Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


“SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN DAN SISTEM
INFORMASI FUNGSIONAL”

(Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem informasi manajemen )

Disusun oleh:

Wenny Mellano NIM : 201511445

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Program Studi Manajemen

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah tentang Sistem
Informasi Manajemen ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga penyusun berterima kasih pada Bapak Jatmiko selaku Dosen mata kuliah Sistem
Informasi Manajemen UEU yang telah memberikan tugas ini kepada penyusun .

Penyusun sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan tentang kajian Sistem Informasi Manajemen ini.Penyusun
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Penyusun berharap adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan makalah yang telah penyusun buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penyusun
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penyusun mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penyusun memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Tangerang, 20-Desember-2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii

BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................... 2

BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 3
2.1 Pengertian Sistem Informasi Perusahaan ................................................................ 3

2.2 Enterprise Information System ................................................................................. 3

2.3 Evolusi Sistem Informasi Perusahaan ...................................................................... 7

2.3.1 Penerapan Sistem Informasi Perusahaan ............................................................ 7

2.3.2 Kelayakan Sistem Informasi Perusahaan ........................................................... 9

2.3.3 Kegagalan Sistem Informasi Perusahaan ............................................................ 10

2.3.4 Sistem Informasi Perusahaan dan Web ............................................................... 10

2.4 Sistem Informasi Fungsional ..................................................................................... 11

2.4.1 Pembagian Sistem Informasi Fungsional ............................................................ 13

BAB III
PENUTUP .......................................................................................................................... 30
KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 31

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem Infomasi Perusahaan adalah sistem berbasis komputer yang dapat
melaksanakan semua tugas standar bagi seluruh unit organisasi secara terintegrasi dan
koordinasi. Sistem informasi ini ada karena perangkat keras komputer yang penuh daya
dan realatif murah, perangkat lunak sistem manajemen database yang canggih yang
kebetulan organisasi memanfaatkan data di seluruh proses bisnisnya.

Kebutuhan atas sistem informasi perusahaan begitu besar sehingga suatu industri
baru telah berkembang untuk menyediakan perangkat lunak ERP untuk mendukung
sistem tersebut. Industri ini sudah besar dan berkembang sangat pesat. Perangkat lunak
yang dihasilkan oleh industri ini khusus dan sangat mahal untuk dikembangkan. Lima
perusahaan mendominasi industri ini. Yang terbesar SAP, sama dengan gabungan empat
penjual lain. Beberapa proyek sistem informasi perusahaan gagal. Hasil ini bisa sangat
membebani perusahaan karena begitu besarnya jumlah uang dan usaha manusia yang
diperlukan untuk menerapkan sistem informasi perusahaan itu. Namun, manfaat
potensialnya begitu besarnya sehingga organisasi yang telah gagal sering memulai
prosesnya lagi.

Dalam setiap organisasi bisnis selalu terdapat berbagai bidang fungsional yang
harus dikelola dalam rangka pencapaian tujuan, sasaran, strategi, rencana, dan program
kerja perusahan tersebut. Bidang-bidang fungsional yang menyelenggarakan berbagai
fungsi penunjang. Yang tergolong kategori pertama ialah bidang produksi, bidang
pemasaran, bidang promosi, dan bidang penjualan. Yang tergolong pada kategori
kedua ialah bidang-bidang sumber daya manusia dan fungsi-fungsi sumber daya
manusia. Dalam menjalankan fungsinya, setiap bidang tersebut memerlukan dukungan
informasi. Bidang-bidang tersebutlah yang menjadi sorotan, dengan berbagai informasi
pendukung yang diperlukan seingga masing-masing bidang mampu menjalankan
fungsinya dengan tingkat efesiensi, efektivitas, dan produktivitas yang setinggi
mungkin.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Sistem Informasi Perusahaan ?


2. Apa pengertian Enterprise Information System ?
3. Bagaimana Evolusi Sistem Informasi Perusahaan ?
4. Bagaimana Penerapan Sistem Informasi Perusahaan ?
5. Bagaimana Kelayakan Sistem Informasi Perusahaan ?
6. Apa saja Kegagalan Sistem Informasi Perusahaan ?
7. Bagaimana Sistem Informasi Perusahaan dan Web ?
8. Apa pengertian Sistem Informasi Fungsional ?
9. Bagaimana Pembagian Sistem Informasi Fungsional ?

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengatahuan dan


pemahaman tentang Sistem Informasi Perusahaan dan Sistem Informasi
Fungsional.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi Perusahaan


Sistem Informasi Perusahaan adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat
melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi
dan terkoordinasi. Sistem Informasi Perusahaan disebut juga dengan EntIS (Enterprise
Information System).

2.2 EntIS (Enterprise Information System)

EntIS (Enterprise Information System) adalah platform teknologi yang bisa


menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu informasi secara logical,
sehingga perusahaan/organisasi mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah.

Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local
area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses
bisnis masing masing divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara logikal,
sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di
organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan informasi dan pengambilan keputusan yang


semakin butuh kecepatan dan ketepatan, Sistem informasi konvensional tampaknya
belum cukup. Orang berpikir bagaimana membuat sebuah sistem informasi dengan
domain informasi seluruh bagian perusahaan, baik dalam satu lokasi maupun di lokasi
yang terpisah. Hal inilah yang melatarbelakangi konsep enterprise Information System.
EntIS sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang sudah ada yaitu
Executive Information system dan DSS yang diperluas untuk domain seluruh
perusahaan.

3
a) EntIS mempunyai batasan-batasan sebagai berikut:
 Corporate wide system

Cakupan dari EntIS adalah seluruh bagian dari perusahaan, sehingga dari
satu sistem kita bisa mendapat informasi dari semua bagian, misalnya
dari bagian keuangan, SDM, Pemasaran, Produksi dll dalam sistem yang
terintegrasi.

 Holistic Information

Informasi yang disajikan adalah informasi yang menyeluruh, tidak per


bagian, informasi jenis ini sangat penting untuk pengambilan keputusan
perusahaan secara umum.

 Business Intelligence

Keseluruhan aktifitas dari sistem digunakan untuk mendukung kebijakan


yang diambil dalam bisnis yang digeluti oleh perusahaan.Sehingga
penggunaan EntIS akan meningkatkan business intelligence dari
pengguna sistem (eksekutif). Sebelum lebih jauh membicarakan tentang
EntIS dan contohnya, ada baiknya kita melihat karakteristik aliran
informasi yang dibutuhkan eksekutif untuk pengambilan keputusan.

b) Alasan penggunaan EntIS karena sistem ini mencangkup seluruh set proses yang
digunakan oleh organisasi, meliputi:

 Manufaktur
 Penjualan
 Pembeliaan
 Sumber Daya Manusia (SDM)
 Dan fungsi bisnis lainnya

4
c) Karakterisitik dari EntIS :
 Kualitas informasi

Flexible

Menghasilkan informasi yang benar

Meghasilkan informasi berkala

Meghasilkan informasi relevant

Menghasilkan informasi yang komplet

Menghasilkan informasi yang valid

 User Interface

Mempunyai GUI yang bagus

User Interfacenya harus user friendly

Memungkinkan acces yang aman ke informasi

Dapat diakses dari banyak tempat

Menyediakan cara pengaksesan informasi yang cepat dan mudah

a) Tujuan EntIS yaitu :

 Mengumpulkan dan menyebarkan data ke seluruh proses yang


terdapat di sebuah organisasi
 Menyediakan data yang digunakan manajer untuk membuat
sebuah keputusan dalam merencanakan dan mengendalikan
proses bisnis.
 Menyediakan pengawasan dan penelusuran di tingkat perusahaan
yang efektif dan tepat waktu.
 Mem-filter, meng-compress, dan menelusuri data dan informasi
penting.

5
b) Keuntungan dari EntIS:
 Memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi
 Memfasilitasi akses ke seluruh informasi
 Meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan
 Menyediakan keuntungan kompetitif
 Mempercepat waktu pencarian informasi
 Meningkatkan kemampuan komunikasi.
 Meningkatkan kualitas komunikasi
 Memungkinkan perencanaan
 Memenuhi kebutuhan eksekutif
 Memungkinkan pencarian penyebab masalah
 Memungkinkan antisipasi masalah dan kesempatan dari
kemampuan dan manfaat eis diatas,eis mempunyai banyak
persamaan dengan DSS.

c) Contoh EntIS :

ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang memungkinkan manajemen


atas seluruh sumber daya manufaktur (MRP) yang berasal dari area manufaktur.
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan seluruh sistem informasi mengenai
berbagai proses di dalam batas perusahaan dikonsolidasi.

 ERM (Enterprise Risk Management) merupakan suatu proses untuk mengelola


resiko-resiko perusahaan secara menyeluruh (farm-wide basis) yang dihadapi
perusahaan.
 CRM (Customer Relationship Management) merupakan suatu pendekatan
sistematis dalam memanfaatkan informasi dan komunikasi untuk membangun
hubungan yang berkesinambungan dan saling menguntungkan dengan
pelanggan.
 SCM (Supply Chain Management) merupakan sebuah proses yang kompleks
yang memerlukan koordinasi banyak kegiatan sehingga pengiriman barang dan

6
jasa dari pemasok sampai ke pelanggan dilakukan secara efisien dan efektif bagi
semua pihak yang terkait.

2.3 Evolusi Sistem Informasi Perusahaan

Dimulai dengan ide untuk membuat suatu tempat penyimpanan yang dapat diakses oleh
seluruh resource yang ada di dalam perusahaan.

 Tahun 1960, Sistem Pengolahan Transaksi

 Berevolusi menjadi Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Alasan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) karena para manajer
tidak puas hanya menghitung apa yang telah terjadi di dalam bisnis, mereka
ingin mengendalikan bisnis di masa depan.

