Anda di halaman 1dari 8

Agrium ISSN 0852-1077 (Print) ISSN 2442-7306 (Online)

Oktober 2014 Volume 19 No. 1

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS


KERJA KARYAWAN PEMANEN

Muhammad Thamrin1, Desi Novita2, dan Faisal Azhari Baldan Panjaitan1


1
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMSU – Medan
2
Program Studi Agribisnis UISU – Medan
email: mhdthamrin@ymail.com

ABSTRACT
This aim of study was to analyze the factors that affect employee productivity of harvester in PT.
Eastern Sumatra Indonesia Bukit Maradja Estate. Sampling method using Proportionate Stratified
Random Sampling is a way of sampling from the population members with random and stratified. Data
analysis method used is rank spearman analysis and coefficient determinant. The results showed that
there is a correlation between work motivation, work dicipline dan compensation on productivity of
harvester in PT. Eastern Sumatra Indonesia Bukit Maradja Estate. Then based on the results obtained
coefficient analysis determinant factor most strongly correlated to labour productivity is the factor of
work motivation.

Keyword : work productivity, employees palm harvesters

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas
kerja karyawan pemanen di PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. Metode
penarikan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling yaitu cara penarikan
sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata. Metode analisis data yang digunakan adalah
dengan analisis Rank Spearman dan koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada
Hubungan Antara Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan Pemanen Di PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. Kemudian
berdasarkan hasil analisis koefisien determinan diperoleh faktor yang paling kuat hubungannya terhadap
produktivitas kerja adalah faktor motivasi kerja.

Kata kunci : produktivitas kerja, karyawan pemanen kelapa sawit

A. PENDAHULUAN mampu meningkatkan produktivitas kerjanya


dalam pencapaian tujuan perusahaan. 2
Salah satu tujuan dari perusahaan yaitu Terkait dengan pencapaian
meningkatnya produktivitas, maka karyawan produktivitas yang baik, maka manajemen perlu
bukan hanya sebagai objek akan tetapi juga memperhatikan faktor – faktor apa sajakah yang
sebagai subjek (pelaku). Karyawan adalah dapat meningkatkan dan mempertahankan
seorang pekerja tetap yang bekerja dibawah produktivitas kayawannya. Sebab produktivitas
perintah orang lain yang mendapatkan tidak serta merta timbul tanpa adanya rencana
kompensasi serta jaminan dan setiap yang yang baik dari manajemen untuk
bekerja menjual tenaganya kepada suatu mewujudkannya.
perusahaan dan mendapatkan balas jasa sesuai Berdasarkan Tabel 1 maka dapat
peraturan atau perjanjian. Karyawan dapat dilihat produksi yang telah dicapai oleh PT.
menjadi perencana, pelaksanan dan pengendali Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit
yang selalu berperan aktif dalam pencapaian Maradja Estate, dimana produksi kelapa sawit
tujuan perusahaan, serta mempunyai pikiran, per divisi untuk tiga tahun terakhir tidak terlalu
perasaan dan keinginan yang dapat signifikan perbedaan produksi dari total
mempengaruhi sikapnya terhadap pekerjaan. 1 produksi setiap tahunnya, tapi bila dilihat total
Karyawan memberikan kontribusi produksi per divisinya maka terlihat hasil
kepada perusahaan berupa kemampuan, produksi yang cukup fluktuatif.
keahlian dan keterampilan yang dimiliki, Dalam mengetahui produktvitas kerja
sedangkan perusahaan diharapkan memberikan karyawan yang berhubungan langsung dengan
imbalan dan penghargaan kepada karyawan produksi kelapa sawit dilapangan dapat
secara adil sehingga dapat memberikan dilakukan dengan melihat jumlah hari kerja dan
kepuasan. Hingga akhirnya karyawan tersebut produksi yang dapat dicapai karyawan pemanen
(Harvester) berikut ini.

