Anda di halaman 1dari 13

1. Anjuran Para ibu menyusui anaknya 2 tahun.

(2) Al-Baqarah; 233


ُ‫ضعۡ نَُ َو ۡٱل َوٲ ِل َدٲت‬ ِ ‫ن أَ ۡولَ ٰـ َدهنُ ي ۡر‬ ُِ ‫نُۖ َح ۡولَ ۡي‬ ُِ ‫َاملَ ۡي‬
ِ ‫نك‬ ُۡ ‫ضا َع ُةَُۖ يتِمُ أَن أ َ َرا َُد ِل َم‬ َ ‫َو ِك ۡس َوتہنُ ِر ۡزقهنُ ۥ لَهُ ۡٱل َم ۡولو ُِد َو َعلَى ٱلر‬
ُۖ‫وف‬ ُِ ‫ل ِبٱل َمعۡ ر‬ۡ َُ ُ‫ل و ۡس َع َهاُۖ ِإلُ ن َۡفسُ تكَلف‬ َُ ُ‫ضآر‬ َ ‫ل ِب َولَ ِدهَا َوٲ ِل َدةُ ت‬ َُ ‫ث َو َعلَى ِب َولَ ِدهِۦُۖ ۥ لهُ َم ۡولودُ َو‬ ُِ ‫ِم ۡثلُ ۡٱل َو ِار‬
َُُۖ‫ن ذَٲ ِلك‬ ُۡ ِ‫لا أَ َرا َدا فَإ‬ ُ ‫صا‬
َ ِ‫عن ف‬ َ ُ‫ل َوتَشَاورُ ِم ۡنہ َما ت ََراض‬ ُ َ َ‫ح ف‬َُ ‫ن َعلَ ۡي ِہ َماُۖ جنَا‬ ُۡ ِ‫ضع ٓواُ أَن أ َ َردتُّ ُۡم َوإ‬ ِ ‫ل أ َ ۡولَ ٰـ َدك ُۡم ت َۡست َۡر‬
ُ َ َ‫ح ف‬
َُ ‫جنَا‬
‫سل ۡمتم ِإذَا َعلَ ۡيك ُۡم‬ َ ٓ ‫وفُۖ َءات َۡيتم مُا‬ ُِ ‫َوٱتقواُ ِب ۡٱل َمعۡ ر‬
ۡ ‫صيرُ تَعۡ َملونَُ بِ َما ٱّللَُ أَنُ َو‬
َُ‫ٱعلَم ٓواُ ٱّلل‬ ِ ‫َب‬
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah
memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.
Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga
seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.
Apabila keduanya ingin menyapih [sebelum dua tahun] dengan kerelaan
keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.
Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada
dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan. (233).
2. Orang Kafir itu Bahan bakar api neraka.
(3) Ali-Imran: 10
ُ‫ى لَن َكفَرواُ ٱلذِينَُ ِإن‬ َُ ِ‫ل أ َ ۡم َوٲله ُۡم َع ۡنه ُۡم ت ۡغن‬ َُٓ ‫ار َوقودُ ه ُۡم َوأولَ ٰـٓ ِٕٮكَُ ش َۡيـاُۖ ٱّللُِ ِمنَُ أ َ ۡولَ ٰـدهم َو‬ ُِ ‫ٱلن‬
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak
mereka, sedikitpun tidak dapat menolak [siksa] Allah dari mereka. Dan
mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (10).
3. Larangan membunuh anak dan mengharamkan yang dihalalkan,
(6) Al-An'am: 140, 151
‫سفَ َها أَ ۡولَ ٰـ َده ُۡم قَتَل ٓواُ ٱلذِينَُ َخ ِس َُر قَ ُۡد‬َ ‫ضلُّواُ قَ ُۡد ٱّللُُِۖ َعلَى ۡٱفتِ َرآ اُء ٱّللُ َرزَ قَهمُ َما َو َحرمواُ ِع ۡلمُ بِغ َۡي ُِر‬ َ ‫ڪانواُ َو َما‬ َ َُ‫مهۡ تَدِين‬
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena
kebodohan lagi tidak mengetahui , dan mereka mengharamkan apa yang
Allah telah rezkikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-
adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah
mereka mendapat petunjuk. (140).
4. Harta dan anak-anak adalah fitnah.
(8) Al-Anfal: 28
ُ‫ٱعلَم ٓوا‬ ۡ ‫ٱّلل َوأَنُ فِ ۡتنَةُ َوأ َ ۡولَ ٰـدك ُۡم أ َ ۡم َوٲلڪ ُۡم أَن َمُا ٓ َو‬
َُ ُ‫َع ِظيمُ أ َ ۡجرُ ۥۤ ِعن َده‬
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai
cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (28).
