Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN ILMU GIZI

ANGKA KECUKUPAN ENERGI INDIVIDU (AKEI) DAN FOOD RECALL

Oleh :

DEBORAH

05121003035

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka kecukupan energi individu berbed-beda, karena AKEI merupakan anjuran


untuk rata-rata jumlah energi per hari yang hari yang harus dikonsumsi oleh grup populasi
dalam jangka waktu tertentu. Pangan dan gizi terkait sangat erat dengan upaya peningkatan
sumber daya manusia. Ketersediaan pangan yang cukup untuk seluruh penduduk di suatu
wilayah belumlah dapat digunakan sebagai jaminan akan terhindarnya penduduk dari
masalah pangan dan gizi, karena selain ketersediaan, juga perlu diperhatikan aspek pola
konsumsi atau keseimbangan kontribusi di antara jenis pangan yang dikonsumsi, sehingga
memenuhi standar gizi tertentu.Kekurangan konsumsi gizi bagi seseorang dari standar
minimum tersebut umumnya akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, aktivitas dan
produktivitas kerja.

Dalam jangka panjang kekurangan konsumsi pangan dari sisi jumlah dan kualitas
(terutama pada anak balita) akan berpengaruh terhadap kualitas SDM. Dalam hal ini,
kecukupan energi dan protein dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi
masyarakat dan juga keberhasilan pemerintah dalam pembangunan pangan, pertanian,
kesehatan, dan sosial ekonomi secara terintegrasi (Moeloek, 1999). Lebih lanjut Irawan
(2002) menyatakan bahwa derajat ketahanan pangan rumah tangga secara sederhana dapat
ditentukan dengan mengevaluasi asupan energi dan protein rumah tangga tersebut.

Sampai saat ini Indonesia masih dihadapkan pada masalah kualitas SDM yang
rendah, yang tercermin dari rendahnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM
Indonesia di tahun 2006 masih menduduki peringkat ke-107 dari 177 negara dan berada
jauh di bawah negara-negara di Asia Tenggara lain seperti Singapura yang berada di
peringkat 25, Brunei Darussalam (30), Malaysia (63), dan Filipina yang. Status gizi
seseorang ditentukan oleh kuantitas, kualitas, dan ragam pangan yang dikonsumsi oleh
orang tersebut karena tiap-tiap jenis pangan mempunyai kandungan zat gizi yang berbeda-
beda, baik kandungan zat gizi makro seperti energi dan protein, maupun zat gizi mikro
seperti vitamin dan mineral. Salah satu indikator yang lazim digunakanuntuk mengukur
status gizi adalah tingkat kecukupan energi dan protein.berada di peringkat 90.

B. Tujuan

1. Praktikan memahami metode food recall dalam pengumpulan data konsumsi makanan.
2. Praktikan dapat menaksir Angka Kecukupan Energi Individu (AKEI).
3. Praktikan dapat memberikan pendapat atas jumlah energi yang dikonsumsi dan jumlah
energi yang dikeluarkan oleh seseorang dalam 1x24 jam.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Angka kecukupan energi individu (AKEI) merupakan banyaknya energi yang


dibutuhkan setiap masing-masing individu selama 24 jam dalam bentuk kilo kalori yang
digunakan untuk melakukan aktivitasnya. AKEI dapat dihitung dengan metode food recall.
Metode ini dilakukan dengan mewawancarai responden dan mencatat jenis serta jumlah
bahan makananyang dikosumsi selama 24 jam yang lalu. Metode ini memiliki kelebihan,
di antaranya adalah : Mudah dalam pelaksanaannya serta tidak terlalu membebani
responden, biaya relatif murah, karena tidak memerlukan peralatan khusus dan tempat
yang luas untuk wawancara, cepat, sehingga dapat mencakup banyak responden, dapat
digunakan untuk responden yang buta huruf, dapat memberikan gambaran nyata mengenai
konsumsi individu sehingga dapat dihitung intake zat gizi dalam sehari.

Kekurangan metode ini antara lain adalah tidak dapat menggambarkan asupan makan
sehari-hari, bila hanya dilakukan recall satu hari. Ketepatannya sangat tergantung pada
daya ingat reponden. Oleh karena itu, responden harus mempunyai daya ingat yang baik,
sehingga metode ini tidak cocok dilakukan pada anak usia di bawah 7 tahun, orang tua
berusia di atas 70 tahun dan orang yang hilang ingatan atau orang yang pelupa. The flat
slope syndrom, yaitu kecenderungan bagi responden yang kurus untuk melaporkan
konsumsinya lebih banyak (over estimate) dan bagi responden yang gemuk cenderung
melaporkan lebih sedikit (under estimate). Membutuhkan tenaga atau petugas yang terlatih
dan terampil dalam menggunakan alat-alat bantu URT dan ketepatan alat bantu yang
dipakai menurut kebiasaan masyarakat. Responden harus diberi motivasi dan penjelasan
tentang tujuan wawancara. Untuk mendapat gambaran konsumsi makanan sehari-hari
recall tidak boleh dilakukan pada saat panen, hari pasar, hari akhir pekan, pada saat
melakukan upacara-upacara keagamaan, selamatan dan lain-lain.