44
Muhammad Thamrin, Desi Novita, dan Faisal Azhari Baldan Panjaitan

Tabel 1. Data Produksi Kelapa Sawit PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate Per
Divisi Tahun 2011 s/d 2013
Jumlah Produksi (KGS)
Tahun Ha Total (KGS)
Divisi I Divisi II Divisi III Divisi IV

2011 2.764 17.388.220 11.986.400 14.425.870 17.663.380 61.463.870


2012 2.753,80 19.296.040 11.590.550 14.311.060 16.753.980 61.951.630
2013 2.777,77 18.345.200 14.263.700 12.760.390 16.919.950 62.289.240
Total 55.029.460 37.840.650 41.497.320 51.337.310 185.704.740
Sumber: Kantor Kebun PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate 2014

Tabel 2. Produktivitas kerja karyawan Pemanen menganalisis hubungan antara satu variabel
(Harvester) PT. Eastern Sumatra dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu
Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate variabel mempengaruhi variabel lainnya . 3
Tahun 2011 s/d 2013 Penelitian ini dilakukan secara sengaja
pada PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun
Produksi Harvester
Hari
Total Bukit Maradja Estate yang berlokasi di Desa
Hari Produktivitas
FFB + L/F SKU H +
Kerja
Kerja Bukit Maradja Pematang Sahkuda Kecamatan
Thn
(Kgs) SKU B Gunung Malela Kabupaten Simalungun
Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan
4=
1 2 3
2*3
5 = 1:4 dari Bulan Maret sampai Bulan Juli 2014.
Populasi dalam penelitian ini adalah
2011 61.463.870 25.466 25.655 653.33 94077,83 Karyawan Pemanen (Harvester) PT. Eastern
Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate
2012 61.951.630 25.935 25.935 672.62 92104,95 yang berjumlah 126 orang. Dalam penelitian ini
jumlah Sampel (S) yang diteliti sebanyak 30
2013 62.289.240 27.429 27.703 759.87 81973,55 orang. Dimana cara penarikan sampel dilakukan
dengan menggunakan teknik Proportionate
Sumber : Kantor Kebun PT. Eastern Sumatra Stratified Random Sampling, yaitu cara
Indonesia Kebun Bukit Maradja pengambilan sampel dari anggota populasi
Estate 2014 secara acak dan berstrata secara proporsional
yang dikhususkan pada bagian karyawan
Dari Tabel 2 diatas dapat terlihat Pemanen (Harvester). Adapun sampel yang
produktivitas karyawan pemanen (Harvester) digunakan adalah 9 orang karyawan pemanen
yang mengalami penurunan dimana pada tahun pada divisi I, 9 orang karyawan pemanen pada
2011 yaitu 94077,83 dengan total hari keja divisi II, 7 orang karyawan pemanen pada divisi
653,33 dengan produksi 61.463.870 kg kelapa III dan 5 orang karyawan pemanen pada divisi
sawit. Pada tahun 2012 yaitu 92104,95 dengan IV.
total hari kerja 672,62 dengan produksi
61.463.870 kg kelapa sawit dan untuk tahun C. HASIL DAN PEMBAHASAN
2013 produktivitas yang dapat dicapai yaitu
81973,55 dengan total hari kerja 759,87 Uji Validitas Dan Reliabilitas
menghasilkan produksi 62.289.240 kg. Sebelum melakukan penelitian,
Berdasarkan uraian diatas, terlihat jelas instrumen penelitian yang digunakan dalam
bahwa adanya penurunan produktivitas kerja penelitian harus memenuhi persyaratan
karyawan Pemanen (Harvester) di PT. Eastern sehingga hasil penelitiannya dapat
Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. dipertanggung jawabkan. Ada dua syarat yang
Hal ini jika tidak diperhatikan oleh manajemen harus dipenuhi yaitu validitas dan reliabilitas
PT. Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit instrumen yang digunakan.
Maradja Estate maka bukan mustahil dimasa
yang akan datang turunnya produktivitas akan Uji Validitas digunakan untuk mengukur valid
menjadi masalah bagi manajemen perusahaan. atau tidaknya instrumen yang digunakan yaitu
kuisioner. Pengujian ini dilakukan dengan
B. METODE PENELITIAN menggunakan Pearson Correlation, yaitu
dengan cara menghitung korelasi antara nilai
Penelitian ini menggunakan metode yang diperoleh dari pernyataan – pernyataan.
penelitian asosiatif kausal. Penelitian asosiatif Uji validitas digunakan untuk
kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengukur validitas kuisioner pada variabel

