Anda di halaman 1dari 10

Tugas nomor urut 3

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

(pengoperasian fasilitas pendukung pertambangan di penambanagn nikel dekat


sungai)

Oleh

ALDINA
R1D1 15 009

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
PENDAHULUAN

Nikel adalah komponen yang di temukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri
komponen yang membedakan meteorit dan mineral lainnya. Di Indonesia sendiri pengolahan
bijih nikel laterit baru terbatas pada bijih nikel yang berkadar tinggi, perusahaan dalam negeri
masih belum biasa melakukan proses pengolahan yang kompetitif terhadap bijih nikel yang
berkadar rendah tersebut . Dalam proses penambangan nikel banyak fasilitas- fasilitas
pendukung yang digunakan. Fasilitas-fasilitas pendukung ini sangat bermangfaat guna
mendapatkan hasil ore yang maksimal dengan cost yang sedikit . fasilitas-fasilitas ini juga
dapat mempermudah pekerjaan para pekerja di tambang dengan efektif dan efisien.

Dalam penggunaan fasilitas-fasilitas pendukung pertambangan terdapat banyak


masalah masalah yang timbul saat fasilitas-fasilitas tersebut beroperasi mulai dari polusi
udara, air, kebisingan dan lain-lain. Maka dari hasil analisis tersebut kita dapat
menanggulangi masalah masalah yang akan timbul saat pengoprasian Fasilitas-fasilitas
pendukung pada tambang nikel.

1. Rona awal lingkungan hidup


1.1. Rona awal geologi, fisika dan kimia
1.1.1. Kondisi geologi
PT. Ikan samudra bertempat di Sulawesi tenggara tepatnya di kebupaten tampo
utara, sangat berpotensi karena dalam pembentukan endapan nikel, sruktur
batuanbasa dan ultra mafik yang pelapukannya kaya akan endapan nikel

1.1.2. Kondisi hidrologi


Kabupaten tampo utara memiliki beberapa mata air yang merupakan sumber
kehidupan bagi masyarakat yang terada di sekitar tambang. Aliaran sunugai dari
mata air ini melewati 4 kecamatan yakni kecamatan laowea, kecamatan lumba-
lumba, kecamatan cumi-cumi dan kecamatan ubur-uubur.
a. Debit terkecil rata rata bulanan sungai buaya sebesar 3,874 m3/dt dan debit
rata rata terbesar bulanan sungai buaya sebesar 201,123 m3/dt.
b. Setelah dianaliasis air hujan dengan perhitungan neraca air menunjukan
bahwa Kab. Tampo utara mengalami deficit air pada bulan januari sampai
bulan april( 5 bulan) sedangkan suplus air terjadi pada bulan april sampai
desember(7 bulan).
1.1.3. Kondisi klimatologi
Kabupaten tampo utara memiliki curah hujan pada tahun 2011-2015. Klasifikasi
iklim Köppen-Geiger adalah Aw. Suhu rata-rata tahunan adalah 25.6 °C di
Kabupaten tampo utara. Presipitasi di sini rata-rata 1420 mm. vfb

Presipitasi terendah di Juli, dengan rata-rata 2 mm. Hampir semua presipitasi jatuh
pada November, dengan rata-rata 240 mm.

January February March April May June July August September October November December

Avg. Temperature (°C) 26 26.4 26.9 26.9 26.5 24.1 22.9 24.2 25.6 26.2 26.1 25.8
Min. Temperature (°C) 21.2 21.5 21.6 21.8 21.6 19.2 17.8 18.9 20.4 21.4 21.5 21.3
Max. Temperature (°C) 30.8 31.4 32.2 32.1 31.4 29.1 28 29.5 30.8 31.1 30.7 30.4
Avg. Temperature (°F) 78.8 79.5 80.4 80.4 79.7 75.4 73.2 75.6 78.1 79.2 79.0 78.4
Min. Temperature (°F) 70.2 70.7 70.9 71.2 70.9 66.6 64.0 66.0 68.7 70.5 70.7 70.3
Max. Temperature (°F) 87.4 88.5 90.0 89.8 88.5 84.4 82.4 85.1 87.4 88.0 87.3 86.7
Precipitation / Rainfall 143 135 173 203 143 7 2 7 45 149 240 173
(mm)
Di antara bulan terkering dan bulan terbasah, perbedaan dalam presipitasi adalah 238 mm.
Suhu rata-rata bervariasi sepanjang tahun menurut 4.0 °C.