Kecukupan energi masing-masing orang berbeda-beda targantung pada jenis kelamin


dan usia. Untuk laki-laki membutuhkan energi 2500-3000 Kkal, sedangkan untuk
perempuan energi yang dibutuhkan sekitar 2000-2100 Kkal. Setiap bahan makanan
maupun olahan makanan memiliki energi yang berbeda-beda. Peritungan tersebut
berdasarkan energi dari karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Sehingga tiap jenis
makanan memiliki energi yang berbeda-beda. Perhitungan ini berdasarkan atas komposisi
dari makanan yang mengandung tiap nilai gizi.

Angka kecukupan energi erat hubunganya dengan kecukupan protein dalam tubuh.
Angka kecukupan energi dan protein (AKEP) pada WNPG VIII merupakan
penyempurnaan dari AKEP hasil WNPG VII (1998) dengan mengingat: (1) basis
perhitungan AKE 1998 bagi orang dewasa didasarkan pada Schofield Equation yang
overestimate bagi populasi Asia Tenggara; (2) pengelompokan umur yang perlu
disesuaikan dengan kesepakatan harmonisasi AKG; dan (3) perubahan berat badan rujukan
AKG pada kelompok usia tertentu. Untuk tiap-tiap rumah tangga dihitung konsumsi energi
dan protein per hari dan dibandingkan dengan angka kecukupan energi dan protein
(AKEP) yang telah ditetapkan pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) VIII
tahun 2004 (Hardinsyah dan Tambunan, 2004), namun karena dalam data Susenas tidak
tersedia data ibu hamil dan menyusui, maka dalam analisis ini tidak diperhitungkan
tambahan kebutuhan ibu hamil dan menyusui akan energi dan protein.
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan di ruang kuliah RKC 1207 Fakultas Pertanian pada hari
Jumat 27 September 2013 pukul 10.00 WIB.

B. Cara Kerja

Praktikan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 2 orang (pria dan
wanita). Tiap praktikan diminta mencatat seluruh kegiatan anggota kelompoknya selama
1x24 jam dan mengumpulkan data berupa makanan yang dikonsumsi oleh orang tersebut
pada hari yang sama dengan metode food recall. Hasil laporan adalah tabel AKEI dan tabel
konsumsi makanan. Tabel AKEI mengacu pada Lampiran 3 untuk pria dan Lampiran 4
untuk wanita, sementara nilai pengeluaran energi dari tiap kegiatan mengacu pada
Lampiran 5 untuk pria dan Lampiran 6 untuk wanita. Tabel konsumsi makanan berisi
nama, jenis kelamin, usia, jenis makanan yang dikonsumsi, berat makanan (URT dan g),
energi (kkal) yang dihasilkan oleh makanan yang dikonsumsi responden. Besarnya energi
yang dihasilkan tiap-tiap bahan makanan per 100g dapat dilihat dalam Tabel Daftar
Komposisi Bahan Makanan (DKBM) pada Lampiran 1. Pembahasan dibuat dengan
mengamati hasil pada tabel AKEI dan tabel food recall, serta membandingkannya dengan
anggota kelompok.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL

Tabel 1. Jumlah total Kalori Laki-laki per 27 September 2013

No Nama Jumlah Total Kalori per 24 jam


1 Billy Joestra 2208,25 kkal
2 Ido Fatro Widodo 2316,2 kkal
3 Ahmad Faizal 2037,7 kkal
4 M. Arief Rahman 2223,8 kkal
5 Adi Kristianto 3717,46 kkal
6 Umar 1691 kkal
7 M. Zamzami Yahya 3892,64 kkal
8 Tony albensius 3104 kkal
9 Ediamit Malau 2575,5 kkal
10 AntariaMarsega 2096,7 kkal
11 Jefri Patar Sitorus Pane 3209,3 kkal
12 Imfran Toni Purba 1389,5 kkal
13 Ahmat Sarhan 3811 kkal
14 Raja Sahban 1050 kkal
15 Trisno Saputra
16 Imam Syarifuddin 2934,05 kkal

