Anda di halaman 1dari 8

Apa Itu Termometer?

Untuk mengukur suhu digunakan suatu alat yang dinamakan termometer. Kata
“termometer” berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos yang berarti panas
dan meter yang berarti mengukur. Termometer biasanya berupa sebuah pipa
kaca sempit tertutup yang berisi zat cair dan memiliki skala. Prinsip kerja
termometer ada pada pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan
volumenya.

Coba perhatikan volume air yang sedang dipanaskan. Saat air dipanaskan, suhu air
akan meningkat. Peristiwa yang terjadi selanjutnya adalah volume air tersebut
juga meningkat. Begitupun sebaliknya, saat air didinginkan volume air tersebut
juga menurun. Selain pada air, peristiwa ini pun terjadi pada zat lain, seperti raksa
dan alkohol yang digunakan sebagai bahan termometer.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan cecair yang digunakan sebagai bahan
termometer.
Perbandingan antara Raksa dan Alkohol sebagai Bahan Termometer
Zat cair Keuntungan Kekurangan
Raksa a. mudah dilihat karena warnanya a. termasuk zat beracun
mengkilap
b. daerah ukurannya sangat luas, b. tidak dapat mengukur suhu
yaitu antara −39oC sampai 337oC yang rendah dari −40oC
c. penghantar yang baik c. harganya mahal
d. kalor jenisnya kecil

Alkohol a. daerah ukurannya sangat luas, a. titik didih rendah 78oC


yaitu antara −114oC sampai 78oC
b. penghantar yang baik b. tidak bewarna, susah untuk
dilihat
c. kalor jenisnya kecil c. membasahi dinding kaca
JENIS TERMOMETER
Termometer yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari ada banyak
sekali jenisnya, salah satunya adalah termometer suhu badan. Sesuai dengan
namanya, jenis termometer ini digunakan untuk mengukur suhu badan sehingga
disebut juga termometer klinis atau termometer demam. Termometer ini
memiliki skala antara 35oC – 42oC, karena suhu tubuh manusia tidak akan lebih
atau kurang dari rentang suhu tersebut.

Termometer suhu badan ini umumnya merupakan termometer zat cair berupa
raksa yang mengisi pipa kapiler dalam tabung gelas ata kaca. Namun, sekarang
juga sudah ada termometer klinis digital sehingga penggunaanya bisa lebih
mudah dan praktis. Perbedaan antara termometer klinis raksa dan termometer
klinis digital dapat kalian lihat pada gambar berikut ini.

Tahukah kalian bagaimana cara menggunakan dan membaca skala dari kedua
jenis termometer di atas? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar
mengenai cara penggunaan dan pembacaan skala termometer raksa dan
termometer digital dalam pengukuran suhu. Untuk itu, silahkan kalian simak
uraian berikut ini.
Cara Menggunakan Termometer Raksa
Termometer air raksa merupakan jenis termometer yang paling mudah ditemui di
negara kita walaupun nanti termometer jenis ini akan tergantikan dengan
termometer digital yang lebih mudah dipakai dan lebih tepat. Termometer ini
harganya cukup murah dan bisa didapatkan di setiap apotek dan toko obat
terdekat. Untuk menggunakan termometer raksa, langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut.
1. Rendam termometer dalam air dingin selama beberapa waktu sebelum
melakukan pengukuran. Ini akan membuat air raksa pada termometer yang
tadinya menunjukkan suhu ruangan segera turun.
2. Untuk mempercepat proses turunnya suhu, kalian bisa mengibas-ngibaskan
atau mengocok-ngocok termometer. Caranya pegang termometer pada bagian
ujung yang tidak bewarna silver (ujung kaca) dan kemudian ayun-ayunkan ke
bawah untuk mempercepat turunnya suhu termometer.
3. Setelah suhunya turun, kalian bisa melakukan pengukuran suhu dengan cara
berikut.
■ Letakkan ujung termometer yang bewarna silver (tandon) pada ketiak dan
himpit termometer tersebut selama 3 menit.
■ Pengukuran juga bisa dilakukan dengan meletakkan ujung termometer yang
bewarna silver pada bagian bawah lidah selama 3 menit. Jika ingin melakukan ini
pastikan termometer selalu dibersihkan dengan air, sabun, dan alkohol setelah
pengukuran. Tujuannya adalah untuk menjaga kondisi termometer tetap steril.
■ Pada beberapa kasus di mana pengukuran dengan kedua cara di atas dirasa
tidak optimal maka kalian juga bisa memberikan semacam pelumas khusus di
ujung termometer dan dimasukkan sedikit ujungnya ke dalam dubur (anus)
selama 3 menit.
4. Setelah 3 menit segera angkat termometer ke arah cahaya dan lihat berapa
angka yang ditunjukkan oleh raksa di termometer. Ada beberapa versi mengenai
suhu tubuh normal manusia, yaitu sebagai berikut;
Klinik Kesihatan WHO (World Health Organization)
Suhu tubuh normal adalah 36oC – 47oC Suhu tubuh normal adalah 37,2oC –
37,5oC.
Yang jelas, jika suhu tubuh yang diukur di atas 37oC bisa dipastikan orang yang
diukur suhunya menderita demam.
5. Setelah menggunakan termometer, pastikan kalian membersihkan termometer
tersebut pada air yang mengalir menggunakan sabun yang tidak terlalu keras dan
bisa juga menggunakan alkohol.
6. Keringkan dengan bantuan lap dan letakkan termometer pada wadah yang
disediakan. Hal ini akan menjada termometer tetap bersih dan steril untuk
pengukuran selanjutnya.
Cara Menggunakan Termometer Digital

