Anda di halaman 1dari 15

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH

DASAR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI PENERUS


BANGSA YANG BERKARAKTER
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi
Informasi dan Komunikasi yang diampu oleh
Mukhamad Masrur, M.Kom

Disusun Oleh :

Abdul Majid (1315014)

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
2018

1
DAFTAR ISI

BAB I.................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.........................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................................2
C. Tujuan....................................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
PEMBAHASAN............................................................................................................3
A. Pengertian Pendidikan Karakter.............................................................................3
B. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar...................................................................4
C. Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter..................................................6
D. Pentingnya Pendidikan Karakter............................................................................8
BAB III..............................................................................................................................9
PENUTUP.....................................................................................................................9
A. Kesimpulan............................................................................................................9
B. Saran......................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................10

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Melihat pendidikan di Indonesia saat ini, ternyata masih belum mendapat


hasil yang sebenarnya di inginkan. Buktinya dapat dilihat pada pola pikir anak
yang lebih mengedepankan menghafal dari pada memahami suatu materi
pelajaran. Tak jarang pelajar lebih mementingkan nilai dari pada ilmu
pengetahuannya.

Dalam membentuk karakter yang berkualitas perlu dibina sejak usia


dini. Potensi karakter yang baik sebenarnya telah dimiliki tiap manusia
sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui
sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis
bagi pembentukan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan bahwa
kegagalan penanaman karakter sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang
bermasalah dimasa dewasanya kelak. Selain itu, menanamkan moral kepada
generasi muda adalah usaha yang strategis. Oleh karena itu penanaman moral
melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak-anak adalah kunci
utama untuk membangun bangsa.

Pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembentukan


karakter tiap individu. Pendidikan karakter merupakan gerakan nasional untuk
menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika,
bertanggung jawab, dan perduli melalui pemodelan dan mengajarkan karakter
baik dengan penekanan pada nilai universal yang disepakati bersama. Ini
adalah suatu usaha yang disengaja dan proaktif baik dari sekolah, daerah, dan
juga negara untuk menanamkan siswanya pada nilai etika utama. Pendidikan
karakter mempunyai tujuan penanaman nilai dalam diri siswa dan pembaruan

1
tata kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan individu.(Maunah,
2014)

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian pendidikan karakter ?

2. Bagaimana pendidikan karakter di sekolah dasar ?

3. Bagaimana upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan karakter ?

4. Apa pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian pendidikan karakter

2. Untuk mengetahui pendidikan karakter di sekolah dasar

3. Untuk mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan


karakter

4. Untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan gabungan dari dua kata, yaitu pendidikan


dan karakter. Ki Hadjar Dewantara dalam Kongres Taman Siswa (1930)
mengatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk
memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intelek), dan tubuh anak. Sedangkan pada Undang-undang nomor 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual-keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

(Sutyitno, 2012)Pendidikan saat ini hanya mengedepankan penguasaan


aspek keilmuan dan kecerdasan peserta didik. Jika peserta didik sudah
mencapai nilai atau lulus dengan nilai akademik memadai/di atas KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal), pendidikan dianggap sudah berhasil.

3
Pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya bangsa di dalam diri peserta
didik semakin terping- girkan. Rapuhnya karakter dan budaya dalam
kehidupan berbangsa bisa mem- bawa kemunduran peradaban bangsa.
Padahal, kehidupan masyarakat yang me- miliki karakter dan budaya yang
kuat akan semakin memperkuat eksistensi suatu bangsa dan negara.

(Sutyitno, 2012)Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan


oleh guru untuk mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu dalam
membentuk watak peserta didik dengan cara memberikan keteladanan, cara
berbicara atau menyampaikan materi yang baik, toleransi, dan berbagai hal
yang terkaitnya. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-
nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan,
kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai
tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama,
lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil

Pendidikan karakter menurut (Zulnuraini, 2012) adalah suatu sistem


penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen
pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai tersebut. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen
(pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen
pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian,
penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah,
pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana
prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di
samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga
sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter.

4
B. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan


karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin
dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus
lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekkan. Mulailah dengan belajar taat
dengan peraturan sekolah, dan tmenegakan kedisiplinan. Sekolah harus
menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang
berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan
seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di
sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.

Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan


semua kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah,
lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal
yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring
pendidikan yang kelihatannya mulai terputus antara lingkungan sekolah yaitu
guru, keluarga, dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak
akan berhasil selama antara lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan
dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai
lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus
lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi
pembelajaran di sekolah yang memperkuat proses pembentukan tersebut.

1. Prinsip Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Character Education Quality Standards merekomendaikan sebelas prinsip


untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif, sebagai berikut:

a. Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter.

5
b. Mengidentifikasikan karakter secara komprehensif supaya mencakup
pemikiran, perasaan dan perilaku.

c. Mengguanakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk


membangun karakter.

d. Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian.

e. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang


baik.

f. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang


yang menghargai semua siswa, membangun karakter mereka dan
membantu mereka untuk sukses.

g. Adanya pembagian kepimpinan moral dan dukungan luas dalam


membangun inisiatif pendidikan karakter.

2. Tujuan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Tujuan pendidikan karakter yaitu sebagai berikut :

a. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/ afektif peserta didik sebagai


manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa.

b. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan


sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang
religius.