 Berevolusi menjadi Sistem Pencatatan Kebutuhan Material (MRP)


MRP pertama kali dikembangkan di area manufaktur untuk mengawasi
permasalahan pengendalian persediaan yang rumit.

 MRP II

 Menyatukan proses bisnis yang sebelumnya dipandang sebagai proses-proses


yang terpisah. Menyatukan berbagai proses berarti mengintegrasikan berbagai
sistem informasi yang terpisah untuk proses tersebut.
 Menggambarkan perubahan pola pikir manajemen untuk memperlakukan
berbagai proses yang terpisah tetapi berkaitan erat sebagai satu kesatuan.

2.3.1 Penerapan Sistem Informasi Perusahaan

Penerapan Sistem Informasi Perusahaan umumnya berlangsung sekitar dua


tahun. Penyebab periode waktu yang panjang bukan hanya kerumitan dan ruang lingkup
proyek tetapi juga keharusan untuk berurusan dengan sistem warisan. Sistem warisan
adalah sistem yang umumnya melaksanakan proses bisnis inti perusahaan tetapi
dikembangkan bertahun-tahun lalu dan tidak mencakup teknologi dan metodelogi
terbaru.

7
Terdapat 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ketika memulai untuk
menerapkan sistem informasi perusahaan (EntIS), yaitu :

1. Pemilihan penjual perangkat lunak


Pemilihan penjual ERP itu penting. Dasar proses bisnis perangkat lunak penjual
harus menjadi kriteria utama dalam pemilihan penjual. Makin besar perbedaan
dalam proses didalam perangkat lunak didalam proses oraganisasi saat ini,
makin sulit penerapanya. Proses baru itu harus diterima oleh pemakai dan cukup
mirip dengan proses yang ada sekarang sehingga penerapannya tidak
menimbulkan stres yangtidak perlu.
Asumsi yang mendasari proses bisnis tercermin dalam produk penjual ERP.
Perangkat lunak yang merupakan tambahan pada perangkt lunak ERP cenderung
memamfaatkan perangkat lunak ERP yang digunakan. Sistem tambahan ini
dinamakan bolt on system, perangkat lunak yang ditambahkan pada perangkat
lunak ERP itu harus begitu pas sehingga seperti dibaut.

2. Pelatihan pemakai
Kerumitan sistem impormasi perusahan menjadikan pelatihan suatu komponen
penerapan yang penting. Pelatihan bukanlah tambahan ; pelatihan adalah
rancangan bagian awal EntIS .
Pelatihan yang berkaitan dengan perangkat lunak perencanaan sumber daya
perusahaan.
Kapan pelatihan itu harus
Jenis Pelatihan
berlangsung

1. Mempelajari perangkat lunak 1. Sebelum sistem impormasi


ERP yang dijual perusahaan direncanakan dan
2. Pelatihan oleh penjual ERP dirancang.
atau perusahaan yang
mengkhususkan diri dalam 2. Saat sistem sedang dirancang dan
pelatihan. diterapkan.

8
Jenis Pelatihan Kapan pelatihan itu harus
berlangsung

Pelatihan antar rekan seperti Sangat membantu setelah penerapan


konferasi proyek

3. Pendekatan peralihan
Pendekatan peralihan kesuatu sistem berbasis komputer segera, bertahap, paralel,
sering didahului oleh suatu percontohan. Sebagian analisis memilih pendekatan
bertahap untuk pendekatan EntIS.
Pendekatan penerapan EntIS :

 Pendekatan : keterangan
 Paralel : sumberdaya komputer yang diperlukan untuk menjalankan
sistem impormasi yang telah ada dan sistem impormasi perusahaan
secara serentak akan melampaui kapasistas komputer sebagian besar
organisasi.
 Peralihan langsung : jika sistem impormasi perusahaan yang baru gagal,
tidak tersedia sistem imformasi untuk memproses berbagai transaksi
organisasi.
 Bertahap : pilihan yang paling memungkinkan sebagian besar dalam
kalangan organisasi.

2.3.2 Kelayakan Sistem Informasi Perusahaan


Sistem informasi perusahaan membutuhkan pengeluaran modal yang besar dan
harus dievaluasi dengan cara yang sama seperti investasi besar lain yang akan
dilakukan oleh organisasi. Yang memperumit investasi itu adalah karena investasi
tersebut memerlukan lebih dari sekedar pengeluaran uang yang besar. Manajemen
seluruh organisasi harus berkomitmen untuk melaksanakan proses bisnis yang
memungkinkan tiap proses bisnis lain di dalam organisasi melihat dan memahami
transaksi tersebut. Kerumitannya adalah kenyataan bahwa banyak keuntungan Sistem
Informasi Perusahaan tidak bersifat finansial.

9
 Kelayakan Ekonomis
Jika keuntungan melebihi biaya yang ditargetkan, maka suatu proyek layak
secara ekonomis. Akan tetapi sebagian besar kerugiannya berasal dari biaya
konsultasi dan pendukung, yang merupakan tambahan atas biaya perangkat
lunak dan perangkat ERP yang mula-mula perusahaan pertimbangkan saat
membuat analisis kelayakan.

