Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

AKUNTANSI KEPERILAKUAN
“TEORI UTILITAS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN”

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 1
Dewi Anggriyani Kasim 15033002
Rahmawati Putri Umar 15033027
Tita Nuraini Bakari 15033061

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LUWUK

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.III/79 Luwuk Telp. (0461) 23452 Fax. (0461) 21725

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam atas Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini pada mata kuliah Akuntansi Keperilakuan. Yang
membahas tentang “Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan”. Shalawat serta salam
sejahtera semoga senantiasa terlimpahkan kehadirat junjungan Nabi besar Muhammad SAW
beserta seluruh keluarganya dan para sahabatnya serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Tersusunnya makalah ini berkat usaha kami dalam pemenuhan tugas pada mata kuliah
Sistem Pengendalian Manajemen. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam
pembuatan makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritiknya agar demi
kesempurnaan makalah yang kami buat selanjutnya.

Semoga makalah yang kami buat bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca.

Luwuk,07 April 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar ............................................................................................................ i

Daftar Isi .................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1

BAB III MATERI

1. Teori Utility.................................................................................................... 3
2. Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan ............................................... 3
3. Kategori dalam Proses Pengambilan Keputusan ........................................... 4
4. Prinsip Teori Utilitas ...................................................................................... 4
5. Sifat Pengambilan Keputusan ........................................................................ 5
6. Asumsi Teori Utilitas ..................................................................................... 6
7. Contoh Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan .................................. 7

BAB IV. KESIMPULAN .......................................................................................... 8

Daftar Pustaka ............................................................................................................ 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

Pusat dari pengetahuan mendasar tentang pengambilan keputusan adalah The


Theory of Subjective Expected Utility (SEU). Teori tersebut merupakan sebuah
model matematika yang canggih tentang penentuan pilihan atas sejumlah alternatif
pilihan. Landasan teori tersebut dipakai menjadi landasan pengembangan sejumlah
teori, model, atau konsep dalam ilmu ekonomi kontemporer, teori statistik, dan riset
operasi. Teori ini mendefinisikan kondisi maksimisasi utilitasi manfaat secara
sempurna rasional dalam lingkup dunia kepastian. Dimana utilitas seseorang dapat
dicapai secara optimal bilamana seluruh distribusi probabilitas dari seluruh variabel
peristiwa yang relevan bisa ditetapkan oleh pengambil keputusan. Dengan kata lain,
teori ini memberikan jalan bagi pengambil keputusan untuk menentukan secara
subyektif peluang terjadinya sebuah peristiwa atau keputusan yang diharapkan. Teori
ini berhubungan hanya dengan pengambilan keputusan, dan tidak berhubungan
dengan langkah-Iagkah penentuan masalah, penentuan tujuan, atau penetapan
sejumlah alternatif solusi. Ketiga hal tersebut berada di luar wilayah kajian teori ini,
namun memberikan patokan berpijak bagi penentuan peluang terwujudnya alternatif
solusi yang ditetapkan.
Manusia selalu dihadapkan pada masalah. Pencapaian kebutuhan dan
keinginan, visi dan misi menghasilkan masalah tentang bagaimana (how to)
memuaskan kebutuhan dan keinginan, bagaimana mewujudkan visi dan misi.
Pencapaian tujuan selalu menghasilkan pertanyaan: what, how, why, who, when, dan
sejumlah pertanyaan lainnya. Pertanyaan- pertanyaan tersebut menyiratkan
terdapatnya masalah yang harus dituntaskan, bila keinginan hendak diwujudkan.
Pertanyaan- pertanyaan tersebut memerlukan jawaban tindakan nyata, dimana
tindakan muncul kemudian setelah seseorang menentukan pilihan atas satu alternatif
jawaban terbaik. Dalam prosedur penyelesaian masalah, seseorang memiliki sejumlah

