Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INSTRUMENTASI DAN KENDALI

“ Analisa Prinsip Kerja Tachometer Optik “

Disusun Oleh :
One M. Justice (15050524080)
Dwi Syahrul R. (15050524082)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018
1. Fenomena

Tachometer optik adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan sudut putar dengan besaran rpm.
Tachometer optik terdiri dari jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam batang lalu terdapat
sebuah atau lebih photosensor yang menghadap pada batang tersebut. Sebuah poros atau piringan
berputar lalu diberi tanda stripe yang tidak tembus cahaya, kemudian sensor pada ujung tachometer
diarakan ke tanda tersebut untuk membaca kecepatan putaran benda yang diuji, lcd akan
menampilkan kecepatan rotasi benda tersebut (RPM)

Gambar Rangkaian Alat dan Pengukuran

Rancangan Tachometer Optik ini terdiri atas rangkaian Photosensor, rangkaian


pengkondisi sinyal, mikrokontroler, antarmuka serial dan terakhir yaitu LCD seperti yang
terlihat pada Gambar dibawah yang menunjukkan blok diagram rancangan.

Sensor yang digunakan dalam perancangan ini terdiri atas transmitter dan receiver.
Transmitter terdiri atas LED inframerah dan receiver berupa fototransistor. Keduanya dikemas
dalam satu komponen yang dinamakan Opto Switch. Saat sinar tidak terhalang oleh rotari,
tegangan keluaran sensor akan bernilai Vo, sedangkan saat sinar terhalang oleh rotari maka
tegangan keluaran sensor sama dengan nol, sehingga sinyal keluaran sensor berupa sinyal
pulsa.Kemudian hasil keluaran dari sensor yang berupa sinyal pulsa digunakan sebagai
masukan Rangkaian Pengkondisi Sinyal (RPS). Rangkaian pengkondisi sinyal terdiri atas
rangkaian komparator histerisis dan inverter yang dikemas dalam satu komponen yang
dinamakan Trigger Schmitt. Tujuan dari rangkaian pengkondisi sinyal ini agar tegangan
keluaran sensor sesuai dengan level tegangan yang dapat diproses mikrokontroler.
Dalam mikrokontroler terdapat suatu program yang berfungsi untuk menghitung jumlah
pulsa keluaran rangkaian pengkondisi sinyal setiap menit. Jumlah pulsa merepresentasikan
jumlah putaran yang kemudian akan ditampilkan pada LCD atau dikirim ke computer secara
serial. Proses penampilan data tersebut tergantung dari mode yang dipilih.
2. Pemilihan Sensor
a. Pengertian sensor Tachometer optik
Photo sensor
Photo sensor adalah alat atau sensor yang dapat mendeteksi cahaya, cahaya yang
dimaksud adalah cahaya berupa infrared atau sejenisnya yang dipancarkan oleh pemancar yang
disebut emitter dan memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda.

Sensor ini dapat mendeteksi benda dengan jarak yang bervariasi itu tergantung dari type
dan jenisnya, ada berbagai jenis dan type alat ini, pada prakteknya, sensor ini ada yang
menggunakan reflector dan ada juga yang tanpa reflector, apa itu reflector ? Reflector adalah
suatu alat terbuat dari plastic yang permukaan bagian dalamnya berbentuk prisma atau segi
enam berfungsi untuk memantulkan cahaya yang dikirim oleh Emitter.
Opto Switch
H21A3 terdiri atas LED inframerah gallium arsenide dan fototransistor silicon dalam
wadah plastik. Sistem paket ini didesain untuk mengoptimalkan resolusi mekanik, efisiensi
kopling, meniadakan hamburan cahaya, dan mengurangi biaya. Celah yang disediakan
dimaksudkan sebagai sinyal interrupt dengan memberikan opaque material di dalamnya yang
dapat men-switch sinyal keluaran dari keadaan “ON” ke “OFF”.
b. Prinsip Kerja Tachometer Optik

Sebuah poros atau piringan berputar lalu diberi tanda stripe yang tidak tembus cahaya,
kemudian sensor pada ujung tachometer diarakan ke tanda tersebut untuk membaca kecepatan
putaran benda yang diuji, lcd akan menampilkan kecepatan rotasi benda tersebut (RPM)

- Setiap batang tersebut berputar maka photosensor akan mendeteksi jumlah stripe yang
melewatinya
- Kemudian akan menghasilkan output berupa gelombang
- Pada gelombang tersebut periode ≈ kebalikan kecepatan angular
- Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter yang digambarkan pada
encoder batang optik
3. Persamaan

Perhitungan nilai resistor


Perhitungan nilai resistor yang digunakan dalam perancangan ini adalah sebagai
berikut:

Rangkaian Sensor
Grafik Kecepatan Switching H21A3 terhadap RL.

I LED  50mA R1  100


Vcc
 I LED I F  30mA Vcc  5V
R1
75
IF  A
5V R1
 50mA
R1
75
R2 
R1 
5 30  10 3
50  10 3
R2  2500

Perhitungan Kecepatan Maksimum:


Pada saat RL=R2=2500 Ω, maka tON1 = 1 × turn-on time = 8 µs dan tOFF1 = 1 × turn-off time =
50 µs. Turn-on time adalah waktu yang dibutuhkan untuk perubahan dari logika 0 ke logika 1,
sedangkan turn-off time adalah waktu yang dibutuhkan untuk perubahan logika dari 1 ke 0.
Gambar 13 menunjukkan turn-on time dan turn-off time.
Gambar 3.5 Turn-on time dan turn-off time H21A3 dengan RL 2500 Ω.
Untuk mengetahui kecepatan maksimum maka turn-on time dan turn-off time sinyal
masukan tidak boleh kurang dari 8 µs dan 50 µs. Maka grafik sinyal masukan yang masih dapat
direspon oleh sensor ditunjukkan oleh Gambar 3.6

Gambar 3.6 Sinyal Masukan yang masih dapat direspon H21A3 dengan RL 2500 Ω.
Sehingga :
1
f  ;T = 58 µs
T
f = 17241,4 Hz
= 17241,4 pulsa/detik
= 17241,4: 6 rps ; 6 adalah jumlah gigi pada rotari
= 2873,6 rps
= 2873,6 × 60 (detik) rpm
= 172.416 rpm