6
c. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik
sebagai generasi penerus bangsa.

d. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang


mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan.

e. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan


belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta rasa
kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.

Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang


tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong
royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa
kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

3. Fungsi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Fungsi dari pendidikan karakter dan budaya bangsa menurut adalah


sebagai berikut:

a. Pengembangan yaitu pengembangan potensi peserta didik untuk


menjadi pribadi yang berperilaku baik.

b. Perbaikan yaitu memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk


bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang
lebih bermartabat.

7
c. Penyaring yaitu untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya
bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai budaya dan karakter budaya
yang bermartabat.

d. Fungsi pendidikan karakter yaitu menumbuh kembangkan kemampuan


dasar peserta didik agar berpikir cerdas, berperilaku yang berakhlak,
bermoral, dan berbuat sesuatu yang baik, yang bermanfaat bagi diri
sendiri, keluarga dan masyarakat.

C. Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter

Terlepas dari berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan di


Indonesia, serta implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan
pendidikan sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Sebagai upaya untuk
meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter,(Imaroh, 2014)
Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan
karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand
design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan,
pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang
pendidikan. Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu
dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Konfigurasi karakter
dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut
dikelompokan menjadi :

1. Olah hati (spiritual and emotional development)

2. Olah pikir (intellectual development)

3. Olah raga dan kinestetik (physical and kinestetic development)

8
4. Olah rasa dan karsa (affective and creativity development)

Sistem Pendidikan Nasional terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan


informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal
adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Selama ini, pendidikan
informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi
berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter
peserta didik.

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan melalui bangku sekolah. Sebagai


upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan karakter diantaranya : pendidikan
karakter harus mengandung nilai-nilai moral, pendidikan karakter juga harus
melibatkan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action, penerapan
kurikulum pendidikan karakterpun harus terlaksana, menerapkan konsep DAP
(Developmentally Appropriate Practices), menggunakan sistem pembelajaran
terpadu yang berbasis karakter, pendidikan karakter harus sesuai dengan
tahapan perkembangan moral anak, selain itu juga perlunya kerjasama dengan
orang tua murid (co-parenting).

D. Pentingnya Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dewasa ini sangat diperlukan dikarenakan saat ini bangsa
Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa.(Munirah,
2015) Karakter dalam hal ini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian
seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang
diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, bepikir,
bersikap, dan bertindak. Kebajikan tersebut berupa sejumlah nilai moral, dan
norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, hormat pada orang
lain, disiplin, mandiri, kerja keras, dan kreatif.

9
Pendidikan karakter di nilai sangat penting untuk di mulai pada anak usia
dini karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan
untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak
mulia atau budi pekerti luhur. Sejatinya pendidikan karakter ini memang
sangat penting dimulai sejak dini. Sebab falsafah menanam sekarang menuai
hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka
membentuk karakter anak bangsa. Pada usia kanak-kanak atau yang biasa
disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age) terbukti sangat
menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Dari sini,
sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang
merupakan lingkungan pertama bagi pertum¬buhan karakter anak. Setelah
keluarga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib
sejak sekolah dasar.

Pendidikan karakter berkewajiban mempersiapkan generasi penerus yang


berkarakter, serta sanggup menghadapi tantangan zaman yang akan datang
sesuai dengan moral dan norma yang berlaku. Melalui program ini diharapkan
lulusannya memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan
terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan
budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya
diharapkan menjadi budaya sekolah.

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Pendidikan karakter diartikan sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai


karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan,
kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai
tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama,
lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi generasi penerus yang
berkarakter

Pendidikan karakter sangat penting keberadaannya karena dapat


meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang
mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta
didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.
Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, maka akan terwujud
generasi penerus bangsa yang berkarakter dan tidak diragukan lagi masa
depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan.

B. Saran

1. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara


mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan
menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak
mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

2. Diharapkan dengan diterapkannya pendidikan karakter di SD dapat


membentuk pribadi siswa yang unggul dalam berperilaku dan memiliki
kepribadian yang sesuai dengan moral-moral pancasila dan agama.

11
3. Sebaiknya semua guru diberikan pelatihan dan pembinaan dalam
mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. Jika pemahaman guru
akan konsep pendidikan karakter sudah baik maka diharapkan guru dapat
menentukan strategi dan kegiatan yang mampu menumbuhkan nilai
karakter dalam diri peserta didiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Imaroh, T. S. (2014). Peran Pendidikan Dalam Membentuk Pemimpin Bangsa


Berkarakter. TRANSPARANSI Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi ISSN 2085-
1162, VI(September).

Maunah, B. (2014). The implementation of character education in the formation


of students’ holistic personality. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN
KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN HOLISTIK SISWA
Binti, 90–101. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/jpk.v0i1.8615

Munirah. (2015). Sistem Pendidikan di Indonesia : antara Keinginan dan Realita.


Auladuna, 2(2), 233–245.

Sutyitno, I. (2012). PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN


BUDAYA BANGSA BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL Imam. Jurnal
Pendidikan Karakter, 2(1), 1–13. Retrieved from
http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1316/1094

Zulnuraini. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep, Implementasi dan


Pengembangannya di Sekolah Dasar di Kota Palu. Jurnal DIKDAS, 1(1), 1–

12
11.

13