 Kelayakan Teknis
Sistem Informasi Perusahaan dapat dianggap sebagai aplikasi canggih yang
didasarkan pada sistem manajemen database karena data disimpan di satu
database, transaksi yang terjadi berbagai operasi yang tersebar secara geografis
mungkin menjadi masalah. Satu hal yang penting Sistem Informasi Perusahaan
yang dioperasikan oleh organisasi besar yang tersebar secara geografis
umumnya memerlukan teknologi informasi terkini.

2.3.3 Kegagalan Sistem Informasi Perusahaan


` Kegagalan sistem informasi perusahaan mencakup proyek yang ditinggalkan
sebelum penerapannya, sehingga organisasi kembali menggunakan sistem informasi
perusahaan terdahulu. Langkah-langkah yang dapat diambil organisasi untuk
meminimalkan kemungkinan kegagalan sistem informasi perusahaan :

 Mengerti kerumitan organisasi.


 Mengenali proses yang dapat menurun nilainya bila standarisasi dipaksakan.
 Mencapai konsensus dalam organisasi sebelum memutuskan untuk
menerapkan sistem informasi perusahaan.

2.3.4 Sistem Informasi Perusahaan dan Web

1. Kemudahaan Penggunaan
 Web browser umum digunakan oleh pekerja kantor serta memiliki interface
yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.
 Komunikasi ke pelanggan atau mitra bisnis melalui web browser membuat
perangkat lunak ERP tidak perlu dipasang pada komputer organisasi.

10
 World Wide Web dapat menyediakan Web portal : tempat umum dimana
para pengunjung web dapat menjalankan aplikasi dan jasa lain untuk
berbagai aplikasi dari penjual ERP.
2. Masalah Pelanggan
 Perbedaan metode interaksi bisnis ke bisnis dengan interaksi bisnis ke
konsumen dapat menciptakan kesulitan bagi organisasi yang menggunakan
aplikasi ERP.
 Untuk mempermudah masalah, organisasi dapat memilih hanya
memperbolehkan transaksi bisnis-ke-bisnis untuk berhubungan dengan
system informasi perusahaan mereka.

2.4 Sistem Informasi Fungsional

Sistem informasi berdasarkan area fungsional adalah merupakan sistem


informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang
berada pada bagian tertentu dalam suatu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-
beda. Sedangkan didalam suatu perusahaan/ organisasi itu sendiri juga memiliki
sejumlah area fungsional bisnis seperti akuntansi, pemasaran, produksi, dan sebagainya
seperti tampak dalam tabel sebagai berikut:

Area fungsional Tugas


Menangani penjualan dan penjualan dan
Penjualan dan pemasaran pemasaran produk/jasa yang dihasilkan
perusahaan.
Manufaktur Manghasilkan produk
Keuangan Mengelola aset-aset perusahaan
Memelihara rekamnan-rekam transaksi
Akutansi
keuangan dalam perusahaan.

Berdasarkan area fungsional seperti ini, dikenal sejumlah sistem informasi fungsional.
Jadi, sistem informasi adalah sistem informasi yang ditunjukkan untuk memberikan
informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.

11
Sistem – sistem informasi ini berbagai sumber daya dalam organisasi. Dalam sistem
informasi perusahaan sistem – sistem informasi fungsional ini berkedudukan sebagai
sub sistem – sub sistem.

Sistem informasi Keterangan


Sistem Informasi Akuntasi Sistem informasi yang menyediakan
informasi yang dipakai oleh fungsi
akuntansi ( departemen atau bagian
akuntasi ). Sistem ini mencakup semua
transaksi yang berhubungan dengan
keuangan dalam perusahaan.
Sistem Informasi Keuangan Sistem informasi yang menyediaklan
informasin pada fungsi keuangan
( departemen atau bagian keuangan ).
Yang menyangkut keuangan
perusahaan. Misalnya berupa ringkasan
arus kas ( cash flow dan informasi
pembayaran ).
Sistem Informasi Manufaktur Sistem informasi yang bekerja sama
dengan sistem informasi lain untuk
mendukung manajemen perusahaan
( baik dalam hal perencanaan maupun
pengendalian ). Dalam menyelesaikan
masalah yang berhubungan dengan
produk atau jasa yang dihasilkan
perusahaan. Misalnya berupa data
bahan mentah, profil vendor baru dan
jadwal produksi.

Sistem Informasi Pemasaran Sistem informasi yang menyediakan


informasi yang dipakai oleh fungsi
pemasaran. Misalnya berupa rangkaian
penjelasan.
Sistem Informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan
informasi yang dipakaio oleh fungsi
personalia. Misalnya berisi informasi
gaji, ringkasan pajak dan tunjangan –
tunjangan hingga kinerja pegawai.