45
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS

Produktivitas Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin adalah “Valid” dengan nilai Sig. (2-Tailed) <
Kerja dan Kompensasi kepada 10 orang sampel dari α. 0,05. Maka H1 diterima yaitu “ada
karyawan pemanen. Pedoman suatu model hubungan antara pernyataan dengan variabel
dinyatakan valid apabila nilai Sig. 2 Tailed < α. total” atau dengan kata lain instrumen kuisioner
0,05. Pernyataan pada kuisioner dinyatakan valid. Maka selanjutnya seluruh pernyataan
valid apabila memenuhi kriteria tersebut dengan dapat dilakukan analisis korelasi Rank
α. 0,05. Perhitungan koefisien korelasi Spearman.
dilakukan dengan alat bantu program komputer Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat
SPSS 19 dengan hipotesis: pernyataan 1, 3, 6, 7, 8 dan 9 dari variabel
Ho : tidak ada hubungan antara pernyataan Motivasi Kerja adalah “Valid” dengan nilai Sig.
dengan variabel total (2-Tailed) < dari α. 0,05. Maka H1 diterima
H1 : ada hubungan antara pernyataan dengan yaitu “ada hubungan antara pernyataan dengan
variabel total Atau variabel total” atau dengan kata lain instrumen
Jika nilai Sig > α, maka Ho diterima kuisioner valid. Sedangkan untuk nomor
Jika nilai Sig < α, maka Ho ditolak pernyataan 2,4 dan 5 dinyatakan “Tidak Valid”
dengan nilai Sig. (2-Tailed) > α.0,05. Maka H1
Tabel 5. Validitas Pernyataan Variabel ditolak dan H0 diterima yaitu “ Tidak ada
Produktivitas Kerja hubungan antara pernyataan dengan variabel
Nomor Corrected Sig. ( 2- Validitas Per total” atau dengan kata lain instrumen kuisioner
Pernyataan Item/ Total Tailed) Item
Correlation untuk pernyataan 2,4 dan 5 tidak valid. Maka
dari itu untuk pernyataan nomor 2,4 dan 5 tidak
1 0,991 0,00 Valid
dianalisis rank spearman.
2 0,991 0,00 Valid
Tabel 7. Validitas Pernyataan Variabel Disiplin
3 0,873 0,00 Valid Kerja
Nomor Corrected Sig . Validitas Per
4 0,991 0,00 Valid
Pernyataan Item/ Total (2Tailed) Item
5 0,991 0,00 Valid Correlation

6 0,991 0,00 Valid 1 0,948 0,00 Valid

7 0,991 0,00 Valid 2 0,948 0,00 Valid

8 0,991 0,00 Valid 3 0,948 0,00 Valid

9 0,991 0,00 Valid 4 0,929 0,00 Valid

10 0,873 0,00 Valid 5 0,929 0,00 Valid

Sumber: Data Primer (Diolah) 6 0,929 0,00 Valid

7 0,948 0,00 Valid


Tabel 6. Validitas Pernyataan Variabel Motivasi Sumber: Data Primer (Diolah)
Kerja
Nomor Corrected Sig . (2- Validitas Tabel 8. Validitas Pernyataan variabel
Pernyataan Item/ Total Tailed) Per Item Kompensasi
Correlation Nomor Corrected Sig. (2- Validitas
1 0,939 0,00 Valid Pernyataan Item/ Total Tailed) Per Item
Correlation
2 0,579 0,08 Tidak
Valid 1 0,700 0,02 Valid
3 0,867 0,00 Valid 2 0,913 0,00 Valid
4 0,612 0,06 Tidak 3 0,702 0,02 Valid
Valid
5 0,558 0,09 Tidak 4 0,612 0,06 Tidak
Valid Valid
6 0,732 0,01 Valid 5 0,675 0,03 Valid
7 0,939 0,00 Valid 6 0,920 0,00 Valid
8 0,865 0,00 Valid Sumber: Data Primer (Diolah)
9 0,939 0,00 Valid
Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat seluruh
Sumber: Data Primer (Diolah) pernyataan dari variabel Disiplin Kerja adalah
“Valid” dengan nilai Sig. (2-Tailed) < dari α.
Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat seluruh 0,05. Maka H1 diterima yaitu “ada hubungan
pernyataan dari variabel Produktivitas Kerja antara pernyataan dengan variabel total” atau

