Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN

“RUANG BEDAH”

SEMESTER IV
KELAS III NON REGULER

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3

ANGGA RECHA
BELA RULIATI
SELVIA

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN (STIK)


MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN 2018
Deskripsi Makalah
Sebuah Puskesmas di Kecamatan X yang terdapat di ibu Kota Kabupaten
Barumekar berubah status menjadi rumah sakit tipe C.
1. Perencanaan
a. Visi
Visi adalah perawat/manajer keperawatan harus mempunyai suatu
pandangan dan pengetahuan yang luas tentang manajemen dan proses
perubahan yang terjadi saat ini dan yang akan datang, yaitu tentang
penduduk, sosial, ekonomi, dan politik, yang akan berdampak terhadap
pelayanan kesehatan (Nursalam, 2014).
Visi : Menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat dengan pelayanan
paripurna pada tahun 2025
b. Misi
Misi adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam mencapai
visi yang telah diciptakan (Keliat & Akemat, 2014).
Misi: Memperbaiki dan meningkatkan status kesehatan masyarakat
Kabupaten Barumekar
c. Nilai-nilai dasar
Caring, pelayanan yang aman, integritas, dan paripurna
d. Tujuan
1. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan
2. Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekosongan pelaksanaan asuhan
keperawatan oleh tim keperawatan.
3. Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan.
4. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijaksanaan dan keputusan.
5. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan
bagi setiap anggota tim keperawatan.
e. Analisa Kebutuhan Tenaga Ruang Bedah
Menurut Gillies
f. Kebijakan Pelayanan Keperawatan Kamar Bedah
1. Penerapan standar pelayanan keperawatan kamar bedah di rumah sakitdilaksanakan
dalam upaya meminimalkan angka Kejadian Nyaris Cedera(KNC), Kejadian Tidak
Diinginkan (KTD) dan sentinel melalui peningkatanmutu pelayanan keperawatan
2. Pengembangan dan peningkatan kemampuan teknis dan manajerial
tenagakeperawatan dalam pelayanan keperawatan kamar bedah di rumah sakit
untukterwujudnya kompetensi yang diperlukan di kamar bedah
3. Penerapan standar pelayanan keperawatan kamar bedah di rumah sakitmemerlukan
dukungan dari berbagai pihak terkait.
2. Pengorganisasian
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen dalam suatu
organisasi (Marquis & Huston 2010). Sruktur organisasi ruangan MPKP
menggunakan sistem penugasan tim-primer keperawatan. Ruangan MPKP
dipimpin oleh kepala ruangan yang membawahi dua atau lebih ketua tim.
Ketua tim berperan sebagai perawat primer membawahi beberapa perawat
pelaksana yang memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh kepada
kelompok pasien.
Berdasarkan hasil survey bahwa rincian tugas setiap bagian telah dijelaskan
pada setiap bagian namun belum ada secara tertulis. Menurut Nursalam
(2014), daftar uraian tugas atau tanggung jawab kepala ruangan, ketua tim,
dan perawat pelaksana antara lain:
a. Tanggung jawab kepala ruangan
1) Perencanaan
 Menunjuk perawat primer dan tugas masing-masing.
 Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya.
 Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan
aktivitas dan tingkat ketergantungan pasien dibantu oleh perawat.
 Merencanakan startegi pelaksanaan perawatan.
 Mengikuti kunjungan dokter untuk mengetahui kondisi
patofisiologi, tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan
dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan
dilakukan terhadap klien.
 Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan
- Membimbing pelaksana asuhan keperawatan
- Membimbing penerapan proses keperawatan
- Menilai asuhan keperawatan
- Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah
- Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru
- Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri
- Membantu membimbing terhadap peserta-peserta didik
keperawatan
- Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan di Rumah Sakit
2) Pengorganisasian
 Merumuskan metode penugasan yang digunakan
 Merumuskan tujuan metode penugasan
 Membuat perincian perawat primer dan perawat asosiat secara
jelas
 Membuat rencana kendali kepala ruangan membawahi dua
perawat primer (PP), Perawat primer (PP) membawahi dua
perawat pelaksana (PA).
 Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan, membantu
proses dinas, mengatur tenaga yang ada setiap hari, dan lain-lain.
 Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan.
 Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktik
 Mendelegasikan tugas saat kepala ruangan tidak berada ditempat
kepada perawat primer.
 Mengetahui kondisi klien, menilai tingkat kebutuhan pasien
 Mengembangkan kemampuan anggota
 Menyelenggarakan konfrensi
3) Pengarahan
 Memberi pengarahan tentang penugasan kepada perawat primer
 Memberi pujian kepada perawat yang mengerjakan tugas dengan
baik
 Memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan,
keterampilan dan sikap
 Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan
berhubungan dengan askep klien
 Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam
melaksanakan tugas
 Meningkatkan kolaborasi
4) Pengawasan
 Melalui komunikasi, yaitu mengawasi dan berkomunikasi lansung
dengan perawat primer mengenai asuhan keperawatan yang
diberikan dengan klien
 Melalui supervisi:
- Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri atau
melalui laporan langsung secara lisan dan
memperbaiki/mengawasi kelemahan-kelemahan yang ada
selama ini
- Pengawasan tidak langsung, yaitu mengecek daftar hadir,
membaca dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan
yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan
dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar laporan dari
perawat primer
 Evaluasi:Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan
dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama Audit
keperawatan.

