Anda di halaman 1dari 3

Nama : Muhammad Fikri

NIM : 05161048

Pengolahan Limbah Industri Minuman Ringan dengan Teknologi Plasma Lucutan


Korona
Di zaman modern ini, kegiatan manusia menjadi sangat kompleks dengan
berbagai perkembangan teknologi yang ada. Kompleksnya kegiatan manusia ini
bisa dilihat dari kegiatan sederhana di rumah sampai kegiatan industri Akibatnya,
banyak masalah-masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan
tersebut. Salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair. Banyak sekali dampak
negatif yang ditimbulkan dari limbah cair ini. Antara lain pencemaran badan air,
pencemaran tanah, hingga penyakit. Ada tiga pendekatan metode untuk mengatasi
masalah pencemaran dan masalah lingkungan lainnya yang ditimbulkan oleh
limbah ini. Yang pertama ialah kebijakan serta pengelolaan lingkungan. Peran ini
biasanya dilakukan oleh pemerintah ataupun yang berwenang melalui peraturan
perundang-undangan ataupun kebijakan lainnya. Pendekatan kedua adalah
kesadaran lingkungan. Peran ini dilakukan oleh masyarakat umum yang dapat
dimulai dari hal-hal yang sederhana. Pendekatan terakhir adalah teknologi tepat
guna. Peran ini dapat dilakukan oleh akademisi maupun mahasiswa.
Salah satu sumber limbah yang menjadi perhatian lingkungan saat ini adalah
industri. Berbagai kegiatan industri yang kompleks serta melibatkan sumber daya
yang besar berakibat pada banyaknya limbah yang di buang. Industri yang ditinjau
saat ini adalah PT. SINAR SOSRO di Ungaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah yang
merupakan industri minuman ringan. Sampel limbah industri ini kemudian diuji,
diukur kadar pencemarnya, serta dibandingkan dengan baku mutu yang ada pada
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Baku Mutu
Air Limbah Industri Minuman Ringan. Parameter yang diuji antara lain pH, COD,
TSS, Minyak dan Lemak, serta Warna. Berdasarkan hasil uji, pH dan kandungan
minyak serta lemak tidak memerlukan penanganan karena telah sesuai dengan baku
mutunya. pH sampel awal adalah 8,00 dengan baku mutu 6,00 sampai 9,00. Kadar
minyak dan lemak awal adalah 3,44 mg/L dengan baku mutu 9 mg/L. Sementara
COD (kadar sampel awal 6715,6 mg/L dengan baku mutu 300 mg/L), TSS (kadar
sampel awal 7320,23 mg/L dengan baku mutu 90 mg/L), dan warna (sampel awal
10025 PtCo) butuh penanganan. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan
jumlah oksigen yang dapat bereaksi dalam suatu sampel atau larutan. COD
merupakan indikator yang menyatakan konsentrasi polutan yang dapat teroksidasi
pada suatu air permukaan maupun limbah. Sementara TSS (Total Suspended Solids)
merupakan konsentrasi polutan partikel padat yang tidak larut dalam sampel
limbah.
Pendekatan teknologi tepat guna untuk mengatasi masalah limbah ini
dilakukan oleh beberapa mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Diponegoro.
Teknologi yang digunakan adalah Pembangkit Tegangan Tinggi Impuls dengan
Teknologi Plasma Lucutan Korona. Prinsip dasar metode ini adalah sebagai berikut.
Alat ini akan membentuk ozon, ion hidroksil, dan radikal bebas yang akan
memecah zat organik dalam limbah cair. Dengan pecahnya zat organik ini,
konsentrasi COD dan TSS dan intensitas warna pada air limbah dapat berkurang.
Ozon, ion hidroksil dan radikal bebas ini dapat dihasilkan dari lucutan korona.
Nama : Muhammad Fikri
NIM : 05161048

