Anda di halaman 1dari 6

I.

LATAR BELAKANG

Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia berkaitan dengan makin


meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan sampai usia lanjut pada
semua organ dan jaringan tubuh. Salah satu sistem yang mengalami gangguan yaitu
sistem muskuloskletal (Pollard, 2006). Pada gangguan sistem muskuloskeletal ini terdapat
berbagai masalah salah satunya adalah gout arthiritis yang merupakan penyakit kronis
yang menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan dan keterbatasan gerak serta fungsi
dari banyak sendi. Gout arthiritis dapat mempengaruhi sendi apapun, sendi-sendi kecil
pada tangan dan kaki cenderung yang paling sering terlibat. Pada gout arthritis kekakuan
paling sering terburuk di pagi hari. Menurut Arthritis Foundation (2006) jumlah penderita
gout arthiritis di Amerika Serikat terus meningkat. Hasil Riskesdas 2012 menungkapkan
bahwa prevalensi penyakit hiperurisemia di Indonesia adalah 11,9% (Kemenkes RI,
2013). Di Indonesia prevalensi artritis gout belum diketahui secara pasti dan cukup
bervariasi antara satu daerah dengan daerah yang lain. Sebuah penelitian di Jawa Tengah
mendapatkan prevalensi artritis gout sebesar 1,7% sementara di Bali didapatkan
prevalensi hiperurisemia mencapai 8,5% (Hamijoyo, 2010).

Gout arthiritis memang lebih sering dialami oleh lansia, untuk itu perlu perawatan dan
perhatian khusus bagi lansia. Masalah yang disebabkan oleh penyakit gout arthritis tidak
hanya berupa keterbatasan yang tampak jelas pada mobilitas dan aktivitas hidup sehari-
hari. Gout arthritis dapat mengakibatkan masalah seperti rasa nyeri, keadaan mudah
lelah, perubahan citra diri serta gangguan tidur. Dengan demikian hal yang paling buruk
pada penderita gout arthritis adalah pengaruh negatifnya terhadap kualitas hidup (Gordon
et al., 2006). Maka dari itu kami ingin memberikan informasi khususnya kepada lansia
mengenai penatalaksanaan dan pencegahan gout arthiritis dalam bentuk sosiodrama.

II. TUJUAN
II.1 TUJUAN UMUM
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 45 menit, diharapkan sasaran dapat mengerti
dan memahami tentang penyakit Gout Arthritis

II.2 TUJUAN KHUSUS


Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu:
II.2.1 Dapat menyebutkan Pengertian Asam urat
II.2.2 Dapat menyebutkan Penyebab Asam urat
II.2.3 Dapat menyebutkan Tanda dan Gejala Asam urat
1
II.2.4 Dapat menyebutkan Penatalaksanaan Asam urat
II.2.5 Dapat menyebutkan Pencegahan Asam urat

III.RENCANA KEGIATAN
III.1 NAMA KEGIATAN
Sosiodrama Penyuluhan tentang Penatalaksanaan dan Pencegahan Gout Arthritis (Asam
urat) pada Lansia

III.2 WAKTU DAN TEMPAT


III.2.1 WAKTU
Kegiatan sosiodrama penyuluhan tentang penatalaksanaan dan pencegahan
gout arthritis (asam urat) pada lansia dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Maret 2018
Pukul : 18.00 – 18.45 WITA

III.2.2 TEMPAT
Kegiatan sosiodrama penyuluhan tentang penatalaksanaan dan pencegahan
gout arthritis (asam urat) pada lansia dilaksanakan di Balai Banjar Batur,
Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.

III.3 PENGORGANISASIAN KELOMPOK


Ketua Pelaksana : Dewa Ayu Lydia Citra Dewi
Sekretaris : Putu Maya Prihatnawati
PIC : Ni Made Karisma Wijayanti
Skenario : Putu Citra Anjasmara Dewi
Pemeran :
1. Lansia A (Odah Sekar)
2. Lansia B (Odah Rerod)
3. Cucu lansia Odah Sekar (Kadek)
4. Cucu lansia Odah Sekar (Ketut)
5. Tetangga Lansia (putu)
6. Perawat 1
7. Perawat 2
8. Moderator
Fasilitator : I Gusti Ayu Angga Sukmaniti
Observer : Wayan Sri Utami Dewi
III.4 SASARAN
Lansia di Banjar Batur, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.
III.5 ALAT/MEDIA
a. Sound System
b. Property
III.6 METODE
a. Sosiodrama
b. Demonstrasi
c. Tanya Jawab