46
Muhammad Thamrin, Desi Novita, dan Faisal Azhari Baldan Panjaitan

dengan kata lain instrumen kuisioner valid. alpha > 0,6. Dengan demikian dapat
Maka seluruh pernyataan dapat dilakukan disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang
analisis Rank Spearman. disusun dapat menghasilkan hasil yang
Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat konsisten.
pernyataan 1,2,3,5 dan 6 dari variabel Berdasarkan Tabel 10, maka diketahui
Kompensasi adalah “Valid” dengan nilai Sig. bahwa semua pernyataan pada Variabel
(2-Tailed) < dari α. 0,05. Maka H1 diterima Motivasi Kerja adalah “Reliabel” sebab nilai
yaitu “ada hubungan antara pernyataan dengan cronbach alpha > 0,6. Dengan demikian dapat
variabel total” atau dengan kata lain instrumen disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang
kuisioner valid. disusun dapat menghasilkan hasil yang
Sedangkan untuk nomor pernyataan 4 konsisten.
dinyatakan “Tidak Valid” dengan nilai Sig. (2-
Tailed) > α.0,05. Maka H1 ditolak dan H0 Tabel 11. Uji ReliabilitasVariabel Disiplin
diterima yaitu “ Tidak ada hubungan antara Kerja
pernyataan dengan variabel total” atau dengan
kata lain instrumen kuisioner untuk pernyataan Nomor Cronbach Reliabilitas
4 tidak valid. Maka pernyataan 4 tidak dianalisis Pernyataan Alpha Per Item
rank spearman.
1 0,784 Reliabel
Tabel 9.
Tabel Uji ReliabilitasVariabel 2 0,784 Reliabel
Produktivitas Kerja
3 0,784 Reliabel
Nomor Cronbach Reliabilitasn Per
Pernyataan Alpha Item 4 0,779 Reliabel
1 0,773 Reliabel
5 0,779 Reliabel
2 0,773 Reliabel
6 0,779 Reliabel
3 0,776 Reliabel 7 0,784 Reliabel
4 0,773 Reliabel Sumber: Data Primer (Diolah)
5 0,773 Reliabel
Berdasarkan Tabel 11, maka diketahui bahwa
6 0,773 Reliabel semua pernyataan pada Variabel Disiplin Kerja
7 0,773 Reliabel adalah “Reliabel” karena nilai cronbach alpha >
8 0,773 Reliabel 0,6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
seluruh pernyataan yang disusun dapat
9 0,773 Reliabel menghasilkan hasil yang konsisten.
10 0,776 Reliabel
Sumber: Data Primer (Diolah)
Tabel 12. Uji Reliabilitas Variabel Kompensasi
Tabel 10. Uji ReliabilitasVariabel Motivasi Nomor Cronbach Reliabilitas
Kerja Pernyataan Alpha Per Item
Nomor Cronbach Reliabilitas 1 0,771 Reliabel
Pernyataan Alpha Per Item
2 0.726 Reliabel
1 0,750 Reliabel
3 0,755 Reliabel
2 0,765 Reliabel 4 0,778 Reliabel
3 0,756 Reliabel 5 0,780 Reliabel
4 0,761 Reliabel 6 0,725 Reliabel
Sumber: Data Primer (Diolah)
5 0,767 Reliabel Berdasarkan Tabel 12, maka diketahui
6 0.761 Reliabel bahwa semua pernyataan pada Variabel
Kompensasi adalah “Reliabel” karena nilai
7 0,750 Reliabel
cronbach alpha > 0,6. Dengan demikian dapat
8 0,745 Reliabel disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang
9 0,750 Reliabel disusun dapat menghasilkan hasil yang
konsisten.
Sumber: Data Primer (Diolah)
Analisis Korelasi Rank Spearman
Berdasarkan Tabel 9, maka diketahui bahwa Selanjutnya dilakukan uji analisis
seluruh pernyataan pada variabel produktivitas korelasi Rank Spearman dengan taraf nyata atau
kerja adalah reliabel dengan nilai cronbach

47
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS

α. 0,05. Uji analisis korelasi Rank Spearman kerja terhadap produktivitas kerja adalah
dilakukan untuk mengetahui hubungan atau “korelasi kuat” sebab berada pada korelasi
korelasi antara Motivasi Kerja, Disiplin Kerja 0,07 – 1,00.
dan Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja c. Dengan nilai Koefisien Determinan r2 =
karyawan pemanen (harvester) di PT. Eastern 53%. Artinya terdapat hubungan antara
Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. disiplin kerja terhadap produktivitas kerja
Sebuah variabel dinyatakan berhubungan sebanyak 53% dan 47% lainnya dikontribusi
apabila nilai Sig. 2-Tailed < α. 0,05. oleh faktor lain di luar motivasi kerja.

Tabel 13. Output SPSS Rank Spearman Analisis Korelasi Kompensasi Terhadap
Produktivitas Motivasi Disiplin
Kompensasi Produktivitas Kerja
Kerja Kerja Kerja
Tabel 13 menunjukkan perhitungan
Correlation
1.000 0.780** 0.730** 0.666** bahwa nilai korelasi antara kompensasi terhadap
Coefficient
produktivitas kerja adalah 0,666 dengan nilai
signifikan atau probabilitas 0,000. Dengan
Sig.(2-
Tailed)
. 0.000 0.000 0.000 begitu dapat disimpulkan bahwa:
a. Probabilitas atau signifikan 0,000 < α. 0,05.
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan
N 30 30 30 30
terima H1 dengan kata lain ”Ada Hubungan
Antara Kompensasi Terhadap Produktivitas
**. Correlation is significant at the 0.01 level Kerja”.
(2-tailed). b. Dengan nilai Correlation Coefficient 0,666.
Sumber : Data Primer (Diolah) Hal ini menunjukkan korelasi antara
Analisis Korelasi Motivasi Kerja kompensasi terhadap produktivitas kerja
Terhadap Produktivitas Kerja adalah “korelasi substansial” sebab berada
Tabel 13 menunjukkan perhitungan pada korelasi 0,04 – 0,07.
bahwa nilai korelasi antara motivasi kerja c. Dengan nilai Koefisien Determinan r2 =
terhadap produktivitas kerja adalah 0,780 44%. Artinya terdapat hubungan antara
dengan nilai signifikan atau probabilitas 0,000. kompensasi terhadap produktivitas kerja
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa: sebanyak 44% dan 56% lainnya dikontribusi
a. Probabilitas atau signifikan 0,000 < α. 0,05. oleh faktor lain di luar kompensasi kerja.
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan
terima H1 dengan kata lain ”Ada Hubungan Analisis Frekuensi Jawaban Responden
Antara Motivasi Kerja terhadap Untuk Variabel Produktivitas Kerja, Motivasi
Produktivitas Kerja”. Kerja, Disiplin Kerja dan Kompensasi
b. Dengan nilai Correlation Coefficient 0,780. Produktivitas Kerja
Hal ini menunjukkan korelasi antara Tabel 14. Jawaban Responden Untuk
motivasi kerja terhadap produktivitas kerja Pernyataan Variabel Produktivitas
adalah “korelasi kuat” sebab berada pada Kerja
korelasi 0,07 – 1,00. Nomor
STS TS RR S SS Jumlah
c. Dengan nilai Koefisien Determinan r2 = Pernyataan
61%. Artinya terdapat hubungan antara
motivasi kerja terhadap produktivitas kerja 1
20 10 30
sebanyak 61% dan 39% lainnya dikontribusi 2
2 19 9 30
oleh faktor lain di luar motivasi kerja.
3
16 14 30
Analisis Korelasi Disiplin Kerja Terhadap 4
4 15 11 30
Produktivitas Kerja 5
Tabel 13 menunjukkan perhitungan 15 15 30

bahwa nilai korelasi antara Disiplin Kerja 6


3 1 18 8 30
terhadap Produktivitas Kerja adalah 0,730 7
16 14 30
dengan nilai signifikan atau probabilitas 0,000.
8
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa: 17 13 30
a. Probabilitas atau signifikan 0,000 < α. 0,05. 9
18 12 30
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan 10
terima H1 dengan kata lain ”Ada Hubungan 16 14 30

Antara Disiplin Kerja Terhadap Total 0 9 1 170 120 300


Produktivitas Kerja”.
% 0 3 0.3 56,7 40 100
b. Dengan nilai Correlation Coefficient 0,730.
Sumber: Data Primer (Diolah)
Hal ini menunjukkan korelasi antara disiplin