1
alternatif yang dapat dipilih, dan setiap alternatif memiliki konsekuensinya masing
masing. Manusia juga diasumsikan akan memilih untuk memaksimalkan kepuasan
dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginannya secara rasional. Artinya, manusia
rasional akan membuat keputusan atas dasar pemilihan hasil yang paling
mendatangkan manfaat optimal. Manusia rasional "terpaksa" mengambil keputusan
yang akan memaksimumkan karena didorong oleh terdapatnya sejumlah keterbatasan
kepemilikkan sumber daya.
Konsep kelangkaan (scarcity/ constraints) mendorong manusia untuk
menyeimbangkan antara pandangan tentang pengambilan keputusan yang rasional
dengan pemilihan keputusan yang menghasilkan manfaat yang optimal (optimization
concept). Berdasarkan pandangan tersebut, maka muncullah teori dan model model
pengambilan keputusan.

2
BAB II
MATERI

1. Teori Utility
Pada permulaan abad ke - 18, ahli matematika Daniel Bernoulli telah
mempelopori perkembangan suatu ukuran utilitas. Bernoulli mengusulkan bahwa
nilai sebenarnya ( true worth) kekayaan seseorang merupakan logaritma
sejumlah
uang. Selanjutnya konsep utilitas dikembangkan lagi oleh Von Neumann dan
Morgenstern pada tahun1974, mereka mengusulkan bahwa kurva utilitas dapat
dibuat untuk setiap individu, asalkan asumsi tertentu tentang preferensi individu
tersebut berlaku.
Utilitas merupakan preferensi atau nilai guna pengambil keputusan
dengan mempertimbangkan faktor risiko berupa angka yang mewakili nilai pay
off sebenarnya berdasarkan keputusan. Angka utilitas terbesar mewakili alternatif
yang paling disukai, sedangkan angka utilitas terkecil menunjukkan alternatif
yang paling tidak disukai (Supranto : 2005 : 374).

2. Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan


Rasionalitas menjadikan kehidupan sebagai sebuah permainan,dimana setiap
pemain mengetahui dengan tepat bahwa setiap permainan lainnya/pesaing
mengetahui cara bermain dengan baik. Ibarat permainan sepak bola, pelatih
mengetahui taktik dan strategi yang akan diterapkan oleh lawan. Model ini
membantu para manager memperoleh pengertian dan pemahaman yang
mendalam,tetapi mereka tidak membuat keputusan.Pengambilan keputusan
merupakan suatu tugas yang sulit dala kaitannya dengan kepastian masa depan
dan konflik nilai-nilai atau hasil tujuan.

3
3. Kategori dalam Proses Pengambilan Keputusan
Terdapat empat kategori dalam proses pengambilan keputusan, yaitu :
1. Keputusan dalam keadaan terdapat kepastian (certainty).
Keputusan pada kategori ini adalah keputusan yang sebelumnya sudah
terdapat informasi lengkap. Metode yang digunakan untuk memecahkan
permasalahan tersebut adalah dengan linear programming.
2. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty).
Keputusan pada kategori ini, berkebalikan dengan jenis sebelumnya.
Keputusan ini terjadi jika terdapat informasi tambahan dan terdapat nilai
probability yang dibuat sendiri. Metode yang digunakan untuk memecahkan
permasalahan tersebut adalah dengan analisis keputusan dalam keadaan
ketidakpastian.
3. Keputusan dalam keadaan terdapat risiko (risk).
Keputusan yang terdapat risiko jika informasi yang diperoleh tidak
lengkap dengan diketahui nilai probabilitas. Metode yang digunakan untuk
memecahkan masalah yang digunakan adalah dengan model keputusan
probabilistic.
4. Keputusan dalam keadaan terdapat konflik (conflict).
Keputusan dalam keadaan terdapat konflik adalah adanya situasi
kompetitif (persaingan) yang terjadi diantara dua pengambil keputusan atau
lebih.Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut
adalah game theory (teori permainan).

