Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRATIKUM GELOMBANG OPTIK

“GELOMBANG BERJALAN, PEMBIASAN, DIFRAKSI DAN


INTERFERENSI PADA BIDANG/PERMUKAAN”

KELOMPOK 4

NAMAN ANGGOTA :

1. OKTRIYENI (15033009)
2. SHARMILA (15033081)

ASISTEN DOSEN : 1. EDI KURNIA S.Si

2. BEVI LIDIA

3. RAHMI

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA A

DOSEN PEMBIMBING : Syafriani, M.Si , P. hD

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2017
GELOMBANG BERJALAN PADA BIDANG/PERMUKAAN

A. Tujuan Percobaan
1. Memahami sifat gelombang pada bidang atau permukaan sebagai perluasan pemahaman
sifat gelombang linear
2. Memahami penyebab terjadinya pembiasan pada gelombang, lenturan, dan akibat
interferensi antara 2 gelombang koheren

B. Alat dan Bahan


1. Catu Daya
2. Tangki Gelombang
3. Kabel Penghubung Merah dan Hitam
4. Pipet Tetes

C. Teori Dasar
Gelombang adalah getaran yang merambat, baik melalui medium, ataupun tidak
melalui medium. Perambatan gelombang ada yang memerlukan medium seperti
gelombang tali dan ada pula yang tidak memerlukan medium yang berarti bahwa
gelombang tersebut dapat merambat melalui vakum (hampa udara).
Dalam perambatannya gelombang membawa energi. Dengan kata lain, gelombang
merupakan getaran dan getaran sendiiri merupakan sumber yang membawa energi .Jadi
gelombang yang bergerak akan merambat energi (tenaga).
Seutas tali AB yang yang kita bentangkan mendatar (Gambar 1.1). ujung B diikatkan
pada tiang, sedangkan ujung A kita pegang. Apabila ujung A kita getarkan naik turun
terus-menerus, maka pada tali tersebut akan menjadi rambatan gelombang dari ujung A ke
ujung B. Misalkan amplitude getarannya A dan gelombang merambat dengan kecepatan v
dan periode getarannya T.
Gambar 1.1 Gelombang Berjalan

Gelombang berjalan merupakan gelombang yang bergerak dengan amplitudo tetap.

1. Simpangan Getar Gelombang


Untuk menentukan simpangan pada titik P dapat ditentukan dari
simpangan getarnya dengan menggunakan waktu perjalanannya. Maka
diperoleh persamaan simpangannya :
yp = A sin(ωt − kx)
Dengan :
yp = simpangan detik P (m)
A = Amplitudo (m)
ω = frekuensi sudut
k = bilangan gelombang
x = jarak titik ke sumber(m)
2. Fase dan Sudut Fase Gelombang
Fase gelombang dapat didefinisikan sebagai bagian atau tahapan
gelombang. Dari persamaan dapat dihitung sudut fase
θ = 2πφ(rad)
Dengan :
Φ = fase gelombang
Sifat-sifat gelombang :
1. Pemantulan Gelombang atau Refleksi

Gambar 1.4 Pemantulan Gelombang

Untuk mengamati pemantulan gelombang dapat dilakukan dengan


menempatkan balok kaca atau logam pada tangki riak sebagai penghalang
gelombang yang mempunyai muka gelombang lurus. Sinar gelombang tersebut
akan dipantulkan pada saat mengenai dinding penghalang tersebut. Dalam
pemantulan gelombang tersebut berlaku hukum pemantulan gelombang yaitu :

 sudut datang gelombang sama dengan sudut pantul gelombang, dan


 gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal terletak dalam satu
bidang datar.

