RU V perlu melakukan review ulang kebijakan mutu K3LL sesuai dengan

kebijakan saat ini minimal 3 tahun sekali.


8. Pada kebijakan Mutu Kesehatan Keselamatan dan Keamanan Lindungan

Lingkungan, PT.PERTAMINA (Persero) RU V harus melakukan

sosialisasi rutin sacara bertahap dan berkala kepada seluruh pekerja

maupun departemen atau bagian-bagian RU V untuk menjelaskan maksud

dari ayat-ayat yang di dalam kebijakan tersebut.


9. Pada SIKA bagian F poin 6 Nilai Batas Dosis dari 0,75 mR/jam dapat

diubah menjadi 1 mR/jam di udara mengikuti standar terbaru.


10. Medical harus membuat evaluasi data hasil MCU pemeriksaan radiasi.
11. TKI perlu ditambahkan dengan TKI sistem pengawasan penggunaan alat

proteksi radiasi. seperti TLD Badge, APD, dll.


12. Medical harus menyimpan data hasil pencatatan pemeriksaan

kesehatan pekerja radiasi minimal selama 30 (tiga puluh) tahun terhitung

sejak pekerja radiasi berhenti bekerja. Diatur dalam Pasal 25 PP RI No. 63

Tahun 2000 Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Terhadap Pemanfaatan

Radiasi Pengion
13. Melakukan pelatihan sebagaimana dimaksud pada pasal 25 Perka

Bapeten No. 6 Tahun 2015 terhadap operator dan pekerja terkait radiasi

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN PROTEKSI RADIASI PENGION DIDALAM


82
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN RADIASI PENGION DIDALAM
KILANG PT. PERTAMINA (PERSERO) RU V BALIKPAPAN