b. Ketua Tim
 Menerima klien dan mengkaji kebutuhan klien secara komprehensif
 Membuat tujuan dan rencana keperawatan
 Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama praktik
 Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan
oleh disiplin lain maupun perawat lain
 Mengevaluasi keberhasilan yang telah dicapai
 Menerima dan menyesuaikan rencana
 Melakukan rujukan kepada pekerja sosial dan kontak dengan lembaga
sosial dimasyarakat
 Membuat jadwal perjanjian klinik
 Mengadakan kunjungan rumah

c. Associate Nurse (perawat pelaksana)


Perawat pelaksana adalah seorang perawat yang diberi wewenang dan
ditugaskan untuk memberikan pelayanan keperawatan langsung kepada
klien. Penguraian tugas perawat pelaksana adalah sebagai berikut:
 Memberikan pelayanan keperawatan secara langsung berdasarkan
proses keperawatan dengan sentuhan kasih sayang:
 Menyusun rencana perawatan sesuai masalah klien
 Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana
 Mengevaluasi tindakan keperawatan yang telah diberikan
 Mencatat atau melaporkan semua tindakan keperawatan dan respon
klien pada catatan keperawatan
 Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung jawab:
 Pemberian obat
 Pemberian laboratorium
 Persiapan klien yang akan dioperasi
 Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik,mental, sosial, dan
spiritual dari klien:
 Memelihara kebersihan klien dan lingkungan
 Mengurangi penderitaan klien dengan memberi rasa aman, nyaman,
dan ketenangan
 Pendekatan dan komunikasi terapeutik
 Mempersiapkan klien secara fisik, dan mental untuk menghadapi
tindakan keperawatan dan pengobatan atau diagnosis
 Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai dengan
kemampuannya
 Memberikan pertolongan dengan segera pada klien gawat atau sakaratul
maut
 Membantu kepala ruangan dalam penatalaksanaan ruangan secara
administratif:
 Menyiapkan data klien baru, klien pulang atau meninggal
 Sensus harian atau formulir
 Rujukan harian atau formulir
 Mengatur atau menyiapkan alat-alat yang ada diruangan menurut
fungsinya supaya siap pakai
 Menciptakan dan memelihara kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan
keindahan ruangan
 Melaksanakan tugas dinas pagi, sore, dan malam atau hari libur secara
bergantian sesuai jadwal tugas
 Memberikan penyuluhan kesehatan sehubungan dengan penyakitnya
 Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien, baik secara lisan
maupun tulisan
 Membuat laporan harian klien