1.1.4. Kondisi biotic


Kondisi biotic terbagi menjadi dua yaitu flora dan fauna
a. Flora
kabupaten tampo utara memiliki beberapa flora yang teraneka raga mulai dari
jati, kelapa, pohon enao, jambu mete dan lain sebagainnya.

b. Fauna
Fauna di kabupaten tampo utara lebih banyak terdapat pada hewan biota air
mulai dari ikan gabus, ikan lele, mujair dan ikan lainnya. Namun terdapat juga
berbagai jenis burung seperti kolibri, berbagai macam jenis elang dan burung
lainnya.
1.1.5. Kualitas udara

Tabel 2. Kualitas Udara kab. Muna utara Tahun 2017

Rata Rata-
Kadar Kadar NO2
No Kecamata - rata IPU
SO2
n 3 rata Kada
µg/Nm
Kada r SO2
µg/N
r
m3
NO2
A B C1 C2 A B C1 C2

1 Kota ikan 24,5 2,9 22,3 11,3 43,0 31,7 28,5 28,40 15,33 32,9 24,15
2 Lembu 8
16,4 8
5,8 85,3 9
10,3 0
<0,4 0
<0,4 0
<0,4 26,10 9,52 6,83 8,17
3 kec 95,4 6
<2,5 9
26,1 69,9 1
58,9 1
40,1 1
<0,4 21,70 11,01 30,27 20,64
manjonga 8 7 0 2 0 0 1
4 Kec,Seren 13,1 10,6 3,48 14,7 40,5 34,2 24,2 26,70 10,5 31,4 20,95
2
69,3 8
12,3 5,4 2
<2,5 0
29,2 0
40,9 09,6 13,20 22,42 23,22 22,82
5 Serang
6 6 0 7 0 0 0
Kec
4,9 3,7 7,3 14,0 56,5 54,5 53,1 46,50
6 karang 7,49 52,65 30,07
0 4 2 3 0 0 0

7 Kec. 11,0 12,3 7,4 14,5 46,9 26,9 22,0 <0,41 11,33 24,05 17,69
melamun 0 2 4 7 0 0 0

Kec.mekars
ama 41,7 6,3 12,1 7,0 40,3 24,8 31,5 26,00
8 8 2 6 8 0 0 0 16,83 30,65 23,74

Nilai Indeks
Rata-rata 13,05 28,99 21,02

Keterangan :

A: Transportasi C1: Pemukiman

B: Industri /Agroindustri C2: Perkantoran / komersial


1.1.6. Kualitas kebisingan
Kebisingan ditimbulkan dari suara yang tingkatannya melebihi kapasitas
yang maksimum, dimana suara adalah getaran atau perubahan tekanan
dalam suatu medium yang elastis, dan menimbulkan sensasi pendengaran yang
dapat ditangkap oleh telinga (Watkins [6]). Kebisingan (noise) telah menjadi
aspek yang berpengaruh di lingkungan kerja dan komunitas kehidupan yang
sering kita sebut sebagai polusi suara dan sering kali dapat menjadi bahaya
bagi kesehatan (Bridger [7]). Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup No. KEP 48/MENLH/11/1996 definisi bising adalah bunyi yang tidak
diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

2. Deskripsi kegiatan
Pengoperasi fasilitas pendukung tambang pada pertambangan nikel yaitu alat gali,
muat dan alat tangkut dan pengoperasian smelter

2.1.Alat,gali muat angkut

a. pemuatan adalah kegiatan yang di lakukan memasukan material atau endapan bahan
galian hasil pembongkaran kedalam alat angkut kegiatan pemuatan di lakukan setelah
kegiatan penggusuran dan, pemuatan di lakukan dengan menggunakan alat muat atau
“whell loader” dan di isikan kedalam alat angkut.

Proses pemuatan dilakukan dengan menggunakan alat gali atau shovel untuk menggali
material hasil peledakan atau material lepas yang berupa bijih atau batuan penutup
dan kemudian dimuat kedalam alat angkut, yang dikenal sebagai truck angkut
tambang (dump truck). Proses pemuatan dapat dibagi menjadi empat tahapan :
1. Menggali (dig)
2. Mengayunkan ke truck (swing)
3. Melepaskan Muatan (dump)
4. Mengayun Kembali ke Posisi semula (Swing)
b. Pengakutan Merupakan serangkaian pekerjaan yang dilakukan untuk mengangkut
bahan atau endapan bijih dari satu tempat (tambang) ke tempat lain (tempat
penimbunan / pengolahan).

Tahap - Tahap Pengangkutan:


1. Menunggu (queue) Tahap dimana truk menunggu untuk memulai manuver sebelum
menggambil posisi untuk di beri muatan.
2. Mengambil posisi (spot) Tahap di mana truk di beri muatan setelah mengambil
posisi. Pengisisan (Load) Tahap di mna truk sedang di beri
muatan Pengangkutanmuatan/kembali.
3. kosong (Haul) Tahap di mana truk membawa muatan ke tempat pembuangan atau
kembalike shovel setelah dumping.
4. Pembuangan (dump) Tahap di mana material yang di angkut di buang ke
overburden dump.

