Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

257/B8/SOP/PKM-
No. Dokumen :
TRR/II/2016
No. Revisi : -
SOP Tgl. Terbit : 09 Februari 2016
Tgl. Mulai
: 09 Februari 2016
Berlaku
Halaman : 1/2

Dr.H.Anjasmoro.
PUSKESMAS
NIP. 19810218 201001 1
TERARA
007

1. Pengertian Pengelolaan Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah suatu kegiatan
mengelola termasuk menyimpan, menggunakan dan atau membuang bahan
yang karena sifat atau konsistensinya dan atau jumlahnya, baik secara
langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak
linkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk
hidup lainnya
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengelola bahan
berbahaya dan beracun (B3) berupa proses pengadaan, pemindahan,
penyimpanan, penggunaan, penanganan, dan pembuangan limbah B3 untuk
mencegah dan mengendalikan dampak lingkungan yang akan muncul
sebagai konsekuensi atas penggunaan bahan tersebut.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 04/B8/SK/PKM-TRR/II/2016
Tentang Kebijakan Pelayanan Laboratorium Puskesmas Terara
4. Refrensi Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun
5. Alat dan Bahan 1. Kelengkapan administrasi B3
2. Alat pelindung diri yang sesuai
3. Kantong Plastik
4. Label B3
6. Prosedur/Langkah- 1. Petugas menyediakan bahan kimia di ruang laboratorium dalam
langkah jumlah secukupnya.
2. Petugas membuat kartu stok penggunaan bahan berbahaya dan
beracun.
3. Petugas membuat label dan keterangan pada semua bahan kimia
seperti : Nama dan kosentrasi bahan kimia, Tanggal penerimaan dan
pembuatannya, batas kadarluarsanya,sifat mudah terbakar atau bahaya
lain yang dapat timbul, agar penangan bahan kimia tersebut dapat
dilakukan dengan aman.
4. Label harus dapat bertahan lama, gunakan alat tulis atau tinta yang
tidak mudah larut oleh air.
5. Petugas menyimpan bahan berbahaya dan beracun yang mudah
terbakar dalam ruang yang terpisah.
6. Petugas dilarang menyimpan bahan berbahaya sesuai abjad namun
berdasarkan klasifikasinya. Bahan kimia yang bersifat korosif harus
diletakkan ditempat yang rendah.
7. Petugas menyediakan alat pelindung diri seperti masker, sarung
tangan tebal, sepatu bot dll dalam ruang penyimpanan.
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
257/B8/SOP/PKM-
No. Dokumen :
TRR/II/2016
No. Revisi : -
SOP Tgl. Terbit : 09 Februari 2016
Tgl. Mulai
: 09 Februari 2016
Berlaku
Halaman : 2/2

Dr.H.Anjasmoro.
PUSKESMAS
NIP. 19810218 201001 1
TERARA
007

6. Prosedur/Langkah- 8. Petugas dilarang memipet bahan kimia dengan mulut, gunakan karet
langkah penghisap.
9. Petugas menjauhkan bahan berbahaya dan baracun dari sinar matahari
langsung.
10. Petugas menyediakan alat pemadam kebakaran dalam ruang
penyimpanan bahan kimia yang berbahaya.
11. Petugas menjaukan bahan kimia yang berbahaya dan beracun dari
sumber api / panas.
12. Petugas menetralkan terlebih dahulu limbah cairan jika zat yang
bersifat asam netralkan dengan larutan yang bersifat basa begitu juga
sebaliknya
7. Unit Terkait 1. Petugas Laboratorium
2. Petugas Keamanan
3. Semua staf
8. Dokumen Terkait Kartu stok reagen Kimia