2. Pembiasan Gelombang (Refraksi)

Gambar 1.5 Pembiasan Gelombang

Untuk mempelajari pembiasan gelombang dapat dilakukan dengan


menempatkan balok kaca/logam pada tangki riak yang seluruhnya berada di dalam
air, sehingga akan membedakan kedalaman permukaan air dalam tangki riak. Hal
ini untuk menggambarkan adanya dua medium rambatan gelombang, permukaan
dalam menggambarkan medium yang rapat dan permukaan air yang dangkal
menggambarkan medium yang kurang rapat. Sinar gelombang yang melewati
bidang batas antara kedalaman air terlihat dibelokkan/dibiaskan di mana front
gelombangnya menjadi lebih rapat. Hal ini menunjukkan adanya perubahan
panjang gelombang, akan tetapi frekuensinya tetap yaitu sama dengan frekuensi
sumber getarnya. Dalam pembiasan gelombang berlaku hukum pembiasan yang
menyatakan :
“Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan
bilangan tetap”
sin 𝑖
= 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛
sin 𝑟

Secara umum sering dituliskan :


𝑛2 sin 𝑖
=
𝑛1 sin 𝑟

dengan :
i = sudut datang gelombang (derajat atau radian)
r = sudut bias gelombang (derajat atau radian)
𝑛1 = indeks bias medium 1
𝑛2 = indeks bias medium 2

3. Difraksi Gelombang
Peristiwa difraksi atau lenturan dapat terjadi jika sebuah gelombang melewati
sebuah celah sempit. Pada suatu medium yang serba sama, gelombang akan
merambat lurus , akan tetapi jika pada medium tersebut gelombang terhalang,
bentuk dan arah perambatannya dapat berubah.
Sebuah gelombang pada permukaan air merambat lurus. Kemudian gelombang
tersebut terhalang oleh sebuah penghalang yang memiliki sebuah celah sempit.
Gelombang akan merambat melalui celah sempit. Celah sempit seolah-olah
merupakan sumber gelombang baru. Oleh karena itu, setelah melewati celah sempit
gelombang akan merambat membentuk lingkaran-lingkaran dengan celah sempit
tersebut sebagai pusatnya.

Jumlah difraksi tergantung pada ukuran lubang (celah) dan panjang dari
gelombang. Supaya difraksi dapat diamati, lebar celah dan panjang dari gelombang
harus dari urutan yang sama atau hampir sama. Jika panjang gelombang yang jauh
lebih besar atau jauh lebih kecil dari celah, jumlah difraksi yang diamati tidak akan
diproduksi. Difraksi cahaya melalui celah kecil dapat dianggap sebagai bukti sifat
gelombang dari cahaya. Beberapa percobaan yang paling terkenal di difraksi adalah
percobaan celah tunggal Young dan percobaan celah ganda Young. Difraksi kisi
adalah salah satu produk yang paling berguna berdasarkan teori difraksi. Hal ini
digunakan untuk memperoleh spektrum resolusi tinggi.
Gambar 1.2 Tangki Gelombang

Pada percobaan kali ini yang dilakukan adalah gelombang yang merambat di
dalam satu bidang datar, yaitu gelombamg pada permukaan air. Untuk keperluan itu
digunakan alat yang sengaja dibuat untuk mempelajari berbagai sifat penting
gelombang permukaan, khususnya gelombang dipermukaan air. Sifat-sifat yang
akan didemonstrasikan di antaranya perambatan dan pemantulannya seperti pada
gelombang linear. Juga akan ditunjukkan gejala gelombang yang disebut
pembiasaan, difraksi dan interferensi. Alat yang digunakan disebut tangki
gelombang.

Pada dasarnya tangki gelombang terdiri atas tangki air yang dasarnya terbuat
dari kaca, motor listrik sebagai sumber getar yang diletakkan diatas papan
penggetar dan akan menggetarkan papan penggetar yang berupa plat atau keping
untuk pembangkit gelombang. Sebuah lampu diletakkan diatas tangki riak untuk
menyinari permukaan air. Di bawah tangki riak diletakkan plat putih yang nantinya
dapat mengamati bentuk gelombang pada permukaan air.