48
Muhammad Thamrin, Desi Novita, dan Faisal Azhari Baldan Panjaitan

Tabel 14 menunjukkan bahwa untuk 10 mewakili karyawan pemanen sebagai responden


pernyataan yang lolos uji validitas dan mengakui bahwa Karyawan Pemanen
Reliabilitas pada kuisioner produktivitas kerja (Harvester) PT. Eastern Sumatra Indonesia
dengan 30 responden dan total 300 jawaban. Kebun Bukit Maradja Estate menerima motivasi
Jawaban terbanyak adalah Setuju dengan total dalam bekerja. Baik motivasi dari diri sendiri
170 dengan persentase 56,7% dan Sangat Setuju maupun motivasi dari atasan dan pihak
dengan total 120 dengan persentase 40%. manajemen PT. Eastern Sumatra Indonesia
Dengan begitu dapat disimpulkan Kebun Bukit Maradja Estate.
bahwa karyawan pemanen sebagai responden Kenyataan dilapangan ada beberapa
menyadari produktivitas kerja dengan indikator kegiatan yang dilakukan oleh manajemen
target kerja, keberhasilan pelaksanaan tugas perusahaan melalui Asisten Divisi (Field
serta kemampuan, sikap, disiplin, motivasi serta Assistant) yang merupakan cara memotivasi
komitmen dalam bekerja bahwa produktivitas karyawan pemanen untuk bekerja lebih baik dan
kerja adalah hal yang penting bagi Karyawan meningkatkan motivasi kerja mereka. Salah
Pemanen (Harvester) PT. Eastern Sumatra satunya adalah kegiatan apel pagi yang secara
Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. rutin dilakukan pada pukul 06:30 wib setiap hari
Meski demikian kenyataan dilapangan kerja. Pada kegiatan apel pagi tersebut Asisten
pada saat penelitian berlangsung, ditemukan Divisi (Field Assistant) dibantu oleh mandor
beberapa hambatan yang dialami oleh karyawan memberikan motivasi verbal dalam bentuk
untuk mencapai “Produktivitas Kerja”. Salah evaluasi terhadap kinerja karyawan dan
satu penyebabnya adalah karena karyawan memberitahu karyawan akan hasil kerja yang
bekerja dilapangan dimana adanya halangan mereka capai, memberi pengakuan atas kerja
yang disebabkan oleh alam seperti cuaca, buah yang baik bila perkerjaan terselesaikan dengan
yang sedikit dan lain sebagainya. Ada juga baik, memberi kesempatan kepada karyawan
halangan teknis yang dihadapi oleh karyawan pemanen untuk bertanggung jawab dalam beban
pemanen untuk mencapai produktivitas kerja kerja yang ada dan memberikan kesempatan
seperti kerusakan alat untuk bekerja ataupun kepada karyawan pemanen untuk
kerusakan alat transportasi yang mereka mengembangkan kemampuan mereka dalam
gunakan untuk mengangkut TBS ke pasar pikul. bekerja. Semua hal tersebut adalah faktor yang
Disamping kedua alasan tersebut tak jarang jam dapat menimbulkan motivasi kerja karyawan
kerja yang terbatas juga menjadi halangan pemanen.
karyawan untuk mencapai produktivitas kerja.
Motivasi Kerja Disiplin Kerja
Tabel 16. Jawaban Responden untuk pernyataan
Tabel 15. Jawaban Responden Untuk variabel Disiplin Kerja
Pernyataan Variabel Motivasi Kerja
Nomor
Nomor STS TS RR S SS Jumlah
STS TS RR S SS jumlah Pernyataan
Pernyataan

1 12 18 30 1 1 19 10 30
2 20 10 30 2 22 8 30
3 18 12 30 3 18 12 30
4 14 16 30 4 18 12 30
5 4 15 11 30 5 17 13 30
6 1 15 14 30 6 18 12 30
Total 0 0 5 94 81 180 7 18 12 30
% 0 0 2.8 52.2 45 100 Total 0 0 1 130 79 210
Sumber: Data Primer (Diolah) 61, 37,
Tabel 15 menunjukkan bahwa untuk 6 % 0 0 0.5 9 6 100
pernyataan yang telah lolos uji validitas pada Sumber: Data Primer (Diolah)
kuisioner Motivasi Kerja dengan jumlah 30 Tabel 16 menunjukkan bahwa untuk 7
reponden dan jumlah jawaban 180 jawaban. pernyataan pada kuisioner Disiplin Kerja
Jawaban terbanyak adalah Setuju dengan total dengan jumlah responden 30 orang karyawan
94 dengan persentase 52,2% dan Sangat Setuju pemanen dan jumlah jawaban adalah 210
dengan total 81 dengan persentase 45%. Dengan jawaban. Jawaban terbanyak adalah Setuju
begitu dapat disimpulkan bahwa pada kuisioner dengan total 130 dengan persentase 61,9% dan
variabel motivasi kerja seluruh pernyataan Sangat Setuju dengan total 79 dengan