3. Pengelolaan stat/Staffing adalah penarikan (recrutment) latihan dan


pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan
dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif (Marquis &
Huston 2010). Langkah-langkah proses ini mencakup:
a. Perencanaan sumber daya manusia, yang dirancang untuk menjamin
pemenuhan kebutuhan personalia organisasi.
b. Penarikan, yang berhubungan dengan pengadaan calon-calon personalia
segaris dengan rencanasumber daya manusia. Metode yang digunakan untuk
penarikan tenaga kerja bisa dilakukan dengan melalui iklan, leasing
(penggunaan tenaga honorer), rekomendasi dari karyawan yang sedang
bekerja, lamaran pribadi, lembaga-lembaga pendidikan, kantor penempatan
tenaga kerja, serikat buruh dan penggunaan komputer.
c. Seleksi, mencakup penilaian dan pemilihan di antara calon-calon personalia.
Adapun langkah-langkah dalam prosedur seleksi yang dapat digunakan
yaitu : wawancara pendahuluan, pengumpulan data-data pribadi (biografis),
pengujian (testing), wawancara yang lebih mendalam, pemeriksanaan
referensi-referensi prestasi, wemeriksaan kesehatan, keputusan pribadi,
orientasi jabatan.
d. Pengenalan dan orientasi, yang dirancang untuk membantu individu-
individu yang terpilihmenyesuaikan diri dengan lancar dalam organisasi.
e. Latihan dan pengembangan
Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan metode ‘on the
job”yang biasa digunakan yaitu :
- Coaching dimana atasan memberikan bimbingan dan pengarahan langsung
kepada bawahan dalam pelaksanaan pekerjaan rutin mereka.
- Planned progression atau pemindahan karyawan dalam saluran-saluran
yang ditentukan melalui tingkatan-tingkatan organisasi yang berbeda
- Rotasi jabatan pemindahan karyawan melalui jabatan-jabatan yang
bermacam-macam dan berbeda-beda
- Penugasan sementara, di mana bawahan ditempatkan pada posisi
manajeman tertentu utuk jangka waktu yang ditetapkan
- System-sistem penilaian presntasi formal (Maman Ukas, 2006).

4. Directing/Pengarahan
Directing/Pengarahan adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para
karyawan melakukan apa yang di inginkan dan harus mereka lakukan(Marquis
& Huston 2010). Pengarahan yang diberikan kepada anggotanya yaitu:
a. Memberikan pengarahan kepada bawahan
b. Memberikan motivasi
c. Melakukan operan
d. Melakukan preconference
e. Melakukan postconference
f. Melakukan supervise
g. Melakukan ronde keperawatan
h. Melakukan discharge planning
i. Melakukan dokumentasi

5. Pengendalian
Pengendalian / pengawasan (controlling), merupakan fungsi pengawasan agar
tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara
dan waktunya tepat (Marquis & Huston 2010). Pengendalian juga berfungsi
agar kesalahan dapat segera diperbaiki. Cara pengendalian di ruang bedah
yaitu:
a. Tidak melakukan “fogging” untuk tujuan menurunkan rate infeksi
nosokomial pengendalian lingkungan.
b. Melakukan pembersihan dengan cairan desinfektan setiap hari atau bila
perlu pada semua permukaaan lingkungan seperti meja pasien, meja
petugas, tempat tidur, peralatan samping tempat tidur pasien, standard infus,
pegangan pintu.
c. Membersihkan dan mengepel lantai dengan cairan desinfektan dua kali
sehari atau bila perlu.
d. Membatasi jumlah pengunjung pada waktu yang bersamaan.
e. Membatasi jumlah personil pada waktu yang sama di ruangan perawatan
DAFTAR PUSTAKA

Keliat dan Akemat. 2014. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta:
EGC

Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Professional. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika

Marquis, B.L dan Huston, CJ. 2010. Kepemimpinan dan Manajemen


Keperawatan Teori dan Aplikasi. Edisi 4.Jakarta: EGC

Maman Ukas.2006. Manajemen: Konsep, Prinsip, dan Aplikasi. Bandung: Agnini.

https://www.scribd.com/doc/276590271/ISI-STANDAR-PELAYANAN-
KEPERAWATAN-KAMAR-BEDAH-pdf

https://www.slideshare.net/f1smed/kepmenkes-
no129tahun2008standarpelayananminimalrs

https://www.scribd.com/doc/69669421/PENYUSUNAN-PERSONALIA-
ORGANISASI