Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

METODE KESELURUHAN
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Disusun Oleh :
Cep Cahyadi (13520328)
Restu Fauzi Gustiar (13520347)
Sani Sandiana (13520354)
Ucok Sahala Ojahan (13520357)

JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PASUNDAN CIMAHI
2015
Kata Pengantar
Puji syukur dan terimah kasih penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yanh Maha Esa
karena atas berkat, rahmat dan karyunia-NYA, sehingga penyusunan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan yang terdiri dari silabus, RPP, Program Mengajar dan semua kelengkapan
lainnya dapat terselesaikan.
Pada dasarnya hal yang diterapkan kali ini lebih ditekankan pada peningkatan
kompetensi siswa sehingga siswa mempunyai bekal hidup ketika bermasyarakat.Proses
kegiatan saat ini lebih ditekankan pada praktek secara langsung sehingga siswa lebih mudah
menyerap konsep yang dipelajari kususnya mata pelajran Fisika yang disajikan secara
terpadu.
Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan ini memiliki banyak kekurangan dan
keterbatasan, oleh karenya dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik
dari pembaca demi penyempurnaannya. Penulis tak lupa menyampaikan terimah kasih bagi
semua pihak yang sudah membantu hingga terselesainya penulisan ini. Kiranya Tuhan
memberkati kita dalam menjalani tugas dan tanggung jawab kedepan. Terimah kasih.

Penyususn
Berdasarkan definisi / pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di atas
dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang
dilakukan oleh seorang guruagar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.
Benny A. Pribadi (2009: 11) menyatakan, “tujuan proses pembelajaran adalah agar siswa
dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan proses
pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik”. Banyak metode yang
digunakan seorang guru dalam pembelajaran passing
Dalam pembelajaran gerak sendiri terdapat beberapa macam metode pembelajaran,yaitu:
metode keseluruhan,metode bagian,metode campuran (Bagian dan keseluruhan) dan metode
progresif. Keempat metode inilah yang seringkali dipergunakan guru Penjas dalam proses
pembelalajaran penjas.
Dan berikut ini merupakan salah satu dari beberapa metode yang dilakukan dalam
pembelajaran penjas.

Metode Keseluruhan

Agus Mahendra dalam Modul Teori Belajar Mengajar Motorik (2007: 273-275)
menyatakan bahwa metode global atau metode keseluruhan atau whole method adalah suatu
cara mengajar yang beranjak dari yang umum ke yang khusus. Dalam mengajarkan
keterampilan gerak ataupermainan,maka bentuk yang utuh atau keseluruhan diajarkan
terlebih dahulu kemudian dipecah-pecahkan menjadi bagian-bagian. Dalam pelaksanaannya
metode global ini mengikuti urutan sebagai berikut:
1) Preview
Suatu tahap yang dimaksudkan untuk memperkenalkan keterampilan yang akan dipelajari.
Tahap preview ini tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara,baik melalui uraian
verbal,demonstrasi langsung,penayangan gambar atau foto,pemutaran videofilm, atau hanya
lembaran-lembaran tugas; yang pada intinya adalah untuk memberikan gambaran utuh
(keseluruhan) tentang materi yang akan dipelajari
2) Percobaan
Dalam tahap ini semua murid mencoba untuk menguasai keterampilan yang dimaksud
dengan cara melakukannya sendiri secara utuh seperti yang terlihat dalam gambar. Apabila
keterampilan yang dipelajari tersebut adalah lompat jauh gaya lenting,maka semua murid
mencoba melakukan lompat jauh dari mulai awalan hingga melayang
3) Review
Setelah percobaan yang tadi dianggap cukup,maka dalam tahap ini guru mengundang murid-
murid untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ditemukan selama percobaan.
Atau,dalam kondisi kelas kita yang lebih bersifat satu arah (direct teaching),maka tahap ini
sering digunakan guru untuk memberitahukan pada murid tentang kesalahan-kesalahan yang
masih mereka buat. Tahap ini diakhiri hingga semua murid mempunyai gambaran yang jelas
tentang kelemahan dan kelebihan mereka
4) Retrial
Dari pengenalan mereka tentang apa yang harus dilakukan pada percobaan mereka,maka
dalam tahap ini murid mulai mencoba kembali,dengan tujuan memperbaiki kesalahan-
kesalahan yang masih dibuat. Percobaan kembali ini tetap masih dalam konteks
keseluruhan,yang kemudian bias dilakukan semacam review kembali. Demikian seterusnya
hingga keterampilan yang bersangkutan dirasa sudah dicapai dengan baik.
5) Pemantapan
Setelah beberapa kali terlibat dalam proses review dan retrial,maka murid akan semakin
memantapkan kemampuannya dengan melatihnya berulang-ulang. Pada tahap ini hendaknya
guru sudah semakin spesifik dalam memberikan umpan balik informasi yang berguna buat
memantapkan keterampilan anak.

Metode Keseluruhan dalam pembelajaran penjas dengan metode keseluruhan anak-anak


langsung disuruh bermain, jadi seluruh unit dipelajari sekaligus. Dengan demikian teknik
dasar bermain tidak dipelajari tersendiri (secara khusus). Bila terjadi kesalahan teknik dasar
dalam bermain maka permainan dihentikan, kemudian dibetulkan dengan sedikit penjelasan
dan demonstrasi setelah itu permainan dilanjutkan kembali.

Keuntungan Dalam Metode Keseluruhan :

 Hasrat atau kemauan anak dalam bermain dapat dipenuhi sehingga anak tidak mudah
merasa bosan.
 Dapat mengembangkan kerjasama tim.
 Dapat memahami isi permainan secara keseluruhan, teknik, taktik serta peraturan
permainan.

Kelemahan Dalam Metode Keseluruhan :

 Penguasaan teknik dasar permainan tidak dapat dipelajari dengan sempurna


 Permainan tidak berjalan dengan lancer karena banyak terjadi pelanggaran yang
disebabkan karena penguasaan teknik dasar belum sempurna.
 Skill individu pemain tidak dapat berkembang dengan baik karena teknik dasar
permainan tidak dipelajari secara khusus.
Daftar Pustaka
Gunarsa. Singgih D, 1972, Psikologi perkembangan. Banyumas. PT BPK GUNUNG MULIA
http://artikelpenjas.blogspot.com/2012/08/metode-keseluruhan-dalam-pembelajaran.html
http://kopibangil.blogspot.com/2012/01/metode-pengajaran-keseluruhan-global.html