2.2. Proses pengolahan bijih nikel melalui beberapa tahapan berikut yaitu pengeringan
peleburan atau smelting, converting dan granulation.
3. Dampak pengoperasian fasilitas pendukung pertambangan nikel dekat sungai
3.1.Dampak potensial.
Potensi dampak penting dari kegiatan penambangan Golongan Galian A(Bahan
Galian Strategis) merupakan hasil telaahan terhadap kegiatan yang akan dilakukan pada
seluruh tahapan kegiatan. Dampak penting yang diperkirakan timbul tersebut merupakan
hasil dari rangkaian proses identifikasi dengan mendasarkan pada interaksi antara
deskripsi rencana kegiatan dengan kondisi rona lingkungan hidup awal.
Pelingkupan ini dapat digunakan untuk menelaah dampak potensial sebagai
berikut:
a. Komponen fisika kimia
Alat berat memiliki banyak sekali peran dalam dunia pertambanagan mulai dari land
clearing sampai pengangkutan dari stok pile ke pelabuhan. Maka dari banyaknya
aktifitas dari alat berat tersebut menyebabkan banyaknya debu yang berterbangan
maupun banyaknya asap kendaraan alat berat sehingga mengganggu aktifitas pekerja
bahkan mengganggu aktifitas masyarakat. Masalah yang didapat bukan hanya diudara,
banyaknnya mesin yang bekerja juga entah itu mesin dari alat berat maupun mesin dari
pabrik smelter atau pun mesin yang lain sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat
yang berada disekitar tambang tersebut. Asap dan debu yang berasal dari fasilitas
pendukung tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan sehingga menjadi inifeksi
gangguana pernapasan atau biasa dikenal dengan ispa.
b. Komponen biotic
Dampak pengoprasian fasilitas pendukung pertambangan dapat pula dapat mengganghu
komponen biotic seperti burung atau hewan darat lainnya yang merasa terganggu dengan
tingginya tingkat kebingan pada tambanag tersebut. Debu dari pengoprasian fasilitas
pendukung pertambangan ini pula mencemari hasil pertanian dari masyarakat sehingga
menggurangi roduksi dari hasil tani dari masnyarakat.
c. Komponen kesehatan masnyarakat
Dampak dari mobilitas dari fasilitas tambang maupun material yang melewati kawasan
pemukiman menyebabkan banyak dampak kesehatan bagi masnyarakat seperti asma
sampai ispa
4. Evaluasi dampak potensial
a. Dampak fisika kimia
Ada beberapa dampak potensial yang baru di evaluasi terlebih dahulu sebelum
masuk kedalam dampak penting hipotetik.
1. Debu dan asap kendaraan
Debu dan asap kendaraan mengganggu kesehatan masyarakat dan juga
mencemari hasil pertanian masnyarakat yang mengakibatkan masyarakat dari
kalangan petani merasa dirugikan dan merasa resah dengan adanya perusahaan
pertambanagan di daerah mereka.
2. Kebisingan
Kebisingan mengganggu aktifitas masnyarakat karena didekat kawasan
pertambanagan banyak kegiatan sarana prasarana masnyarakat mulai dari
sekolah dan perkantoran yang terganggu oleh bunyi mesin dari pengoprasian
fasilitas pendukung pertambangan.
b. Dampak biotic
percemarnya lahan pertanian membuat masyarakat cemas
c. Kesehatan masyarakat
Debu dan asap kendaraan pula membuat masnyarakat resah karena meningkatnya
jumlah korban yang mengalami asma maupun gejalah penyakit ista.

5. Dampak penting hipotetik


a. Fisika kimia
Debu, asap dan kebisingan menjadi dampak hipoteti karena menimbulkan keresahan
ditengah masnyarakat sehingga patut di masukan kedalam hipotetik, asap dan debu
kendaraan juga menjadi bagian jangka panjang dimana jika tidak di tanggulangi kan
meresahkan masnyarakat yang menyebabkan akan adanya masnyarakat yang perotes
atau bahkan sampai membawa ke rana hokum
b. Biotic
Adanaya debu dan asam membuat masnyarakat resah dengan berkurangnay produksi
pertaniaan mereka karena tanaman pertanian mereka tercemar oleh debu dari
pengoprasian fasilitas pendukung pertambangan.
c. Kesehatan masyarakat
Kesehatan masyarakat juga berperan penting menyebakank asap dan debu masuk
kedalam dampak penting hipotetik karena danyaknya masyarakat yang mengeluh
karena mengalami sesak nafas dan adanya gejalah ista