12
2.4.1 Pembagian Sistem Informasi Fungsional

a. Sistem Informasi Akuntansi


1) Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah Akuntansi adalah suatu proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data
keuangan suatu organisasi, sebuah Sistem Informasi yang menangani segala
sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah
sebuah Sistem Informasi. Sistem Informasi akuntansi merupakan bagian yang
sangat penting dalam suatu sistem informasi perusahaan. Dalam suatu sistem
informasi perusahaan, sistem informasi akuntansi merupakan suatu bagian dari
sistem informasi yang lebih banyak berhubungan dengan data keuangan.

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi mencakup kegiatan


mengidentifikasi, menghimpun, memproses, dan mengkomunikasikan informasi
ekonomi mengenai suatu organisasi ke berbagai pihak. Tujuan utama dari
akuntansi keuangan adalah untuk menyediakan suatu informasi yang relevan
terhadap pihak-pihak luar seperti pemegang saham, kreditur, maupun pihak
pemerintah. Hal ini tercapai dengan menerbitkan laporan-laporan periodik,
seperti neraca, laporan laba/rugi, laporan laba yang ditahan dan laporan
perubahan modal.

2) Komponen Sistem Informasi Akuntansi

 Manusia
Manusia adalah komponen terpenting dari suatu system informasi (baik
itu SIA maupun SI lainnya). Manusia jugalah yang mengingingkan,
menciptakan, menjalankan dan mungkin juga menentang berlakunya
sebuah system informasi. Oleh karena itu dalam menyusun sebuah
sistem informasi akuntansi perlu mempertimbangkan aspek dari manusia
tersebut, yang meliputi aspek sosial, pendidikan dan psikologi dari
manusianya

13
 Komputer dan Otomatisasi Kantor
Komputer adalah Alat elektronik yang mampu melakukan beberapa
tugas yaitu : menerima input, memproses input sesuai progamnya,
menyimpan perintah dan hasil pengolahan serta menyediakan output
dalam bentuak informasi

 Otomatisasi Kantor adalah suatu proses pemanfaatan teknologi informasi


didalam tempat kerja, yang mencakup pemrosesan teks, pemrosesan
pesan dan pemrosesan gambar. Contoh : Mesin Fax, Mesin OCR,
Telecommuting

 Basis Data
Yaitu Sekumpulan data komputer yang saling terintegrasi,
diorganisasikan dan disimpan dalam komputer, dengan suatu cara yang
memudahkan dalam memperoleh informasi untuk pengambilan
keputusan

 Pengkodean
Yaitu cara mengimplementasikan suatu skema klasifikasi dari data dalam
sistem informasi yang sedang dijalankan, meliputi antara lain kode
rekening, kode formulir
 Dokumen
Yaitu formulir yang digunakan untuk menangkap data yang terjadi, yang
meliputi daftar, skema, uraian, bagan alir, cetakan program dan
sebagainya

 Laporan
Yaitu output yang diperoleh dari suatu sistem informasi akuntansi,
misalkan laporan keuangan, laporan produksi

14
3) Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi
 mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
 memproses data menjadi informasi yg dapat digunakan dlm proses
pengambilan keputusan.
 melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi

 meningkatkan kualitas layanan/produk serta meminimalisir biaya


produksi / jasa sehingga keuntungan perusahaan meningkat.
 peningkatan efisiensi kerja pada bagian keuangan.
 Sharing Knowledge (Alih ilmu) mengalami peningkatan.

4) Subsistem Sistem Informasi Akuntansi


Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

 Sistem Pengeluaran (expenditure system) Segala peristiwa yang


berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang
diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik
pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
 Sistem Pendapatan (revenue system) Berhubungan dengan penjualan
barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan
mendapatkan pembayaran dari mereka.
 Sistem Produksi (production systeme) Berhubungan dengan
pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber
ekonomi.
 Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan
pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
 Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial
accounting)

15
5) Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
 Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat
melakukan aktivitas secara efektif dan efisien.
 Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang
dihasilkan
 Meningkatkan efisiensi
 Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
 Meningkatkan sharing knowledge
 Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

6) Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi


akuntansi:
 Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat
yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang
diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi
kebutuhan dan kualitas yang sesuai.
 Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu
sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik
perusahaan.
 Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah
yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi
akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

16
 Contoh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :

b. Sistem Informasi Keuangan


1) Pengertian Sistem Informasi Keuangan
Berdasarkan dari berbagai pengertian menurut para ahli, sistem Informasi
Keuangan adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi
mengenai arus uang bagi para pemakai di seluruh perusahaan.

Sistem Informasi Keuangan juga merupakan bagian dari sistem informasi


manajemen yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah keuangan
perusahaan. Yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di
dalam instansi/lembaga maupun di luar instansi/lembaga mengenai masalah
keuangan instansi/lembaga.

Informasi yang diberikan disajikan dalam bentuk laporan khusus, laporan


periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan
komunikasi elektronik.