Sebelum membicarakan sifat gelombang maka perlu dipahami mengenai


pengertian front gelombang atau muka gelombang dan sinar gelombang apabila
menggunakan keping getar, maka permukaan air akan kita lihat garis lurus yang
bergerak ke tepi dan jika kita menggunakan pola penggetarnya, maka pada
permukaan timbul lingkaran-lingkaran yang bergerak ke tepi. Sekumpulan garis-
garis atau lingkaran-lingkaran itu yang dinamakan dengan front gelombang atau
muka gelombang. Jadi muka gelombang didefinisikan sebagai tempat sekumpulan
titik yang mempunyai fase yang sama pada gelombang. Muka gelombang dapat
berbentuk garis lurus atau lingkaran.
Gambar 1.3 Bentuk muka gelombang

Tempat kedudukan titik yang mempunyai fase yang sama mempunyai jarak
1𝜆, 2λ, 3λ, … … dan seterusnya, sehingga jarak antar front gelombang yang saling
berdekatan sebesar 1𝜆 gambar diatas. Setiap gelombang merambat menurut arah
tertentu. Arah rambatan gelombang disebut dengan sinar gelombang. Sinar
gelombang arahnya selalu tegak lurus terhadap muka gelombang.

4. Interferensi
Interferensi adalah fenomena di mana dua atau lebih gelombang saling
mempengaruhi untuk membuat gerakan yang dihasilkan pada suatu titik tertentu
dalam ruang. Interferensi sebagian besar dibahas untuk gelombang koheren. Hal ini
karena, untuk gelombang koheren, pola interferensi dapat digambarkan secara
matematis dengan cara yang sederhana. Ketika dua gelombang dengan amplitudo
yang sama mengganggu satu sama lain, amplitudo yang dihasilkan pada titik
campur dapat bervariasi dari nol sampai dua kali amplitudo. Interferensi dapat
diamati dalam setiap bentuk gelombang.

Ada dua sifat hasil interferensi gelombang, yaitu interferensi bersifat


konstruktif dan destruktif. Interferensi bersifat konstruktif artinya saling
memperkuat, yaitu saat kedua gelombang bertemu (berinterferensi) memiliki fase
yang sama . Sama fase maksudnya adalah selisi lintasanya sama dengan nol atau
bilanganbulat kali panjanggelombangλ. Interferensi konstruktif akan menghasilkan
garis terang .

𝑑 sin 𝜃 = 𝑚𝜆 ; 𝑚 = 0,1,2,3, … …

Bilangan m disebutordeterang.Untuk m=0 disebutterangpusat, m=1


disebutterang ke-1, dst. Karenajarakcelahkelayar l
jauhlebihbesardarijarakkeduacelah d (l >> d), dengandemikian
𝑝𝑑
= 𝑚𝜆
𝑙
Dengan p adalahjarakterangke-m kepusatterang.

Sedang interferensi bersifat destruktif atau saling melemahkan jika kedua


gelombang bertemu dalam fase yang berlawana atau terjadi beda fase sebesar 1800
yaitu jika selisih lintasannya sama dengan bilangan ganjil kali setengah 𝜆.

1
𝑑𝑠𝑖𝑛𝜃 = (𝑚 + ) 𝜆 ; 𝑚 = 1,2,3, ….
2

Bilangan m disebutordegelap.Tidakadagelapke nol. Untuk m=1 disebutgelap


ke-1, dan seterusnya.,maka:

𝑝𝑑 1
= (𝑚 + )𝜆
𝑙 2

Jarakantaraduagaristerangygberurutansamadgnjarakduagarisgelapberurutan.
JikajarakitudisebutΔp, maka