III.7 SUSUNAN ACARA


III.7.1 SETTING WAKTU
2
No Kegiatan Penyuluh Waktu Kegiatan Peserta
1 Pendahuluan 5 Menit
 Memberi salam dan perkenalan  Menjawab
 Menyampaikan tujuan salam
 Menyampaikan pokok bahasan  Mendengarkan
2 Pelaksanaan 30 Menit
 Memberikan penjelasan tentang:  Menyimak
a. Penge  Bertanya
rtian Gout Arthritis  Memperhatikan
b. Penye
bab Gout Arthritis
c. Tanda
dan gejala Gout Arthritis
d. Penat
alaksanaan Gout Arthritis
e. Pence
gahan Gout Arthritis
 Memberikan kesempatan peserta untuk
bertanya
 Menjawab pertanyaan peserta
3 Penutup 10’
 Menyimpulkan materi penyuluhan  Memperhatikan
 Memberikan evaluasi secara lisan  Menjawab
 Memberikan salam penutup dan terima  Menjawab
kasih salam
III.7.2 SETTING TEMPAT

Keterangan Gambar

: Moderator

: Penyaji

: Observer
3
: Notulen

: Peserta

: Fasilitator

III.8 RANCANGAN BIAYA


NO KEPERLUAN DANA
1 Pengadaan Leaflet Rp. 30.000,00
2 Konsumsi Rp. 200.000,00
3 Bahan untuk Demostrasi Rp. 50.000,00
TOTAL Rp. 280.000,00

IV. RENCANA EVALUASI


IV.1 EVALUASI STRUKTUR
a. Laporan pendahuluan dan SAP sudah dibuat
b. Media sudah disiapkan dan tersedia
c. Kontrak dengan keluarga sudah dilakukan

IV.2 EVALUASI PROSES


a. Selama kegiatan keluarga aktif bertanya tentang yang belum jelas
b. Peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Kontrak telah diingatkan oleh panitia dan peserta

IV.3 EVALUASI HASIL


a. 80% peserta atau sebanyak 24 peserta dapat menjelaskan pengertian asam urat
b. 70% peserta atau sebanyak 21 peserta dapat menyebutkan minimal 2 dari 5
penyebab asam urat
c. 80% peserta atau sebanyak 24 peserta dapat menyebutkan minimal 2 dari 5 tanda
dan gejala asam urat
d. 80% peserta atau sebanyak 24 peserta dapat menjelaskan penatalaksanaan asam
urat
e. 80% peserta atau sebanyak 24 peserta dapat menjelaskan minimal 2 dari 3
pencegahan asam urat

Mengetahui, Denpasar, 21 Maret 2018


Pembimbing Akademik Ketua Panitia

4
(Ns. Made Rini Damayanti S., M.NS.) (Dewa Ayu Lydia Citra Dewi, S.Kep.)

5
DAFTAR PUSTAKA

Arthritis Foundation. (2006). Research update Diakses dari


http://www.arthritis.org/media/research/ResearchUpdate_NOVDEC.pdf
tanggal 29 April 2016.
Dipiro et al. (2008). The seventh edition of the benchmark evidence-based
pharmacotherapy. USA: McGraw-Hill Companies Inc.
Doughlas C. Heimburger. (2012). Malnutrition and Nutritional Assessment. USA:
McGraw-Hill Companies
Gordon, NF., (2011). Radang Sendi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Helmick, et al.(2008). Estimates of the prevalence of arthritis and other rheumatic
conditions in the United States. Part I. Pubmed
Longo, Dennis L. Kasper, J.Lary Jameson, Anthony S. Fauci, Stephan L. Hauser dan
Joseph Loscalzo Harrison's Principles of Internal Medicine. 18th ed. U.S: The
McGraw-Hill Companies, Inc. 605-611.
Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G, (2006), Buku Ajar Keperawatan
MedikalBedah Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2), Alih bahasa oleh
Agung Waluyo (dkk), EGC, Jakarta.
Pollard, L., Choy, E.H., Scott, D.L., 2005, The Consequences of Rheumatoid
Arthritis: Quality of Life Measures in The Individual Patient, Clinical
Experimental Rheumatology, 23:S42-S52.
http://www.emedicinehealth.com/rheumatoid_arthritis/article_em.htm, diakses pada
tanggal 28 april 2016.
Qing, Y.Z., 2008. Rheumatic Disease in China. Arthritis Research &
Therapy,10.1186/ar2368
Sjamsuhidajat, R & Wim de Jong. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 3, EGC,
Jakarta
Zeng, Q.Y. (2008). Effect of tumor necrosis factor a on disease arthritis
reumatoid. Journal of Experimental Medicine,180:995-1004