2) Tugas Pokok Sistem Informasi Keuangan


Terdapat 3 tugas pokok untuk sistem informasi keuangan, yaitu :

 Mengidentifikasi kebutuhan uang yang akan datang,


 Membantu perolehan dana tersebut, dan

17
 Mengontrol penggunaan dana.
3) Tujuan Sistem Informasi Keuangan
Pada dasarnya penyusunan Sistem Informasi Keuangan suatu perusahaan
mempunyai beberapa tujuan yang harus dipertimbangkan baik-baik, yaitu:
 Sistem Informasi Keuangan yang disusun itu harus memenuhi prinsip
cepat yaitu bahwa Standar Akuntansi Keuangan harus mampu
menyediakan data yang diperlukan tepat pada waktunya dan dapat
memenuhi kebutuhan.
 Sistem Informasi keuangan yang disusun itu harus mempunyai prinsip
aman yang berarti bahwa Sistem Inforamasi keuangan harus membantu
menjaga harta milik perusahaan, untuk dapat menjaga keamanan harta
milik perusahaan maka Sistem Informasi Akuntansi keuangan harus
disusun dengn pertimbangan pengawasan – pengawasan intern.
 Sistem Informasi keuangan yang disusun harus mempunyai prinsip
murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan Sistem
Informasi keuangan ini harus dapat ditekankan sehingga relatif tidak
mahal
 Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan agar akurat, tepat waktu dan
dapat dipertanggung jawabkan yang mampu menghubungkan kantor
cabang ke kantor pusat.
 Mendukung efisiensi, efektifitas dan kelancaran penyusunan laporan
keuangan
 Sebagai upaya mencapai peningkatan laporan keuangan.

4) Model Sistem Informasi Keuangan


Ketiga tugas pokok tersebut ditampilkan sebagai subsistem output dalam sistem
informasi keuangan. Sistem biasanya mempunyai pengaturan yang sama dengan
yang digunakan untuk sistem informasi pemasaran dan manufaktur.

Komponen input sistem informasi keuangan terdiri dari subsistem audit internal,
sistem informasi akuntansi/pemrosesan data, subsistem intelejen keuangan.

18
Komponen output sistem informasi keuangan terdiri dari subsistem peramalan,
subsistem manajemen dana, subsistem pengendalian.

5) Subsistem Model Sistem Informasi Keuangan


a) Subsistem Input
Terdapat tiga subsistem input yaitu : subsistem akuntansi/pemrosesan data,
subsistem audit internal, dan subsistem intelegensi keuangan.

 Subsistem Informasi Akuntansi, menyediakan data input bagi aplikasi


keuangan.
 Subsistem Audit Internal, membantu SIA dalam menyediakan data dan
informasi internal dengan penelitian khusus yang dilakukan auditor.
 Subsistem Intelejen Keuangan, mengumpulkan informasi dari elemen –
elemen lingkungan yang mempengaruhi arus uang masyarakat keuangan,
pemegang saham dan pemilik serta pemerintah.

b) Subsistem Output
Terdapat tiga subsistem output yaitu : subsistem peramalan, subsistem
manajemen dana, dan subsistem pengendalian.

 Subsistem Peramalan, melakukan peramalan jangka panjang (misal 5 –


10 tahun kedepan) untuk menyediakan dasar bagi perencanaan dasar bagi
perencanaan strategis.
 Subsistem Manajemen Dana, berkaitan dengan arus uang melalui
perusahaan.
 Subsistem Pengendalian, menyiapkan anggaran operasi tahunan dan
kemudian menyediakan informasi umpan balik kepada manajer sehingga
mereka dapat memantau biaya aktual dibandingkan dengan anggaran.

19
 Contoh Sistem Informasi Keuangan :

c. Sistem Informasi Manufaktur


1) Pengertian Sistem Informasi Manufaktur
Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang
bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya
untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang
berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap
bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung
fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan
dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.

2) Manfaat Sistem Informasi Manufaktur


Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalah
sebagai berikut:

 Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem
informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
 Setiap komponen data dalam sistem informasi manufaktur dapat menunjang
proses pengolahan untuk menjadi informasi yang berguna bagi departemen

20
persediaan, departemen produksi dan juga departemen kualitas sehingga
keuntungan yang diperoleh perusahaan lebih meningkat karena informasi
yang diperoleh adalah informasi yang akurat dan terpercaya.
 Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database.
 Dengan menggunakan sistem informasi manufaktur yang berupa fisik
robotik, hasil produksi semakin cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa
bahan yang tidak terpakai.

3) Input Data / Informasi dalam Model Sistem Informasi Manufaktur


Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data
intern system keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi
informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM),
material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan
seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan
lain-lain.

Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan
(environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang
berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir
proses. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan
pemerintah tentang UMR, listrik, dll.

4) Subsistem Model Sistem Informasi Manufaktur


a) Subsistem Input
Sub sistem input terdiri dari :

 Subsistem Informasi Akuntansi


Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan
data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok.
Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan data ke dalam terminal
dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan
keyboard. Media berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat dibaca
secara optik atau dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik,

21
dan kartu plastik dengan garis‐garis catatan yang dapat dibaca secara
magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer pusat
untuk memperbarui database.

