Anda di halaman 1dari 2

TUGAS BAHASA INDONESIA

KELAS X A (Teknik Gambar Bangunan)


Anggota kelompok:
Silvester Joan
Ferdinand Juan Felix Katoro
K. Jonathan Sianturi
Saldianto
Contoh text anekdot yaitu sebagai berikut:

Dua orang kader parpol sebut saja namanya Arya dan Abdillah sama-sama bermaksud
mencalonkan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Setelah
menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU di daerahnya, Arya dan Abdillah mengobrol
sambil meminum kopi di kantin gedung tersebut. Mereka berdua terlibat percakapan yang
seru.

Arya : “Di, banyak politisi di negeri kita yang sudah kaya raya!”

Abdillah : “Kalau masalah itu aku juga sudah tau, Ya!”

Arya : “Sangking kayanya mereka, mereka mampu mempunyai baju termahal di Indonesia.”

Abdillah : “Loh, maksudmu baju termahal itu apa ?”

Arya : “Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”

Abdillah : “Kok malah baju tahanan KPK ?” (Bingung)

Arya : “Iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi minimal harus mencuri uang negara 1
milyar terlebih dahulu baru bisa memakai baju tersebut.”

Abdillah : “Ooohh, maksud kamu gito toh, baru ngerti aku.”

Mereka kemudian memesan kopi lagi sambil mengenang teman-teman mereka yang sudah
bisa memakai baju termahal tersebut.”

Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur teks anekdot :


1. Abstraksi, merupakan bagian awal paragraf yang berfungsi untuk memberikan suatu
gambaran yang jelas tentang isi dari teks anekdot.
2. Orientasi, merupakan gambaran suasana yang terjadi pada awal cerita.
3. Event, merupakan gambaran dari rangkaian suatu cerita yang terjadi.
4. Krisis, merupakan masalah utama yang terdapat dalam sebuah teks anekdot.
5. Reaksi, yaitu cara untuk menyelesaikan suatu masalah yang timbul di dalam krisis.
6. Koda, merupakan perubahan yang terjadi pada tokoh.

Berikut Contoh Struktur pada text anekdot diatas :

1. Abstraksi

Dua orang kader parpol sebut saja namanya Arya dan Abdillah sama-sama bermaksud
mencalonkan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

2. Orientasi

Setelah menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU di daerahnya, Arya dan Abdillah


mengobrol sambil meminum kopi di kantin gedung tersebut. Mereka berdua terlibat
percakapan yang seru.

3. Krisis

Arya : “Di, banyak politisi di negeri kita yang sudah kaya raya!”

Abdillah : “Kalau masalah itu aku juga sudah tau, Ya!”

Arya : “Sangking kayanya mereka, mereka mampu mempunyai baju termahal di Indonesia.”

Abdillah : “Loh, maksudmu baju termahal itu apa ?”

Arya : “Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”

4. Reaksi

Abdillah : “Kok malah baju tahanan KPK ?” (Bingung)

Arya : “Iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi minimal harus mencuri uang negara 1
milyar terlebih dahulu baru bisa memakai baju tersebut.”

Abdillah : “Ooohh, maksud kamu gito toh, baru ngerti aku.”

5. Koda

Mereka kemudian memesan kopi lagi sambil mengenang teman-teman mereka yang sudah
bisa memakai baju termahal tersebut