4
4. Prinsip dalam Teori Utilitas
Teori Utilitas atau teori manfaat yang diharapkan,di mana mereka
mengusulkan teori utilitas yang diharapkan sebagai teori perilaku
“seharusnya”,ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana orang-
orang benar-benar berperilaku,tetapi bagaimana orang akan berperilaku jika
mereka mengikuti persyaratan tertentu dalam pengambilan keputusan rasional.
Salah satu tujuan utama teori ini untuk menyediakan serangkaian asumsi eksplisit
atau aksioma-aksioma yang mendasari pengambilan keputusan.
Formulasi teori utilitas yang diharapkan didasarkan pada enam prinsip dasar
dalam tingkah laku memilih berikut:
1. Ada urutan alternatif. Pertama para pengambil keputusan rasional harus
membandingkan setiap dua alternatif dan memilih salah satu alternatif dan
mengabaikan yang lain.
2. Dominasi/Kekuasaan. Menurut teori utilitas yang diharapkan,sangat rasional
para pengambil keputusan seharusnya tidak memilih strategi yang
didominasi,bahkan jika strategi hanya dominasi lemah.
3. Cancellation. Pemilihan antara dua alternatif seharusnya bergantung hanya
pada hasil yang berbeda dari kedua alternatif tersebut,tidak pada hasil yang
sama untuk kedua alternatif.
4. Transitivitas . Jika pembuat keputusan yang rasional harus lebih suka hasil A
ke B,dan hasil hasil B ke C ,maka orang seharusnya lebih memilih hasil A
dari pada hasil C.
5. Kontinuitas. Untuk setiap sesuatu hasil,seorang pembuat keputusan harus
selalu lebih suka bertaruh antara hasil terbaik dan erburuk utnuk hasil yang
pasti di antara jika peluang atau hasil yang pasti diantara jika peluang atau
hasil terbaik cukup baik.
6. Invariance. Prinsip invariance menetapkan bahwa pembuat keputusan
seharusnya tidak dipengaruhi oleh cara alternatif penyajian.Pembuat
keputusan seharusnya lebih mementingkan substansi.

5
5. Sikap Pengambilan Keputusan
1. Sikap Penggemar Risiko
Sikap penggemar risiko adalah sikap pengambil keputusan dengan
menetapkan nilai ekuivalen tetapnya atas suatu kejadian tidak pasti akan
lebih besar daripada nilai ekspektasi dari suatu kejadian.
2. Sikap Netral
Sikap netral adalah sikap pengambil keputusan di antara dua keadaan
ekstrim penggemar risiko dan penghindar risiko. Sikap ini ditunjukan
dengan menetapkan nilai ekuivalen tetap terhadap suatu permasalahan sama
dengan nilai ekspektasinya.
3. Sikap Penghindar Risiko
Sikap penghindar risiko adalah sikap pengambil keputusan dengan
menetapkan nilai ekuivalen tetap dari suatu kejadian tidak pasti lebih
rendah dari nilai harapan kejadian tersebut.

7. Asumsi Teori Utilitas


Asumsi utilitas setiap pengambil keputusan dapat berbeda - beda, dan
mewakili salah satu dari lima kategori berikut, yaitu :
a. Peringkat Preferensi
Asumsi peringkat preferensi merupakan asumsi utilitas pengambil
keputusan yang mengacu pada struktur dari keputusan dengan jumlah
alternative terbatas. Misalnya, terdapat alternatif x dan y, maka asumsi
utilitas pengambil keputusan adalah x < y atau x > y.
b. Transitivitas Preferensi
Asumsi transitivitas preferensi merupakan asumsi utilitas pengambil
keputusan dengan tidak menganggap keberadaan alternatif dari setiap
alternative tertentu dalam situasi yang dihadapi. Misalnya, apabila terdapat
tiga alternatif x, y, dan z , dimana x < y, dan y < z, maka x < z.

