Anda di halaman 1dari 3

ANAYSIS OBJECTIVE 9

MODEL VALUASI

Valuasi biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik sebuah perusahaan atau sahamnya.Dasar dari
valuasi biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik sebuah perusahaan atau sahamnya. Dasar
valuasi adalah teori nilai sekarang (present value theory). Teori ini menyatakan bahwa nilai utang atau
efek ekuitas sama dengan jumah seluuruh hasil yang diharapkan dari efek di masa depan yang
didiskontokan ke saat ini dengan menggunakan tingkat diskonto yang tepat. Teori nilai sekarang
menggunakan konsep nilai waktu dari uang yang secara sederhana menyatakan bahwa sebuah entitas
lebih menyukai konsumsi saat ini daripada konsumsi di masa depan.

Valuasi Utang

Nilai efek sama dengan nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang
tepat.Hasil masa depan dari obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya.

Rumus :

𝐼𝑡+1 𝐼 𝐼𝑡+3 𝐼 𝐹
Bt = ++ 𝑡+2 2 + … + 𝑡+𝑛 𝑛 +
(1+𝑟)1 (1+𝑟) (1+𝑟)3 (1+𝑟) (1+𝑟)𝑛

Dimana 𝐼𝑡 + 𝑛 adalah pembayaran bunga dalam periode t+n , F adalah pembayaran pokok, danr
adalah tingkat bunga.Tingkat bunga merupakan tingkat imbal hasil hingga jatuh tempo.

Contoh : Pada tanggal 1 Januari Tahun 1, sebuah peruashaan menerbitkan obligasi $100 berjangka
waktu 8 tahun dengan pebayaran bunga akhir tahun sebesar 8 persen per tahun. Pada tanggal 1 Januari
tahun ke 6, kita diminta untuk menghitung nilai obligasi tersebut dimana yield to maturity obligasi
tersebut 6 persen per tahun.

Jawab : Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 desember Tahun 8, yang berarti sisa watu
jatuh tempo selama 3 tahun.Setiap pembayaran bunga akhir tahun obligasi adalah sebesar$8 yang
dihitung dari 8% x $100, dan embayaran pokok pada akhir tahun 8 sebesar $100. Nilai obligasi ni pda
taggal 1 januari tahun 6 dihitung sebagai berikut

$8/(1,06) + $8/(1,06)2 +$8/(1,06)3 +$100/(1,06)3=$105,35


Valuasi Ekuitas

Dasar penilaian ekuitas seperti penilaian utang adalah nilai sekarang hasil di masa depan yang
didiskontokan pada tingkat yang tepat.Rumus penilaian ekuitas menggunakan dividen yang
diharapkan(expected),bukan dividen yang sebenarnya(actual). Penggunaan dividen yag diharapkan ini
karena dividen di masa depan tidak dapat ditentukan.Hal ini berarti analisis kita harus menggunakan
ramalan dividen di masa depan untuk mendapatkan estimasi

Rumus :

𝐸(𝐷𝑡+1) 𝐸(𝐷𝑡+2) 𝐸(𝐷𝑡+3)


Vt = + + +⋯
(1+𝑘)1 (1+𝑘)2 (1+𝑘)3

Dimana Dt+n adalah diskonto dalam periode t + n dan k adalah biaya modal.Modal ini disebut model
diskonto dividen.Rumus valuasi yang pasti juga dapat diturunkan dengan menggunakan variael
akuntansi yang independen terhadap arus kas.

Pertimbangan praktis dalam valuasi

Model diskonto dividen menghadapi kendala praktis. Salah satu utamanya adalah rentang waktu yang
tidak terbatas yang disebabkan karena pembayaran dividen yang versifat opsional dan setiap
perusahaan mempunyai kebijakan dividen yang berbeda. Hal ini berarti pembayaran dividen bukanlah
indikator nilai perusahaan kecuali jangka waktu yang sangat panjang.Hasilnya adalah model valuasi
sering mengganti dengan laba atau arus kas.

Model arus kas bebas bagi ekuitas

Nilai Arus kas bebas bagi ekuitas didefinisikan sebagai arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran
modal dan penyesuaian untuk perubahan utang.Model ini menghtung nilai ekutas pada waktu t
dengan mengganti dividen yang diharapkan dengan arus kas bebas yag diharapkan untuk ekuitas.

𝐸(𝐹𝐶𝐹𝐸𝑡+1 ) 𝐸(𝐹𝐶𝐹𝐸𝑡+2 ) 𝐸(𝐹𝐶𝐹𝐸𝑡+3 )


Vt = (1+𝑘)1
+ (1+𝑘)2
+ (1+𝑘)3 + …

Dimana FCFEt+n merupakan arus kas bebas bagi euitas pada periode t+n, dan k merupakan biaya
modal.Arus kas terseebut bebas untuk dibayarkan kepada investor ekuitas dan karenanya menjadi
pengukur yang tepat atas hasil investor ekuitas

Secara khusus arus kas bebas terhadap perusahaan sama dengan arus kas operasi dikurangi investasi
dalam aset operasi. Kemudian nilai seluruh perusahaan sama dengan nilai sekarang nilai sekarang
arus kas bebas yang diharapkan di masa depan dengan menggunakan biaya modal rata rata
tertimbang.

Model laba sisa

Model ini menghitung nilai perusahaan dengan menggunakan variabel akuntansi. Model ini
mendefinisikan nilai ekuitas pada waktu t didefinisikan sebagai jumlah nilai buku kini dan nilai
sekarang seluruh laba sisa yang diharapkan di masa depan.

Rumus:

𝐸(𝑅𝐼𝑡+1 ) 𝐸(𝑅𝐼𝑡+2 ) 𝐸(𝑅𝐼𝑡+3 )


Vt= BVt + (1+𝑘)1
+ (1+𝑘)2
+ (1+𝑘)3
+⋯

Dimana BVt merupakan nilai buku akhir periode t,RIt merupakan laba sisa dalam periode t+n, dan k
adalah beban modal.Laba sisa pada waktu t didefinisikan sebagai laba bersih komprehensif dikurangi
pembebanan pada nilai buku awal yaitu RI = NIt – (k x BVt-1)

Ketiga Model diatasseluruhnya identik dan sama dalam hal rentang waktu tidak terbatas. Oleh karena
itu pemilihan model valuasi didasarkan pada pertimbangan praktis atas rentang waktu
terbatas.Kriteria penting dalam pemilihan model valuasi tidak bergantung pada continuing value.