 Subsistem Industri Engineering (IE)


Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang
mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran‐saran perbaikan.
Industrial engineering terdiri dari proyek‐proyek pengumpulan data
khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk suatu produksi.

 Subsistem Intelijen Manufaktur


Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur
tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja,
material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen
manufaktur adalah :

 Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan


serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja Baik dalam
sistem kontrak, tak berjangka maupun borongan.
 Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi
pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke
departemen sumber daya manusia dan data dari berbagai elemen
lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
 Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen
manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak
harian antara pekerja dan manajer mereka.
Kegiatan‐kegiatan yang terjadi di dalam intelijen manufaktur :

 Pengumpulan (pendokumentasian) data dari lingkungan.


 Pengujian data.
 Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran
data.

22
 Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta
penyalahgunaan data.
 Pengambilan data dalam bentuk laporan, untuk memudahkan
pengolahan data yang lain.
b) Subsistem Output
Subsistem output adalah informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan
data yang dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu produksi, persediaan dan
kualitas, dimana ketiganya ini tidak meninggalkan unsur biaya yang terjadi
di dalamnya.

 Subsistem Produksi
Subsistem produksi dalah segala hal yang bersangkutan dengan
proses yang terjadi disetiap divisi kerja ataupun departemen yang
mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari satu
langkah ke langkah berikutnya.
 Subsistem Persediaan
Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena
menggambarkan investasi yang besar dimana suatu barang dipengaruhi
oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya, dan tingkat
persediaan rata-rata dapat diperkirakan dari separuh kuantitas
pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memberikan
jumlah stok, biaya holding, safety stock , dan lain-lain berdasarkan
hasil pengolahan data dari input, biasanya memiliki proses pembelian
(purchasing) dan penyimpanan (inventory). Dan fungsi dari sub sistem
persediaan adalah mengukur volume aktifitas produksi saat persediaan
diubah dari bahan mentah menjadi bahan jadi.
 Subsistem Kualitas
Subsistem kualitas adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas,
baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier.
Fungsi dari sub sistem kualitas adalah mengukur kualitas material
saat material diubah. Banyak hal lain yang bukan unsur mutlak

23
kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses
(Process Control), Perawatan (Maintenance), dan Spesifikasi
(Specification) baik produk jadi maupun material. Sub sistem kualitas
mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas
produksinya dengan menggunakan total quality management (TQM)
yaitu manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan
unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi
semua pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
 Kualitas ditentukan oleh pelanggan dan manajemen yang
digunakan.
 Kualitas dicapai oleh manajemen.
 Kualitas adalah seluruh tanggung jawab seluruh penghuni
perusahaan.
 Subsistem Biaya
Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan
perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil
penjualan produknya. Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan
pernah terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya
berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi.
Unsur‐unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang baik dan
sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi
yang akurat.

Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu :

 Biaya Pemeliharaan (Biaya penyimpanan), biasanya dinyatakan sebagai


presentase biaya tahunan dari barang, mencakup kerusakan, pencurian,
keusangan, pajak dan asuransi.
 Biaya Pembelian, mencakup biaya‐biaya yang terjadi saat material
dipesan, waktu pembelian, biaya telp, biaya sekretaris, biaya formulir
pesanan pembelian dan sebagainya.

24
 Contoh Sistem Informasi Manufaktur :

d. Sistem Informasi Pemasaran


1) Pengertian Sistem Informasi Pemasaran
Suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi
fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan
masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk perusahaan.

2) Prinsip Pemasaran
Pemasaran terdiri dari kegiatan perorangan dan organisasi yang memudahkan
dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan
yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi, penentuan harga
barang, jasa dan gagasan.

3) Arus Informasi Kotler


Keterangan:

 Intelijen Pemasaran, informasi yang mengalir ke perusahaan dari


lingkungan.

25
 Informasi Pemasaran Intern, informasi yang dikumpulkan didalam
perusahaan.
 Komunikasi Pemasaran, informasi yang mengalir keluar dari perusahaan
ke lingkungan.

4) Model Sistem Informasi Pemasaran


a) Subsistem Input Pemasaran
 Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan catatan penjualan yang terinci, yang dapat menjadi dasar
untuk Pembuatan Laporan. Digunakan untuk aplikasi pengolahan data.
Data digunakan untuk menyediakan informasi dalam bentuk Laporan
Khusus dan Laporan Periodik atau Model Matematika.

 Subsistem Penelitian Pemasaran


Mengumpulkan data mengenai segala aspek operasi pemasaran
penjualan, terutama aspek-aspek yang berkaitan dengan pelanggan atau
calon pelanggan. Terdapat 2 jenis data yang dikumpulkan: Data Primer
dan Data Sekunder.