∆𝑝𝑑
=𝜆
𝑙

Gamabr 2.2 Interferensi Gelombang

Interferensi terjadi pada 2 gelombang koheren yaitu gelombang yang memiliki


frekuensi dan beda fase yang sama. (Tim Mata Kuliah Gelombang dan Optik, 2017
: 28-36)
Pembiasan dalam pengertian umum merupakan gejalapembelokkan arah jalur
gelombang karena kelajuan rambat gelombang berubah. Artinya peristiwa
pembiasan tidak hanya terjadi pada cahaya yang setiap pembiasan gelombang.
Kecepatan dan panjang gelombang dari gelombang dapat berubah, hanya saja
frekuensi gelombang selalu tetap ketika energy gelombang tetap. (Jati, 2010 :189)
Jika sebuah gelombang membentur sebuah pembatas yang mempunyai sebuah
celah yang ukurannya mendekati panjang gelombang, bagian dari gelombang
melintasi celah akan memancar (menyebar) keluar akan berdifraksi masuk
melintasi batasan pemancaran ini konsisten dengan penyebaran gelombang kecil
dalam konstruksi Huygens. Difraksi terjadi untuk segala jenis gelombang tidak
hanya gelombang cahaya. (Halliday, 2010 : 437)

D. Prosedur Kerja

1. Persiapan Percobaan
a. Mempersiapkan tangki gelombang agar dapat digunakan pada percobaan ini.
b. Tangki gelombang diisi dengan air bersih sampai kedalaman air kira-kira 1-1,5 cm
saja.
c. Mengamati berbagai gejala gelombang permukaan dan menjawab pertanyaan-
pertanyaan berkaitan dengan yang teramati pada gejala yang didemonstrasikan.

Gambar 1. Tangki gelombang dengan bagian-bagiannya


2. Gelombang Lingkaran
a. Meneteskan setetes air ke tengah-tengah permukaan air dalam tangki gelombang
lalu mengamati yang terjadi pada permukaan air yang pada mulanya tenang.
b. Menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
1) Adakah terjadi gangguan terhadap keseimbangan permukaan air ? apa
penyebabnya ?
2) Apa yang tampak pada permukaan air ketika tetes air mengenai permukaan itu
? apa bentuknya ?
3) Adakah sesuatu yang tampak berjalan (merambat) ?
4) Dapatkah yang teramati itu disebut gelombang ? apa alasannya ?
5) Bagaimana arah rambatannya ?
6) Apa yang dapat disimpulkan dari bentuk yang teramati tersebut dikaitkan
dengan cepat rambat gelombang ?
c. Meletakkan pelat penghalang berbentuk pelat/bilah lurus didalam tangki
gelombang seperti pada Gambar 2. dan meneteskan lagi setetes air ditengah-tengah
tangki.

Gambar 2. Tangki gelombang dengan pelat

d. Mengamati yang terjadi setelah gangguan (gelombang) mengenai permukaan


penghalang tadi, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
1) Dipantulkankah gelombang permukaan air itu jika mengenai penghalang ?
2) Apa bentuk gelombang pantulnya? Dari bentuk gelombang pantul itu, apa
yang dapat disimpulkan mengenai cepat rambat gelombang pantul ?
e. Lalu mendemonstrasikan gelombang malar (gelombang kontinu) berbentuk
lingkaran-lingkaran dengan menggunakan pembangkit riak lingkaran (Gambar 3)
yang frekuensinya dapat diatur, penghalang disingkirkan.

Gambar 3. Tangki gelombang dengan pembangkit riak lingkaran


f. Dengan menggunakan lampu penerang berstroboskopgelombang-gelombang
berjalan itu dapat dibuat seakan-akan diam. Pada keadaan seperti ini panjang
gelombangnya mudah diukur.
g. Mengamati yang disebut satu panjang gelombang (Gambar 4) dan mengukur
panjang gelombang dengan cara yang lebih teliti.