Lucutan korona sendiri merupakan peristiwa terionisasinya suatu senyawa menjadi


fase gas terionisasi (plasma) karena adanya tegangan tinggi. Ozon, ion hidroksil,
dan radikal bebas inilah yang disebut plasma. Sumber tegangan tinggi ini bisa
berasal dari tegangan AC, DC, maupun impuls. Permasalahan dari jurnal yang
ditulis mahasiswa-mahasiswa teknik elektro Undip ini adalah bagaimana
merancang sumber tegangan tinggi yang portabel, tidak memerlukan banyak
tempat, mudah dalam pengoperasian, dan murah dalam pembuatannya.
Perancangan dan pembuatannya adalah sebagai berikut. Alat secara garis
besar terdiri dari pembangkit tegangan tinggi impuls, reaktor plasma lucutan
korona, pompa air akuarium, dan oksigen. Pembangkit tegangan tinggi impuls
menggunakan transformator flyback. Reaktor plasma lucutan korona merupakan
dua elektroda dengan kutub positifnya berupa jarum tembaga dan kutub negatifnya
adalah lempengan tembaga. Setelah dilakukan pengukuran terhadap tegangan dan
frekuensi pada alat ini, didapat tegangan puncak bervariasi antara 0 V sampai 20
kV, sementara frekuensi bervariasi antara 6246 Hz hingga 6811 Hz. Pengujian alat
ini adalah sebagai berikut. Variabel tetapnya adalah flowrate untuk air limbah pada
reaktor dibuat konstan 20 mL/menit, begitu juga untuk flowrate oksigen murni 0,5
L/menit. Variabel bebas pada pengujian kali ini adalah nilai tegangan (16 kV, 17
kV, dan 18 kV), banyaknya sirkulasi (sirkulasi ke-1 hingga ke-6), dan nilai
frekuensi (6246 Hz, 6418 Hz, 6618 Hz, dan 6811 Hz) pada tegangan 18 kV.
Sementara variabel terikat pada pengujian kali ini adalah konsentrasi COD, TSS,
dan intensitas warna pada sampel limbah.
Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut. Pengaruh variasi tegangan dan
jumlah sirkulasi terhadap penurunan kadar COD, dan TSS, serta intensitas warna
adalah positif. Artinya semakin besar tegangan yang diberikan dan semakin banyak
sirkulasi yang dilakukan semakin besar penurunan kadar dan intensitasnya. Hasil
terbaik diberikan oleh oleh tegangan 18 kV dan sirkulasi keenam dengan penurunan
konsentrasi COD sebesar 98,72% (dari 7320,23 mg/L menjadi 85,80 mg/L),
penurunan konsentrasi TSS sebesar 98,66% (dari 6175,6 mg/L menjadi 98,12
mg/L), dan penurunan intensitas warna sebesar 99,05% (dari 10025 PtCo menjadi
95 PtCo). Sementara pengaruh variasi frekuensi pada tegangan 18 kV tidak terlalu
terlihat (Perubahan ataupun penurunan tidak cukup signifikan). Di jurnal ini, pH
akhir sampel limbah setelah diberi perlakuan juga diukur, namun tidak dibahas,
karena dua alasan. Pertama pH awal sampel limbah sudah memenuhi baku mutu
yang ada, kedua sulit dilihat pengaruh variasi tegangan, sirkulasi dan frekuensi
terhadap pH karena perubahannya yang acak atau tidak seragam. Meskipun begitu
pada beberapa perlakuan dicapai pH netral, yaitu 7,00.
Hasil yang dicapai pada pengujian ini sudah sangat baik, namun alangkah
baiknya jika variabel bebas yang digunakan lebih banyak untuk kedepannya,
sehingga hasil yang didapat pun lebih efektif, efisien, dan dampaknya bisa lebih
dirasakan masyarakat. Adapun variabel-variabel yang dapat divariasikan antara
lain, sumber tegangannya, konfigurasi elektrodanya, dan sumber gasnya. Selain itu
teknologi inipun akan lebih baik jika diuji pada sampel limbah lainnya, misal dari
industri tekstil. Terakhir, untuk keamanan, bagian dari alat ataupun kerangka yang
Nama : Muhammad Fikri
NIM : 05161048

terbuat dari logam perlu di-grounding agar penggunanya tidak terkena aliran listrik
saat mengoperasikannya.

Sumber:
Arifin, F., Warsito, A., Syakur, A. 2011. Perancangan Pembangkit Tegangan Tinggi
Impuls untuk Aplikasi Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman Ringan dengan
Teknologi Plasma Lucutan Korona. Semarang : Universitas Diponegoro
http://eprints.undip.ac.id/25197/