Tabel 2. Jumlah total kalori perempuan per 27 September 2013

No Nama Jumlah Total Kalori per 24 jam


1 Puspita Anggraini 1503,9 kkal
2 Herleni 1321 kkal
3 Dewi Sartika Ginting 2925 kkal
4 Wenny Dwi Larasati 1116 kkal
5 Megaria 2683 kkal
6 Feni Crista A. P 1981,84 kkal
7 Endah Kartika sari 1230,9 kkal
8 Ochy Astri Febriani 631,844 kkal
9 Widya Jayatika 1005,92 kkal
10 Desi Megawati Putri 1008 kkal
11 Zahara 2195,335 kkal
12 Meta Aryani 1640,2 kkal
13 Septiani Areanti 2557,08 kkal
14 Suci Kusumawati 1768,1 kkal
15 Kandita Novita Sari 1952,25 kkal
16 Amelia Pertiwi 1863 kkal
17 Maya Prihastini 2046,32 kkal
18 Rahmawati 1728,1 kkal
19 Linda Rahmadita 2010,9 kkal
20 Deva Destira 1608,3 kkal
21 Indah Rohana Nasution 1670,1 kkal
22 Deborah 4486,33 kkal
23 Asniyanti 1407,95 kkal
24 Arddeska Putry 1817 kkal
25 Mona Chairunnisa 1232,2 kkal
26 Ummia Sari 2123,75 kkal
27 Dian Puspita 1060,83 kkal
28 Devita Ayu 1593,57 kkal

B. PEMBAHASAN

Kebutuhan energi tiap individu berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin serta usia.
Hal ini ditunjukkan pada data jumlah kalori yang masuk pada hasil recall terhadap
responden. Dari data yang telah tersajikan, jumlah energi yang dibutuhkan oleh perempuan
berbeda dengan energi yang dibutuhkan oleh laki-laki. Kebutuhan akan kalori pada laki-
laki lebih besar karena energi yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan oleh perempuan.
Kebutuhan energi tergantung pada jenis kelamin, usia, jenis makanan yang dikonsumsi,
dan berat makanan (URT dan g).

Rata-rata energi pada laki-laki lebih menjukkan 2000-2900 Kkal, sedangkan untuk
perempuan energi lebih mendekati 1500-2000 Kkal, yang ditunjukkan pada tabel. Lebih
mendekati pada kenyataannya yaitu untuk laki-laki membutuhkan energi 2500-3000 Kkal,
sedangkan untuk perempuan energi yang dibutuhkan sekitar 2000-2100 Kkal. Energi yang
masuk dan yang dibutuhkan sebenarnya tergantunga pada jenis makanan yang dimakan
dan bobot (dalam gram) makanannya serta kandungan karbohidrat, protein, serta lemak.
Terhadap 28 responden yang di wawancarai melalui metode food recall tersebut
rata-rata yang didapat kurang lebih 1700-2100 Kilo kalori. Metode yang digunakan adalah
food recall yaitu dengan mencatat semua yang dimakan responden selama 24 jam untuk
selanjutnya dibedakan keperluan energi yang didapat tiap masiang-masing orang. Energi
yang masuk ini untuk selanjutnya akan dibongkar dalam tubuh paada setiap aktivitas yang
dilakukan masing-masing orang. Energi yang dikeluarkan oleh laki-laki lebih besar
daripada yang diperlukan oleh perempuan, itulah sebabnya energi yang dibutuhkan oleh
laki-laki lebih besar dari yang dibutuhkan oleh perempuan. Namun sebenarnya jumlah
kalori yang dibutuhkan ini bukan hanya tergantung pada jenis kelamin saja, melainkan
pada umur serta kegiatan yang dilakukansetelah makan.

Energi yang dibutuhkan oleh orang yang sama belum tentu sama unutuk setiap
harinya. Bahkan untuk setiap kali makannya, berdasarkan tabel. Dapat dikatakan demikian
karena setiap kali makan (pagi, siang, malam) kalori yang dihasilkan juga berbeda. Sesuai
dengan kandungan kalori untuk setiap makanan maupun bahan makanan, seperti
karbohidrat dengan 4 kalori, lemak 9 kalori, dan protein 4 kalori untuk setiap gramnya.
V. KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Angka kecukupan energi setiap individu berbeda-beda.


2. Energi yang dibutuhkan oleh laki-laki berbeda dengan perempuan yaitu lebih besar
dibanding dengan yang dibutuhkan oleh perempuan.
3. Salah satu metode untuk menghitung kebutuhan energi individu adalah metode food
recall.
4. Kebutuhan energi tergantung pada jenis kelamin, usia, jenis kegiatan, serta jenis
makanan yang dikonsumsi.
5. Metode food recall dilakukan selama satu hari (24 jam).
VI. DAFTAR PUSTAKA

Anindita, Putri. 2012. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga,


Kecukupan Protein & Zinc Dengan Stunting (Pendek) Pada Balita Usia 6-25
Bulan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang . Semarang. Jurnal Kesehatan
Masyarakat. Volume 1 (2) : 617-626
Ariningsih, Ening. 2011. Konsumsi Dan Kecukupan Energi dan Protein Rumah Tangga
Perdesaan Di Indonesia. Bogor. Jurnal Analisis Data Susenas. Volume 34 (4) :
233-234
Sugiarto, Felicita. 2012. Asupan makan Dan Status Gizi Anak Dengan Palsi Serebralis.
Semarang. Jurnal Media Medika Muda. Volume 3 (7) : 11-12