Anda di halaman 1dari 3

3.4.

8 Ringkasan

Aksesbilitas adalah alat untuk mengukur potensial dalam melakukan perjalanan. Selain juga
menghitung jumlah perjalanan itu sendiri. Ukuran ini menggabungkan sebaran geografis tata
guna lahan dengan kualitas sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya.

Dengan demikian, aksesibilitas dapat digunakan untuk menyatakan kemudahan suatu tempat
untuk dicapai, sedangkan mobilitas untuk menyatakan kemudahan seseorang bergerak, yang
dinyatakan dari kemampuannya membayar biaya trasnportasi.

Konsep aksesibilitas ini dapat juga digunkan untuk mendefinisikan suatu daerah di dalam
suatu wilayah perkotaan atau suatu kelompok manusia yang mempunyai masalah
aksesibilitas atau mobilitas terhadap aktifitas tertentu. Dalam hal ini, analisis aksesibilitas
dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan dan mengevaluasi
rencana serta kebijakan pemecahan masalah selanjutnya.

Investasi yang dibenamkan untuk pembangunan sistem jaringan transportasi pada dasarnya
bertujuan meningkatkan aksesibilitas dari tata guna lahan yang terhubungkan oleh jaringan
jalan tersebut. Akan tetapi, aksesibilitas yang dihasilkan menjadi tidak ada artinya (mubazir)
jika seseorang tidak mampu membayar biaya transportasinya. Baginya, investasi yang
dibenamkan dalam pembangunan sistem jaringan tersebut menjadi tidak ada artinya sama
sekali.

3.5.4 Pemilihan Moda transportasi dan rute

3.5.4.1 Pemilihan moda transportasi

Jika interaksi terjadi antara dua tata gua lahan di suatu kota, seseorang akan memutuskan
bagaimana interaksi tersebut harus dilakukan. Dalam kebanyakan kasus, pilihan pertama
adalah dengan menggunakan telepon (atau pos) karena hal ini akan dapat menghindari
terjadinya perjalanan. Akan tetapi, sering interaksi mengharuskan terjadinya perjalanan.
Dalam kasus ini, keputusan harus ditentukan dalam hal pemilihan moda.

Secara sederhana moda berkaitan dengan jenis transportasi yang digunakan. Pilihan pertama
biasanya berjalan kaki atau menggunakan kendaraan. Jika menggunakan kendaraan,
pilihannya adalah kendaraan pribadi (bus, becak, dan lain-lain). Jika angkutan umum yang
digunakan, jenisnya bermacam-macam seperti oplet, kereta api, becak, dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus, mungkin terdapat sedikit pilihan atau tidak ada pilihan sama sekali.
Orang miskin mungkin tidak mampu membeli sepeda atau membiayai biaya transportasi
sehingga mereka biasanya berjalan kaki. Sementara itu, keluarga berpenghasilan kecil yang
tidak mempunyai mobil atau sepeda motor biasanya menggunakan angkutan umum.
Selanjutnya, seandainya keluarga tersebut mempunyai sepeda, jika harus bepergian jauh tentu
menggunakan angkutan umum.

Orang yang hanya mempunyai satu pilihan moda saja disebut dengan captive terhadap moda
tersebut. Jika terdapat lebih dari satu moda , moda yang dipilih biasanya yang mempunyai
rute terpendek, tercepat, atau termurah, atau kombinasi dari ketiganya. Faktor lain yang
mempengaruhi adalah ketidaknyamanan dan keselamatan. Hal seperti ini harus
dipertimbangkan dalam pemilihan moda.

3.5.4.1 Pemilihan Rute

Semua yang telah diteranngkan dalam pemilihan moda juga dapat digunakan untuk pemilihan
rute. Untuk angkatan umum, rute ditentukan berdasarkan moda transportasi (bus dan kereta
api mempunyai rute yang tetap). Dalam kasus ini, pemilihan moda dan rute dilakukan
bersama-sama.

Untuk kendaraan pribadi, diasumsikan bahwa orang akan memilih moda transportasinya
lebih dulu, baru rutenya. Seperti pemilihan moda, pemilihan rute tergantung pada alternatif
terpendek, tercepat, dan termurah, dan juga diasumsikan bahwa pemakai jalan mempunyai
informasi yang cukup (misalnya tentang kemacetan jalan) sehingga mereka dapat
menentukan rute yang terbaik.

3.5.5 Ringkasan Konsep Dasar

Sistem adalah seperangkat objek yang berhubunngan satu sama lain. Sistem tata guna lahan
dan transportasi mempeunyai tiga komponen utama, yaitu tata guna lahan, sistem prasarana
trasnportasi, dan lalu lintas.

Hubungan antara ketiga komponen utama ini terlihat dalam 6 (enam) konsep analitis, yaitu:

 Pemilihan moda
 Pemilihan rute
 Arus lalu lintas pada jaringan jalan (arus lalu lintas dinamis)

Tabel 3. .. memperlihatkan hubunngan antarkomponen yang saling tergantunng pada setiap


konsep analitis tersebut.

Tabel 3. ... Konsep analitis dan Komponen Terkait

Konsep Analitis Tergantung dari Komponen


1. Aksesbilitas Tata Guna Lahan & Sistem Prasarana Transportasi
2. Bangkitkan Pergerakan Tata Guna Lahan & Sistem Prasarana Transportasi
3. Sebaran Pergerakan Tata Guna Lahan & Sistem Prasarana Transportasi
4. Pemilihan Moda Sistem Prasarana Transportasi & Arus Lalu Lintas
5. Pemilihan Rute Sistem Prasarana Transportasi & Arus Lalu Lintas
6. Arus Pada Jaringan Transportasi Sistem Prasarana Transportasi & Arus Lalu Lintas

Aksesbilitas (konsep 1) kadang-kadang bukan merupakan bagian integral dari keseluruhan


sistem, tetapi konsep ini dapat juga digunakan sebagai proses utama dalam kajian
transportasi. Konsep ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menolong
mengevaluasi alternatif perencanaan trasnportasi yang diusulkan.
Gambar Hotel Mesra