Termometer digital sangatlah mudah untuk digunakan. Jika kalian


belum tahu caranya, kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Baca panduan yang diberikan termometer. Apabila panduan tersebut sudah
hilang, kalian harus tahu bahwa pada kebanyakan termometer digital akan keluar
suara “bip” yang menunjukkan bahwa pengukuran telah selesai. Untuk itu sangat
penting mengetahui jenis termometer digital yang kalian gunakan.
2. Nyalakan termometer dan pastikan angka yang ditunjukkan adalah nol atau
tidak muncul suhu sama sekali.
3. Sama seperti termometer raksa, kalian bisa melakukan pengukuran sebagai
berikut.
■ Letakkan ujung termometer yang bewarna silver pada ketiak dan himpit
termometer tersebut selama 3 menit.
■ Pengukuran juga bisa dilakukan dengan meletakkan ujung termometer yang
bewarna silver pada bagian bawah lidah selama 3 menit. Jika ingin melakukan ini
pastikan termometer selalu dibersihkan dengan air, sabun, dan alkohol setelah
pengukuran.
■ Pada beberapa kasus di mana pengukuran dengan kedua cara di atas dirasa
tidak optimal maka kalian juga bisa memberikan semacam pelumas khusus di
ujung termometer dan dimasukkan sedikit ujungnya ke dalam dubur selama 3
menit.
4. Jika termometer kalian memiliki petunjuk “bip”nya sendiri, kalian tinggal
menunggu suara itu keluar dan segera angkat termometer untuk membaca suhu
tubuh yang telah diukurnya.
5. Setelah menggunakan termometer, pastikan kalian membersihkan termometer
tersebut pada air yang mengalir menggunakan sabun yang tidak terlalu keras atau
dengan alkohol.
6. Keringkan dengan bantuan lap dan letakkan termometer pada wadah yang
disediakan. Hal inti berfungsi untuk menjaga termometer tetap bersih dan steril.
Cara Membaca Skala Termometer
Sebelum dapat membaca skala termometer secara benar, kalian harus
memahami dahulu bagaimana posisi mata yang tepat saat mengamati skala
termometer. Perhatikan gambar berikut ini.

Dari gambar di atas, posisi mata yang benar adalah tegak lurus atau segaris atau
sejajar dengan kolom raksa. Apabila posisi mata terlalu tinggi atau terlalu rendah,
maka akan mengakibatkan kolom raksa terlihat lebih tinggi atau lebih rendah.
Efek ini dinamakan dengan ralat paralak.

Apabila skala termometer sulit untuk dibaca, kalian dapat menggunakan alat optik
seperti kaca pembesar, teleskop atau perangkat optik serupa sehingga dapat
membantuk kalian dalam menghindari pengaruh paralaks pada saat pengkuran
suhu dengan termometer.

Membaca Skala Termometer Raksa


Pada termometer raksa, ketika kita mendekatkan mata kita ke kolom raksa maka
akan tampak bahwa permukaan merukuri membentuk seperti lensayang
melengkung atau menonjol ke atas yang disebut dengan miniskus cembung
(miniskus positif). Berbeda dengan air yang melengkung ke bawah membentuk
miniskus cekung (miniskus negatif). Lalu bagaimana menentukan skala hasil
pengukuran suhu pada termometer raksa yang berbentuk miniskus cembung
tersebut. Perhatikan diagram di bawah ini.

■ Pada gambar di atas, setiap garis pada skala termometer memiliki nilai 1oC,
karena dari suhu 20oC – 30oC terdapat 10 garis, sehingga tiap garis menyatakan
suhu 1oC.
■ Kita bisa membuat perkiraan pembacaan skala dengan menggunakan tingkat
ketelitian termometer. Pada termometer raksa, biasanya ketelitiannya adalah
0,2oC.
■ Dari gambar di atas, permukaan miniskus cembung raksa hampir menunjukkan
skala 30oC.
■ Karena hampir berarti belum mencapai suhu 30oC. Dengan menggunakan
tingkat ketelitian termometer, kita kurangkan skala yang hampir terbaca dengan
tinggkat ketelitian termometer yaitu 30oC – 0,2oC = 29,8oC.
■ Dengan demikian, kita peroleh hasil pembacaan skala yaitu 29,8oC. Pembacaan
skala suhu ini memiliki 3 angka penting (significant number). Catatan: angka “8”
dalam pengukuran ini merupakan angka tidak pasti.
■ Hasil pengukuran tersebut dapat dituliskan sebagai 29,8oC ± 0,2oC, yang
mengandung arti bahwa keakuratan atau ketelitian suhu berkisar antara 29,8oC
sampai 30,0oC.

Membaca Skala Termometer Alkohol


Termometer alkohol merupakan alternatif termometer raksa (merkuri). Namun
termometer alkohol memiliki batas pengukuran sampai dengan 78oC. Dengan
demikian, termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang
tinggi. Versi termometer alkohol (etanol) adalah yang paling banyak digunakan
karena biaya rendah dan bahaya yang ditimbulkan kecil ketika terjadi kerusakan
pada tabung kaca.

Ketika membaca skala termometer alkohol, pastikan posisi mata sejajar dengan
permukaan kolom alkohol. Pada termometer alkohol tidak akan ditemui miniskus
baik cembung maupun cekung, karena permukaan alkohol rata. Sehingga
pembacaan skala lebih mudah. Kita tinggal menentukan garis skala mana pada
termometer yang letaknya segaris dengan permukaan alkohol. Setelah itu, hasil
pengukuran sudah bisa ditentukan.

Membaca Skala Termometer Digital


Tidak ada teknik khusus dalam membaca skala termometer digital, karena
semuanya sudah tersetting secara otomatis. Kita hanya perlu melihat hasil
pengukuran yang ditunjukkan pada layar termometer digital dan hasilnya
langsung terlihat dengan cepat dan tepat.