Gambar 4. Panjang gelombang

h. Mengamati lalu menskets (gambar kasar) bentuk gelombang-gelombangnya pada


Gambar 3. dan menandai yang disebut satu gelombang.
i. Mengukur perkiraan panjang gelombang yang diamati itu.
j. Memperlihatkan pengaruh frekuensi terhadap panjang gelombang dan menjawab
pertanyaan berikut ini :
1) Apa pengaruh frekuensi terhadap panjang gelombang ? (Apa yang terjadi pada
panjang gelombang jika frekuensi dinaikkan)?
k. Menghalangi rambatan gelombang-gelombang lingkaran malar itu dengan pelat
penghalang lurus seperti pada gambar 5.
l. Mengamati lalu menskets (gambar kasar) bentuk gelombang-gelombang
datangnya dan gelombang-gelombang pantulnya pada Gambar 5.

Gambar 5. Tangki gelombang dengan pelat penghalang lurus

m. Mengukur panjang gelombang-gelombang pantul dengan cara seperti yang


dilakukan di atas dan menjawab pertanyaan berikut :
1) Hampir sama atau sangat berbedakah panjang gelombang datang dengan
panjang gelombang pantulnya ?
3. Gelombang Datar
a. Melakukan percobaan gelombang datar dengan menggunakan pembangkit riak
datar (Gambar 6) dan gelombang akan dibangkitkan satu demi satu dengan
menggerakkan pembangkit riak dengan tangan.
Gelombang datar ialah gelombang yang muka-muka gelombangnya berbentuk
lurus.

Gambar 6. Gelombang datar dengan pembangkit riak datar

b. Mengamati gelombang berjalan yang terjadi.

4. Pemantulan
a. Menghalangi gelombang berjalan itu dengan penghalang lurus, penghalang
dipasang sejajar dengan arah muka gelombang dan menjawab pertanyaan berikut :
1) Terjadikah pemantulan ? bagaimana arah pemantulannya ?
b. Mengubah arah penghalang misalnya seperti pada Gambar 7 dan mengarahkan
gelombang datar malar ke penghalang.

Gambar 7. Tangki Gelombang dengan penghalang dimiringkan


c. Mengamati dan menskets gelombang pantulnya lalu menjawab pertanyaan
berikut:
1) Lebih kurang hampir sama atau sangat berbedakah panjang gelombang pantul
dengan panjang gelombang datang ?
2) Bagaimana arah muka gelombang jika dibandingkan dengan arah pemantul ?
d. Mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di atas dengan anggota kelompok.
e. Mengganti penghalang lurus dengan penghalang melingkar (melengkung),
permukaan cekungnya mengarah ke sumber gelombang seperti pada Gambar 8.

Gambar 8. Tangki gelombang dengan penghalang melingkar

f. Mengamati bentuk gelombang pantulnya, lalu menskets muka-muka gelombang


dan arah-arah gelombang pantulnya pada Gambar 8. Kemudian menjawab
pertanyaan berikut :
1) Berbentuk apa muka-muka gelombang pantulnya ?
2) Bagaimana arah gelombang pantulnya?
g. Mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di atas dengan anggota kelompok.
h. Mengubah kedudukan penghalang lengkung tadi menjadi penghalang cembung
seperti pada Gambar 9.

Gambar 9. Tangki gelombang dengan penghalang cembung


i. Mengamati gelombang pantulnya, lalu menskets muka-muka gelombang dan
arah-arah gelombang pantulnya pada Gambar 9. Kemudian menjawab pertanyaan
berikut :
1) Bagaimana arah gelombang pantul ?
j. Mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di atas dengan anggota kelompok.
5. Pembiasan gelombang
a. Meletakkan sepotong balok kaca (disebut balok pembias) di bawah permukaan air
didalam tangki, salah satu sisi balok diatur sejajar dengan pembangkit riak datar.
Keberadaan balok ini menyebabkan sebagian kedalaman (ketebalan) air berkurang
(seperti pada Gambar 10). Air di atas balok menjadi dangkal.
b. Membangkitkan gelombang datar pada permukaan air, gelombang mula-mula
melewati air yang dalam, kemudian air yang dangkal.
c. Mengamati yang terjadi, terutama ada atau tidak adanya perubahan panjang
gelombang, lalu menjawab pertanyaan berikut :
1) Terjadikah perubahan panjang gelombang ketika gelombang melintasi
perbatasan antara air yang dalam dan air yang dangkal ? Jika “ya” menjadi
bagaimana panjang gelombang pada air yang dangkal ?

Gambar 10. Tangki gelombang dengan balok pembias


d. Memutar balok pembias sehingga satu sisinya miring (tidak tegak lurus) terhadap
arah datangnya gelombang seperti pada gambar 11.
Gambar 11. Tangki gelombang dengan balok pembias dimiringkan
e. Mengamati yang terjadi, terutama arah dan panjang gelombang ditempat yang
dangkal, dibandingkan dengan arah dan panjang gelombang ditempat yang dalam.
Lalu menjawab pertanyaan berikut :
1) Adakah terjadi perubahan panjang gelombang? Jika “ya”, menjadi bagaimana
panjang gelombang pada air yang dangkal dan ke mana arahnya ?
2) Terjadikah perubahan arah rambatan gelombang? Jika “ya”, bagaimanakah
kira-kira arah gelombang setelah melintasi perbatasan ?
f. Mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di atas dengan anggota kelompok.
g. Membuat sketsa bentuk (lebih kurang) muka-muka gelombang di kedua
kedalaman air tersebut pada Gambar 11. dan arah rambatan gelombang datang dan
gelombang pantul.

Lenturan (Pelengkungan) atau Difraksi Gelombang


a. Menghalangi perambatan gelombang datar menggunakan penghalang lurus seperti
pada Gambar 12.

Gambar 12. Tangki gelombang dengan penghalang lurus

b. Mengamati dengan teliti yang terjadi pada muka-muka gelombang setelah


gelombang melewati penghalang. Lalu membuat sketsa kasarnya pada Gambar 12.
mengenai bentuk muka-muka gelombang setelah melewati penghalang.
c. Gelombang datar dilewatkan melalui celah yang agak lebar (± 5 cm), kira-kira
seperti pada Gambar 12.
d. Mengamati dengan teliti yang terjadi pada muka gelombang setelah gelombang
melewati penghalang. Lalu membuat sketsa kasarnya mengenai bentuk muka-
muka gelombang setelah melewati penghalang.
e. Mempersempit celah menjadi kira-kira 1 cm.
f. Mengamati dengan teliti yang terjadi pada muka-muka gelombang setelah
gelombang melewati penghalang. Lalu membuat sketsa kasarnya mengenai bentuk
muka-muka gelombang setelah melewati penghalang.
g. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sekelompok.

Gambar 17. Hasil interferensi dua gelombang koheren

E. Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Gelombang Berjalan Pada Biang/Permukaan

1. Pengamatan (1) Gelombang Lingkaran


Pada saat meneteskan setetes air ketengah-tengah permukaan air dalam tangki
gelombang maka:
Terjadi gangguan terhadap keseimbangan permukaan air, dimana gangguan
tersebut berasal dari tetesan air yang diberikan .Hal yang tampak pada permukaan air
ketika tetesan air mengenai permukaan air adalah adanya gelombang yang berbentuk
lingkaran ,bentuk gelombang ini ditentukan terhadap sumber dimana sumber
gelombang yang diamati adalah tetesan air yang berbentuk titik atau lingkaran pula
maka dari itu gelombang yang dihasilkan juga berbentuk lingkaran. Pada
pengamatan terlihat arah rambat gelombang kesegala arah.

2. Pengamatan (2) Rambatan Gelombang diberi bilah penghalang

Pada saat didalam tangki gelombang diberi bilah penghalang maka:

Gelombang yang tadinya merambat kesegala saat mengenai bilah penghalang


kembali dipantulkan , dimana arah pantulan geombang selalu tegak lurus dengan
muka gelombang .Bentuk gelombang pantulnya masih sama yaitu berbentuk
lingkaran.

3. Pengamatan (3) Gelombang malar(gelombang kontinu) berbentuk lingkaran dengan


menggunakan pembangkit riak lingkaran
Pada saat sumber gelombang berasal dari pembangkit riak lingkaran maka
terlihat gelombang lingkaran yang kontinu . Dimana alamm percobaan terlihat
adanya hubungan frekuensi dengan panjang gelombang . Ketika frekuensinya kecil
terlihat bahwa panjang gelombang yang dihasilkan besar namun pada saat frekuensi
1
dinaikan maka diperoleh panjang gelombangnya akan semakin kecil 𝑓~

4. Pengamatan (4) Gelombang malar(gelombang kontinu) berbentuk lingkaran dengan


menggunakan pembangkit riak lingkaran diberi bilah penghalang maka:

Disaat gelombang malar yang berasal daripembangkit riak lingkaran pada


tangki gelombang diletakkan bilh penghalang maka gelombang ketika mengenai
penghalang akan dipantulkan . Gelombang pantul ini memiliki panjang gelombang
yang sama dengan panjang gelombang sumber.

5. Pengamatan (5) Gelombang datar

Gelombang datar dihasilkan dari pembangkit riak datar . Muka gelomabng


datar berbentuk lurus ini disebabkan sumber yang diberikan juga berupa lurus.
6. Pengamatan (6) Pemantulan gelombang lurus dengan menggunakan penghalang
lurus yang sejajar dengan muka gelombang

Pada tangki gelombang dengan gelombang datar diberi panghalang lurus.


Penghalang dipasang sejajar dengan arah muka gelombang maka pada saat
gelombang mengenai penghalang ,gelombang akan dipantulkan kembali. Dimana
panjang gelombang pantulnya akan bernilai sama dengan gelombang asal. Arah
pantul selalu tegak lurus dengan muka gelombang.

7. Pengamatan (7) Pemantulan gelombang lurus dengan menggunakan penghalang


lurus yang diubah posisinya menjadi miring

Pada saat gelombang lurus diberi penghalang yang posisinya miring , ketika
gelombang mengenai penghalang maka akan terjadi pemantulan gelombang ketika
mengenai penghalang dimana gelombang pantulnya hampir sama dengan gelombang
datang . Kemudian ada juga gelombang yang diteruskan , gelombang yang
diteruskan ini adalh gelomabang datang yang tidak mengenai penghalang

8. Pengamatan (8) Pemantulan gelombang lurus dengan menggunakan penghalang


melingkar (melengkung) .Permukaan cekungnya mengarah ke sumber gelombang.
Ketika penghalang lurus diganti dengan penghalang melingkar (melengkung)
yang permukaan cekungannya mengarah ke sumber gelombang terlihat muka
gelombang pantulnya berbentuk lingakaran. Hal ini disebabkan gelombang lurus
dikumpulkan pada pusat kelengkungan panghalang, sehingga pada saat mengenai sisi
lengkung penghalang gelombang lurus berubah menjadi sumber seperti titik yang
mana sumber titik menghasilkan gelombang lingkaran .Yang arah pantulnya tegak
lurus dengan muka gelombang.

9. Pengamatan (9) Pemantulan gelombang lurus dengan menggunakan penghalang


cembung Permukaan cembungnya mengarah ke sumber gelombang.

Ketika penghalang cekung diganti dengan penghalang cembung yang


permukaan cembungnya mengarah ke sumber gelombang terlihat arah gelombang
pantulnya tegak lurus dengan muka gelombang.

Interferensi
F. Pembahasan

Percobaan kali ini mengenai gelombang berjalan, pembiasan, difraksi dan


interferensi pada bidang atau permukaan. Dalam percobaan ini, ada beberapa percobaan.
Yaitu untuk mengamati gelombang berjalan, gelombang datar, gelombang lingkaran,
pemantulan, pembiasan dan interferensi.

Percobaan pertama untuk gelombang berjalan. Pada saat kami meneteskan air ke
permukaan air, terjadi gangguan yang berupa usikan. Sehingga, air mengalami riak
berbentuk gelombang yang melingkari tetesan air dan menjalar ke sisi lain. Tampak
gelombang tersebut berjalan menjauhi tetesan air. Arah ranbatannya ke segala arah dengan
pola gelap terang. Arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya.

Saat diberi penghalang, gelombang yang mengenai penghalang akan dipantulkan.


Bentuk gelombang pantulnya hampir sama dengan gelombang dating tetapi arahnya
berlawanan, dan saat diberi pembangkit riak diperbesar maka panjang gelombang yang
dihasilkan makin kecil. Dan panjang gelombang datangnya akan sama dengan gelombang
pantulnya.

Percobaan kedua untuk gelombang datar kami menggunakan pembangkit riak datar,
lalu diberi penghalang cekung dan cembung. Gelombang pantul yang diberikan hampir
menyerupai plat penghalang. Saat diberi plat penghalang cekung kea rah pembangkit riak,
akan muncul pusaran di tengah plat penghalang arah gelombang pantul berlawanan
arahnya dengan arah gelombang dating.

Percobaan ketiga untuk pembiasan gelombang saat menggunakan penghalang balok


yang menyebabkan adanya air dalam dan air dangkal.saat gelombang melintasi air dalam
dan dangkal terjadi perubahan gelombang. Panjang gelomabng pada air dalam lebih besar
dibanding panjang gelombang air diangkat.

Percobaan keempat untuk gelombang difraksi. Saat diberi penghalang lurus di tepi
kotak tangki, terlihat gelombang yang mengenai penghalang lurus di tepi kotak tangki.
Terlihat gelombang yang mengenai penghalang akan terpantulkan dan yang tidak
mengenai penghalang akan diteruskan dan kami meletakkan penghalang dengan celah 5
cm, telihat bahwa gelombang yang mengenai penghalang akan dipantulkan dan yang
sejajar dengan celah akan diteruskan. Tetapi gelombang yang diteruskan akan mengalami
difraksi dan menjadi sumber gelombang baru. Lalu kami membuat celahnya menjadi 1 cm.
terlihat bahwa gelombang yang diteruskan saat 5 cm lebih besar dibandingkan dengan
celah 1 cm.

Percobaan kelima untuk interferensi. Dengan menggambarkan pembangkit


gelombang lingkaran ganda. Setelah diamati akan tampak gelombang dengan pola gelap
terang. Saat tidak ada bagian air beriak disebu gelombang gelap yang merupakan hasil dari
gelombang yang saling melemahkan. Dan saat gelombang beriak berarti itu gelombang
terang merupakan hasil dari gelombang saling menguatkan.
G. Kesimpulan

1. Sifat-sifat gelombang pada bidang/permukaan adalah : gelombang dibiaskan melalui


2 medium yang berbeda, gelombang dapat dipantulkan saat mengenai dinding
penghalang, gelombang dapat didifraksikan saat melalui celah sempit, dan
gelombang dapat berinterferensi saat adanya 2 gelombang atau lebih.
2. Penyebab terjadinya pembiasan adalah perbedaan indeks bias atau perbedaan
medium yang dilewati gelombang. Lenturan terjadi karena gelombang melewati
celah sempit , dan interferensi terjadi karena perpaduan dua gelombang atau lebih
yang memiliki frekuensi dan beda fase yang sama.
DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David. 2010. Fisika Dasar Edisi Ketujuh Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Jati, Bambang Murdaka Eka. 2010. Fisika Dasar Listrik Magnet Optika Fisika Modern.
Yogyakarta : Andi.

Tim Mata Kuliah Gelombang dan Optik. 2017. Modul Praktikum Gelombang dan Optik.
Padang : UNP.

Beri Nilai