 Subsistem Intelijen Pemasaran


Mengumpulkan data dan informasi mengenai pesaing perusahaan.
Pemasaran tidak bertanggung jawab untuk membuat arus keluar bagi
pesaing tetapi membuat arus masuk.

b) Subsistem Output Pemasaran


 Subsistem Produk
Semua software yang menginformasikan manajer mengenai produk
tersebut. Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan
taktik untuk tiap unsur bauran pemasaran dan kemudian
mengintegrasikannya menjadi suatu rencana pemasaran yang
menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk
mengarahkan manajer dalam membuat keputusan, mulai dari menelusuri

26
penjualan suatu produk sampai dengan memastikan apakah produk
tersebut diterima dipasaran atau tidak.

 Subsistem Tempat
Berbagai saluran distribusi digunakan perusahaan untuk menyalurkan
produknya ke konsumen.

 Subsistem Promosi
Memberitahukan manajer mengenai penjualan langsung dan periklanan.

 Subsistem Harga
Semua informasi mengenai harga produk tertentu.

 Subsistem Bauran Terintegrasi


Memungkinkan manajer mengembangkan strategi pemasaran.

 Contoh Sistem Informasi Pemasaran :

e. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia :


1) Pengertian Sisten Informasi SDM
Sistem informasi sumber daya manusia adalah sistem yang bertugas untuk
mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia,

27
mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada
pemakai.

2) Fungsi SDM
Sumber Daya Manusia merupakan departemen atau divisi yang bertanggung
jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisas atas
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya menusia seperti
perekrutan, penerimaan, pendidikan, pelatihan, manajemen data, penghentian,
dan administrasi tunjangan. Sumber daya manusia adalah faktor produksi yang
kompleks apabila dibandingkan dengan factor produksi lainnya. Manusia
memiliki, kemauan, keinginan, cita-cita, dan emosi. Tidaklah demikian dengan
sumber daya lainnya.

3) Kegiatan Utama SDM


Rekrutmen adalah proses mencari, menemukan, mengajak dan menetapkan
sejumlah orang dari dalam maupun dari luar perusahaan sebagai calon tenaga
kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam
perencanaan sumber daya manusia.

Pendidikan dan pelatihan memiliki fungsi untuk menjaga kualitas sumber daya
manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan
pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja.
Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal

Manajemen data adalah suatu kegiatan pengolahan data yang berhubungan


dengan pegawai dan memproses data tersebut sehingga data tersebut dapat
digunakan sebagai sumber informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi
semua yang membutuhkan.

Kegiatan penghentian berfungsi untuk mengelola seluruh tindakan pemutusan


hubungan kerja dalam organisasi yang disebabkan karena banyak hal seperti
habisnya masa kontrak, pensiun, meninggal, atau karena suatu kesalahan yang
menyebabkan seorang pegawai harus diberhentikan.

28
 Contoh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia :

29
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem Informasi Perusahaan atau EntIS berkembang dari sistem informasi
eksekutif digabung dengan berbagai teknologi Web. Sistem Informasi Perusahaan
memberikan akses ke informasi skala perusahaan yang diperlukan oleh individu untuk
melakukan tugas-tugas mereka. Terdapat beberapa contoh dari EntIS (Enterprise
Information System) yaitu ERP (Enterprise Resource Planning), ERM (Enterprise Risk
Management), CRM (Customer Relationship Management), dan SCM (Supply Chain
Management).

Juga dengan adanya Sistem Informasi Fungsional yang mencakup Sistem


Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Manufaktur,
Sistem Informasi Pemasaran, dan Sistem Informasi SDM, yang dapat menjalankan
suatu tugas sesuai dengan masing-masing fungsinya dapat menghasilkan suatu
informasi yang akurat. Yang dapat dipertanggung jawabkan oleh setiap sub sistemnya,
guna mempermudah manajer atau pemakai lain dalam menggunakan informasi tersebut
untuk mengambil keputusan.

B. Saran

Demikian makalah yang kami buat, semoga berguna bagi para pembaca. Apabila
ada kekurangan, kami mohon maaf karena makalah ini masih jauh dari sempurna.

30
DAFTAR PUSTAKA

Marimin, Hendri Tanjung, Haryo Prabowo. 2006. Sistem Informasi Manajemen;


Sumber Daya Manusia. PT Grasindo. Jakarta
McLeod Raymond, Jr. Sistem Informasi Manajemen Edisi ke-8.

Turban, Efraim dkk. Decission Support Systems and Intelligent Systems (Sistem
Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas). Andi:Yogyakarta.

Raymond, McLeod, Jr. 2009. Sistem Informasi Manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba
Empat.
O’Brien, James A.2005. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta : Salemba Empat,

Mukhtar, Ali Masjono, S.E. MBIT.1999.Audit Sistem Informasi,PT.Rineka


Cipta:Jakarta
Tunggal, Amin Widjaja, Drs.1993.Sistem Informasi Akuntansi.PT.Rineka Cipta:Jakarta
Hariningsih S.P.2006.Sistem Informasi Akuntansi. Ardana Media:Yogyakarta
Mardi, Dr., M.Si; Sistem Informasi Akuntansi: Penerbit Ghalia Indonesia

31