5. Jangan takut miskin karena banyak anak.
(17) Al-Isra': 31
َُ ‫ڪانَُ قَ ۡتلَه ُۡم إِنُ َوإِياك ُۡمُۖ ن َۡرزقه ُۡم ن ۡحنُ إِمۡ لَ ٰـقُُۖ خ َۡشيَ ُةَ أ َ ۡولَ ٰـ َدك ُۡم ت َۡقتل ٓواُ َو‬
‫ل‬ َ ‫يرا ِخ ۡطـا‬ ‫َكبِ ا‬
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.
Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu.
Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31).
6. Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia.
(18) Al-Kahfi: 46
ُ‫لا َوخ َۡيرُ ث َ َواباا َربِكَُ ِعن َُد خ َۡيرُ ٱلص ٰـ ِل َح ٰـتُ َو ۡٱلبَ ٰـ ِقيَ ٰـتُ ٱلد ُّۡنيَاُۖ ۡٱل َحيَ ٰوةُِ ِزينَةُ َو ۡٱلبَنونَُ ۡٱل َمال‬ ُ ‫أَ َم‬
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-
amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu
serta lebih baik untuk menjadi harapan. (46).
7. Iman dan amal shalih menjadi jalan taqarrub
(34) Saba'; 37
ٓ ‫ل أَ ۡم َوٲلك ُۡم َو َمُا‬ َُٓ ‫ى ِعن َدنَا ت َق ِربك ُۡم بِٱلتِى أَ ۡولَ ٰـدكم َو‬ ُٰٓ َ‫ن إِلُ ز ۡلف‬ ُۡ ‫ل َءا َمنَُ َم‬ َُ ‫ص ٰـ ِل احا َو َع ِم‬ َ َُ‫ف َجزَ آءُ لَه ُۡم فَأولَ ٰـٓ ِٕٮك‬ ُِ ۡ‫ٱلضع‬ ِ ‫َع ِملواُ بِ َما‬
‫ت فِى َوه ُۡم‬ ُِ ‫َء ِامنونَُ ۡٱلغرفَ ٰـ‬
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan [pula] anak-anak kamu yang
mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang
memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah
mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang
tinggi [dalam surga]. (37).
8. Jenis anak dan tingkat kesuburan itu hak Allah.
(42) Asy-Syura; 49-50
ُِ ِ ُ‫ت م ۡلك‬
‫ّلل‬ ُِ ‫ضُۖ ٱلس َم ٰـ َوٲ‬ ُ ِ ‫شآءُُۖ َما َي ۡخلقُ َو ۡٱۡل َ ۡر‬ َ َ‫شآءُ ِل َمن يَ َہبُ ي‬ َ َ‫شآءُ ِل َمن َو َي َهبُ إِنَ ٰـث اا ي‬ َ ‫ور َي‬ َُ ‫( ٱلذُّك‬٤٩) ُۡ‫ذ ۡك َراناا يزَ ِوجه ُۡم أَو‬
ُۖ‫شآءُ َمن َو َي ۡج َعلُ َو ِإنَ ٰـث اا‬ َ ‫قَدِيرُ َع ِليمُ ۥ ِإنهُ َع ِقي اماُۖ َي‬
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang
Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang
Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia
kehendaki, (49) atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan
perempuan [kepada siapa yang dikehendaki-Nya], dan Dia menjadikan
mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui
lagi Maha Kuasa. (50).
9. Keutamaan orang beriman.
(52) Ath-Thur: 21
َُ‫ن أَلَ ۡتنَ ٰـهم َو َمُا ٓ ذ ِريت َہ ُۡم ِب ِہ ُۡم أَ ۡل َح ۡقنَا ِبإِي َم ٰـنُ ذ ِريتہم َوٱت َب َع ۡتہ ُۡم َءا َمنواُ َوٱلذِين‬ ُۡ ‫ل ش َۡىءُُۖ ِمن َع َم ِل ِهم ِم‬ ُُّ ‫ى ك‬ ُِٕ ‫ب ِب َما ۡٱم ِر‬ َُ ‫َك َس‬
ُ‫َرهِين‬
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti
mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan
mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.
Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (21).