49
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS

persentase 37,6%. Dengan begitu dapat jawaban. Jawaban terbanyak adalah Setuju
disimpulkan bahwa pada kuisioner variabel dengan total 72 dengan persentase 48,0% dan
disiplin kerja seluruh pernyataan mewakili Sangat Setuju dengan total 39 dengan
karyawan pemanen sebagai responden persentase 26,0%. Dengan begitu dapat
mengakui bahwa Karyawan Pemanen disimpulkan bahwa pada kuisioner variabel
(Harvester) PT. Eastern Sumatra Indonesia disiplin kerja seluruh pernyataan mewakili
Kebun Bukit Maradja Estate menjalankan karyawan pemanen sebagai responden
disiplin kerja yang berlaku di PT. Eastern mengakui bahwa Karyawan Pemanen
Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. (Harvester) PT. Eastern Sumatra Indonesia
Pada kenyataan dilapangan ada beberapa aturan Kebun Bukit Maradja Estate menerima
disiplin kerja yang disusun oleh manajemen PT. kompensasi dari PT. Eastern Sumatra Indonesia
Eastern Sumatra Indonesia Kebun Bukit Kebun Bukit Maradja Estate dan sudah puas
Maradja Estate antara lain yaitu: dengan kompensasi yang berikan oleh
a. Setiap pagi dihari kerja seluruh karyawan, perusahaan.
baik karyawan yang bekerja dilapangan
maupun kantor kebun wajib mengikuti apel Tabel 17. Jawaban Responden Untuk Variabel
pagi pada pukul 06:30 wib. Kompensasi
b. Setiap karyawan pemanen (harvester) harus
Nomor
mencapai basis borong yaitu 1100 kg. Pernyataan
STS TS RR S SS Jumlah

c. Alat untuk memanen seperti dodos dan


egrek harus diberi bungkus agar tidak 1 3 17 10 30
membahayakan orang lain pada saat
2
sebelum digunakan. 3 4 13 10 30
d. Dalam kegiatan memanen karyawan 3 1 5 6 14 4 30
pemanen (harvester) harus menurunkan
4 1 4 15 10 30
pelepah yang sudah kering dan
menyusun/merumpuknya dengan rapih dan 5 3 9 13 5 30
memastikan tidak ada brondolan yang
tertinggal pada piringan. Total 1 12 26 72 39 150
17, 48, 26,
e. Dalam kegiatan pemanenan karyawan % 0.7 8,0 3 0 0 100
pemanen (harvester) harus menggunakan Sumber: Data Primer (Diolah)
APD (Alat Pelindung Diri).
Dengan peraturan disiplin kerja Meskipun demikian pada kenyataan
tersebut maka manajemen perlu melakukan dilapangan ada beberapa responden yang tidak
beberapa hal agar peraturan tersebut berjalan puas dengan kompensasi yang diberikan oleh
dan menjadi pedoman serta alat untuk manajemen PT. Eastern Sumatra Indonesia
manajemen mengatur sikap, mental serta Kebun Bukit Maradja Estate. Hal tersebut juga
tingkah laku karyawan. Karena di lapangan didukung dengan hasil jawaban responden yang
masih ditemukan pelanggaran terhadap menjawab Ragu – ragu 26 dengan persentase
peraturan/disiplin kerja tersebut. Oleh 17,3% dan menjawab Tidak Setuju sebanyak 12
karenanya manajemen PT. Eastern Sumatra dengan persentase 8,0% dan Sangat Tidak
Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate untuk Setuju sebanyak 1 dengan persentase 0,7%.
mempengaruhi tingkat kedisiplinan dengan
Berbagai macam alasan dikatakan oleh
memberikan penjelasan tentang tujuan yang responden, salah satunya adalah jumlah
akan dicapai dengan disiplin kerja yang disusun kompensasi yang diterima tidak mencukupi
kepada seluruh karyawan, contoh yang baik dari kebutuhan hidup sehari - hari.
pimpinan dengan ikut serta menjalankan dan Pengujian Koefisien Deteminan (kd)
mematuhi peraturan dan disiplin kerja yang ada, Pengujian Koefisien Determinan
serta memberikan sanksi yang jelas untuk adalah sebuah uji yang dilakukan untuk
pelanggaran disiplin kerja dan mengawasi mengetahui besarnya kontribusi variabel X
berjalannya disiplin kerja tersebut agar terhadap peningkatan atau penurunan variabel
peraturan dan disiplin kerja dapat terwujud Y. Analisis Determinan dapat dihitung
sesuai dengan tujuan manajemen PT. Eastern menggunakan rumus Koefisien Determinan (kd)
Sumatra Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate. sebagai berikut:
Kompensasi Kd = rs2 X 100%
Tabel 17 menunjukkan bahwa untuk 5 Implementasi Koefisien Determinan Motivasi
pernyataan yang telah lolos uji validitas pada Kerja Terhadap Produktivitas Kerja
kuisioner Kompensasi dengan jumlah responden Berdasarkan hasil analisis koefisien
30 orang dan jumlah jawaban adalah 150 determinan diperoleh hasil 61% yang artinya

50
Muhammad Thamrin, Desi Novita, dan Faisal Azhari Baldan Panjaitan

bahwa 61% dari produktivitas kerja karyawan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan
pemanen (harvester) dipengaruhi oleh motivasi karyawan pemanen apabila ingin meningkatkan
kerja yang dimiliki oleh karyawan pemanen. produktivitas kerja karyawan pemanen. Sebab
Hal ini sesuai dengan persepsi setidaknya ada 56% kemungkinan produktivitas
karyawan pemanen dengan nilai koefisien kerja karyawan pemanen dapat meningkat
determinan sebesar 61% karyawan akan apabila manajemen dapat memberikan
meningkat produktivitas kerjanya apabila kebijakan baru mengenai kompensasi yang
perusahaan memberikan motivasi lebih baik lagi diterima oleh karyawan pemanen.
kepada karyawan sehingga karyawan pemanen
dapat bekerja dengan motivasi yang lebih baik D. KESIMPULAN
lagi demi mencapai tujuan manajemen. E.
Dengan koefisiensi determinan sebesar 1. Berdasarkan perumusan masalah pertama
61% maka variabel motivasi kerja merupakan “Apakah motivasi kerja, disiplin kerja dan
variabel yang paling berhubungan dengan kompensasi berhubungan terhadap
Produktivitas kerja bila dibandingkan dengan produktivitas kerja karyawan pemanen
hasil koefisiensi determinan dari variabel (harvester) PT. Eastern Sumatra Indonesia
disiplin kerja dan kompensasi. Kebun Bukit Maradja Estate”. Dengan nilai
Sig. 2-Tailed 0,000 < α. 0,05 dengan begitu
Tabel 18. Hasil Perhitungan Koefisien terima H1 yaitu “ Ada Hubungan Antara
Determinan (kd) Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan
Correlation Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja
Variabel %
Coefficient Karyawan Pemanen Di PT. Eastern Sumatra
Produktivitas Indonesia Kebun Bukit Maradja Estate”.
Kerja 1.000 100 2. Berdasarkan perumusan masalah kedua
Motivasi diperoleh hasil penghitungan determinan
kerja 0.780 61 diperoleh hasil untuk variabel motivasi kerja
Disiplin koefisien determinan 61%, disiplin kerja
Kerja 0.730 53 53% dan kompensasi 44%. Dari hasil
Kompensasi 0.666 44 berikut maka faktor yang paling kuat
Sumber : Data Primer (Diolah) hubungannya terhadap produktivitas kerja
adalah faktor motivasi kerja dengan
persentase 61%.
Implementasi Koefisien Determinan Disiplin .
Kerja Terhadap Produktivitas Kerja DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan hasil analisis koefisien
determinan diperoleh hasil 53% yang artinya 1. Malayu. Hasibuan, 2000. Organisasi dan
bahwa 53% dari produktivitas kerja karyawan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas.
pemanen (harvester) dipengaruhi oleh disiplin Bumi Aksara, Jakarta.
kerja karyawan pemanen (harvester). Sesuai
dengan persepsi karyawan dengan menjawab 7 2. Malayu. Hasibuan, 2007. Manajemen
pernyataan variabel disiplin kerja dengan Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Bumi
indikator kedisiplinan hanya mencapai nilai Aksara, Jakarta.
53%. Artinya ada 47% lagi kemungkinan 3. Umar, 2004. Riset Sumber Daya Manusia
perusahaan untuk meningkatkan disiplin kerja Dalam Organisasi. Gamedia Pustaka Utama,
karyawan pemanen. Sebab kedisiplin kerja Jakarta.
merupakan faktor ke 6 dari manajemen yang
baik. Maka perlu adanya kesadaran manajemen 4. Sugiono. 2004. Metode Penelitian
untuk membenahi aturan dan atau pengawasan Administrasi, Alfabeta, Bandung.
terhadap disiplin kerja karyawannya agar 47% 5. Trihendradi.C, 2011. Langkah Mudah
kemungkinan yang hilang dapat dicapai. Melakukan Analisis Statistik Menggunakan
Implementasi Koefisien Determinan SPSS 19. Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.
Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja
Berdasarkan hasil koefisien determinan
diperoleh hasil 44% yang artinya bahwa
produktivitas kerja karyawan pemanen
(harvester) dipengaruhi oleh kompensasi yang
diterima oleh karyawan pemanen (harvester)
sebesar 44%. Sesuai dengan hasil berikut yang
merupakan hasil persepsi karyawan pemanen
yang menerima langsung kompensasi. Hal ini
dapat menjadi satu indikasi oleh manajemen

51