Anda di halaman 1dari 3

dan dosis pemupukan tidak efisien.

Secara harfiah, keadaan ini sudah mendesak untuk segera diatasi


dengan filosofi peningkatan efisiensi penggunaan pupuk dengan mengembangkan penggunaan pupuk
organik untuk mengoptimalisasi peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Untuk mendorong hal
tersebut, Pemerintah (Departemen

Pertanian) menetapkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28/Permentan/SR.130/5/2009 tentang


Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
40/Permentan/OT.140/4/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P dan K pada Padi Sawah Spesifik
Lokasi. Dengan landasan kebijakan di atas, pemerintah (Departemen Pertanian) telah memprakarsai
pengembangan penggunaan pupuk organik melalui kegiatan pengembangan penggunaan bahan organik
sisa tanaman atau jerami dan pupuk kandang untuk diolah menjadi kompos/pupuk organik melalui
pemanfaatan limbah insitu.

1.3 Tujuan

Tujuan diadakannya pengadaan alat pembuat pupuk organik bagi anggota kelompok tani Sumber Rejeki
adalah :

a. Mendorong percepatan pengembangan penerapan pupuk organik di tingkat petani.

b. Meningkatkan optimalisasi penggunaan pupuk organik.

c. Mendorong peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan produksi maupun efisiensi


biaya usaha tani.

d. Memenfaatkan pupuk kandang yang kami miliki karena selain bertani kami juga memelihara
ternak sapi dan ayam.

e. Melaksanakan program pemerintah.

1.4 Sasaran

Sasaran dalam upaya pengadaan alat pembut pupuk organik adalah:

a. Meningkatnya penggunaan pupuk organik di tingkat petani,

b. Meningkatnya optimalisasi penggunaan pupuk organik,

c. Meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil produksi.

d. Berkurangnya biaya usaha tani sebagai akibat efisiensi penggunaan pupuk

BAB II

KEADAAN
Kelompok tani Sumber Rejeki bersekretariat di Dusun Karanggayam I Rw 02 desa Karanggayam jarak dari
pemerintah desa kurang lebih 1 km. Semua anggota kelompok bermata pencaharian sebagai petani baik
pangan maupun sayuran, selain itu juga beternak ayam dan sapi sebagai penghasilan tambahan. Dengan
kehidupan yang sederhana dengan kebanyakan masih berpendidikan sekolah dasar tetapi masih
menjalankan kehidupan bergotong royong dan beragama Islam yang dianutnya. Sarana transportasi
berupa angkutan umum dengan prasarana jalan yang sudah lancar dan masuk kendaraan, sehingga
pengangkutan hasil pertanian cukup lancar.

Kelompok tani Sumber Rejeki berdiri berdasarkan kepentingan bersama dalam mengelola lahan
pertanian berupa sawah di Dusun Karanggayam I Desa Karnggayam dengan luas areal sawah ± 21 Ha.

2.1. Data Wilayah

Desa Karanggaym berada di wilayah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Sedangkan batas wilayahnya
adalah :

– Sebelah barat : Desa Kunir, Kec. Wonodadi

– Sebelah timur : Desa Pakisrejo dan Desa Purwokerto

– Sebelah utara : Desa Kerjen

– Sebelah selatan : Sungai Brantas, Kab. Tulungagung

3.2. Data Lahan

Kelompok tani kami mempunyai luas lahan :

– Sawah : 21,215 Ha

– Tegal : – Ha

– Pekarangan : 4,714 Ha

Jumlah : 25,929 Ha

3.3. Data Kelompok

-Nama Kelompok : SUMBER REJEKI

-Tanggal Berdiri : 6 Maret 2008

-Jumlah Anggota : 35 orang

BAB III

RENCANA KEGIATAN PENGADAAN APPO


3.1 Bahan Organik

Angggota Kelompok Tani Sumber Rejeki selain bertani juga memelihara ternak. Oleh karena itu kami
mempunyai bahan yang digunakan untuk membuat pupuk organik.

Tetapi karena tidak ada alat untuk membuat pupuk organik petani langsung membawa pupuk kandang
yang masih mentah langsung ke sawah. Sebagai akibat dari pupuk yang masih mentah tanaman menjadi
rusak dan menimbulkan banyak penyakit.

3.2. Pemberdayaan Kelembagaan Petani

Dalam rangka pemberdayaan kelompok tani Sumber Rejeki upaya yang sedang dilakukan adalah
meningkatkan aktivitas petani, penumbuhan kerjasama anggota dalam kelompok tani dan kerjasama
antar kelompok tani, serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan para petani dalam
menerapkan teknologi anjuran, pemupukan yang optimal menggunakan pupuk organik.

3.3. Peningkatan Produksi Pertanian

Dengan tersedianya