10. Kehidupan dunia hanyalah permainan.
(57) Al-Hadid: 20
ۡ ‫ل ِفى َوتَكَاثرُ َب ۡينَك ُۡم َوتَفَاخرُ َو ِزينَةُ َو َلهۡ وُ لَ ِعبُ ٱلد ُّۡن َيا ۡٱل َح َي ٰوةُ أَن َما‬
ُ‫ٱعلَم ٓوا‬ ُِ ‫ل َو ۡٱۡل َ ۡولَ ٰـ ُِدُۖ ۡٱۡلَمۡ َوٲ‬ ُِ َ ‫ب غ َۡيثُ َك َمث‬ َُ ‫ار أ َ ۡع َج‬َُ ‫ۡٱلكف‬
ُ‫ط ٰـ اماُۖ يَكونُ ثمُ مصۡ فَرا فَت ََر ٰٮهُ يَ ِہيجُ ثمُ ۥ نَبَاته‬ َ
َ ‫عذَابُ ٱۡل ِخ َرةُِ َوفِى ح‬ ۡ َُ ُ‫شدِيد‬ ۡ
َ ُ‫ض َوٲنُُۖ ٱّللُِ ِمنَُ َو َمغ ِف َرة‬ ۡ ‫ۡٱل َحيَ ٰوةُ َو َما َو ِر‬
ٓ ‫ور َمت َ ٰـعُ ِإلُ ٱلد ُّۡن َيُا‬ ُِ ‫ۡٱلغر‬
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah
antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;
kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning
kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat [nanti] ada azab yang keras
dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini
tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (20).
11. Perintah menerima janji wanita beriman
(60) Al-Mumtahanah:12
ُّ ‫ى ي َبا ِيعۡ نَكَُ ۡٱلم ۡؤ ِمنَ ٰـتُ َجا ٓ َءكَُ ِإذَا ٱلن ِب‬
‫ىُ َي ٰـٓأَيُّ َہا‬ ُٰٓ َ‫ل ش َۡيـا ِبٱّللُِ ي ۡش ِر ۡكنَُ لُ أَن َعل‬ َُ ‫ل َي ۡس ِر ۡقنَُ َو‬ َُ ‫ل َي ۡزنِينَُ َو‬ َُ ‫ن َي ۡقت ۡلنَُ َو‬ُ ‫ل أ َ ۡولَ ٰـ َده‬
َُ ‫َو‬
ۡ ۡ
َُ‫ِيہنُ بَ ۡينَُ ۥ يَفت َِرينَهُ ِببهۡ تَ ٰـنُ يَأتِين‬ َ َ ۡ َ
ِ ‫ل َوأ ۡرج ِل ِهنُ أ ۡيد‬ َُ ‫صينَكَُ َو‬ ِ ۡ‫ٱستَغ ِفرُۡ فَبَا ِيعۡ هنُ َمعۡ روفُُۖ فِى يَع‬ ۡ ‫ٱّللُۖ لهنُ َو‬ َُ ُ‫ٱّللَُ إِن‬
ُ‫ر ِحيمُ غَفور‬
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman
untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan
mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak
akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat
dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak
akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia
mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (12).
12. Harta dan anak-anak jangan jadi penghalang ingat Allah.
(63) Al-Munafiqun: 9
‫ل َءا َمنواُ ٱلذِينَُ َي ٰـٓأَيُّ َہا‬ َُ ‫ل أَ ۡم َوٲلك ُۡم ت ۡل ِهك ُۡم‬ َُٓ ‫ِڪ ُِر َعن أَوُۡلَ ٰـدڪ ُۡم َو‬ ۡ ‫ٱّللُِۖ ذ‬ُ ‫ل َو َمن‬ ُۡ ‫ۡٱل َخ ٰـ ِسرونَُ همُ فَأولَ ٰـٓ ِٕٮكَُ ذَٲ ِلكَُ َي ۡف َع‬
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-
anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang
membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (9).
(64) At-Taghabun: 15
ٓ ‫َع ِظيمُ أ َ ۡجرُ ۥۤ ِعن َدهُ َوٱّللُ فِ ۡتنَةُُۖ َوأ َ ۡولَ ٰـدك ُۡم أ َ ۡم َوٲلك ُۡم إِن َمُا‬
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan [bagimu]: di
sisi Allah-lah pahala yang besar. (15)
(65) Ath-Thalaq: 6
َُ‫يہ ُۡم كَانَت ۥ بِأَنهُ ذَٲ ِلك‬ ۡ ُِ ‫ٱست َۡغنَى َوت ََولواُُۖ َف َكفَرواُ يَہۡ دونَنَا أَبَشَرُ فَقَال ٓواُ ِب ۡٱلبَيِنَ ٰـ‬ ۡ ‫َح ِميدُ َغنِىُ َوٱّللُ ٱّللُُۖ و‬
ِ ‫ت رسلهم تأ ِت‬
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada
mereka Rasul-Rasul mereka [membawa] keterangan-keterangan lalu
mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada
kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan
[mereka]. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (6)
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
‫بﻮتَأَو َكﺮِفغَﺘسَأ َﺖنَأ َلِإ َهلِإ َل نَأ ﺪَهشَأ َكِﺪﻤَﺤِبَو َﻢهَلال َﻚَناَﺤﺒس‬
‫ﻚﻴَلِإ‬
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest