Anda di halaman 1dari 4

LATAR BELAKANG

Saliva merupakan cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran


sekresi kelenjar saliva mayor dan minor yang ada di dalam rongga mulut. Saliva
mengandung enzim amilase yang berperan dalam mengkatalisis pemecahan pati
menjadi gula. Amilase diproduksi oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti dari
bakteri, jamur, tumbuhan, dan manusia.
Saliva merupakan cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran
sekresi kelenjar saliva mayor dan minor yang ada dalam rongga mulut. Saliva
sebagian besar sekitar 90% dihasilkan saat makan yang merupakan reaksi atas
rangsangan yang berupa pengecapan dan pengunyahan makanan.
Saliva ikut berperan saat interaksi antara resin komposit dengan minuman
isotonik pada rongga mulut. Saliva memiliki kemampuan buffer untuk
menetralisir keasaman dan juga fungsi pembilasan untuk mengurangi lamanya
kontak antara minuman isotonik dengan resin komposit (1).
Amilase adalah enzim hidrolase glikosida yang mengkatalisis pemecahan
pati menjadi gula. Amilase merupakan salah satu enzim yang paling penting
dalam bioteknologi saat ini (2).Amilase merupakan enzim yang memecah pati
yang diproduksi oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti dari bakteri, jamur,
tumbuhan, manusia (2).
2. TUJUAN

Memahami kinetika enzim.


Mampu menyebutkan faktor- faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi
enzimatik.
BAB III
PRINSIP DAN METODE
A. Prinsip
Amilase saliva adalah enzim yang terdapat dalam air ludah. Enzim
ini bekerja pada pati dan dextrin (atau juga glikogen) dan mengubahnya
menjadi maltosa dengan hasil antara yang larut yaitu amilo dextrin,
etitrodexrtin dan akrodextrin
B. Metode
1. Alat Praktikum
Alat yang digunakan meliputi stopwacth, gelas beaker, plat tetes,
penjepit, pipet tetes, tabung ukur, tabung reaksi, tabung erlenmeyer dan
waterbath.
2. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan adalah amilum, aquadest, buffer pospat pH 7,
dan Iod 0,02N
3. Cara Kerja
Pengumpulan Saliva : Probandus berkumur dengan menggunakan
aquadest, setelah itu dikeluarkan saliva dan ditempatkan pada gelas
beaker. Ambil saliva yang terkumpul.

Hidrolisis Amilum dengan Pemanasan

- Amilum 5 ml Ambil saliva 1 ml Larutan amilum


- Buffer pospat pH 7 2 ml diencerkan dengan dan buffer pospat
Kedua bahan diukur aquadesl 19 ml. dipanaskan di
dengan tabung ukur Dimasukan ke tabung waterbath dengan
kemudian dimasukan ke erlenmeyer yang lain. suhu 380 c
dalam tabung erlenmeyer

Setelah dipanaskan 1 Masukan larutan


Larutan yang diteteskan menit, ambil 2 ml larutan saliva ke tabung
ke plat tetes di campur yang dipanaskan erlenmeyer yang
dengan iod 0,02 N 1 menggunakan pipet tetes dipanaskan sambil
tetes. dan diteteskan ke plat digoyangkan
tetes

Lakukan penetesan
larutan berulang setiap 1
menit, dari larutan
berwarna gelap sampai
larutan berwarna seperti
iod.
Hidrolisis Amilum Tanpa Pemanasan

Ambil 5 ml amilum Ambil 1 ml saliva tanpa


Semua larutan
dan buffer pospat 2 dicampur aquades dan
dimasukan ke tabung
ml di ukur dengan dimasukan ke dalam
erlenmeyer, digoyangkan
tabung ukur. larutan amilum dan
selama 2 menit.
buffer pospat

Setelah dogoyangkan
Lakukan berulang selama selama 2 menit, ambil
1 menit dari larutan larutan sebanyak 2 tetes
berwarna gelap sampai dan diteteskan ke plat
larutan berwarna seperti tetes. Campurkan dengan
iod iod 0,02 N 1 tetes
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Probandus
Nama : Aryo Julistiyanto
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 30 Tahun
Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia
Dari praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :
Pada hidrolisis amilum dengan pemanasan, menit pertama sampai dengan
menit ke 4 menghasilkan warna biru, kemudian menit ke 5 terjadi perubahan
warna menjadi warna merah bata sampai dengan menit ke 9 dan pada menit
ke 10 larutan berwarna coklat tua sampai dengan menit ke 12 dan percobaan
dihentikan. Pada hidrolisis amilum tanpa pemanasan, satu menit pertama
menghasilkan warna kuning sama dengan warna larutan iod 0,02 N, sampai
menit ke 3 warna yang dihasilkan konstan dan percobaan dihentikan.
B. Pembahasan