6
c. Asumsi Kontinuitas
Asumsi kontinuitas merupakan asumsi utilitas pengambil keputusan yang
mempunyai hasil terbaik dan terburuk sebagai hadiah, bahwa perorangan
(individu) menganggap sama preferensinya dengan hasil yang sedang atau
cukup saja atau di antara kedua hasil yang ekstrim tersebut.
d. Asumsi substitutabilitas
Asumsi substitutabilitas merupakan asumsi utilitas pengambil keputusan
yang memungkinkan adanya revisi / perbaikan dengan penggantian
(substitusi) suatu hasil dengan hasil lainnya, asalkan terdapat kesamaan.
e. Asumsi Peningkatan Preferensi
Asumsi peningkatan preferensi merupakan asumsi utilitas pengambil
keputusan yang mempunyai hasil yang sama dan untuk keputusan yang
mempunyai probabilitas terbesar untuk hasil yang lebih diinginkan maka
harus lebih disukai. Jadi, preferensi perjudian antara dua hasil yang sama
meningkat dengan probabilitas untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

8. Contoh Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan


Konsep utilitas yang didefinisikan sebagai ukuran preferensi utilitas terhadap
barang atau layanan adalah nilai barang atau layanan tersebut menurut persepsi
pengguna. Misalnya ,nilai Rp 100.000 bagi orang kaya hanya setara dengan
sekali makan siang. Tetapi bagi orang miskin,Rp 100.000 tersebut bisa berarti
makan siang. Teori utilitas tersebut dihadapkan pada beberapa pilihan,maka yang
ia pilih adalah utilitas tinggi. Misalnya premi asuransi mobil atau jiwa seharga
150 juta adalah 3,6 juta/tahun. Makan peserta asuransi akan dihadapkan pada
alternatif antara kehilangan Rp.3,6 juta (berarti Rp.10.000 perhari) dan kehilanan
mobil seharga Rp.150 juta. Tentu siapapun akan memilih kehilangan 3,6 juta
daripada kehilangan Rp.150 juta. Alternatif adalah antara kehilangan Rp 10.000
perhari dan memperoleh pertanggungan yang kecil. Peserta asuransi akan
menjatuhkan pilihan asuransi yang memberikan manfaat lebih.

7
BAB III
KESIMPULAN

Teori Utilitas dalam pengambilan keputusana adalah konsep mengenai


pengambilan keputusan berdasarkan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang
ada pada saat keaadaan yang tidak pasti. Kegunaan teori keputusan adalah untuk
membantu memecahkan masalah dengan menentukan tindakan yang akan dipilih
melalui pemilihan berbagai alternatif yang tersedia. Dalam memilih suatu
keputusan minimal terdapat dua alternatif yang diberikan, dan pengambil
keputusan harus memilih satu alternatif berdasarkan kriteria tertentu diantara
alternatif lainnya.

Teori Utilitas atau teori manfaat yang diharapkan,di mana mereka


mengusulkan teori utilitas yang diharapkan sebagai teori perilaku “seharusnya”,ini
tidak dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana orang-orang benar-benar
berperilaku,tetapi bagaimana orang akan berperilaku jika mereka mengikuti
persyaratan tertentu dalam pengambilan keputusan rasional. Salah satu tujuan
utama teori ini untuk menyediakan serangkaian asumsi eksplisit atau aksioma-
aksioma yang mendasari pengambilan keputusan.

8
DAFTAR PUSTAKA

Putra, Sanjaya Adi “Teori Utilitas dalam Pengambilan Keputusan”


https://id.scribd.com/document/339878112/akpri-lengkap, Diakses 07 April
2018

Teori Pengambilan Keputusan (PDF),


http://oldlms.unhas.ac.id/claroline/backends/download.php?url=L01vZHVsXz
NfVGVvcmlfUGVuZ2FtYmlsYW5uX0tlcHV0dXNhbi5wZGY%3D&cidReset
=true&cidReq=138E1104_001, Diakses 07 April 2018

Virgo, Pianz “ Teori Utilitas Dalam Pengambilan Keputusan”


https://id.scribd.com/doc/306327363/ , Diakses 07 April 2018